Bisnis.com, PADANG — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperluas pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Provinsi Sumatra Barat melalui kolaborasi dengan PT Semen Padang.
Sekretaris Utama BNPB Rustian mengatakan pembangunan huntap mandiri di Kabupaten Agam dan Kabupaten Lima Puluh Kota menggunakan material Sepablock yang diproduksi PT Semen Padang.
"Jadi kami bersama Semen Padang berkolaborasi untuk pembangunan huntap. Kenapa Sepablock, karena kami menilai memiliki sejumlah keunggulan, seperti ramah lingkungan, bentuk yang lebih estetis, serta proses pemasangan yang lebih cepat dibandingkan metode konvensional," katanya dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Dia menjelaskan penggunaan material tersebut mempertimbangkan kondisi Sumatra Barat yang rawan bencana, baik banjir maupun gempa bumi.
"Kami membutuhkan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berkelanjutan. Sepablock menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Rustian menegaskan percepatan pembangunan menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana. Penggunaan Sepablock dinilai dapat mempercepat pembangunan huntap sehingga masyarakat dapat segera berpindah dari hunian sementara (huntara) ke hunian permanen.
Dia menambahkan pemanfaatan Sepablock juga dilakukan oleh sejumlah organisasi kemanusiaan dan dunia usaha dalam pembangunan huntap di berbagai daerah terdampak bencana.
“Kami dari BNPB juga akan memperluas penggunaan Sepablock ke luar Sumatra Barat, seperti di Aceh dan Sumatra Utara yang juga mengalami bencana hidrometeorologi,” katanya.
Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang menyampaikan pembangunan huntap mandiri memberikan fleksibilitas bagi masyarakat, terutama yang memiliki lahan sendiri.
"Kami berharap pembangunan bisa segera direalisasikan untuk masyarakat yang telah menyatakan kesediaan direlokasi ke huntap mandiri. Jumlahnya ada 47 kepala keluarga,” ujarnya.
Dia mencatat sebanyak 514 unit rumah terdampak bencana hidrometeorologi di wilayahnya, dengan tingkat kerusakan bervariasi. Pemerintah daerah telah melakukan pendataan untuk menentukan skema relokasi.
“Untuk huntap mandiri, proses relokasi bisa lebih cepat, tergantung kesiapan masyarakat. Jika lahan tersedia, maka pembangunan dapat segera dilakukan. Memang saat ini sudah ada 47 kepala keluarga yang siap relokasi ke huntap mandiri, dan jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah karena relokasi ke huntap mandiri lebih cepat dibanding huntap terpadu,” jelasnya.
Wakil Bupati Agam Muhammad Ikbal menilai huntap mandiri menjadi solusi yang lebih fleksibel dalam pemulihan pascabencana.
“Bagi kami yang terpenting adalah masyarakat bisa segera keluar dari hunian sementara dan menempati rumah yang layak. Dengan Sepablock, proses ini bisa dipercepat, dan hunian juga berkualitas,” katanya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam Rinaldi menyebut pembangunan huntap mandiri oleh BNPB di wilayahnya mencapai 1.089 unit.
"Makanya, kami juga mengapresiasi PT Semen Padang yang telah mendukung pembangunan huntap mandiri ini melalui produk Sepablock,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra memastikan kesiapan perusahaan dalam memasok kebutuhan material.
"Kami siap mendukung pasokan Sepablock untuk membangun huntap untuk korban bencana di Sumatra Barat,” tegasnya.