Bisnis.com, JAKARTA — Pemangkasan komisi ojek online (ojol) menjadi 8% dinilai akan berdampak terhadap lini bisnis On-Demand Services (ODS) dan mempengaruhi kinerja pendapatan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO).
Adapun, GOTO siap melakukan penyesuaian komisi 92% untuk mitra ojek online dan 8% untuk aplikator, yang akan segera diimplementasikan untuk layanan kendaraan roda dua.
Selain penyesuaian skema pada layanan GoRide sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Direktur Utama GoTo Hans Patuwo akan mengoptimalkan lini-lini bisnis yang lain untuk mendukung perubahaan ini.
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta mengatakan kebijakan tersebut dipastikan berdampak pada pendapatan unit bisnis ODS terutama produk GoRide. Namun, pendapatan GOTO tidak bergantung dari satu sumber.
“Sebagai ekosistem, GOTO memiliki sumber pendapatan yang terdiversifikasi. Tidak hanya bertumpu pada ODS, tetapi ada fintech yang growth-nya tinggi, ada juga logistik dan pengantaran serta pendapatan dari e-commerce service fee,” kata Kafi dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Dia memberi contoh pada unit bisnis Fintech sudah berkontribusi positif baik dari sisi top-line maupun bottom-line ke GOTO. Namun dari sisi skala sebenarnya bisnis Fintech memiliki ruang pertumbuhan yang tinggi.
Kafi menambahkan Fintech GOTO mencapai 27,5 juta pengguna aktif dengan 2 miliar transaksi pada kuartal I/2026. Ruang pertumbuhan masih terbuka karena total populasi penduduk dewasa Indonesia mencapai hampir 200 juta orang.
Berdasarkan kinerja kuartal I/2026, GOTO melaporkan pendapatan bersih Fintech tumbuh 58% menjadi Rp1,9 triliun. Kenaikan ini didorong oleh akuisisi pengguna yang solid, pertumbuhan yang kuat di segmen bisnis pembayaran, dan nilai buku pinjaman yang tumbuh berkelanjutan.
Di sisi lain, aplikasi GoPay terus mendorong pertumbuhan nilai buku pinjaman yang mencapai Rp9,9 triliun, meningkat 59% dari tahun sebelumnya.
Di tengah pertumbuhan kredit yang signifikan, GOTO mampu mempertahankan kualitas kredit tetap konsisten, menunjukkan tata kelola risiko berbasis data mampu mendukung pertumbuhan sambil memastikan risiko kredit tetap terjaga.
Menurutnya, Fintech menjadi growth and profitability engine untuk GOTO. Marjin bisnis Fintech yang terus membaik akan membuat sumber pendapatan maupun laba GOTO akan makin berimbang.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.