Pemerintah berencana mengubah kawasan GBK dan Hotel Sultan menjadi ikon dunia, menyeimbangkan fungsi ekonomi dan sosial, serta meningkatkan pariwisata dan MICE. [1,971] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas, pemerintah mulai mengarahkan optimalisasi aset negara sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu proyek yang kini menjadi sorotan adalah rencana transformasi Hotel Sultan yang merupakan bagian dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) seluas sekitar 200 hektare menjadi kawasan terpadu berstandar dunia.
Ambisi tersebut tidak sekadar menyangkut penataan fisik kawasan olahraga nasional, tetapi juga memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana modernisasi aset publik dapat menciptakan nilai ekonomi baru tanpa mengorbankan fungsi sosial yang selama puluhan tahun melekat pada GBK.
Kawasan Gelora Bung Karno selama ini bukan sekadar kompleks olahraga. Bagi Jakarta, GBK telah menjelma menjadi ruang publik, pusat aktivitas olahraga masyarakat, lokasi penyelenggaraan konser, arena diplomasi internasional, hingga salah satu ruang terbuka hijau paling strategis di pusat ibu kota.
Kini, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan transformasi besar-besaran kawasan tersebut. Di saat bersamaan, sengketa panjang Hotel Sultan yang memasuki fase eksekusi membuka jalan bagi desain ulang kawasan secara menyeluruh.
Transformasi tersebut menjanjikan lahirnya sentra ekonomi baru di Jakarta. Namun, berbagai kalangan mengingatkan bahwa keberhasilan proyek tidak semata diukur dari megahnya bangunan atau besarnya investasi, melainkan dari kemampuan menjaga keseimbangan antara fungsi komersial dan kepentingan publik.
Membangun Ikon Baru Indonesia
Pemerintah tampaknya ingin menempatkan kawasan GBK setara dengan berbagai distrik olahraga dan hiburan kelas dunia seperti Marina Bay di Singapura, Olympic Park di London, atau Sydney Olympic Park di Australia.
Chief Executive Officer BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan transformasi kawasan secara komprehensif.
"Rencananya itu akan dijadikan ikon baru di Indonesia. Yang nanti akan diubah secara komprehensif, tidak hanya di daerah GBK ini tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang, termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih itu luasnya 200 hektar," ujar Rosan saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan.
Pernyataan tersebut menandai perubahan paradigma pengelolaan aset negara. Selama ini, aset publik cenderung diposisikan sebagai fasilitas pelayanan semata. Kini, pemerintah mulai melihat aset negara sebagai instrumen penciptaan nilai ekonomi.
Menurut Kementerian Keuangan, nilai aset negara yang dikelola pemerintah pusat mencapai lebih dari Rp13.000 triliun. Sebagian besar aset tersebut selama bertahun-tahun dinilai belum optimal menghasilkan manfaat ekonomi.
Dalam konteks itu, kawasan GBK memiliki posisi yang sangat strategis. Lokasinya berada di pusat bisnis Jakarta, terhubung langsung dengan MRT, dikelilingi kawasan perkantoran premium Sudirman-Thamrin, serta memiliki akses transportasi massal yang relatif lengkap.
Rosan bahkan mengisyaratkan bahwa bangunan Hotel Sultan berpotensi tidak lagi menjadi bagian dari lanskap lama kawasan.
"Pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan, tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru. Eventually iya," kata Rosan saat ditanya apakah Hotel Sultan akan dirobohkan.
Kendati demikian, Rosan memastikan fungsi akomodasi tetap dipertahankan.
"Di antaranya pastinya ada hotel juga. Dan tidak satu mungkin, tetapi pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia sehingga perencanaannya harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga yang paling penting kepada rakyat Indonesia."
Pemerintah juga membuka peluang keterlibatan entitas BUMN pariwisata dalam pengelolaan kawasan.
"Kalau kita kan punya InJourney, kita punya yang namanya Meru [The Meru Hotel]. Nanti kalau ini semua sudah selesai semua di Mensetneg, tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa InJourney, Meru," ujar Rosan.
Keterlibatan InJourney menunjukkan bahwa pemerintah kemungkinan akan mengintegrasikan GBK dengan strategi pengembangan sport tourism, MICE, dan industri pariwisata nasional.
Data Kementerian Pariwisata menunjukkan devisa sektor pariwisata pada kuartal I/2026 mencapai US$4,05 miliar atau tumbuh 6,3% secara tahunan. Sementara rata-rata belanja wisatawan asing meningkat menjadi US$1.345,61 per kunjungan.
Peningkatan kualitas belanja wisatawan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mulai memperkuat infrastruktur pendukung event dan pariwisata premium.
Rosan menegaskan seluruh fasilitas akan ditingkatkan menjadi standar internasional.
"Semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta," imbuhanya.
Jika terealisasi, proyek ini berpotensi menjadi salah satu transformasi kawasan publik terbesar di Indonesia sejak revitalisasi kompleks Senayan menjelang Asian Games 2018.
Transisi Hotel Sultan dan Tantangan Sosial
Di balik ambisi besar tersebut, terdapat dimensi sosial yang tidak dapat diabaikan, yakni nasib ribuan pekerja yang selama ini menggantungkan hidup pada operasional Hotel Sultan.
Pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) memastikan proses transisi dilakukan dengan pendekatan yang mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan pemerintah tengah memetakan status para pekerja.
"Ya tentu akan dipilah-pilah, kan ada pegawai tetap, ada pegawai harian, kemudian mereka selama ini menjadi pegawai di bidang apa. Nah, nanti pengurus GBK-lah yang akan memfasilitasi mereka untuk bisa diberdayakan kembali," ujar Juri.
Saat ini, proses pengosongan Hotel Sultan masih berlangsung mengingat pengadilan telah memberikan waktu selama 30 hari untuk melakukan tindakan tersebut.
Proses tersebut berlangsung setelah pemerintah melakukan eksekusi kawasan pada 18 Juni 2026 dengan melibatkan sebanyak 3.161 personel gabungan TNI-Polri dan unsur terkait.
Di tengah proses itu, PPKGBK membuka posko pendataan pekerja. Pada hari pertama, sebanyak 102 pekerja eks Hotel Sultan melaporkan diri.
Dari total laporan, sebanyak 59 orang merupakan pekerja harian, 21 orang berstatus karyawan kontrak, 18 orang pekerja temporer, dua orang tenaga lepas, dan hanya dua orang yang berstatus karyawan tetap.
Komposisi tersebut menggambarkan karakter industri perhotelan Indonesia yang didominasi hubungan kerja nonpermanen. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor akomodasi dan makanan-minuman merupakan salah satu sektor dengan tingkat pekerja informal relatif tinggi.
Oleh karena itu, proses transisi aset negara seperti Hotel Sultan tidak hanya menyangkut aspek hukum pertanahan, tetapi juga persoalan perlindungan ketenagakerjaan.
Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi A. Kusumo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bertindak profesional alam proses transisi berlangsung.
"PPKGBK akan bertindak secara profesional dan manusiawi dalam proses transisi pengelolaan Hotel Sultan dan apartemennya. Kami ingin memastikan para pekerja didata dengan benar," katanya.
Dalam berbagai pengalaman internasional, proyek redevelopement kawasan perkotaan sering kali menimbulkan konsekuensi sosial berupa hilangnya pekerjaan jangka pendek. Oleh karena itu, keberhasilan transformasi GBK juga akan diukur dari kemampuan pemerintah menciptakan lapangan kerja baru yang lebih berkualitas dibandingkan sebelumnya.
Tata Ulang Jantung Jakarta: Ambisi 'Sulap' GBK dan Hotel Sultan Jadi Ikon Dunia
Menghindari Megaproyek yang Sepi Pengunjung
Ambisi membangun kawasan olahraga dan hiburan berkelas dunia tidak lepas dari risiko ekonomi. Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyudi Askar mengingatkan bahwa banyak proyek stadion dan kawasan olahraga di berbagai negara justru mengalami persoalan utilisasi.
"Jadi perlu dipikirkan dengan baik cost and benefit analysis-nya," ucapnya kepada Bisnis, Kamis (25/6/2026).
Media menilai persoalan utama bukan pada kemegahan proyek, melainkan tingkat pemanfaatannya.
"Tapi yang pasti kalau ingin melakukan pembangunan kawasan olahraga yang megah ya, kekhawatirannya lebih kepada apakah utilisasinya itu bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh publik," katanya.
Menurutnya, banyak kawasan olahraga internasional hanya ramai saat event berlangsung.
"Karena banyak kawasan olahraga yang megah akhirnya nggak dimanfaatkan ya. Khususnya kawasan olahraga yang digunakan misalkan pasnya olimpiade, pasnya piala dunia. Jadi asetnya mahal tapi kemudian utilisasinya rendah gitu," ujarnya.
Fenomena tersebut memang banyak terjadi secara global. Studi Oxford University terhadap sejumlah infrastruktur Olimpiade menunjukkan sebagian fasilitas pascaajang olahraga justru menjadi beban fiskal jangka panjang akibat biaya pemeliharaan yang sangat tinggi.
Apalagi, kata dia, kondisi fiskal nasional saat ini menuntut pembiayaan kreatif. Namun, skema kemitraan pemerintah-swasta juga tidak bebas risiko.
Menurut Media, pertanyaan mendasar yang harus dijawab pemerintah ialah apakah masyarakat masih dapat menikmati kawasan tersebut secara mudah.
"Karena kan pertanyaan dari masyarakat adalah, misalkan nanti kawasan GBK dipugar sedemikian rupa, apakah kemudian masih bisa dinikmati oleh masyarakat dengan mudah, free access atau tidak, dan lain-lain," katanya.
Dia menegaskan GBK pada hakikatnya merupakan aset publik. Oleh karena itu, orientasi bisnis tidak boleh terlalu dominan.
Media juga mengingatkan pentingnya transparansi tata kelola aset. Menurutnya, sumber penerimaan di kawasan GBK sesungguhnya sudah cukup beragam.
"Nah ini yang sebetulnya dikelola dengan baik, penerimaannya dikelola dengan baik, sebetulnya bisa digunakan dengan baik untuk improvement fasilitas di GBK," tuturnya.
Menangkap Devisa
Berbeda dengan Celios yang menyoroti aspek tata kelola, Peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet melihat potensi ekonomi proyek ini tetap sangat besar. Namun Yusuf mengingatkan adanya efek substitusi dalam ekonomi
"Ketika seseorang membelanjakan uangnya di GBK, belum tentu itu menambah ekonomi Jakarta secara keseluruhan. Bisa jadi uang tersebut memang akan dibelanjakan di tempat lain jika proyek ini tidak ada. Dalam ekonomi, ini dikenal sebagai efek substitusi," tutur Yusuf saat dihubungi Bisnis, Kamis (25/6/2026).
Oleh karena itu, ukuran keberhasilan proyek tidak boleh hanya menghitung transaksi ekonomi yang terjadi. Yusuf menilai pendekatan kawasan terpadu menjadi kunci.
"Pengalaman berbagai proyek internasional menunjukkan bahwa sumber nilai ekonomi terbesar biasanya bukan berasal dari stadion atau fasilitas olahraganya, melainkan dari kombinasi hotel, ruang konvensi, ritel, perkantoran, hiburan, dan aktivitas lain yang membuat kawasan hidup sepanjang tahun," imbuhnya.
Dalam konteks Indonesia, peluang terbesar justru berada pada pasar MICE. Yusuf mengatakan, Indonesia masih tertinggal dalam menarik wisatawan dengan tingkat pengeluaran tinggi, terutama segmen MICE, yaitu meeting, incentive, convention, dan exhibition.
Selama ini, sebagian permintaan tersebut justru mengalir ke negara lain seperti ke Singapura atau Bangkok karena fasilitas yang tersedia dianggap lebih kompetitif.
Oleh karena itu, dia menekankan jika kawasan GBK mampu menangkap pasar tersebut, manfaat ekonominya akan nyata.
"Jika kawasan GBK mampu menangkap permintaan yang sebelumnya keluar dari Indonesia, maka itu merupakan nilai tambah ekonomi yang nyata, bukan sekadar perpindahan belanja antarwilayah,” imbuhnya.
Yusuf menilai indikator keberhasilan harus mencakup tambahan penerimaan pajak, penciptaan pekerjaan permanen, investasi swasta, hingga peningkatan tingkat hunian hotel dan aktivitas MICE.
Menjaga Keseimbangan antara Bisnis dan Fungsi Publik Meskipun mendukung pengembangan kawasan, tetapi Yusuf mengingatkan bahwa GBK tidak dapat diperlakukan semata sebagai aset bisnis.
"GBK bukan sekadar aset komersial. Ia juga merupakan ruang publik dan pusat olahraga nasional yang menghasilkan manfaat sosial yang besar, mulai dari kesehatan masyarakat hingga ruang interaksi warga,” kata Yusuf.
Masalah muncul ketika operator hanya mengejar pendapatan, sebab dia menilai insentif bisnis biasanya mendorong penggunaan lahan untuk aktivitas dengan nilai sewa tertinggi. Tanpa regulasi jelas, fungsi publik berpotensi tergerus. Oleh karena itu, Yusuf mengusulkan model subsidi silang.
"Karena itu saya melihat model yang paling sehat adalah skema subsidi silang. Zona komersial seperti hotel, pusat konvensi, ritel, dan perkantoran diberi ruang untuk menghasilkan keuntungan," ujarnya.
Namun keuntungan tersebut harus kembali mendukung fungsi publik. Sehingga, menurutnya, negara harus tetap menjadi pemilik aset. Skema konsesi dinilai lebih tepat dibandingkan pelepasan aset permanen.
"Dengan begitu, kenaikan nilai lahan di masa depan tetap kembali kepada publik dan tidak terkunci menjadi keuntungan pihak tertentu selama puluhan tahun."
GBK, Sport Tourism, dan Harapan Industri Pariwisata
Pelaku industri pariwisata memandang transformasi GBK sebagai peluang besar memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi internasional.
Sekretaris Jenderal Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Budijanto Ardiansjah menilai pengembangan kawasan merupakan langkah positif.
"Jika ingin menjadikan Jakarta sebagai kota MICE, tentu saja pengembangan kawasan GBK ini menjadi langkah positif utk memperbanyak pilihan tempat wisata & event berkelas internasional," katanya kepada Bisnis, Kamis (25/6/2026).
Menurut data Kementerian Pariwisata, rata-rata belanja wisatawan MICE dapat mencapai dua hingga tiga kali lipat dibanding wisatawan leisure biasa. Oleh karena itu, pengembangan kawasan berpotensi meningkatkan devisa sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan.
Budijanto juga menekankan pentingnya konsistensi penyelenggaraan event internasional.
"Jakarta harus sering melakukan event-event sport berkelas internasional supaya jakarta terutama GBK akan semakin dikenal oleh masyarakat internasional sbg venue sport tourism berkelas dunia," ujarnya.
Kendati demikian, dia melanjutkan bahwa akses masyarakat tidak boleh terganggu. Sebab, jika dikelola dengan tepat, dampak ekonomi diyakini akan meluas.
Pada akhirnya, transformasi GBK merupakan ujian besar bagi pemerintah dalam mengelola aset publik strategis. Proyek ini dapat menjadi model baru optimalisasi aset negara yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, memperkuat pariwisata, dan meningkatkan kualitas ruang publik secara bersamaan.
Namun, tanpa tata kelola yang transparan, kalkulasi ekonomi yang matang, dan perlindungan terhadap fungsi sosial, ambisi menjadikan GBK sebagai ikon baru Indonesia justru berisiko berubah menjadi proyek mahal dengan manfaat yang tidak sebanding.
Taruhan sesungguhnya bukan semata membangun kawasan berstandar dunia, melainkan memastikan bahwa setiap meter persegi lahan publik di jantung Jakarta tetap menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.
"Semakin banyak event besar, akan semakin banyak UMKM yang akan terbantu," tandasnya.
Pemerintah membuka opsi merombak total hingga merobohkan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan menjadikannya ikon baru Indonesia. [671] url asal
Pemerintah membuka opsi merombak total hingga merobohkan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Kawasan eks Hotel Sultan itu disebut akan ditata ulang menjadi ikon baru Indonesia sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pemerintah tengah menyiapkan rencana pengembangan kawasan GBK secara menyeluruh, termasuk area bekas Hotel Sultan yang baru saja kembali berada di bawah kendali negara.
"Rencananya itu (kawasan Hotel Sultan) akan dijadikan ikon baru di Indonesia. Nanti akan diubah secara komprehensif, tidak hanya di daerah GBK ini, tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang, termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih luasnya 200 hektare," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (22/6).
Rosan mengatakan konsep pengembangan yang disiapkan tak hanya mencakup pembangunan hotel. Kawasan tersebut akan ditata sebagai kawasan terpadu yang diharapkan menjadi pusat aktivitas baru di Jakarta.
Menurut Rosan, arahan Prabowo adalah menjadikan kawasan tersebut sebagai ikon baru Indonesia yang mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Nanti di antaranya pastinya ada hotel juga, dan tidak satu. Tapi pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia, sehingga perencanaannya itu harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga paling penting kepada rakyat Indonesia," ujarnya.
Rosan memberi sinyal Hotel Sultan berpotensi mengalami perubahan besar dalam proyek penataan kawasan GBK yang tengah disiapkan pemerintah.
Meski belum merinci bentuk pengembangannya, Rosan mengatakan area tersebut pada akhirnya akan ditransformasi menjadi kawasan baru sebagai bagian dari desain ulang kawasan GBK seluas sekitar 200 hektare (ha).
"Pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan, tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya, eventually (Hotel Sultan akan dirobohkan)," ujar Rosan.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari arahan Prabowo yang meminta kawasan eks Hotel Sultan disiapkan sebagai ikon baru Indonesia dengan konsep yang terintegrasi dengan kawasan GBK dan fasilitas pendukung lainnya.
Selain hotel, pemerintah juga membuka peluang pengembangan kawasan berbasis olahraga dan pariwisata karena lokasinya yang terintegrasi dengan kompleks GBK. Namun, Rosan menilai masih terlalu dini untuk menjelaskan konsep rinci yang sedang disusun.
Ia hanya memastikan kawasan GBK akan tetap dipertahankan sebagai pusat olahraga nasional, tetapi dengan fasilitas yang ditingkatkan ke standar internasional.
"GBK ya tetap ada GBK-nya, tapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard, sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta," katanya.
Rosan juga mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan sejumlah opsi pengelola untuk kawasan eks Hotel Sultan setelah proses pengambilalihan aset selesai dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara.
Menurut dia, pengelolaan kawasan tersebut berpotensi diserahkan kepada perusahaan pelat merah sektor pariwisata, mulai dari InJourney hingga The Meru Sanur yang berada di bawah ekosistem BUMN pariwisata.
"Kita kan punya InJourney, kita punya yang namanya Meru. Nanti kalau ini sudah selesai semua di Mensesneg, tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa InJourney (hingga) Meru," ujarnya.
Rosan menambahkan pengembangan kawasan itu juga sejalan dengan upaya pemerintah dan Danantara untuk memperkuat sektor pariwisata nasional.
Menurutnya, Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara ASEAN dari sisi jumlah wisatawan maupun rata-rata pengeluaran wisatawan.
Karena itu, pemerintah ingin mendorong pengembangan destinasi yang tidak hanya menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga mampu meningkatkan belanja wisatawan selama berada di Indonesia.
Rencana penataan ulang kawasan Hotel Sultan muncul setelah pemerintah mengambil alih kembali lahan yang selama ini dikelola PT Indobuildco milik keluarga Sutowo.
Eksekusi lahan Hotel Sultan pada Kamis (19/6) sempat diwarnai kericuhan. Namun, pemerintah menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penertiban aset negara yang diperintahkan Prabowo.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto mengatakan Sang Kepala Negara meminta seluruh aset negara yang selama ini dikuasai pihak lain dikembalikan ke bawah kontrol pemerintah.
Pengambilalihan itu didasarkan pada putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
Hotel Sultan sendiri memiliki sejarah panjang. Bangunan yang awalnya bernama Hotel Hilton Jakarta itu dibangun pada era 1970-an untuk mendukung penyelenggaraan konferensi pariwisata Asia Pasifik.
Setelah kontrak dengan jaringan Hilton berakhir pada 2006, hotel tersebut berganti nama menjadi Hotel Sultan Jakarta.
BTS menambah konser di Jakarta jadi tiga hari, 26, 27, dan 29 Desember 2026, karena tingginya antusiasme penggemar. Info tiket di Weverse dan kanal resmi. [210] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — BTS menambah satu hari pertunjukan untuk world tour 'ARIRANG' di Jakarta. Dengan tambahan tersebut, konser grup asal Korea Selatan itu akan digelar selama tiga hari pada 26, 27, dan 29 Desember 2026.
Sebelumnya, konser BTS di Jakarta hanya dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 26 dan 27 Desember 2026. Namun, tingginya antusiasme penggemar mendorong penyelenggara menambah satu jadwal pertunjukan pada 29 Desember 2026.
Informasi penambahan jadwal tersebut diumumkan secara resmi melalui platform komunitas penggemar Weverse. Dalam pengumuman itu, Jakarta menjadi satu-satunya kota yang memperoleh tambahan jadwal konser pada akhir Desember 2026.
World tour 'ARIRANG' merupakan rangkaian tur dunia BTS yang digelar setelah perilisan album ARIRANG pada 20 Maret 2026. Tur tersebut berlangsung sepanjang 2026 hingga 2027 dengan menyambangi sejumlah kota di berbagai negara.
Jakarta menjadi salah satu destinasi dalam rangkaian tur Asia BTS. Penambahan jadwal konser di ibu kota Indonesia dinilai mencerminkan tingginya permintaan tiket dari penggemar di Tanah Air.
Dengan tambahan satu hari pertunjukan, penggemar yang belum memperoleh tiket pada jadwal sebelumnya berpeluang mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan konser BTS secara langsung di Gelora Bung Karno (GBK).
Adapun informasi terkait penjualan tiket, jadwal presale, kategori tiket, hingga ketentuan masuk venue akan diumumkan lebih lanjut melalui kanal resmi BTS, Weverse, serta promotor penyelenggara konser.
Pemerintah akan mendata barang, karyawan Hotel Sultan hingga penghuni apartemen The Suites Residences di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) saat melaksanakan eksekusi.... | Halaman Lengkap [199] url asal
JAKARTA - Pemerintah akan mendata barang, karyawan Hotel Sultan hingga penghuni apartemen The Suites Residences di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) saat melaksanakan eksekusi. Hal itu sebagai komitmen pemerintah bahwa tidak ada yang dikorbankan dalam eksekusi tersebut.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto menyampaikan, pihaknya akan mendata segala hal di kawasan Hotel Sultan pasca eksekusi.
"Nanti kita data, hari ini kita data. Jadi, sekarang kita akan laksanakan eksekusi, setelah itu kita data, baru kemudian barang apa dan sebagainya kita amankan," ujar Bambang, Kamis (18/6/2026).
Bambang menyampaikan, pihaknya punya gudang untuk menyimpan barang. Untuk itu, ia memastikan, tak ada yang dikorbankan dari eksekusi ini. "Nanti kita punya gudang untuk menyimpan, jadi tidak ada yang rusak. Tidak ada yang dikorbankan," katanya.
Sementara Kuasa hukum PPKGBK, Chandra Hamzah menyampaikan, pihaknya concern untuk memikirkan nasib para karyawan Hotel Sultan. Pemerintah akan mendata para karyawan baik yang berstatus tetap hingga PKWT.
"Mengenai karyawan, ini merupakan concern dari Pak Wamen sendiri, dari Setneg. Itu kita akan akomodir, kita akan catat mana yang karyawan benar, mana yang karyawan harian, mana yang karyawan waktu tertentu lah, PKWT," kata Chandra di kawasan GBK.
Eksekusi lahan eks Hotel Sultan di GBK pada 18 Juni 2026 ricuh, massa melempar batu dan bambu. 3.161 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan. [424] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Eksekusi pengosongan lahan Blok 15 Gelora Bung Karno eks Hotel Sultan yang berlangsung pada Kamis. (18/6/2026) berjalan ricuh.
Berdasarkan pantauan Bisnis pukul 10.00 WIB, massa mulai melakukan melempari aparat dengan benda-benda keras seperti bambu hingga batu. Massa mendesak untuk masuk ke hotel.
Aparat yang berada di lokasi berusaha menangkis dan berlindung di balik tameng. Selain itu polisi juga menembakan water canon ke massa untuk meredam pergerakan mereka.
“Siaga siaga, mundur mundur,” kata aparat polisi yang berada di lokasi.
Aparat menembakan water canon ke kerumunan massa
Diketahui, aparat kepolisian mengerahkan sebanyak 3.161 personel gabungan untuk mengamankan jalannya eksekusi pengosongan lahan Blok 15 Gelora Bung Karno eks Hotel Sultan.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menjelaskan pengerahan pasukan berskala besar ini dilakukan guna memastikan seluruh proses eksekusi fisik bangunan dan lahan di kawasan strategis tersebut berjalan kondusif. Langkah pengamanan ini melibatkan sinergi lintas instansi di wilayah DKI Jakarta.
"Untuk pengamanan eksekusi eks Hotel Sultan, jumlah pam 3.161 personel," ujar Erlyn dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.
Erlyn merinci kekuatan pengamanan tersebut merupakan gabungan personel yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta Pemerintah Daerah (Pemda). Kehadiran aparat ini disiagakan di sejumlah titik krusial di sekitar objek eksekusi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama proses pengosongan berlangsung.
Sebelumnya, pihak internal Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) juga telah menyiapkan 300 personel gabungan secara mandiri menjelang pelaksanaan eksekusi Blok 15 GBK eks Hotel Sultan.
Ketua Tim Transisi Blok 15 GBK Hendry Arisandi menyebutkan personel internal itu terdiri dari perwakilan PPKGBK, Kementerian Sekretariat Negara, tim kuasa hukum, serta Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Koordinasi intensif dan persiapan teknis di lapangan bahkan sudah digelar sejak Senin (15/6).
Melalui persiapan yang matang tersebut, manajemen PPKGBK berharap pelaksanaan eksekusi Blok 15 GBK eks Hotel Sultan dapat berlangsung lancar, tertib, aman, serta tidak menimbulkan kerugian bagi pihak mana pun.
Langkah eksekusi ini merupakan tindak lanjut dari berkekuatan hukumnya sengketa lahan tersebut. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebelumnya menolak gugatan PT Indobuildco melawan Menteri Sekretaris Negara casu quo (c.q.) PPKGBK terkait pengelolaan Hotel Sultan melalui putusan e-court.
Dalam perkara perdata Nomor 208/Pdt.G/2025/PN.Jkt.Pst., majelis hakim menyimpulkan negara melalui Hak Pengelolaan Lahan Nomor 1/Gelora merupakan pemilik sah dari kawasan tersebut.
Hak guna bangunan Hotel Sultan dinyatakan telah dihapus demi hukum sejak 2023. Atas dasar itu, tindakan negara dinilai sah dan PT Indobuildco wajib mengosongkan seluruh kawasan Hotel Sultan, termasuk tanah dan bangunan. Putusan hukum tersebut bersifat uitvoerbaar bij voorraad atau dapat segera dilaksanakan di lapangan.
Kemensetneg mengeksekusi lahan eks Hotel Sultan yang dikelola PT Indobuildco selama 50 tahun, sesuai instruksi Presiden Prabowo untuk mengamankan aset negara. [295] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menegaskan bahwa PT Indobuildco telah menikmati hak istimewa selama setengah abad dalam mengelola kawasan eks Hotel Sultan, yang berlokasi di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK)
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto jelang upaya eksekusi riil terhadap aset strategis milik negara tersebut pada hari ini, Kamis (18/6/2026).
Dia menyatakan bahwa pengosongan lahan ini merupakan muara dari sengketa hukum yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Di mana, langkah penertiban ini juga sejalan dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengamankan kembali aset-aset negara yang dikuasai pihak swasta.
"Hari ini kita semuanya akan menyaksikan pelaksanaan eksekusi perkara yang sudah beberapa tahun yang lalu masuk ke ranah hukum, pengadilan jadi tanah Eks Hotel Sultan," ujar Bambang di Kompleks GBK Senayan, Kamis (18/6/2026).
Bambang menjelaskan, aset seluas 13,6 hektare (Ha) tersebut pada awalnya merupakan aset negara yang dibebaskan oleh pemerintah sekitar tahun 1959 silam untuk keperluan ajang Asian Games IV.
Namun, dalam perjalanannya, pengelola eks Hotel Sultan yakni PT Indobuildco tak diperpanjang Hak Penggunaan Bangunannya (HGB). Akan tetapi, badan usaha tersebut tak kunjung menyerahkan aset yang ada hingga berlanjut ke ranah hukum.
"Selama 50 tahun aset ini digunakan oleh PT Indobuildco dengan banyak kejanggalan dalam prosesnya. Jadi bisa dikatakan bahwa Indobuildco itu sudah punya privilege selama 50 tahun untuk menguasai aset ini," tegasnya.
Lebih lanjut, Bambang menekankan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian serius terhadap pemulihan aset negara guna memastikan tata kelola yang akuntabel dan transparan.
Pemerintah berkomitmen untuk menarik kembali seluruh kekayaan negara yang masih berada di bawah kontrol pihak lain demi kepentingan publik yang lebih luas.
"Presiden juga menyampaikan bahwa nanti ketika dikembalikan kepada negara, aset ini harus dimanfaatkan oleh sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," pungkas Bambang.
Pelaksanaan eksekusi lahan Hotel Sultan dijadwalkan berlangsung besok Kamis, 18 Juni 2026. Hal tersebut bakal berdampak pada aktivitas di kawasan Gelora Bung Karno... | Halaman Lengkap [283] url asal
JAKARTA - Pelaksanaan eksekusi lahan Hotel Sultan dijadwalkan berlangsung besok Kamis, 18 Juni 2026. Hal tersebut bakal berdampak pada aktivitas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.
Pengelola GBK memutuskan menutup sejumlah akses masuk hingga beberapa fasilitas publik selama satu hari penuh. Penutupan menyusul rencana Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeksekusi pengosongan Blok 15 kawasan GBK yang selama ini ditempati Hotel Sultan.
Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi pengelola GBK @love_gbk. Masyarakat yang biasa beraktivitas di kawasan olahraga dan ruang terbuka publik tersebut diminta menyesuaikan rute perjalanan selama pelaksanaan eksekusi.
"Dalam rangka eksekusi pengosongan eks Hotel Sultan (Blok 15 Kawasan GBK), demi kelancaran dan kenyamanan #GBKPeople, maka akan dilakukan penyesuaian operasional," tulis pengelola GBK melalui IG @love_gbk, Rabu (17/6/2026).
Dalam pengumuman itu, pengelola GBK menutup sementara Pintu 5, Pintu 7, dan Pintu 8 mulai pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB pada hari pelaksanaan eksekusi.
Sebagai gantinya, akses keluar masuk kawasan dialihkan melalui Pintu 2, Pintu 10, dan Pintu 6 khusus pejalan kaki. Tak hanya pintu masuk, sejumlah fasilitas dan area publik di sekitar lokasi juga ikut terdampak.
Pengelola menutup sementara Parkir Timur, Hutan Kota GBK, Stadion Softball, hingga akses Jalan KTT menuju Jakarta International Convention Center (JICC). Meski demikian, aktivitas di area lain dalam kompleks GBK tetap berjalan normal seperti biasa.
Sebelumnya diberitakan, rencana eksekusi kawasan Hotel Sultan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada pekan ini memicu perlawanan dari para pekerja dan kelompok masyarakat yang mengaku terdampak langsung kebijakan tersebut.
Menjelang pelaksanaan pengosongan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, sejumlah karyawan Hotel Sultan bersama elemen buruh dan Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi menyatakan penolakan terbuka. Mereka siap menggelar aksi untuk menghadang proses eksekusi apabila tetap dilakukan.
Timnas Indonesia bakal menghadapi Mozambik pada FIFA Matchday 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Selasa (9.5.2026). Timnas Indonesia... | Halaman Lengkap [171] url asal
JAKARTA - Timnas Indonesia bakal menghadapi Mozambik pada FIFA Matchday 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Selasa (9/5/2026). Maka itu, masyarakat diminta menghindari kawasan SUGBK.
Kawasan SUGBK diperkirakan bakal ramai oleh masyarakat ataupun para supporter yang hendak menonton jalannya pertandingan tersebut. Tingginya animo masyarakat yang ingin menyaksikan laga itu berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di jalanan kawasan SUGBK.
Maka itu, polisi memberikan imbauan pada masyarakat, khususnya pengguna jalan untuk mengantisipasi ataupun menghindari kawasan SUGBK. TMC Polda Metro Jaya menyebutkan laga tersebut dimulai pukul 18.00 WIB sampai dengan selesai.
"Diperkirakan akan terjadi peningkatan volume kendaraan pada arus lalu lintas di sekitar area Stadion Utama Glora Bung Karno (GBK). Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas pada ruas jalan tersebut," cuit TMC Polda Metro Jaya di X @TMCPoldaMetro.
Petugas kepolisian bakal ditempatkan di kawasan SUGBK, khususnya kaitannya pengaturan arus lalu lintas untuk mengantisipasi potensi kepadatan. Maka itu, masyarakat pengguna jalan diminta mengikuti arahan atau petunjuk petugas di lapangan saat ada kepadatan.
Dengan kemudahan pembelian tiket resmi melalui Livin' Sukha, dukungan kepada Skuad Garuda kini dapat dilakukan dengan lebih praktis dan nyaman. [383] url asal
Menyambut pertandingan FIFA Matchday Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Bank Mandiri menghadirkan akses tiket lewat fitur Livin' Sukha di aplikasi Livin' by Mandiri. Skuad Garuda akan menghadapi Oman pada Jumat (5/6), dan Mozambik pada Selasa (9/6).
Tak perlu antre atau buka banyak tab, kini membeli tiket Timnas Indonesia dapat dilakukan lewat aplikasi Livin' by Mandiri. Inisiatif ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem gaya hidup digital dari Bank Mandiri sebagai mitra strategis masyarakat dalam menikmati momen olahraga nasional.
Berikut langkah membeli tiket FIFA Matchday lewat Livin' by Mandiri:
1. Pastikan Memiliki Garuda ID
Garuda ID adalah identitas resmi suporter yang menjadi syarat utama pembelian tiket resmi Timnas Indonesia. Tanpa Garuda ID, proses pembelian tidak dapat dilanjutkan.
Apabila belum memiliki Garuda ID, segera lakukan pendaftaran sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
2. Pilih Pertandingan di Fitur Livin' Sukha
Setelah Garuda ID siap, buka aplikasi Livin' by Mandiri dan masuk ke fitur Sukha. Ketuk banner pertandingan FIFA Matchday Timnas Indonesia, lalu pilih laga yang ingin disaksikan.
Sempatkan juga membaca informasi pertandingan beserta syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum melanjutkan proses pemesanan.
Perlu diperhatikan, tiket Timnas Indonesia laga versus Oman dan versus Mozambik dikelola secara terpisah. Pastikan pertandingan yang dipilih sudah sesuai.
3. Pilih Kategori Tiket dan Lengkapi Data Pemesan
Sistem Livin' Sukha akan menampilkan denah Stadion Utama Gelora Bung Karno beserta ketersediaan kursi secara real-time. Pilih jumlah tiket, kategori tribun, dan posisi duduk yang diinginkan sebelum masuk ke halaman checkout.
Lalu, lengkapi data pemesan sesuai petunjuk yang tersedia. Pastikan nomor Garuda ID dan seluruh data yang dimasukkan sudah benar. Ketelitian pada tahap ini menentukan kelancaran verifikasi dan penerbitan tiket.
4. Selesaikan Pembayaran dan Terima E-Ticket
Setelah seluruh data terisi dengan benar, lanjutkan ke tahap pembayaran melalui Livin' by Mandiri. Pilih sumber dana yang tersedia dan selesaikan transaksi. E-ticket akan langsung dikirimkan ke alamat email yang terdaftar.
Tiket juga dapat diakses kapan saja melalui akun Garuda ID. Pada hari pertandingan, tunjukkan QR Code kepada petugas di pintu masuk Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk dapat masuk ke tribun.
Kehadiran pendukung langsung di stadion menjadi bagian dari semangat Timnas Indonesia mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Dengan kemudahan pembelian tiket resmi melalui Livin' Sukha, dukungan kepada Skuad Garuda kini dapat dilakukan dengan lebih praktis dan nyaman.
Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada 6-7 Juni 2026 diprediksi akan dipadati puluhan ribu pengunjung karena adanya kegiatan berskala nasional dan internasional.... | Halaman Lengkap [974] url asal
JAKARTA - Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada 6-7 Juni 2026 diprediksi akan dipadati puluhan ribu pengunjung karena adanya kegiatan berskala nasional dan internasional. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta pun telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas (lalin) dan pengaturan transportasi di sekitar kawasan GBK.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menyampaikan bahwa pihaknya akan menempatkan beberapa petugas pengaturan lalu lintas sejumlah titik strategis. Hal ini guna memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar selama kegiatan berlangsung.
"Kami telah menyiapkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas, pengawasan parkir, serta koordinasi dengan pihak kepolisian dan penyelenggara kegiatan. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan keselamatan pengguna jalan,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Berbagai kegiatan yang berlangsung saat akhir pekan ini, di antara lain EXO Planet #6 ExhOrizon in Jakarta di Indonesia Arena, Raisa Live Concert "Love & Let Go" di JICC Plenary Hall; Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan; Festival Jamu Nusantara 2026 di Hutan Kota GBK; Hero E-Sport PUBG di Tennis Indoor; Indofest 2026 di JICC Hall B. Serta sejumlah kegiatan lainnya yang tersebar di kawasan GBK dan sekitarnya.
Dishub DKI Jakarta memprediksi sebanyak 37.800 pengunjung akan memadati kawasan GBK pada Sabtu (6/6/2026). Sementara 43.000 pengunjung akan datang pada Minggu (7/6/2026).
Budi mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan menuju kawasan GBK agar menghindari ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan dan menyesuaikan perjalanan dengan pengaturan lalu lintas yang berlaku.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama berlangsungnya berbagai kegiatan di kawasan GBK. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis seluruh kegiatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas masyarakat secara umum," tuturnya.
Adapun rekayasa lalu lintas yang disiapkan bersifat situasional apabila terjadi peningkatan volume kendaraan. Berikut rekayasa lalin yang disiapkan di sekitar kawasan GBK:
1. Lalu lintas dari Selatan:
- Blok M menuju Utara (Tanah Abang) dapat melalui Jl. Panglima Polim-Jl. Kyai MajaJl. Sultan Iskandar Muda (berputar di depan Gandaria City)- Jl. Teuku Nyak Arief-Jl. Tentara Pelajar-Jl. Penjernihan-Jl. KH. Mas Mansyur-dan seterusnya;
- Blok M menuju ke Barat (Slipi) dapat melalui Jl. Panglima Polim-Jl. Kyai Maja-Jl. Sultan Iskandar Muda (berputar di depan Gandaria City)- Jl. Teuku Nyak Arief-Jl. Tentara Pelajar-Jl. Letjen S. Parman-dan seterusnya;
- Blok M menuju Timur (Kampung Melayu) dapat melalui Jl. Trunojoyo-Jl. Wolter Monginsidi-Jl. Gunawarman-Jl. Senopati-Jl. Suryo-Jl. Kapten Tendean-Jl. H.R. Rasuna Said-Jl. Prof. Dr. Satrio-Jl. Raya Casablanca-dan seterusnya;
2. Lalu lintas dari Utara, yaitu Tanah Abang menuju ke Selatan (Blok M) dapat melalui Jl. K.H. Mas Mansyur-Jl. Penjernihan-Jl. Penjompongan-Jl. Tentara Pelajar-Jl. Teuku Nyak Arief-Jl. Kebayoran Baru-Jl. Kyai Maja-Jl. Panglima Polim-dan seterusnya;
3. Lalu lintas dari Barat:
- Slipi menuju Selatan (Blok M) dapat melalui Jl.Letjen S Parman-Jl. Tentara Pelajar-Jl. Teuku Nyak Arief-Jl. Kebayoran Baru-Jl. Pakubuwono VI-Jl. Bumi-Jl. Kyai Maja-Jl. Panglima Polim-dan seterusnya;
- Slipi menuju Timur (Tebet) dapat melalui Jl. S Parman- Jl. Pejompongan- Jl. Penjernihan- Jl. RM Margono-Jl. Galunggung- Jl.Dr Saharjo- Jl. Prof Dr Soepomo-Jl. MT Haryono-dan seterusnya.
4. Lalu lintas dari Timur, yaitu Tebet menuju Barat (Slipi) dapat melalui Jl. Kapten Tendean-Jl. Wolter MonginsidiJl. Trunojoyo- Jl. Kyai Maja-Jl. Sultan Iskandar Muda (berputar di depan Gandaria City)- Jl. Teuku Nyak Arief-Jl. Tentara Pelajar-Jl. Letjen S. Parman-dan seterusnya.
Bagi pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi, telah tersedia 10 kantong parkir di kawasan GBK. Namun Dishub DKI juga menyiapkan kantong parkir di beberapa titik lokasi parkir, di antaranya
Di Plaza Tenggara, Plaza Selatan, Istora,Elevated Selatan, Elevated Utara, Akuatik, Lapangan ABC, Stadion Madya, Masjid Albina, dan Lapangan Softball. Kantong parkir tersebut dapat menampung 1.957 kendaraan roda empat dan 8.229 kendaraan roda dua.
Bagi pengunjung yang datang menggunakan transportasi umum, Kawasan GBK terintegrasi dengan berbagai moda transportasi publik, antara lain layanan Transjakarta melalui koridor dan rute dengan titik pemberhentian Halte Senayan Bank Jakarta, yaitu:
1. Rute 1 Kota-Blok M dengan jam operasional pada Sabtu pukul 00.00-23.59 WIB dan Minggu pukul 07.00-23.59 WIB.
2. Rute 1F Stasiun Palmerah-Bundaran Senayan dengan jam operasional pada Sabtu pukul 05.00-22.00 WIB dan Minggu pukul 10.00-22.00 WIB.
3. Rute 1W Blok M-Ancol dengan jam operasional pada Sabtu pukul 05.00-22.00 WIB dan Minggu pukul 10.00-22.00 WIB.
4. Rute 3F Kalideres-Senayan Bank Jakarta dengan jam operasional pada Sabtu pukul 05.00-22.00 WIB dan Minggu pukul 10.00-22.00 WIB.
5. Rute 6M Stasiun Manggarai-Blok M dengan jam operasional pada Sabtu pukul 05.00-22.00 WIB dan Minggu pukul 10.00-22.00 WIB.
6. Rute 6V Ragunan-Senayan Bank Jakarta dengan jam operasional pada Sabtu pukul 05.00-22.00 WIB dan Minggu pukul 10.00-22.00 WIB.
7. Rute 9C Pinang Ranti-Bundaran Senayan dengan jam operasional pada Sabtu pukul 05.00-22.00 WIB dan Minggu pukul 10.00-22.00 WIB.
8. Rute 10H Tanjung Priok-Bundaran Senayan dengan jam operasional pada Sabtu pukul 05.00-22.00 WIB dan Minggu pukul 10.00-22.00 WIB.
Selain itu, layanan Transjakarta melalui koridor dan rute dengan titik pemberhentian Halte Gelora Bung Karno 2, yaitu:
1. Rute 1N Tanah Abang-Blok M dengan jam operasional pada Sabtu pukul 05.00-22.00 WIB dan Minggu pukul 10.00-22.00 WIB.
2. Rute 1P Senen-Blok M dengan jam operasional pada Sabtu pukul 05.00-22.00 WIB dan Minggu pukul 10.00-22.00 WIB.
3. Rute 6D Stasiun Tebet-Bundaran Senayan dengan jam operasional pada Sabtu pukul 05.00-22.00 WIB dan Minggu pukul 10.00-22.00 WIB.
Head & Shoulders Indonesia luncurkan Super Cool Run 2026 di Jakarta untuk perkenalkan varian baru yang memberikan sensasi dingin kulit kepala. [653] url asal
Head & Shoulders Indonesia resmi mengumumkan ajang lari pertamanya bertajuk Head & Shoulders Super Cool Run 2026. Acara ini akan berlangsung pada 26 Juli 2026 di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta.
Melalui ajang ini, merek perawatan rambut tersebut sekaligus memperkenalkan inovasi produk terbarunya, Head & Shoulders Super Cool. Varian ini dirancang khusus untuk memberikan sensasi dingin pada kulit kepala saat beraktivitas di tengah cuaca panas.
Head & Shoulders melihat saat ini tren lari di Indonesia terus tumbuh signifikan, menjadi favorit bagi 60,6% masyarakat. Namun di tengah iklim tropis yang panas dan lembab, keringat berlebih kerap memicu rasa gatal hingga ketombe yang mengganggu kenyamanan saat berolahraga.
President Director P&G Indonesia, Saranathan Ramaswamy, yang juga penggemar olahraga lari, menilai kebutuhan masyarakat aktif kini telah berkembang melampaui sekadar performa fisik. Menurutnya, kenyamanan menyeluruh, termasuk kondisi kulit kepala, menjadi bagian penting dari pengalaman berolahraga.
"Melihat semakin berkembangnya gaya hidup aktif dan tren lari di Indonesia, kami menyadari bahwa kenyamanan saat berolahraga kini menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi masyarakat, termasuk kenyamanan kulit kepala di tengah cuaca panas dan aktivitas luar ruang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6).
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong Head & Shoulders untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini. Karena itu, peluncuran varian baru dan penyelenggaraan ajang lari dilakukan dalam satu rangkaian kampanye yang sama.
Head & Shoulders Super Cool dirancang untuk memberikan sensasi dingin pada kulit kepala sekaligus membantu melindungi dari ketombe. Produk ini ditujukan bagi masyarakat yang aktif berolahraga maupun menjalani aktivitas luar ruang di tengah cuaca panas.
"Melalui varian terbaru Head & Shoulders Super Cool, kami ingin menghadirkan solusi perawatan kulit kepala yang membantu masyarakat tetap nyaman dan percaya diri saat beraktivitas. Semangat inilah yang juga mendorong kami menghadirkan Head & Shoulders Super Cool Run 2026," imbuh Saranathan.
Di sisi lain, Brand Director Hair Care P&G Indonesia, Mikhael Hintono, memaparkan varian Head & Shoulders Super Cool yang turut diluncurkan dalam rangkaian acara ini hadir dengan formula 2X Menthol untuk memberikan sensasi dingin ekstra di kulit kepala.
Produk ini juga mengandung Piroctone Olamine yang membantu menjaga kulit kepala tetap bebas ketombe selama berhari-hari, bahkan di hari tidak keramas.
"Kombinasi ini membantu menjaga kepala tetap dingin, segar, dan nyaman selama beraktivitas, sehingga masyarakat dapat tetap fokusdan percaya diri meski berolahraga di tengah cuaca panas," tuturnya.
Sebagai informasi, Head & Shoulders Super Cool Run 2026 menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5 Kilometer dan 10 Kilometer, dengan target 2.500 peserta. Selain area perlombaan, acara ini juga membuka Head & Shoulders Race Village yang dapat dikunjungi oleh masyarakat umum di kawasan Plaza Parkir Timur GBK.
Di Race Village, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas interaktif seperti sesi Scalp Check, panggung hiburan, hingga kegiatan relaksasi bagi pelari maupun penonton. Pendaftaran dan pembelian tiket telah dibuka sejak 30 April 2026 melalui tautan di bio akun Instagram resmi @headandshouldersid.
Produk terbaru yang diluncurkan ini membawa formula khusus untuk mengatasi masalah kulit kepala akibat cuaca lembab. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi bagi para pelari yang sering mengalami gerah saat berolahraga.
Dalam rangkaian persiapan acara, Head & Shoulders Indonesia berkolaborasi dengan selebriti Febby Rastanty sebagai perwakilan publik. Febby membagikan perjalanannya bersiap menuju hari perlombaan melalui kegiatan lari bersama.
Ia juga mengikuti sesi Lari Bareng Pacer yang menjadi bagian dari program Road to Super Cool Run 2026. Kehadirannya bertujuan memotivasi masyarakat sekaligus menguji langsung efektivitas varian produk baru tersebut.
"Saat ikut kegiatan 'Lari Bareng Pacer' pagi ini, aku merasa Head & Shoulders Super Cool membantu menjaga kepala tetap dingin dan nyaman selama berlari, jadi aku bisa tetap fokus dan percaya diri tanpa terganggu rasa gatal dan ketombe. Aku semangat banget untuk terus pake Head & Shoulders Super Cool sampai nanti lari di Head & Shoulders Super Cool Run," ucap Febby.
Melalui kegiatan ini, Head & Shoulders Indonesia berkomitmen mendukung gaya hidup sehat dengan kenyamanan optimal. Varian Head & Shoulders Super Cool kini sudah tersedia di berbagai toko ritel serta platform e-commerce.
Informasi lebih lanjut mengenai Super Cool Run 2026 dapat diikuti melalui akun Instagram dan TikTok resmi @headandshouldersid.
Bisnis.com, JAKARTA — Pengadilan Negeri Jakarta Pusat resmi menetapkan waktu pelaksanaan eksekusi pengosongan Blok 15 kawasan Gelora Bung Karno (GBK) atau eks Hotel Sultan pada Kamis, 18 Juni 2026.
Kuasa hukum Menteri Sekretaris Negara dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Kharis Sucipto, menegaskan bahwa penetapan tanggal tersebut bersifat mengikat.
“Ini sudah menjadi ketetapan final. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menetapkan bahwa tanggal 18 Juni 2026 sebagai hari pelaksanaan eksekusi pengosongan Blok 15 GBK eks Kawasan Hotel Sultan,” ujar Kharis dalam ke Senin (25/5/2026).
Kharis menambahkan, pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Eksekusi Pengosongan tertanggal 19 Mei 2026 yang telah dikirimkan kepada PT Indobuildco melalui pos tercatat.
Dia menilai jeda waktu yang diberikan oleh pihak pengadilan sudah cukup bagi PT Indobuildco untuk segera melakukan pengosongan atau meninggalkan objek sengketa secara sukarela.
Menurutnya, imbauan pengosongan sukarela tersebut juga berlaku bagi para penghuni atau pihak mana pun yang mendapatkan hak menempati tanah dan bangunan dari Indobuildco.
“Ini penting agar pelaksanaan eksekusi tidak menimbulkan persoalan baru. Kami berharap pihak Indobuildco dapat mengosongkan objek tersebut tanpa perlu adanya tindakan paksa,” tegas Kharis.
Lebih lanjut, Kharis menyebutkan bahwa penetapan jadwal ini menandai berakhirnya proses hukum panjang terkait penyelamatan aset negara di kawasan tersebut.
Dia menegaskan tidak ada lagi alasan hukum bagi pihak mana pun untuk menunda proses pengembalian aset negara kepada pemerintah setelah seluruh tahapan di pengadilan selesai.
Sementara itu, Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menyatakan pihaknya siap melakukan alih kelola aset secara profesional, transparan, dan memastikan pemanfaatannya kembali untuk kepentingan publik.
“Kami bersyukur karena aset negara ini akan kembali dikelola secara profesional. Hasil pengelolaannya tentu akan kembali kepada negara dan pada akhirnya digunakan untuk kepentingan publik,” pungkas Rakhmadi.
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56