#30 tag 24jam
BYD Hormati Putusan Pengadilan soal Kasus Merek Denza
BYD masih berupaya mempertahankan nama Denza di Indonesia meski kasasi ditolak MA dan sengketa merek belum selesai. [301] url asal
(WE Finance - Ekbis) 22/05/26 15:21
v/229145/
Warta Ekonomi, Jakarta -BYD masih berupaya mempertahankan penggunaan nama merek Denza di Indonesia di tengah sengketa hukum yang belum selesai. Sebelumnya, merek Denza sempat tercatat atas nama PT Worcas Nusantara Abadi sebelum kemudian dialihkan ke PT Raden Reza Adi.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, mengatakan proses hukum terkait merek tersebut masih berjalan dan belum mencapai keputusan akhir.
“Sekali lagi, kami belum bisa menyatakan menang atau kalah karena prosesnya masih berlangsung dan masih ada beberapa tahapan hukum yang harus dilewati,” kata Luther.
Ia menambahkan, penanganan perkara lebih banyak dikoordinasikan oleh tim legal perusahaan. Meski demikian, pihaknya tetap menghormati seluruh putusan yang telah dikeluarkan pengadilan.
Menurut Luther, BYD meyakini nama Denza seharusnya menjadi hak perusahaan. Namun, mereka juga telah menyiapkan opsi cadangan apabila nantinya nama tersebut tidak dapat digunakan di Indonesia.
“Pada dasarnya kami percaya Denza memang seharusnya menjadi hak BYD. Karena proses ini belum selesai, kami juga sudah mengamankan beberapa nama alternatif, salah satunya Danza,” kata dia.
Meski begitu, Luther menegaskan perusahaan tetap mengupayakan agar nama Denza bisa kembali digunakan oleh BYD.
Sebelumnya, Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi BYD dalam sengketa merek Denza. Putusan tersebut tercantum dalam perkara Nomor 1338 K/PDT.SUS-HKI/2025 dan menjadi lanjutan dari putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang lebih dulu menolak gugatan BYD pada April 2025.
Dalam putusan tingkat pertama, majelis hakim menolak seluruh gugatan BYD serta menghukum perusahaan membayar biaya perkara sebesar Rp 1,07 juta.
Saat mengajukan kasasi, BYD kembali gagal memperoleh kemenangan. Mahkamah Agung dalam amar putusannya menyatakan menolak permohonan kasasi dari BYD Company Limited, sementara permohonan kasasi dari PT Worcas Nusantara Abadi dikabulkan.
Majelis hakim juga menilai gugatan BYD mengandung error in persona karena kepemilikan merek Denza telah berpindah ke PT Raden Reza Adi, bukan lagi berada di tangan PT Worcas Nusantara Abadi.
Lebih dari Sekadar Mobil: Cara Denza Merombak Definisi Mewah di Era EV
Positioning Denza berbeda dari BYD reguler. Ia menjadi tolok ukur MPV listrik mewah di Indonesia. Pada waktu yang terbilang singkat, merek ini membuktikan bahwa... | Halaman Lengkap [1,035] url asal
#byd #byd-denza #mobil-listrik #mobil-mewah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 09/04/26 14:06
v/186361/
JAKARTA - Pada waktu yang terbilang singkat, merek ini membuktikan bahwa mobil listrik premium tidak cukup hanya unggul di produk, tetapi harus ditopang oleh ekosistem menyeluruh, mulai teknologi, layanan, hingga pengalaman kepemilikan, untuk benar-benar menggeser peta kemewahan otomotif Indonesia.Selama lebih dari satu dekade, panggung MPV mewah dikuasai oleh pabrikan Jepang. Namun, di 2025, lanskap itu berubah drastis. Sebuah kendaraan meluncur nyaris tanpa suara, tanpa raungan mesin, tanpa upaya mencuri perhatian—namun justru memikat dengan kesenyapan. Dialah DENZA D9.
D9 menjadi penanda perubahan paradigma: dari kemewahan berbasis warisan merek menuju kemewahan berbasis kecerdasan teknologi dan rasionalitas ekonomi. Dalam hitungan bulan, D9 bukan hanya hadir, tetapi langsung mengguncang dominasi lama.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan D9 sepanjang tahun lalu sangat kuat di Indonesia. D9 memimpin segmen MPV listrik premium dengan total penjualan lebih dari 7.400 unit. Rasio keunggulan lebih dari tiga kali lipat dibanding kompetitornya menegaskan bahwa yang terjadi bukan sekadar pergeseran selera, melainkan disrupsi struktural.
Ekosistem, Bukan Sekadar Mobil
Keunggulan DENZA tidak berdiri pada satu aspek semata. Produk hanyalah pintu masuk. Yang mendorong percepatan pertumbuhannya adalah pembangunan ekosistem EV premium yang dirancang sejak awal.
Sebagai lini premium dari BYD Group—produsen kendaraan energi baru terbesar di dunia yang telah melampaui Tesla dalam volume penjualan—DENZA mengusung pendekatan vertikal terintegrasi. Denza mendapatkan sokongan teknologi inti seperti Blade Battery, e-Platform 3.0, dan sistem bantuan mengemudi yang dikembangkan langsung oleh induk perusahaan, memastikan konsistensi kualitas sekaligus efisiensi biaya.
Strategi Sapu Bersih BYD: Menang di Semua Segmen Kendaraan Listrik dari Atto 1 hingga Denza
Lini lengkap BYD dari Atto 1 hingga Denza D9 menjadi bukti strategi menyasar semua segmen kendaraan listrik di Indonesia.
Ekspansi BYD Group di pasar otomotif Indonesia tidak lagi sekadar soal volume penjualan, tetapi keberhasilan strategi "kepung segmen" yang secara konsisten menyapu bersih penghargaan bergengsi dari berbagai lembaga independen.
Validasi ini menegaskan bahwa BYD dan sub-brand mewahnya, Denza, telah berhasil membangun standar baru kualitas kendaraan listrik (EV) di seluruh lini, mulai dari mobil perkotaan yang terjangkau hingga MPV ultra-mewah bagi kaum jetset.
Kekuatan BYD terletak pada konsistensi teknologi Blade Battery dan e-Platform 3.0 yang diaplikasikan secara merata, namun dengan positioning produk yang sangat tajam. Hal ini membuat BYD tidak hanya bersaing di satu titik, melainkan mendominasi setiap celah pasar yang ada.
Entry Level: BYD Atto 1
Atto 1 menyasar segmen pembeli mobil pertama dan konsumen perkotaan. Model ini menerima penghargaan The Best Compact EV dan Inspiring EV City Car of the Year, memperkuat citranya sebagai kendaraan listrik praktis untuk mobilitas harian.
Secara positioning, Atto 1 dirancang sebagai gerbang masuk ke dunia EV. Dimensinya kompak, mudah bermanuver di kota, dan biaya operasionalnya rendah. Targetnya jelas: profesional muda, keluarga kecil, dan pengguna urban yang ingin beralih ke listrik tanpa biaya terlalu tinggi.
Keunggulan kompetitifnya terletak pada value for money—fitur lengkap, desain modern, dan efisiensi energi. Di pasar yang sensitif terhadap harga, kombinasi ini membuatnya cepat diterima.
SUV Compact: BYD Atto 3
Atto 3 diakui sebagai salah satu EV populer di kelas SUV compact. Model ini memadukan kenyamanan, responsivitas, dan jarak tempuh yang memadai untuk penggunaan harian maupun perjalanan menengah.
Segmen SUV compact adalah salah satu yang paling kompetitif di Indonesia. BYD menempatkan Atto 3 sebagai pilihan rasional bagi keluarga muda yang membutuhkan ruang lebih luas dibanding hatchback, namun tetap efisien.
Teknologi keselamatan dan fitur infotainment modern menjadi nilai tambah. Positioning-nya berada di tengah: tidak terlalu premium, tetapi juga bukan entry-level.
Sedan Performa: BYD Seal
BYD Seal meraih penghargaan The Best Sedan EV dan memperkuat posisi BYD di segmen sedan listrik berperforma tinggi.
Dengan desain aerodinamis dan karakter sporty, Seal menyasar konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara lebih dinamis. Targetnya adalah profesional mapan dan pengguna yang mencari alternatif sedan premium berbasis listrik.
Keunggulan kompetitifnya terletak pada kombinasi performa, kenyamanan, dan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding sedan listrik Eropa.
SUV Premium: BYD Sealion 7
Sealion 7 meraih penghargaan 2025 Best Electric Car, Best Performance Electric Car, dan The Most Prestigious EV.
Model ini menyasar segmen SUV premium dengan fokus pada performa, stabilitas, dan kenyamanan keluarga. Ia memadukan ruang luas, fitur keselamatan aktif, dan teknologi terkini.
Di segmen ini, konsumen menuntut kualitas tinggi. Sealion 7 hadir sebagai jawaban bagi mereka yang ingin SUV listrik premium tanpa harus membayar harga setara merek Eropa kelas atas.
MPV Keluarga: BYD M6
BYD M6 menerima penghargaan The Best Family EV. Di pasar Indonesia yang secara historis didominasi MPV, M6 menjadi representasi EV keluarga.
Kabin luas, konfigurasi tempat duduk fleksibel, dan efisiensi energi menjadikannya pilihan rasional bagi keluarga besar. Positioning-nya jelas: kendaraan listrik yang fungsional dan nyaman untuk aktivitas harian.
Segmen Urban: BYD Dolphin
Dolphin mendapatkan pengakuan nasional atas kepraktisan dan desain. Model ini memperkuat posisi BYD di segmen urban entry-level.
Targetnya adalah pengguna kota yang membutuhkan mobil listrik efisien dan mudah diparkir. Desainnya menarik generasi muda.
Segmen Premium MPV: Denza D9
Di kelas atas, Denza D9 meraih Car of the Year, Best Value Electric Award, dan Most Inspiring Luxury EV of the Year.
Denza D9 menyasar eksekutif dan keluarga kelas atas yang menginginkan MPV listrik mewah. Fitur kabin premium, kursi captain seat, dan teknologi canggih menjadi daya tarik utama.
Positioning Denza berbeda dari BYD reguler. Ia menjadi tolok ukur MPV listrik mewah di Indonesia.
Strategi ini memastikan BYD hadir di hampir semua kategori utama EV. Tidak ada segmen besar yang dibiarkan kosong. Keberhasilan BYD dan Denza terletak pada kelengkapan portofolio mereka.
Entry-level: Atto 1 dan Dolphin
SUV compact: Atto 3
Sedan performa: Seal
SUV premium: Sealion 7
MPV keluarga: M6
MPV mewah: Denza D9
Keunggulan BYD Group yang diakui secara luas ini bukan tanpa alasan teknis. Integrasi supply chain yang mandiri memungkinkan BYD menghadirkan fitur melimpah dengan harga yang sulit dikalahkan oleh pesaing.
Validasi independen dari media dan lembaga otomotif terkemuka ini kini menempatkan BYD bukan lagi sebagai pendatang baru yang bereksperimen, melainkan sebagai rekomendasi utama bagi konsumen Indonesia.
Dengan jajaran model yang lengkap, mulai dari Atto 1 yang ekonomis hingga Denza D9 yang eksklusif, BYD telah membuktikan bahwa kualitas, inovasi, dan performa yang konsisten adalah kunci utama memenangkan hati publik.
Strategi menghadirkan jajaran EV lengkap dengan kualitas merata ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan otomotif nasional kini berada dalam genggaman teknologi listrik yang semakin matang.
Ketika Sang Agen Menemukan Kemewahan Masa Depan: Daniel Craig dan Ambisi Global DENZA
Dunia mengenal Daniel Craig sebagai sosok yang tak kenal kompromi, seorang aktor yang mendefinisikan ulang makna maskulinitas modern dengan perpaduan antara ketangguhan,... | Halaman Lengkap [421] url asal
#byd-denza #daniel-craig #inovasi #byd
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 06/04/26 11:51
v/182496/
JAKARTA - Dunia mengenal Daniel Craig sebagai sosok yang tak kenal kompromi, seorang aktor yang mendefinisikan ulang makna maskulinitas modern dengan perpaduan antara ketangguhan, keanggunan, dan otentisitas yang tajam. Kini, di tahun 2026, karakter ikonik tersebut menemukan "partner" barunya bukan di layar lebar, melainkan di jalan raya.BYD, raksasa otomotif global, secara resmi mengumumkan Daniel Craig sebagai wajah kampanye global untuk DENZA, lini kendaraan premium yang kini siap mengguncang tatanan mobilitas dunia.
Perpaduan Presisi Inggris dan Inovasi Masa Depan
Kolaborasi ini bukanlah sekadar kontrak pemasaran biasa. Bagi DENZA, memilih Craig adalah sebuah pernyataan sikap. Di saat industri otomotif bergeser ke arah elektrifikasi, DENZA hadir sebagai pionir premium New Energy Vehicle (NEV) yang tidak hanya menjual teknologi, tetapi juga emosi.
Daniel Craig, dengan citranya yang sophisticated, dianggap sebagai cermin sempurna dari DNA DENZA yakni Kekuatan yang Tenang: Seperti performa motor listriknya yang senyap namun bertenaga; Desain Tanpa Batas: Menggabungkan estetika elegan khas Eropa dengan fungsionalitas mutakhir serta Keberlanjutan yang Mewah: Membuktikan bahwa gaya hidup premium dan kelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan.
Menuju Panggung Dunia: Dari Paris untuk Global
(3).jpg)
Tahun 2026 menandai akselerasi DENZA ke pasar internasional. Tak tanggung-tanggung, momentum ini akan dipuncaki dengan peluncuran model flagship mereka, DENZA Z9GT, di lokasi paling prestisius di dunia: Palais Garnier Opera House, Paris, pada 8 April mendatang.
Sebagai model shooting brake yang futuristik, Z9GT menjadi simbol ambisi DENZA untuk menembus pasar Eropa, Amerika Latin, hingga Timur Tengah. Stella Li, Executive Vice President BYD, menegaskan visi besar di balik kerja sama ini:
"Daniel Craig merepresentasikan kekuatan dan otentisitas yang selaras dengan filosofi kami. Bersama, kami ingin menghadirkan visi baru mobilitas premium—sebuah pengalaman di mana teknologi, desain, dan emosi menyatu tanpa celah."
Standar Baru bagi Konsumen Modern (Termasuk Indonesia)
Kehadiran Daniel Craig dalam kampanye visual dan televisi DENZA sepanjang tahun ini tidak hanya ditujukan untuk audiens Barat. Gaung kemewahan ini dipastikan akan terasa hingga ke pasar Indonesia.
Bagi konsumen modern yang mencari lebih dari sekadar alat transportasi, DENZA menawarkan sebuah status statement. Ini adalah tentang mengendarai sebuah inovasi yang menjawab ekspektasi masa depan:
1. Kenyamanan yang Intuitif: Kabin yang dirancang dengan presisi untuk kenyamanan maksimal.
2. Teknologi Tanpa Kompromi: Sistem kendali cerdas yang memastikan keamanan dan efisiensi.
3. Visi Keberlanjutan: Menjadi bagian dari solusi lingkungan tanpa mengorbankan prestise.
Dengan Daniel Craig di balik kemudi narasi besarnya, DENZA tidak hanya sekadar meluncurkan mobil; mereka sedang mendefinisikan ulang apa artinya menjadi "premium" di era energi baru. Dari jalanan London hingga Jakarta, DENZA siap membuktikan bahwa masa depan otomotif tidak hanya cerdas dan hijau, tetapi juga sangat memikat.
Laba Turun, Penjualan Anjlok! BYD Tetap Ngotot Jual 1,5 Juta Mobil di Luar China
Di tengah tekanan laba dan penurunan penjualan domestik, ambisi global BYD justru semakin agresif—menargetkan penjualan 1,5 juta mobil di luar China pada 2026.... | Halaman Lengkap [524] url asal
#mobil-listrik-byd #byd #byd-denza #byd-terbaru
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 01/04/26 14:55
v/178890/
CHINA - Di tengah tekanan laba dan penurunan penjualan domestik, ambisi global BYD justru semakin agresif—menargetkan penjualan 1,5 juta mobil di luar China pada 2026.Target ini naik sekitar 15 persen dari proyeksi awal 1,3 juta unit pada Januari, sekaligus menegaskan bahwa pasar internasional kini menjadi tumpuan baru. Bahkan, BYD meyakini lebih dari separuh bisnisnya di masa depan bisa berasal dari luar China.
Namun, optimisme ini datang di saat yang tidak ideal. Secara finansial, BYD mencatat penurunan laba bersih kuartal IV sebesar 38 persen—lebih buruk dari ekspektasi pasar. Secara tahunan, laba turun 19 persen menjadi 32,6 miliar yuan atau sekitar Rp554,2 triliun, penurunan pertama sejak 2021.
Di sisi pendapatan, perusahaan tetap mencatat rekor dengan total 804 miliar yuan atau setara Rp13.668 triliun, tumbuh 3,5 persen. Angka ini bahkan melampaui Tesla yang mencatat pendapatan 94,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.611,6 triliun.
Namun, pertumbuhan pendapatan tidak mampu menahan tekanan profitabilitas. Kompetisi sengit di pasar domestik China menjadi penyebab utama. BYD bahkan mengalami penurunan penjualan selama enam bulan berturut-turut.
Pada periode Januari–Februari 2026, total penjualan turun 36 persen secara tahunan menjadi 400.241 unit. Meski ekspor meningkat, hal itu belum cukup menutup lemahnya permintaan domestik.
Chairman BYD, Wang Chuan-fu, mengakui kondisi ini. “Kompetisi di industri kendaraan energi baru telah mencapai tahap ‘knockout’ yang brutal,” tulisnya.
Tekanan juga datang dari perang harga di China serta berkurangnya subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik. Situasi ini memaksa produsen untuk mencari margin lebih tinggi di luar negeri.
Di sinilah strategi BYD berubah. Ekspor menjadi titik terang. Pada 2025, penjualan luar negeri melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi hampir 1,1 juta unit, menyumbang 22,7 persen bisnis. Bahkan pada dua bulan pertama 2026, kontribusi ekspor sudah mendekati 50 persen.
Namun ekspansi global bukan tanpa tantangan. BYD harus menghadapi regulasi ketat, tarif impor, kebutuhan jaringan dealer, logistik, hingga membangun kepercayaan konsumen di pasar baru.
Untuk itu, BYD menyiapkan investasi besar dengan membangun pabrik di Hungaria dan Turki, serta mempertimbangkan fasilitas ketiga.
Bahkan, perusahaan membuka peluang mengakuisisi produsen otomotif lama untuk mempercepat penetrasi pasar global.
Dari sisi teknologi, BYD juga mencoba bangkit. Mereka meluncurkan generasi terbaru baterai “Blade” yang mampu mengisi hampir penuh dalam waktu sekitar sembilan menit—sebuah terobosan yang dapat menjadi senjata utama dalam persaingan global.
Selain itu, model-model baru diperkenalkan dengan teknologi terkini guna mengembalikan daya saing di pasar domestik.
Secara global, posisi BYD tetap kuat. Pada 2025, mereka menjual 2,26 juta kendaraan listrik, naik 28 persen, melampaui Tesla yang mencatat 1,64 juta unit dan turun 9 persen.
Namun, analis seperti Chris Liu dari Omdia menilai BYD tidak bisa lagi bergantung pada pasar massal EV untuk mempertahankan volume. Artinya, ekspansi global bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan.
Di tengah naiknya harga minyak akibat konflik global, minat terhadap kendaraan listrik diprediksi kembali meningkat. Ini menjadi peluang bagi BYD untuk memanfaatkan momentum, baik di pasar domestik maupun internasional.
Pada akhirnya, BYD kini berada di persimpangan: antara tekanan besar di rumah sendiri dan peluang luas di panggung global. Jika strategi ekspansi ini berhasil, peta kekuatan industri otomotif dunia bisa benar-benar bergeser dari Barat ke Timur.
James Bond Turun Gunung! Denza Gandeng Daniel Craig Pamerkan Rival Porsche 911 Bertenaga 1.000 HP
Pabrikan otomotif raksasa asal China, BYD, melalui divisi premiumnya Denza, resmi menabuh genderang perang melawan dominasi Porsche 911 dengan memamerkan gambar... | Halaman Lengkap [474] url asal
#james-bond #denza-d9 #byd-denza #denza-b5
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 27/03/26 16:09
v/174550/
INGGRIS - Pabrikan otomotif raksasa asal China, BYD, melalui divisi premiumnya Denza, resmi menabuh genderang perang melawan dominasi Porsche 911 dengan memamerkan gambar perdana sports car andalan mereka yang diklaim bertenaga 1.000 bhp (brake horsepower).Berpose menantang tanpa balutan kamuflase di belakang Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, dan aktor James Bond, Daniel Craig, coupé versi produksi ini tetap setia mempertahankan lekuk desain tajam dari konsep Z yang sempat memukau publik pada ajang Shanghai Motor Show tahun lalu.
Mobil misterius ini disiapkan untuk menjadi "mahkota" dari jajaran produk premium Denza saat meluncur di Inggris nanti. Posisinya akan duduk manis di kasta tertinggi, mengungguli deretan saudaranya seperti model shooting brake Z9 GT, mobil MPV D9, hingga seri SUV B5.
Penetrasi Denza ke Inggris bukanlah langkah reaktif, melainkan manuver terencana untuk membungkam skeptisisme pasar Eropa terhadap mobil performa tinggi buatan China. Eropa menuntut spesifikasi buas, dan Denza menjawabnya.
Meski detail spesifikasi teknis masih ditutup rapat, Denza membocorkan bahwa mobil ini dibekali teknologi kemudi steer-by-wire, suspensi magnetorheological super canggih, dan kokpit sarat teknologi masa depan yang sangat berpusat pada pengemudi.
Mewarisi DNA radikal dari sang adik, Z9 GT, mobil purwarupa ini diproyeksikan mampu melakukan manuver eksentrik seperti 'crab walk' (berjalan menyamping ala kepiting) dan 'tank turn' (berputar di tempat).
Dapur pacunya sangat brutal; disokong oleh powertrain listrik tiga motor (tri-motor) yang diyakini sengaja didongkrak jauh melampaui angka 952 bhp milik Z9 GT demi menembus batas psikologis 1.000 bhp.
Tak ayal, akselerasinya sangat buas. Mobil ini diklaim mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam kedipan mata, yakni 2,7 detik.
Performa ini juga didukung teknologi pengisian daya kilat (flash charge) berkecepatan super tinggi, kemampuan drift mumpuni, serta fitur mengemudi semi-otonom.

Rumor invasi ini semakin kuat setelah wujud purwarupanya tertangkap kamera sedang melibas sirkuit "neraka" Nürburgring, memicu spekulasi kuat bahwa Denza tengah membidik rekor putaran waktu sebelum peluncuran Eropanya.
Stella Li sendiri telah mengonfirmasi kehadiran monster ini ke pasar Inggris. "Kami ingin mengundang Anda ke Goodwood," tantang Li, memastikan peluncuran global mobil ini di ajang bergengsi Goodwood Festival of Speed pada bulan Juli mendatang, yang kemudian akan langsung disusul ke berbagai ruang pamer.
Menariknya, meski versi konsepnya dikenal sebagai Z, Li menegaskan bahwa nama akhir produksi mobil ini masih berstatus "rahasia" dan bisa saja berubah.
Li dengan sangat percaya diri menyoroti supremasi teknis Denza sebagai senjata utama untuk meruntuhkan dominasi merek mapan Eropa. Ia memberikan kritik tajam, "Jika Anda memikirkan merek lain, saat mereka meluncurkan mobil premium baru, mereka hanya membuat mesin lebih bertenaga dan desain interior lebih emosional; tidak ada revolusi fundamental."
Sebaliknya, Li menjadikan serangkaian inovasi teknologi pada produknya sebagai bukti tak terbantahkan. "Ini adalah penggunaan teknologi untuk benar-benar mendefinisikan ulang keanggunan," tegasnya. "Untuk hubungan emosional, inilah yang kami miliki. Kami akan membuat orang berkata 'inilah mobil yang benar-benar ingin saya coba'."
Ekosistem Jadi Kunci: Cara Merek Ini Menancapkan Posisi Sebagai EV Premium di Indonesia
DENZA membuktikan bahwa masa depan EV premium bukan soal satu mobil hebat, melainkan ekosistem yang bekerja menyeluruh. DENZA membuktikan bahwa masa depan EV premium... | Halaman Lengkap [842] url asal
#denza-d9 #byd-denza #mobil-listrik
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/02/26 21:17
v/148752/
JAKARTA - DENZA membuktikan bahwa masa depan EV premium bukan soal satu mobil hebat, melainkan ekosistem yang bekerja menyeluruh.Dalam waktu yang terbilang singkat, merek ini membuktikan bahwa mobil listrik premium tidak cukup hanya unggul di produk. Tapi, harus ditopang oleh ekosistem menyeluruh, mulai teknologi, layanan, hingga pengalaman kepemilikan, untuk benar-benar menggeser peta kemewahan otomotif Indonesia.
Selama lebih dari satu dekade, panggung MPV mewah dikuasai oleh pabrikan Jepang. Namun, di 2025, lanskap itu berubah drastis.
Sebuah kendaraan meluncur nyaris tanpa suara, tanpa raungan mesin, tanpa upaya mencuri perhatian—namun justru memikat dengan kesenyapan. Dialah DENZA D9.
D9 menjadi penanda perubahan paradigma: dari kemewahan berbasis warisan merek menuju kemewahan berbasis kecerdasan teknologi dan rasionalitas ekonomi.
Dalam hitungan bulan, D9 bukan hanya hadir, tetapi langsung mengguncang dominasi lama.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan D9 sepanjang tahun lalu sangat kuat di Indonesia. D9 memimpin segmen MPV listrik premium dengan total penjualan lebih dari 7.400 unit. Rasio keunggulan lebih dari tiga kali lipat dibanding kompetitornya menegaskan bahwa yang terjadi bukan sekadar pergeseran selera, melainkan disrupsi struktural.
Ekosistem, Bukan Sekadar Mobil
Keunggulan DENZA tidak berdiri pada satu aspek semata. Produk hanyalah pintu masuk. Yang mendorong percepatan pertumbuhannya adalah pembangunan ekosistem EV premium yang dirancang sejak awal.
Sebagai lini premium dari BYD Group—produsen kendaraan energi baru terbesar di dunia yang telah melampaui Tesla dalam volume penjualan— yang mengusung pendekatan vertikal terintegrasi. Denza mendapatkan sokongan teknologi inti seperti Blade Battery, e-Platform 3.0, dan sistem bantuan mengemudi dikembangkan langsung oleh induk perusahaan, memastikan konsistensi kualitas sekaligus efisiensi biaya.

D9 menjadi etalase utama ekosistem tersebut. MPV listrik premium ini dibekali baterai Blade berkapasitas 103 kWh, dengan jarak tempuh hingga 600 km (NEDC) serta kemampuan fast charging 166 kW yang mampu menambah jarak sekitar 150 km dalam 10 menit atau 230 km dalam 15 menit.
Akselerasi 0–100 km/jam dapat dicapai dalam 9.5 detik pada varian All Wheel Drive dengan tenaga 308 hp dan torsi 360 Nm.
Namun merek ini memahami, angka-angka tersebut belum cukup tanpa rasa aman dan nyaman dalam kepemilikan.
Layanan Premium sebagai Fondasi Kepercayaan
Dalam waktu singkat, jaringan layanan dibangun secara agresif namun terukur. Hingga 2025, outlet telah hadir di kawasan strategis seperti BSD City, Kelapa Gading, Pluit, Gatot Subroto, serta Denpasar, Bali, lokasi yang merepresentasikan pusat bisnis dan gaya hidup premium.
Lebih jauh, BYD menunjuk 10 dealer resminya sebagai Authorized Service Dealer untuk lini premiumnya, memperkuat layanan purnajual yang terintegrasi.
Pendekatan tersebut memperluas akses konsumen terhadap layanan tanpa harus menunggu pembangunan fasilitas eksklusif dari nol. Strategi ini mencerminkan langkah cepat namun efisien: membangun ekosistem dengan memanfaatkan kekuatan jaringan yang telah ada.
Sebagai pelengkap, tersedia hotline pelanggan 24 jam, layanan test drive premium, serta akses ke fasilitas pengisian daya publik terintegrasi. Pengalaman kepemilikan dirancang agar terasa tenang, selaras dengan karakter produknya.
Hitungan Pasar yang Masuk Akal
Rasionalitas ekonomi menjadi faktor krusial dalam keberhasilannya. Pada 2025, D9 dipasarkan dengan harga sekitar Rp950 jutaan (On The Road Jakarta). Angka ini jauh di bawah kompetitor yang berada di kisaran Rp1,35 miliar hingga Rp1,65 miliar.
Selisih Rp400 juta hingga Rp700 juta menjadi argumen kuat, terlebih ketika dikombinasikan dengan biaya kepemilikan. Dengan tarif SPKLU tertinggi Rp2.466 per kWh, biaya pengisian penuh baterai 103 kWh berkisar Rp254.000–Rp300.000 untuk jarak sekitar 500 km—angka yang sulit ditandingi kendaraan bermesin konvensional di kelas yang sama.
Pergeseran Psikologi Konsumen Premium
Kesuksesan D9 juga menandai perubahan psikologis konsumen kelas atas. Kemewahan tak lagi semata soal heritage, melainkan kecerdasan memilih teknologi yang relevan dengan masa depan.
“Rasanya sekarang lebih masuk akal membeli D9, baik dari sisi harga, fitur, pajak, dan biaya operasional,” ujar Hendrik Lim, pengunjung pameran otomotif di Jakarta baru-baru ini. “Kami mencari mobil yang nyaman dan mewah, tapi juga logis.”
Mengendarai model ini menjadi pernyataan simbolik baru: pemiliknya dipersepsikan visioner, melek teknologi, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan—tanpa kehilangan prestise.
Strategi Jangka Panjang Sang Naga
Head of Public and Government Relations, PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menegaskan bahwa ekspansi produk premium akan terus berlanjut di Indonesia.
Didukung struktur bisnis terintegrasi secara vertikal—yang memproduksi baterai, motor listrik, hingga chip secara mandiri—merek-merek dibawah naungan BYD Group relatif lebih tangguh terhadap potensi gangguan rantai pasok global.
Garansi 8 tahun atau 160.000 km untuk baterai serta 6 tahun atau 150.000 km untuk kendaraan menjadi bukti kepercayaan diri terhadap kualitas produk.
Ekosistem Menentukan Masa Depan
Perjalanan pemain ini di Indonesia menunjukkan satu hal: di era elektrifikasi, kemewahan tidak dapat berdiri sendiri. Ia harus ditopang oleh ekosistem yang matang—produk unggul, layanan konsisten, teknologi andal, dan pengalaman pelanggan yang terjaga.
Ketika seluruh elemen tersebut bekerja selaras, pasar pun merespons.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga tercermin melalui keterlibatan aktif dalam platform gaya hidup premium seperti Indonesia International Sustainability Forum (IISF), Puteri Indonesia, Jakarta Fashion Week dan FORTUNE Indonesia Summit. Di ruang inilah mobilitas bersih diposisikan sebagai bagian dari narasi gaya hidup modern dan progresif.
Didukung investasi jangka panjang BYD Group di Indonesia, model ini hadir sebagai reference setter—membangun kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik premium yang matang dan dapat diandalkan.
Oase Berjalan di Atas Roda: D9 Jadi Standar Baru MPV Listrik Premium
“Silent is the new luxury menjadi mantra baru kaum urban mapan yang menemukan ketenangan di balik kabin senyap DENZA D9 Di tengah kebisingan hutan beton Jakarta... | Halaman Lengkap [924] url asal
#denza-d9 #byd-denza #mobil-listrik
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/02/26 21:17
v/148751/
JAKARTA - Di tengah kebisingan hutan beton Jakarta yang tak pernah tidur, definisi kemewahan perlahan bergeser. Ia tak lagi identik dengan raungan mesin sport atau ornamen mencolok.Hari ini, kemewahan justru hadir dalam bentuk keheningan.
“Silent is the new luxury” menjadi mantra baru kaum urban mapan yang menemukan ketenangan di balik kabin senyap DENZA D9, MPV listrik premium yang mengubah cara perjalanan darat dimaknai. Sebagai merek premium elegan yang digerakkan oleh teknologi dan inovasi terdepan, model ini menghadirkan kemewahan bukan melalui kebisingan, melainkan melalui kecanggihan yang bekerja nyaris tanpa terasa.
Bagi konsumen modern, beralih ke kendaraan listrik bukan lagi sekadar mengikuti tren hijau atau Fear of Missing Out (FOMO). Keputusan ini lahir dari pertimbangan rasional dan kedewasaan finansial. Di balik desain elegannya, tersimpan perpaduan antara tanggung jawab lingkungan, rekayasa teknologi mutakhir, dan kenyamanan tanpa kompromi—membentuk standar baru mobilitas kelas atas.
Oase Berjalan di Atas Roda
Begitu pintu geser elektrik tertutup, dunia luar seolah lenyap. Kabinnya dirancang bukan sekadar ruang transportasi, melainkan ruang hidup bergerak—mobile living room—yang kedap suara.
Kehalusan motor listrik menghapus getaran dan dengung mesin konvensional, menciptakan atmosfer yang tenang bahkan saat melaju di kecepatan tinggi.
Interior berkonfigurasi “777” memungkinkan tujuh penumpang dewasa duduk nyaman tanpa kompromi ruang kaki, sekaligus menyisakan bagasi luas hingga 2.310 liter—cukup untuk tujuh koper besar dan tujuh tas jinjing.
Di baris kedua, captain seat berlapis kulit premium dilengkapi fitur pijat elektrik, pemanas, dan pendingin. Sandaran kaki elektrik serta meja lipat multifungsi memungkinkan penumpang tetap produktif atau beristirahat sepenuhnya, menyerupai kabin kelas bisnis.
"Kulkas Pintar" dan Orkestra Dynaudio
Merek premium dari BYD ini memahami bahwa kemewahan ada pada detail. Di konsol tengah, terselip kulkas berkapasitas 7,5 liter yang bukan sekadar kotak pendingin biasa.
Perangkat ini mampu diatur suhunya mulai dari minus 6 derajat hingga 50 derajat Celcius. Artinya, sampanye dingin untuk perayaan atau susu hangat untuk balita dapat tersaji sempurna kapan saja.

Pengalaman sensorik penumpang semakin dimanjakan oleh sistem hiburan DiLink Intelligent Interactive System.
Layar sentuh ultra-high definition berukuran 15,6 inci menjadi pusat komando, terintegrasi dengan sistem audio premium Dynaudio 7.1 channel yang menghadirkan kualitas suara imersif, mengubah kemacetan menjadi konser pribadi yang menyenangkan.
Kehadiran layar sentuh di sandaran tangan kursi baris kedua memberi kontrol penuh kepada penumpang untuk mengatur suhu AC, posisi kursi, hingga pencahayaan ambient light 64 warna yang bisa disesuaikan dengan suasana hati.
Rasionalitas di Balik Kemewahan: Jarak Tempuh 600 KM
Banyak yang ragu beralih ke EV karena kecemasan jarak tempuh (range anxiety). Namun, D9 menjawab keraguan tersebut dengan data teknis yang solid.
Ditenagai oleh Blade Battery berkapasitas 103 kWh, MPV bongsor ini mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer (metode NEDC) dalam sekali pengisian daya penuh.
Dalam simulasi perjalanan nyata, rute Jakarta ke Semarang yang berjarak sekitar 438 kilometer dapat dilahap tanpa perlu berhenti mengisi daya.
Bahkan untuk rute lebih jauh seperti Surabaya (700 km), pengemudi cukup melakukan satu kali pengisian daya singkat di rest area sambil beristirahat makan siang.
Teknologi pengisian dayanya pun impresif. Dengan dukungan fast charging 166 kW, baterai dapat terisi untuk menempuh jarak 150 kilometer hanya dalam waktu 10 menit. "Liburan mewah anti-susah" bukan sekadar slogan, melainkan realitas teknis yang ditawarkan.
Benteng Keselamatan Digital
Sebagai kendaraan keluarga, keselamatan adalah fondasi penting. D9 dibekali rangkaian fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang komprehensif. Mulai dari Adaptive Cruise Control (ACC) yang menjaga jarak aman otomatis, Blind Spot Detection, hingga kamera 360 derajat presisi tinggi.
Struktur bodinya diperkuat dengan hampir 80 persen baja berkekuatan tinggi, dilindungi oleh 8 bantalan udara (airbags) yang tersebar di seluruh kabin. Fitur Auto Emergency Brake (AEB) siap mengambil alih kendali pengereman saat mendeteksi bahaya mendadak, memberikan ketenangan pikiran ekstra bagi pengemudi.
Pergeseran preferensi ini diamini oleh para pengguna yang telah merasakan langsung perbedaan kualitas berkendara. Elvyra, pengguna yang membawa keluarganya berlibur Tahun Baru di akhir 2025 silam, mengungkapkan kepuasannya.
"Beralih ke D9 adalah keputusan terbaik yang pernah kami buat. Dulu, perjalanan jauh identik dengan kelelahan dan suara bising mesin. Sekarang, anak-anak bisa tidur nyenyak di belakang karena kabinnya sangat senyap dan suspensinya halus. Suami saya juga tidak stres memikirkan baterai karena jarak tempuhnya sangat jauh. Ini adalah upgrade gaya hidup yang membuat kualitas waktu bersama keluarga jadi lebih berharga," ungkapnya.
D9 membuktikan bahwa era mobil listrik bukan masa depan yang jauh, melainkan kemewahan yang sudah ada di depan mata. Bagi mereka yang menghargai ketenangan, efisiensi, dan teknologi, mobil ini adalah jawaban paling rasional di pasar otomotif Indonesia saat ini.
Enam Pilar Kecanggihan D9
1. Eksterior yang tenang dan elegan
2. Garis desain klasik berpadu sentuhan modern. Siluet dinamis namun tetap bersih Interior yang mengutamakan kenyamanan seluruh kursi berlapis kulit premium. Captain seat elektrik dilengkapi leg rest, fitur pijat, pemanas, dan pendingin. Rel geser 1.080 mm memberi fleksibilitas ruang ekstra.
3. Tata letak 777 yang fungsional menampung tujuh penumpang, tujuh koper, dan tujuh tas jinjing. Kulkas kabin tiga mode (dingin, segar, panas) menambah fleksibilitas penggunaan.
4. Sistem pintar terintegrasi layar 15,6 inci Ultra-HD, panel instrumen digital 10,25 inci, serta layar kontrol di sandaran tangan baris kedua menciptakan pengalaman digital menyeluruh
5. Performa EV yang efisien
Baterai 103 kWh dengan jarak tempuh hingga 600 km dan pengisian cepat 166 kW menghadirkan efisiensi tanpa mengorbankan kenyamanan.
6. Fitur Keselamatan Komprehensif
Delapan airbag, ADAS lengkap, serta struktur bodi baja berkekuatan tinggi membentuk perlindungan menyeluruh bagi seluruh penumpang.
Model ini menunjukkan bahwa kemewahan di era elektrifikasi tidak lagi ditentukan oleh suara yang keras, melainkan oleh kemampuan menghadirkan ketenangan, efisiensi, dan teknologi yang relevan.
Bagi mereka yang menghargai waktu, kualitas hidup, dan rasionalitas, kesenyapan justru menjadi simbol prestise yang paling baru.
BYD Bersiap Bawa Plug-in Hybrid ke Indonesia, Mobil Offroad, hingga MPV Keluarga?
Walaupun mobil listrik murni sedang populer di Indonesia, BYD justru membuka lembaran baru: menyiapkan kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) untuk pasar... | Halaman Lengkap [703] url asal
#byd #phev #denza-b5 #denza-b5-indonesia #spesifikasi-denza-b5
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/02/26 18:44
v/133630/
JIEXPO KEMAYORAN - Walaupun mobil listrik murni sedang populer di Indonesia, BYD justru membuka lembaran baru: menyiapkan kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) untuk pasar Indonesia.Langkah ini menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak selalu hitam-putih, melainkan spektrum teknologi yang menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan pasar.
Melalui pernyataan resmi di ajang Indonesia International Motor Show 2026, BYD menegaskan rencananya membawa teknologi Dual Mode (DM)—sebutan BYD untuk PHEV—ke Indonesia.
Model yang sudah dipastikan siap adalah Denza B5, SUV offroad premium dengan sistem penggerak hybrid yang dirancang menembus keterbatasan kendaraan listrik murni.
Mengapa Hybrid Mulai Relevan
Namun angka besar tersebut juga membuka satu fakta: adopsi EV masih terkonsentrasi di segmen tertentu—perkotaan, jarak tempuh terbatas, dan penggunaan harian.
PHEV hadir sebagai jembatan. Mobil dapat digunakan layaknya EV untuk perjalanan pendek, namun tetap memiliki mesin pembakaran internal sebagai cadangan jarak jauh, termasuk untuk daerah dengan infrastruktur pengisian daya terbatas.
Luther Panjaitan, Head of Marketing PR & Government Relation BYD Motor Indonesia, menyebut strategi ini sebagai bagian dari edukasi teknologi. “Kita berharap teknologi ini bisa diserap oleh publik. Kita ingin mengenalkan bahwa kendaraan listrik bisa menembus limit-limit tertentu, baik dari sisi kemampuan kecepatan maupun fitur,” ujarnya.
Denza B5: Hybrid untuk Offroad Premium
Menurut Luther, respons terhadap SUV premium offroad cukup menjanjikan. “Kami ingin melihat premium seperti apa responsnya, khususnya offroad. Bahkan sudah ada permintaan. Artinya ada market premium yang terasosiasi dengan aktivitas offroad yang bisa diminati,” katanya.
Produk tersebut, kata dia, secara teknis sudah siap masuk Indonesia. “Produk sudah ready, sudah siap dibawa. Tinggal timing yang tepat,” ujar Luther.
BYD masih menunggu momentum permintaan konsumen premium agar peluncuran bisa langsung memberikan hasil nyata.
Bukan Hanya Offroad, MPV dan SUV Hybrid Mengintai
Menariknya, Denza B5 bukan satu-satunya opsi. BYD sebenarnya memiliki portofolio PHEV yang jauh lebih luas dan potensial untuk pasar Indonesia.Salah satunya adalah BYD M6 DM-i, MPV 7 penumpang dengan sistem plug-in hybrid. Di atas kertas, model ini berpeluang menjadi MPV PHEV terjangkau, segmen yang belum banyak tersentuh di Indonesia.
Dengan karakter keluarga, efisiensi bahan bakar, dan kemampuan berkendara listrik untuk rute harian, M6 PHEV dinilai relevan dengan kebutuhan pasar domestik.
Selain itu, ada Sealion 6 DM-i, SUV PHEV dengan teknologi Dual Mode generasi terbaru BYD. Model ini mengedepankan efisiensi energi, jarak tempuh gabungan yang panjang, serta pengalaman berkendara halus khas EV, namun tanpa kecemasan jarak tempuh.
Hingga kini, BYD belum mengumumkan harga resmi untuk model-model PHEV tersebut di Indonesia. Namun pengalaman di pasar global menunjukkan bahwa PHEV BYD umumnya diposisikan di bawah EV premium, namun di atas mobil konvensional, menjadikannya opsi kompromi yang rasional.
Soal Timing dan Pasar Premium
“Platform e3 sangat mungkin. Tapi kami butuh waktu untuk menentukan timing yang tepat. Market premium EV masih berkembang, kita masih harus menentukan permintaannya seperti apa,” kata Luther.
Pendekatan ini menunjukkan kehati-hatian. BYD tidak ingin mengulang kesalahan pemain lain yang membawa produk terlalu cepat sebelum pasar siap menerimanya.
Hybrid sebagai Strategi Antara
Di negara dengan geografis luas, infrastruktur pengisian daya yang belum merata, serta kebutuhan mobilitas beragam, PHEV menjadi solusi transisi yang logis.
Dengan Denza B5, BYD menyasar konsumen premium dan offroad. Dengan M6 PHEV dan Sealion 6 DM-i, BYD membuka peluang di segmen keluarga dan SUV menengah.
Jika seluruh rencana ini terealisasi, BYD berpotensi menguasai spektrum elektrifikasi paling lengkap di Indonesia: dari EV murni, PHEV, hingga teknologi performa tinggi.
Pada akhirnya, keputusan BYD ini memperlihatkan satu hal: elektrifikasi bukan soal satu teknologi tunggal, melainkan soal kemampuan membaca pasar dan menempatkan inovasi pada waktu yang tepat.
BYD Kuasai 52 Persen Pasar EV, Pamer Teknologi e3 dan e4 yang Bisa Ubah Peta Industri
Penjualan tinggi saja tampaknya tidak cukup bagi BYD. Setelah menguasai lebih dari separuh pasar mobil listrik nasional pada 2025, pabrikan asal China ini memilih... | Halaman Lengkap [861] url asal
#byd #iims #denza-b5 #denza-b5-indonesia #iims-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/02/26 18:35
v/133627/
JIEXPO KEMAYORAN - Penjualan tinggi saja tampaknya tidak cukup bagi BYD. Setelah menguasai lebih dari separuh pasar mobil listrik nasional pada 2025, pabrikan asal China ini memilih satu langkah lebih jauh: pamer teknologi tingkat tinggi yang biasanya hanya hadir di dunia supercar.Di sepanjang 2025, BYD mencatatkan penjualan 54.100 unit mobil listrik di Indonesia, setara dengan sekitar 52 persen pangsa pasar EV nasional.
Angka tersebut menempatkan BYD bukan hanya sebagai pemimpin pasar, tetapi juga pemain paling dominan di ekosistem kendaraan listrik Tanah Air.
Namun di ajang Indonesia International Motor Show 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, BYD mengirimkan pesan yang lebih besar dari sekadar laporan penjualan.
Lewat sesi BYD Tech Auto Talk, perusahaan membedah secara terbuka fondasi teknologi yang mereka siapkan untuk masa depan: e-Platform 3.0, Platform e3, dan Platform e4.
Dari Pasar Massal ke Teknologi Inti
BYD, kata Luther, menikmati lonjakan yang jauh lebih besar. “Khusus BYD, market share-nya naik signifikan, sekitar 60 persen dari total EV yang terjual pada Januari lalu,” kata dia.
Dominasi pasar tersebut dibangun lewat model-model berbasis e-Platform 3.0, seperti BYD Seal dan Atto 3. Namun BYD menilai kepemimpinan pasar tidak akan bertahan lama tanpa pembaruan teknologi berkelanjutan.
Dari sinilah lahir e3 dan e4—dua platform yang membawa BYD ke wilayah yang selama ini didominasi merek Eropa.
e-Platform 3.0: Tulang Punggung EV Massal
Platform ini digunakan di model-model volume besar BYD yang menjadi tulang punggung penjualan di Indonesia. Karakternya bukan ekstrem, tetapi stabil, aman, dan mudah diadaptasi untuk berbagai segmen. Bahkan, Denza D9 pun memakai e-Platform 3.0.
Platform e3: Tiga Motor untuk Kemewahan dan Presisi
“Jika platform 3.0 maksimal dua motor, maka di e3, ada tiga motor independen,” kata Bobby Bharata, Head of Product BYD Motor Indonesia.
Platform ini salah satunya diwujudkan di Denza Z9 GT, yang menjadi etalase teknologi e3.
Secara teknis, motor depan menghasilkan 230 kW, sementara dua motor belakang masing-masing 210 kW. Total outputnya mencapai 710 kW, dengan torsi puncak 1.150 Nm—angka yang lazim ditemukan pada supercar.
Keunggulan e3 bukan hanya tenaga, tetapi juga kendali. Sistem Independent Rear Wheel Steering memungkinkan roda belakang berbelok secara aktif.
“Di kecepatan rendah, radius putarnya jadi lebih kecil. Di kecepatan tinggi, stabilitasnya meningkat,” ujar Bobby.
Seluruh sistem ini dikendalikan oleh Vehicle Motion Control (VMC) yang membaca data dari 33 sensor, termasuk LiDAR, dalam hitungan milidetik. Sistem ini secara aktif mengatur distribusi torsi untuk menjaga stabilitas dan keselamatan saat manuver ekstrem.
Platform e4: Wilayah Hypercar
Platform ini menjadi basis Yangwang U9. Total outputnya mencapai 1.300 PS atau sekitar 950 kW, dengan torsi 1.680 Nm. Akselerasi dari 0–100 km/jam hanya 2,36 detik, sementara jarak 400 meter ditempuh di bawah 10 detik.
Top speed yang dicapai bahkan menyentuh 496,2 km/jam—angka yang menempatkan U9 di kelas hypercar paling ekstrem di dunia. “Bahkan lebih cepat dibandingkan Kereta Cepat Whoosh,” beber Bobby.
Untuk menopang performa tersebut, e4 menggunakan struktur carbon fiber yang terintegrasi dengan carbon steel dan aluminium, kombinasi material ringan dan sangat kuat yang lazim digunakan di dunia balap profesional.
Cell-to-Body: Fondasi Keamanan dan Stabilitas
“Dengan CTB, baterai ikut memperkuat struktur platform,” kata Bobby.
Hasilnya, kekakuan torsional meningkat 32 persen. Dampak tabrakan frontal berkurang 15 persen, sementara tabrakan samping berkurang hingga 35 persen. Selain itu, CTB menurunkan center of gravity, meningkatkan stabilitas saat menikung dan melaju kencang.
Dengan menguasai 52 persen pasar EV nasional, BYD sebenarnya sudah berada di posisi aman. Namun keputusan untuk terus memperbarui teknologi—bahkan hingga level hypercar—menunjukkan strategi yang lebih agresif: membangun citra sebagai pemimpin teknologi, bukan sekadar juara penjualan.
Langkah ini penting di pasar seperti Indonesia, di mana persepsi kualitas dan teknologi masih menjadi faktor penentu adopsi EV. Dengan e-Platform 3.0, e3, dan e4, BYD menyusun spektrum teknologi lengkap—dari mobil harian hingga kendaraan performa ekstrem.
“Era baru ke depan adalah era teknologi elektrifikasi,” kata Luther Panjaitan. “Dan kami ingin informasi yang sampai ke konsumen itu clear dan komprehensif.”
Jika strategi ini konsisten, BYD tidak hanya akan mempertahankan dominasinya di pasar, tetapi juga mengubah persepsi tentang kendaraan listrik: bukan sekadar alat transportasi efisien, melainkan mesin berteknologi tinggi.
DENZA Kembali Hadir di BCA Expo 2026, Perkenalkan Model Terbaru B5 dan MPV Premium D9
Pada ajang ini, DENZA menampilkan model unggulannya, DENZA D9, sebuah MPV listrik premium yang dirancang untuk menghadirkan standar baru [1,010] url asal
(WE Finance - Ekbis) 10/02/26 12:15
v/131771/
Warta Ekonomi, Jakarta -DENZA kembali berpartisipasi dalam ajang BCA Expoversary 2026 di ICE BSD City, Tangerang, pada 5–8 Februari 2026 untuk mempertegas komitmennya di segmen mobil listrik premium. Dalam pameran ini, DENZA menampilkan MPV unggulan pemenang Car of The Year 2025, yaitu DENZA D9, serta melakukan debut perkenalan DENZA B5 bagi masyarakat Indonesia. Kehadiran ini menjadi momentum strategis bagi perusahaan untuk memperkokoh posisi merek di pasar kendaraan listrik premium tanah air.
“Kehadiran DENZA di BCA Expoversary 2026 kali ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan kami kepada konsumen Indonesia. Melalui ajang ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat karakter, kenyamanan, dan keunggulan teknologi yang ditawarkan DENZA melalui DENZA D9 dan DENZA B5," ujar Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
"Kami percaya bahwa kehadiran langsung di tengah konsumen menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan, sekaligus mempertegas posisi DENZA sebagai merek kendaraan listrik premium di Indonesia,” lanjut Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
DENZA Pamerkan Model Unggulannya, DENZA D9
Pada ajang ini, DENZA menampilkan model unggulannya, DENZA D9, sebuah MPV listrik premium yang dirancang untuk menghadirkan standar baru dalam kenyamanan, kemewahan, dan fungsionalitas berkendara. DENZA D9 menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkelas, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh. DENZA D9 dilengkapi dengan kabin luas berkonfigurasi 7–7–7, yang memastikan kenyamanan mobil saat diisi oleh tujuh orang dewasa dan tetap menyisakan ruang bagasi untuk tujuh koper dan tujuh tas jinjing.
Dengan captain seat di baris kedua, material interior premium dengan sentuhan craftsmanship tinggi, serta sistem hiburan canggih Di-Link, yang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi setiap penumpang. Berbagai fitur keselamatan cerdas dan teknologi bantuan berkendara turut disematkan untuk memastikan perjalanan yang aman, tenang, dan intuitif bagi pengemudi.
Didukung oleh teknologi elektrifikasi yang efisien, performa yang halus, serta sistem pengendalian yang responsif, DENZA D9 mampu menghadirkan keseimbangan ideal antara performa, efisiensi, dan kenyamanan dalam berbagai kondisi berkendara. Karakter berkendaranya yang senyap dan stabil menjadikan D9 sebagai representasi MPV listrik premium yang memahami kebutuhan mobilitas modern, baik untuk keluarga, profesional, maupun perjalanan bisnis. Selaras dengan hal tersebut, DENZA D9 juga didukung oleh standar layanan purna jual dan pengalaman kepemilikan premium, sehingga memberikan rasa aman dan ketenangan bagi konsumen dalam jangka panjang.
Hingga awal 2026 ini, DENZA telah menghadirkan lima luxury showroom – DENZA HAKA Pluit, DENZA BIPO Gatot Subroto, DENZA ARISTA BSD, DENZA Harmoni Kelapa Gading, dan DENZA BIPO Denpasar. Sebagai langkah strategis untuk memperluas eksistensi dan menjangkau lebih banyak konsumen, DENZA kini hadir melalui 10 dealer BYD terpilih yang telah beroperasi di sejumlah kota besar. Berikut adalah daftar 10 dealer BYD terpilih yang kini menaungi showroom DENZA di berbagai wilayah Indonesia:
- BYD Harmony Bekasi Timur
- BYD Arista Summarecon Bekasi
- BYD Arista Serang
- BYD HAKA Cibubur
- BYD HAKA Karebosi (Makassar)
- BYD Arista Bogor
- BYD HAKA Balikpapan
- BYD Arista Pontianak
- BYD Arista Semarang
- BYD HAKA Suprapto (Malang)
Di Indonesia, DENZA D9 telah membuktikan posisinya sebagai pemimpin di segmen high-end MPV, dengan penerimaan pasar yang kuat serta pengakuan luas atas kualitas, teknologi, dan desainnya. DENZA D9 menunjukkan kinerja yang sangat positif.
Sepanjang tahun 2025, DENZA D9 telah terjual lebih dari 7.400 unit secara nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan segmen high-luxury MPV hingga 70% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan peran DENZA D9 sebagai katalis dalam memperkuat dan mengembangkan pasar MPV premium di Indonesia, serta mencerminkan tingginya minat konsumen terhadap solusi mobilitas mewah yang inovatif dan relevan dengan gaya hidup masa kini.

Debut Perkenalan DENZA B5 di Pasar Otomotif Nasional
Sementara itu DENZA juga memperkenalkan untuk pertama kalinya ke masyarakat Indonesia, DENZA B5, kendaraan premium yang dirancang bagi konsumen dengan gaya hidup aktif serta minat terhadap aktivitas petualangan. Mengusung karakter offroad yang tangguh, DENZA B5 dibekali sistem penggerak dan teknologi pendukung yang dirancang untuk memberikan rasa aman, stabilitas, dan kepercayaan diri di berbagai kondisi medan.
Perpaduan antara desain maskulin, performa bertenaga, serta fitur keselamatan cerdas menjadikan DENZA B5 sebagai pilihan ideal bagi konsumen yang menginginkan kendaraan premium tanpa harus mengorbankan kenyamanan maupun pengalaman berkendara berkelas, baik di jalan perkotaan maupun saat menjelajah rute yang lebih menantang.
Dalam kesempatan ini, publik juga berkesempatan untuk melihat lebih dekat, memasuki kabin, serta merasakan kemewahan DENZA B5 secara langsung. Pengalaman ini dapat dinikmati pada jam-jam tertentu selama perhelatan ini berlangsung, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dalam desain, teknologi, dan karakter premium yang ditawarkan DENZA B5.
Kolaborasi dengan Iwan Tirta Rayakan Satu Tahun Kehadiran DENZA di Indonesia
Sebagai bagian dari perayaan satu tahun kehadirannya di Indonesia, DENZA menghadirkan kolaborasi eksklusif bersama Iwan Tirta, salah satu rumah batik terkemuka Tanah Air. Kolaborasi ini diwujudkan melalui merchandise edisi spesial berupa sarung bantal dengan motif batik ikonis “Peksi Sabrang”, yang merepresentasikan semangat eksplorasi, keberanian melangkah ke masa depan, serta harmoni antara tradisi dan inovasi, nilai yang sejalan dengan filosofi DENZA.
Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen DENZA dalam menghadirkan sentuhan budaya Indonesia yang autentik ke dalam setiap pengalaman kepemilikan produknya. Sarung bantal edisi khusus ini diproduksi dengan standar kualitas tinggi, menggunakan material pilihan serta memperhatikan detail pengerjaan khas Iwan Tirta. Lebih dari sekadar merchandise, kolaborasi ini juga membawa pesan inklusivitas dan pemberdayaan, karena proses produksinya melibatkan komunitas penyandang disabilitas binaan Precious One.
Sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen, DENZA turut menghadirkan program khusus selama BCA Expoversary 2026, di mana setiap pengunjung yang melakukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) berkesempatan memperoleh merchandise eksklusif hasil kolaborasi DENZA dan Iwan Tirta ini, selama persediaan masih tersedia.
Melalui partisipasi dalam BCA Expoversary 2026, DENZA mempermudah akses pembiayaan bagi konsumen melalui kerja sama strategis dengan BCA, sehingga memberikan solusi kepemilikan kendaraan listrik premium yang lebih praktis dan terjangkau. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya DENZA dalam menghadirkan pengalaman pembelian yang nyaman, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen modern.
Selain itu, DENZA juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat karakter produk, filosofi desain, serta komitmen brand terhadap kualitas dan inovasi melalui berbagai aktivitas dan layanan di area pameran. Melengkapi kehadirannya di BCA Expoversary 2026, DENZA menyiapkan beragam program promosi khusus yang dapat dimanfaatkan selama pameran berlangsung. Pengunjung dapat memperoleh informasi lengkap mengenai produk, skema pembiayaan, serta penawaran menarik tersebut dengan mengunjungi booth DENZA yang berlokasi di Nusantara Hall.
Bocoran Spesifikasi BYD Denza B5: Monster Off-Road Hybrid yang Bikin Pajero dan Fortuner Terasa Jadul
Hegemoni Toyota Land Cruiser Prado di segmen SUV ladder-frame premium tampaknya akan segera mendapat ujian serius. Raksasa teknologi otomotif China, Build Your... | Halaman Lengkap [751] url asal
#denza-b5 #denza-b5-indonesia #spesifikasi-denza-b5 #harga-denza-b5
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 24/01/26 21:03
v/113226/
ZHENGZHOU - Hegemoni Toyota Land Cruiser Prado di segmen SUV ladder-frame premium tampaknya akan segera mendapat ujian serius. Raksasa teknologi otomotif China, Build Your Dreams (BYD), memberikan sinyal kuat untuk memboyong Denza B5 ke pasar Indonesia.Bukan sekadar wacana, mobil yang dikenal sebagai Fangchengbao Bao 5 di negara asalnya ini dipersiapkan untuk mengisi celah pasar Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang mampu diajak "kerja keras" di medan berat.
Indikasi kehadiran Denza B5 di Tanah Air terendus jelas saat kunjungan media ke fasilitas uji coba Sirkuit All-Terrain milik BYD di Zhengzhou, Henan, pertengahan Januari 2026.
.jpg)
Di sana, unit uji coba yang digunakan untuk melibas trek ekstrem ternyata menggunakan konfigurasi setir kanan (right-hand drive).
Lebih mengejutkan lagi, antarmuka pengguna (User Interface/UI) pada layar hiburannya telah menggunakan Bahasa Indonesia.
Ini adalah "kode keras" teknis yang lazimnya menjadi penanda tahap akhir sebelum homologasi dan peluncuran resmi di suatu negara.

Liu Xueliang, General Manager Sales Division BYD Asia Pacific, tidak menampik kemungkinan tersebut. Meski memilih kalimat diplomatis, nada optimismenya tak bisa disembunyikan.
“Tentu sangat memungkinkan untuk bisa membawa dan mengenalkan Denza B5 ke pasar Indonesia. Kami tidak bisa bilang pasti masuk. Namun, ini sangat memungkinkan untuk bisa diwujudkan segera," ujar Liu di Zhengzhou.
Mengapa Denza B5 Penting?
Di Australia, mobil ini telah diterima dengan sangat baik sebagai alternatif cerdas bagi petualang yang menginginkan torsi instan motor listrik tanpa rasa was-was kehabisan daya di tengah hutan (range anxiety).
Di Indonesia, segmen SUV 4x4 premium masih didominasi oleh mesin diesel konvensional.
Masuknya Denza B5 akan menciptakan disrupsi. Ia menawarkan solusi bagi kaum mapan yang menginginkan citra ramah lingkungan (elektrifikasi) namun tidak ingin kehilangan kapabilitas melibas banjir atau jalanan rusak yang menjadi "makanan sehari-hari" SUV bongsor di nusantara.
Selain itu, keberhasilan Denza B5 menembus pasar Australia—yang memiliki standar keselamatan dan durabilitas mirip dengan ekspektasi konsumen premium Indonesia—menjadi validasi produk yang krusial.
Spesifikasi Monster: Perpaduan Otot dan Otak
Ini adalah arsitektur body-on-frame (sasis tangga) hibrida yang dirancang khusus untuk ketahanan ekstrem.
Jantung pacunya mengombinasikan mesin bensin 1.5L Turbo dengan dua motor listrik penggerak empat roda (AWD). Kolaborasi ini menghasilkan tenaga buas mencapai 425 kW atau setara 570 tenaga kuda, dengan torsi puncak menyentuh angka 760 Nm.
Sebagai perbandingan, angka torsi tersebut jauh melampaui rata-rata SUV diesel premium di pasaran saat ini. Hasilnya, mobil berbobot besar ini mampu melesat dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam waktu 4,8 detik. Angka akselerasi yang biasanya hanya dimiliki oleh mobil sport.
Daya Jelajah dan Utilitas Kerja Keras
Dalam mode listrik murni, mobil ini mampu melaju sejauh 90 hingga 100 kilometer berdasarkan siklus WLTC. Namun, jika dikombinasikan dengan tangki bensin penuh, total jarak tempuhnya bisa menembus lebih dari 1.000 kilometer.
Kemampuan "kerja keras" mobil ini juga terlihat dari kapasitas derek (towing capacity) yang mencapai 3.000 kilogram (rem) dan daya angkut (payload) antara 490 hingga 600 kilogram.

Dimensinya yang bongsor—panjang 4.921 mm, lebar 1.970 mm, dan tinggi 1.930 mm—menjamin ruang kargo yang lega untuk membawa peralatan ekspedisi.
Untuk pengisian daya, Denza B5 mendukung pengisian cepat DC 100 kW dan pengisian AC 11 kW, memastikan fleksibilitas bagi pemiliknya.
Kemewahan Interior dan Harga
Dashboard didominasi layar infotainment raksasa 15,6 inci dan klaster instrumen digital 12,3 inci.
Kualitas suara dijamin oleh sistem audio premium Devialet, sementara keamanan dipantau lewat kamera 360 derajat. Fitur keselamatan pasif juga tidak main-main dengan penyematan 9 airbags serta paket lengkap ADAS (Advanced Driver Assistance Systems), termasuk Adaptive Cruise Control dan Lane-Keep Assist.
Lantas, berapa harganya? Sebagai acuan, di pasar Australia, Denza B5 varian dasar dibanderol AUD74.990 atau setara Rp 764,8 juta (kurs Rp 10.200). Sementara varian tertinggi, Denza B5 Leopard, dijual seharga AUD79.990 atau sekitar Rp 815,8 juta.
Jika masuk ke Indonesia, dengan skema pajak kendaraan hybrid dan barang mewah yang berlaku, harganya diprediksi akan sangat kompetitif untuk menantang Toyota Prado yang seringkali dijual jauh di atas Rp 1,5 miliar melalui importir umum, maupun GWM Tank 500 yang sudah bermain di kisaran Rp 1,1 miliar.
Lampu Kuning Mobil Listrik: Tanpa Subsidi 2026, Mimpi Hijau Indonesia Terancam Layu Sebelum Berkembang
Awan mendung menggantung di langit industri otomotif nasional. Bukan karena cuaca musim penghujan, melainkan karena sinyal ketidakpastian yang berhembus dari meja... | Halaman Lengkap [564] url asal
#byd #byd-seal #byd-denza #byd-m6 #byd-terbaru
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/12/25 11:16
v/70441/
SENTUL, BOGOR - Awan mendung menggantung di langit industri otomotif nasional. Bukan karena cuaca musim penghujan, melainkan karena sinyal ketidakpastian yang berhembus dari meja regulator.Di saat gemuruh revolusi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) mulai terdengar nyaring di jalanan ibu kota, ada ancaman baru mengintai: potensi hilangnya insentif fiskal pada tahun 2026.
Bagi raksasa teknologi asal China, BYD, ini bukan sekadar perubahan kebijakan, melainkan pertaruhan hidup dan mati bagi ekosistem yang baru saja mereka bangun dengan investasi triliunan rupiah.
Isu yang beredar kencang menyebutkan bahwa pemerintah belum memiliki rencana konkret untuk memperpanjang "karpet merah" subsidi industri otomotif tahun depan.
Jika skenario terburuk ini terjadi, harga mobil listrik yang kini mulai terjangkau berkat diskon Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen, niscaya akan melambung tinggi, mengembalikan status mobil listrik menjadi barang mewah yang tak terjamah kaum menengah.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, tak menampik bahwa "oksigen" bernama insentif adalah nyawa bagi industri ini.
Dalam acara temu media di Sentul, Bogor, Kamis (11/12/2025), Eagle memaparkan data yang menggembirakan sekaligus mengkhawatirkan.
Indonesia, menurutnya, mencatat rekor sebagai salah satu negara dengan adopsi EV tercepat di Asia Tenggara.
"Dalam dua tahun terakhir, penjualan EV di Indonesia meningkat drastis dari 2 persen menjadi 12 persen," ungkap Eagle. Namun, di balik grafik yang menanjak itu, tersimpan rapuhnya fundamental pasar yang masih sangat bergantung pada stimulus negara.
"Capaian ini tidak akan terjadi tanpa adanya dukungan dari pemerintah," tambahnya, sebuah pernyataan yang secara implisit terbaca sebagai peringatan halus.
Saat ini, syarat mutlak bagi pabrikan untuk menikmati manisnya potongan PPN 10 persen adalah lokalisasi.
Kendaraan wajib diproduksi di dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.
Tanpa insentif ini, harga on-the-road mobil listrik akan langsung terkerek beban pajak penuh, sebuah pukulan telak bagi daya beli yang baru saja pulih.
Pertaruhan Pabrik Subang di Kuartal I 2026
Posisi BYD saat ini dilematis. Di satu sisi, mereka telah berkomitmen penuh menanamkan modal "jangkar" di Tanah Air. Eagle memastikan bahwa pabrik perakitan BYD di kawasan Subang, Jawa Barat, dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada kuartal pertama 2026.Pabrik ini bukan sekadar fasilitas perakitan, melainkan janji ekonomi berupa penyerapan ribuan tenaga kerja manufaktur.
"Kami akan mengoperasikan pabrik kami pada kuartal pertama 2026. Kami juga harus membuat ribuan lapangan kerja di bidang manufaktur kami," tegas Eagle.
Namun, momentum operasional pabrik ini justru berbenturan dengan wacana pencabutan insentif.
Ini menciptakan ironi: di saat suplai lokal siap membanjiri pasar dari Subang, keran permintaan justru terancam tertutup karena lonjakan harga akibat hilangnya subsidi.
Eagle mengakui bahwa memproduksi EV butuh waktu dan proses adaptasi rantai pasok yang tidak instan ("tidak bisa cepat"), sehingga stabilitas regulasi menjadi krusial.
Eagle mengakui bahwa pesta pora mobil listrik masih menjadi privilese kaum urban di kota besar seperti Jakarta.
Wilayah penyangga dan daerah lain masih dalam tahap wait and see, meski minat terhadap efisiensi perawatan EV mulai tumbuh.
Untuk itu, Eagle secara terbuka melayangkan permohonan—atau lebih tepatnya desakan—agar pemerintah tidak menarik rem tangan terlalu cepat. Tahun 2026 dinilai sebagai fase kritis transisi, bukan waktu yang tepat untuk melepas tangan.
"Pada 2026, tentunya kami membutuhkan dukungan lebih lanjut dari pemerintah terkait perpanjangan insentif untuk EV," tuturnya menutup pembicaraan.
Kini bola panas ada di tangan pemerintah. Apakah akan melanjutkan subsidi demi menjaga momentum pertumbuhan 12 persen dan mengamankan investasi pabrik Subang, atau memilih penghematan anggaran jangka pendek dengan risiko mematikan bibit industri masa depan yang barusajabertunas?
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56












