Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat peran sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Data pemprov mencatat hingga pekan pertama Oktober 2025, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Riau telah mencapai Rp7,3 triliun, dengan total 86.834 debitur yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
“Pemerintah ingin memastikan setiap pelaku usaha kecil di Riau memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang. KUR adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk rakyat,” ujar Gubernur Abdul Wahid saat kegiatan Akad Massal KUR Nasional secara virtual di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah), Selasa (21/10/2025).
Dia menegaskan, penyaluran KUR menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. “Kami ingin pelaku UMKM naik kelas menjadi usaha yang mandiri, legal, dan berdaya saing,” tambahnya.
Menurut Gubernur, perekonomian Riau menunjukkan tren positif di tengah kondisi ekonomi nasional yang penuh tantangan.
Hingga triwulan II/2025, pertumbuhan ekonomi Riau tercatat sebesar 4,65%. Sementara itu, jumlah pelaku UMKM di daerah ini telah mencapai lebih dari 304.000 unit usaha yang tersebar di berbagai sektor seperti perdagangan, pertanian, kuliner, industri kecil, dan ekonomi kreatif.
Realisasi KUR yang mencapai Rp7,3 triliun menjadi bukti tingginya semangat masyarakat untuk terus mengembangkan usaha. Namun, Wahid mengingatkan agar pembiayaan tersebut dimanfaatkan secara bijak dan produktif.
“Gunakan modal ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan KUR sebagai modal kerja yang membawa manfaat bagi masyarakat sekitar dan membuka peluang kerja baru,” pesannya.
Dia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat ekosistem UMKM melalui perluasan akses permodalan, peningkatan literasi keuangan, dan digitalisasi usaha kecil.
Pemerintah menargetkan agar kontribusi sektor UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nonmigas semakin meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami akan terus memperkuat inklusi keuangan dan memastikan UMKM menjadi pusat penggerak ekonomi daerah. Pemerintah tidak akan berhenti sampai di sini, kami akan terus hadir memperjuangkan agar setiap pelaku usaha di Riau memiliki ruang tumbuh dan akses pasar yang lebih luas,” pungkasnya.