Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk menambah trainset, dalam rangka mengatasi padatnya pengguna KRL Jabodetabek.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin menyampaikan hal tersebut usai pertemuannya dengan Prabowo di Istana Merdeka, Senin (3/11/2025).
Bobby mengungkapkan bahwa Prabowo memintanya untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kebersihan kereta api maupun fasilitas pendukungnya.
“Sehinga beliau untuk layanan ke depan, apa yang diperlukan kereta api? Tambahkan gerbong,” tuturnya dalam konferensi pers.
Penambahan gerbong tersebut sebagai tindak lanjut dari laporan Bobby, bahwa kondisi KRL pada jam sibuk atau rush hour, terlampau padat.
“KRL kita itu sudah berdempet-dempetan, beliau sangat concern sekali dengan itu, maka beliau sampaikan secepatnya, agar impact bagi rakyat sangat positif sekali, cepatnya kita menambah gerbong,” tambahnya.
Saat ini, KAI sudah memesan trainset atau rangkaian kereta sebanyak 12 kepada PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Adapun empat trainset telah KAI terima dan tengah dilakukan uji teknis.
Rencananya, 12 trainset yang dipesan dari INKA akan beroperasi pada pertengahan 2026 mendatang.
Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jumlah penumpang kereta secara nasional, termasuk KRL, LRT, MRT, Whoosh, dan kereta bandara, sebanyak 402,52 juta orang sepanjang tahun ini hingga September 2025.
Sebagian besar penumpang angkutan kereta adalah pengguna KRL, yaitu sebanyak 255,1 juta orang atau menjelaskan 63,38% dari total penumpang angkutan kereta.
Total pengguna Commuter Line pada lintas Bogor saja telah menembus 113.841.530 orang, dan pada lintas Cikarang sebanyak 62.672.487 orang.
Sebelumnya pun, KAI Commuter telah mengoperasionalkan kereta baru dari China, yakni CLI-125 sebanyak 11 trainset yang telah dipesan sejak tahun lalu dan telah datang bertahap sejak Januari 2025.
Nama ini merupakan singkatan dari Commuter Line Indonesia (CLI), dengan angka 1 menandakan generasi pertama, dan angka 25 menunjukkan tahun mulai operasional, yakni 2025.
Berdasarkan catatan Bisnis, nilai investasi untuk 11 trainset China tersebut mencapai Rp2,88 triliun. Perinciannya, 8 trainset senilai Rp2,1 triliun, sedangkan 3 sisanya yang memang sudah dipesan lebih awal memiliki nilai investasi sebesar Rp783 miliar.
Setiap rangkaian KRL memiliki panjang 20 meter dan lebar 3 meter per kereta, dengan formasi 12 kereta atau Stamformasi 12 (SF12).
Pada bagian interior, KRL ini memiliki kapasitas angkut antara 250 hingga 300 orang per kereta. Kereta kabin menyediakan 42 tempat duduk, sementara kereta non-kabin menyediakan 54 tempat duduk. Setiap kereta dilengkapi dengan delapan pintu, empat di setiap sisi, guna mempercepat alur naik-turun penumpang.