JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah dinamika ekonomi yang masih berlangsung, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat.
Logam mulia dinilai memiliki kemampuan menjaga nilai aset dan kerap menjadi pilihan investor yang mencari instrumen yang relatif aman di tengah ketidakpastian.
Tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas tercermin dari pertumbuhan bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS).
KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).Hingga April 2026, pembiayaan cicil emas BSI tercatat tumbuh 97,90 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 16,93 triliun.
Pencapaian tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi investasi.
Selain itu, emas juga dipandang sebagai instrumen yang dapat digunakan untuk mencapai berbagai tujuan keuangan jangka menengah maupun jangka panjang.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, emas masih memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat yang ingin berinvestasi melalui instrumen syariah.
"Emas masih memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi syariah di instrumen yang aman dan diyakini tahan terhadap inflasi. Potensi inilah yang kami garap untuk memperluas jangkauan nasabah emas BSI," ujar Anton dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).
Diminati berbagai generasi
Menurut BSI, layanan cicil emas tidak hanya diminati oleh satu kelompok usia tertentu. Produk tersebut menarik minat berbagai kalangan, mulai dari Gen Z, milenial, hingga baby boomers.
Shutterstock/Tyasindayanti Ilustrasi emas Antam, harga emas Antam hari ini, harga Antam hari ini, harga logam mulia Antam.Pertumbuhan tersebut didukung sejumlah faktor, di antaranya fleksibilitas tenor pembiayaan yang dapat dipilih nasabah, besaran angsuran yang dapat disesuaikan, serta ketersediaan produk logam mulia ANTAM dan BSI Gold.
Pilihan gramasi yang beragam juga menjadi salah satu daya tarik. BSI menyediakan emas logam mulia mulai dari ukuran 5 gram hingga 100 gram sehingga dapat menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan masing-masing nasabah.
Anton mengatakan, emas dapat dimanfaatkan sebagai aset untuk berbagai kebutuhan keuangan pada masa mendatang.
"Emas bisa jadi asset untuk kebutuhan mendesak/jangka panjang seperti biaya sekolah, pergi haji maupun buat anak-anak muda persiapan pernikahan," kata Anton.
Penguatan ekosistem emas
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas, BSI juga memperkuat ekosistem bisnis emas melalui kerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).
Sebagai bank bulion, BSI menggandeng ANTAM untuk memperkuat pasokan stok emas sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap investasi logam mulia. Kerja sama tersebut merupakan pengembangan dari sinergi yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
BSI menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung monetisasi emas dan pengembangan ekosistem emas yang berkelanjutan.
Sepanjang 2025, BSI tercatat menyerap lebih dari 60 persen porsi penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi.
Sementara jika dihitung dari total keseluruhan penjualan emas ANTAM, kontribusi penyerapan oleh BSI mencapai sekitar 11 persen.
Kolaborasi kedua perusahaan mencakup perdagangan emas fisik logam mulia melalui akses digital, penguatan jaringan distribusi ritel, hingga sinergi pemasaran serta edukasi investasi emas kepada masyarakat.
BSI dan ANTAM juga berupaya memperluas literasi terkait investasi emas agar masyarakat semakin memahami manfaat logam mulia sebagai salah satu instrumen pengelolaan keuangan jangka panjang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang