Bisnis.com, JAKARTA - Kesadaran masyarakat akan konsumsi beras non-padi alias beras analog semakin meningkat. Bukan hanya dari sisi kesehatan atau kebutuhan diet, melainkan juga membantu program diversifikasi pangan buat membantu negara mengurangi impor beras.
Salah satu pemain inovasi pangan alternatif kenamaan di pasaran adalah Topi Koki melalui jenama Dailymeal. Berkat penetrasi masif mereka, pilihan beras untuk mendukung gaya hidup sehat, mulai dari beras jagung, beras singkong, hingga beras porang cassava pun bisa semakin mudah didapat.
Bagi pembeli beras premium, pasti sudah tak asing dengan jenama Topi Koki yang merupakan produk andalan emiten beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) sejak 2003.
Sekadar info, HOKI bermula dari usaha kedai beras rumahan di Palembang besutan ayah Sang Pendiri, Sukarto Bujung, bernama Toko Beras Buyung sejak 1977.
Kala itu, Bujung senior kerap membawa anaknya pergi ke Ibu Kota untuk kulakan, sehingga usaha berdagang beras pun sudah seperti mengalir dalam darah Sukarto, hingga membuka kebernian Si Bujung Junior melebarkan sayap dengan mendirikan Buyung Poetra Sembada (BPS) di Jakarta pada 2003, tepatnya di Pasar Induk Beras Cipinang.
Salah satu batu loncatan BPS menjelma perusahaan besar jumbo sebelum akhirnya melantai di bursa (IPO) pada 2017, sebenarnya dimulai dari upaya menciptakan beras premium untuk pasar ritel modern di kisaran 2005.
Sukarto sempat menjelaskan bisnis pengolahan sebenarnya upaya menjawab tuntutan konsumen, di mana beras harus bersih dan putih alami, sehingga BPS pun fokus pada beras premium yang utamanya menghilangkan batu, pasir, menir, bahkan paku yang biasa ditemukan ketika kulakan dari petani.
Lantas, HOKI akhirnya memulai babak baru menjadi pemain FMCG lewat jajaran produk beras sehat Dailymeal sejak penghujung 2021. Fokusnya beras sehat tanpa bahan pengawet dan pewarna buatan dalam kemasan praktis dengan cita rasa masakan khas Indonesia.
Anak usahanya, PT Hoki Distribusi Niaga melakukan penandatanganan MoU pembentukan usaha bersama dengan PT Gita untuk membangun pabrik beras sehat di bawah merek Daily Meal Rice dan Daily Meal Eats.
PT Gita sendiri awalnya merupakan usaha makanan ringan asal Surakarta, Jawa Tengah besutan keluarga Santoso sejak 1983. Merek andalannya adalah NANA dan Gita Food.
Terkini, sebagian pengendali PT Gita tercatat merupakan salah satu emiten garmen kenamaan, PT Trisula International Tbk. (TRIS).
Gita Food mengaku terus mengembangkan varian beras sehat untuk dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan misi 'kenyang tidak harus dengan beras padi'.
Bahan-bahan asli Indonesia yang mereka olah sebagai beras analog bukan hanya jagung dan singkong, melainkan turut mencakup sagu, kentang, wortel, dan lain sebagainya.
Pada akhirnya, kolaborasi Topi Koki dan Gita Food bisa dibilang sukses, sebab saat ini beras-beras inovatif Dailymeal begitu identik dengan kalangan masyarakat yang sedang diet, atau mengurangi nasi untuk menjaga kadar gula dari risiko diabetes.