#30 tag 24jam
Menuju 5 Abad Jakarta, Capaian dan Tantangannya
Jakarta bersiap menyambut 500 tahun dengan proyek infrastruktur besar, namun tantangan banjir dan kemacetan masih menjadi fokus utama. [1,761] url asal
#jakarta-500-tahun #jakarta-kota-global #proyek-infrastruktur-jakarta #tantangan-jakarta #banjir-jakarta #kemacetan-jakarta #pedestrian-deck-dukuh-atas #taman-semanggi-renovasi #integrasi-transportasi
(Bisnis.Com - Terbaru) 26/06/26 13:15
v/260620/
Bisnis.com, JAKARTA — Provinsi DKI Jakarta baru saja memasuki usia ke-499 tahun pada Senin (22/6/2026). Tahun depan, kota metropolitan ini berumur 500 tahun di mana Pemerintah Provinsi setempat menyiapkan sejumlah proyek untuk menyambut 5 abad Jakarta.
Saat memasuki usia ke-499 tahun, salah satu kado Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah meresmikan stasiun Jakarta Internasional Stadium (JIS).
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan dalam rangka menyambut usia Jakarta yang ke-500 tahun, pihaknya tengah menyiapkan proyek infrastruktur seperti pencanangan pedestrian deck di Dukuh Atas.
'Beberapa hal yang akan kami lakukan dalam menyambut lima abad di antaranya adalah seperti yang kemarin diketahui rekan-rekan sekalian, kita telah memulai pencanangan pedestrian deck yang ada di Dukuh Atas," katanya kepada jurnalis, Senin (22/6/2026).
Dia menyebut bahwa Pemprov DKI akan merenovasi Taman Semanggi dan membangun infrastruktur yang menyambungkan antara Grand Hyatt, Pullman, Mandarin, dan Kempinski ke MRT.
Menurutnya upaya tersebut untuk membuat Jakarta menjadi kota global yang nyaman, aman, dan digemari banyak orang.
Kendati demikian, DKI Jakarta masih dilanda sejumlah tantangan yang harus dibenahi khususnya dalam menyambut Jakarta ke-500 tahun, serta menuju kota global yang belakangan ini santer disampaikan.
Pakar Tata Kota, Nirwono Joga, menilai persoalan utama Jakarta masih berpusar pada banjir dan kemacetan. Terkait banjir, Nirwono memahami bahwa sulit untuk membuat Jakarta bebas banjir dalam waktu 5 tahun.
Namun yang perlu menjadi catatan adalah bagaimana Pemprov mengurangi intensitas banjir secara signifikan setiap tahunnya. Dia mencontohkan ketika setiap tahun banjir berhasil diturunkan sebanyak 10%, maka dalam jangka waktu 5 tahun menjadi 50%.
Oleh karena itu, dia memandang perlu adanya langkah progresif infrastruktur pengendali banjir, baik untuk banjir kiriman, banjir rob. Menurutnya, penting bagi Pemprov memperluas kawasan ruang terbuka hijau.
"Kalau Jakarta, siapapun gubernurnya itu kan dua (tantangannya), yaitu banjir dan macet. Artinya bagaimana penanganan pengurangan banjir tentu tidak mungkin dalam 5 tahun bebas banjir ya, tetapi bagaimana dalam setiap tahun tadi banjir itu berkurang secara signifikan. Kira-kira misalnya kalau kita bisa bicara banjir itu berkurang taruhlah setiap tahun 10% aja misalnya, maka 5 tahun kemudian kan sudah 50% berkurangnya," jelasnya kepada Bisnis, Selasa (23/6/2026).
Kemacetan juga masih menjadi persoalan, hanya saja dia menyebut Pemprov DKI telah berangsur melakukan pembenahan transportasi publik di mana dalam beberapa tahun belakangan ini telah banyak proyek transportasi seperti LRT yang mulai menjangkau beberapa kawasan, terbaru proyek Velodrome-Manggarai.
"Dua hal itu menurut saya penting karena apa? Karena banjir dan macet ini menjadi semacam tanda petik ya, berhasil atau tidaknya kepala daerah dalam memimpin Jakarta di samping tadi akan berdampak signifikan terhadap peningkatan nilai dari kota global dan nggak mungkin kita bicara kota global kalau masih banjir. Nggak mungkin juga kalau barusan tadi kan masih macet, polusi udara tinggi, ya. Itu kan salah satu standar-standar dasar ya standar minimal untuk membangun sebuah kota global," urainya.
Nirwono mengatakan pengembangan kota global tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Ada lima indikator utama yang menentukan, yakni aktivitas ekonomi, kualitas sumber daya manusia, pertukaran informasi, pengalaman budaya, dan dukungan politik.
Menurut dia, proyek infrastruktur yang dikerjakan Pemprov DKI penting untuk menciptakan aktivitas ekonomi dan menyerap tenaga kerja. Namun, pembangunan tersebut harus diikuti peningkatan kualitas SDM agar tenaga kerja Jakarta mampu bersaing di tingkat internasional.
Modernisasi Tidak Hanya di Pusat Kota
Ketua Departemen Ilmu Administrasi Negara FIA UI sekaligus pengamat perkotaan, Muh. Azis Muslim, mengatakan upaya modernisasi Jakarta perlu dirasakan secara merata, tidak hanya di pusat kota, tetapi juga oleh masyarakat yang bermukim di kawasan pinggiran.
Dia menilai karakter kota modern dan kota global seharusnya tidak hanya ditandai oleh gedung-gedung tinggi atau wajah kota yang bersih dan indah, melainkan juga oleh tingkat inklusivitas serta kualitas hidup masyarakatnya.
Menurut dia, kota yang terbuka harus mampu menyediakan ruang yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menempatkan aspek lingkungan sebagai bagian penting dalam tata kelola kota.
"Nah, ini saya rasa yang menjadi PR nih ya bagi pemerintah provinsi DKI Jakarta ya. Momentum 500 tahun itu tadi harapannya pemerintah itu juga bisa memperhatikan pada warganya ya, bukan kepada mereka-mereka yang bertindak sebagai investor semata, tapi eksistensi dari warga itu juga menjadi penting ya," katanya kepada Bisnis, Rabu (24/6/2026).
Dia menekankan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek estetika pembangunan. Ketersediaan air bersih yang layak dikonsumsi, kualitas udara yang sehat, hingga keberlanjutan lingkungan harus menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari konsep kota modern.
Selain itu, dia mengingatkan agar transformasi Jakarta menuju kota global tidak mengorbankan warga lama maupun masyarakat asli. Menurutnya, mereka harus tetap menjadi bagian dari perkembangan kota, bukan justru tersingkir akibat pembangunan yang terlalu berorientasi pada investasi.
"Tapi menjadikan masyarakat sebagai aktor utama juga di situ ya, tidak hanya menjadi objek tapi menjadi subjek ya di dalam konteks pembangunan kota global ya. Jadi pelibatan itu menjadi hal yang mutlak gitu kan ya, keterlibatan warga itu menjadi sangat penting ya untuk tadi bisa menghadirkan adanya inklusivitas juga di dalam konteks perencanaan pembangunan kota global ya. Jangan sampai dinihilkan gitu kan ya keberadaan masyarakat," urainya.
Jakarta Dinilai Telah Menuju Kota Global
Meski adanya tantangan yang harus dibenahi oleh Pemprov DKI Jakarta, pengamat menilai bahwa Jakarta telah menuju kota global. Menurut Nirwono, pembangunan Jakarta sudah mengarah pada transformasi kota global, tetapi laju perbaikannya masih belum cukup cepat.
Menurut dia, posisi Jakarta dalam indeks kota global naik dari peringkat 74 pada 2023-2024 menjadi posisi 71 pada 2025. Jika akselerasi pembangunan dilakukan secara konsisten, Jakarta berpeluang masuk 60 besar pada 2027 dan menembus 50 besar pada 2029.
"Kalau kita konsisten terhadap itu, insyaallah pas 2029 Pak Gubernur bisa membawa Jakarta ke posisi 50 besar kota global," ujarnya.
Di sisi lain, tingginya aktivitas media sosial masyarakat Jakarta dan banyaknya penyelenggaraan festival budaya dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal yang mendukung citra kota global.
Selain itu, keberadaan Jakarta sebagai pusat diplomasi dan lokasi berbagai kedutaan besar dinilai memperkuat posisi politik kota tersebut di tingkat internasional.
Meski demikian, Nirwono menilai Jakarta perlu belajar dari Bangkok dan Kuala Lumpur yang mampu melesat lebih cepat dalam indeks kota global. Bangkok, misalnya, telah berada di posisi 33 pada 2025. Salah satu faktor pendukungnya ialah berkembangnya industri kreatif dan banyaknya produksi film internasional yang mengambil lokasi syuting di kota tersebut.
Sementara itu, Kuala Lumpur berhasil melesat dari posisi yang hampir setara dengan Jakarta pada 2023 menjadi peringkat 55 pada 2025.
Begitupun disampaikan oleh Muh. Azis Muslim. Menurutnya Jakarta saat ini telah menunjukkan arah transformasi menuju kota global. Dia berpandangan berbagai pembangunan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir telah mencerminkan sejumlah parameter yang dimiliki kota-kota global.
Dia menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi salah satu indikator utama. Selain itu, karakter multikultural Jakarta juga semakin terlihat dengan keberadaan ekspatriat dan perusahaan multinasional yang menjalankan aktivitas bisnis di ibu kota.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tanda bahwa Jakarta semakin terintegrasi dengan aktivitas ekonomi dan sosial berskala internasional.
"Dalam pandangan saya, apa yang saat ini sudah terjadi bisa dikatakan Jakarta sudah menuju dan mencerminkan transformasi kota global," katanya.
Dia juga menyoroti integrasi transportasi yang dinilai menjadi capaian paling menonjol. Kehadiran moda transportasi seperti MRT dan LRT, didukung pengembangan konsep Jakarta Smart City, serta penataan kawasan pusat bisnis (business district), dinilai semakin mendekatkan Jakarta pada standar kota global.
Selain itu, perbaikan fasilitas bagi pejalan kaki melalui pelebaran trotoar dan peningkatan aksesibilitas dinilai turut mendukung kualitas layanan perkotaan. Kemudahan akses informasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat juga menjadi bagian dari transformasi tersebut.
Meski demikian, dia menilai proses menuju kota global masih terus berlangsung. Berbagai kemajuan yang telah dicapai saat ini menjadi pondasi penting bagi Jakarta untuk memperkuat posisinya sebagai kota yang modern, terintegrasi, dan semakin kompetitif di tingkat internasional.
Ekonom Ungkap Tiga Tantangan Jakarta Satu Tahun ke Depan
Peneliti Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet menyampaikan tiga tantangan utama dalam satu tahun ke depan bagi Jakarta.
Tantangan pertama yang akan dihadapi adalah tekanan fiskal. Hal ini tidak lepas dari
APBD Jakarta 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama akibat berkurangnya transfer dari pemerintah pusat.
"Kondisi ini menciptakan dilema karena kebutuhan investasi dan pembangunan menjelang peringatan lima abad Jakarta justru semakin besar. Dengan ruang fiskal yang lebih sempit, kualitas belanja pemerintah menjadi jauh lebih penting dibandingkan sekadar besarnya anggaran," katanya saat dihubungi, Selasa (23/6/2026).
Tantangan kedua adalah menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. Menurutnya, dari pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa gangguan sosial dapat langsung memengaruhi aktivitas ekonomi, investasi, dan kepercayaan pelaku usaha.
Dalam konteks kota global, kata dia, stabilitas bukan hanya isu keamanan, tetapi juga faktor ekonomi yang menentukan daya saing.
Kemudian, persoalan ketiga adalah mengenai isu lingkungan yang dinilai menimbulkan biaya ekonomi nyata. Misalnya, banjir, penurunan muka tanah, polusi udara, dan kemacetan tidak dapat dipandang sebagai masalah teknis semata.
Baginya semua faktor tersebut mengurangi produktivitas, meningkatkan biaya usaha, dan pada akhirnya memengaruhi minat investasi jangka panjang.
"Jika saya harus memilih tiga prioritas utama bagi Jakarta menjelang usia ke-500, yang pertama adalah memperkuat kemandirian fiskal dan memastikan setiap rupiah belanja publik menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur. Yang kedua adalah mempercepat pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air karena hal ini merupakan fondasi bagi keberlanjutan kota. Yang ketiga adalah menyelesaikan integrasi transportasi publik dengan orientasi pada produktivitas masyarakat, bukan sekadar mengejar target pembangunan fisik," urainya dalam keterangan tertulis.
Di samping itu, dia menjelaskan bahwa pondasi ekonomi Jakarta sejatinya masih cukup kuat. Yusuf mengemukakan sepanjang 2025, ekonomi Jakarta tumbuh 5,21% atau sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional. Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional juga masih mencapai sekitar 16,6%..
Artinya, satu dari setiap enam rupiah aktivitas ekonomi Indonesia masih berasal dari Jakarta.
Menurut Yusuf, manfaat pembangunan infrastruktur dan integrasi transportasi sudah mulai terlihat melalui pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan yang menjadi salah satu sektor dengan kinerja tertinggi.
Proyek MRT Jakarta Fase 2A dinilai tidak hanya memberikan dampak selama masa konstruksi, tetapi juga berpotensi meningkatkan produktivitas kota melalui efek aglomerasi.
Dia mengatakan nilai ekonomi terbesar dari MRT bukan semata pada jalur dan stasiunnya, melainkan kemampuan menciptakan kawasan berorientasi transit yang menghubungkan perkantoran, hunian, pusat perdagangan, dan ruang publik.
"Jika pengembangan kawasan di sekitar stasiun dapat dilakukan secara optimal, manfaat ekonominya akan jauh lebih besar dibandingkan sekadar menambah kapasitas transportasi," katanya.
Meski demikian, Yusuf menilai pembangunan fisik bukan prioritas utama yang harus dibenahi Jakarta menjelang usia ke-500.
Dia justru menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penciptaan lapangan kerja bernilai tambah tinggi.
Saat ini, perekonomian Jakarta masih bergantung pada konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 60% aktivitas ekonomi. Struktur tersebut membuat pertumbuhan rentan ketika daya beli melemah.
Pada saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka masih relatif tinggi dan proporsi pekerja formal mengalami penurunan.
Karena itu, sektor jasa keuangan, ekonomi kreatif, teknologi digital, serta industri meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) perlu diperkuat karena mampu menciptakan lapangan kerja dengan produktivitas lebih tinggi.
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
Transformasi DKI Jakarta menuju kota global tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur dan kebijakan pemerintah. Di tengah persaingan ekonomi internasional... | Halaman Lengkap [628] url asal
#menteri #ekonomi-jakarta #dki-jakarta #ekonomi #jakarta-kota-global
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/05/26 20:04
v/232999/
JAKARTA - Transformasi DKI Jakarta menuju kota global tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur dan kebijakan pemerintah. Di tengah persaingan ekonomi internasional yang semakin kompetitif, peran pengusaha muda dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menggerakkan roda ekonomi sekaligus membangun ekosistem bisnis yang mampu bersaing di level dunia.Dalam proses transisi Jakarta sebagai global city, keberadaan pengusaha muda diyakini dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan industri kreatif, hingga perluasan investasi di berbagai sektor strategis.
Sebagai mitra strategis pemerintah, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (BPD HIPMI Jaya) resmi menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DIKLATDA) 2026 sebagai wadah guna memperkuat kapasitas, pola pikir, dan kepemimpinan anggota.
Melalui forum ini, para pengusaha muda HIPMI ditempa agar memiliki karakter yang lebih adaptif, inovatif, dan kolaboratif. Acara bergengsi ini diselenggarakan di The Tribrata Darmawangsa, Kamis, 21 Mei 2026.
Pembukaan agenda kaderisasi wajib ini berlangsung sangat meriah dan dihadiri langsung sederet tokoh penting nasional, jajaran kabinet, serta pimpinan daerah. Beberapa tokoh yang turut hadir ke acara antara lain Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, Ketua Bidang X BPP HIPMI Jay Aryaputra Singgih, serta Ketua Umum BPD HIPMI Jaya M Riandy Haroen.
Kehadiran para tokoh lintas sektor ini menegaskan bobot strategis dari pelatihan yang dijalani para kader. Dengan mengambil tema “Peran Pengusaha Muda Dalam Transisi Ekonomi Global”, acara ini mengadakan 4 sesi diskusi panel yang diisi panelis-panelis yang memiliki latar belakang berbeda-beda.
Keempat sesi diskusi panel membahas soal Keorganisasian, Ekonomi dan Bisnis, Kebangsaan, serta Kearifan Lokal. Seluruh rangkaian sesi tersebut dirancang secara berjenjang untuk membekali peserta dengan peta jalan bisnis yang komprehensif.
Sesi Keorganisasian diisi 4 kader HIPMI terbaik di tingkat pusat yaitu Bendahara Umum BPP HIPMI Reynaldo Bryan, Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI Ade Jona, Ketua Bidang ESDM, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan BPP HIPMI Afi Kalla, dan Ketua Bidang Sinergitas Danantara, BUMN, dan BUMD BPP HIPMI Anthony Leong.
Pada sesi pertama, mereka berdiskusi mengenai kader HIPMI dapat memaknai nilai-nilai organisasi yang kuat dan pentingnya menjalani kaderisasi berjenjang dari level cabang sampai ke level pusat. Dilanjutkan dengan membahas ekonomi dan bisnis diisi oleh Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim serta Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin.
Kedua panelis tersebut mengupas tuntas mengenai bagaimana pengusaha muda dapat memiliki resiliensi yang tinggi agar transisi Jakarta menjadi Kota Global tetap berjalan di atas fondasi ekonomi yang kokoh di tengah terpaan dinamika pasar internasional.
Di dalam sesi Kebangsaan, BPD HIPMI Jaya menghadirkan dua tokoh vokal nasional yaitu Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan Direktur Eksekutif Negara Institute Akbar Faizal. Di dalam sesi ini, banyak pembahasan mendalam soal bagaimana pengusaha muda harus memiliki pemahaman dalam membaca arah kebijakan negara dan menjaga ketahanan bisnis di tengah dinamika demokrasi yang sedang berlangsung.
Sebagai penutup rangkaian panel, sesi kearifan lokal menghadirkan dua tokoh wanita inspiratif daerah yaitu Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Diana Dewi dan Anggota DPRD DKI Jakarta Hilda Kusuma Dewi.
Riandy Haroen menuturkan Jakarta memiliki modal demografi yang luar biasa besar untuk melahirkan para pelaku usaha baru yang masif. Jakarta memiliki jumlah penduduk mencapai 10,7 juta jiwa yang dominasi usia produktif sebesar 71,27%, dan ini merupakan potensi besar bagi lahirnya pengusaha muda.
"Namun, di era ketidakpastian global ini, sekadar lahirnya pengusaha muda saja tidak cukup. Kita harus memberikan bekal kuat agar mereka tetap bisa berkembang dan semakin kuat di era transisi Jakarta sebagai kota global,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Razoola Menakh mengaku optimistis terkait output konkret dari pelatihan ini. “Kami yakin setelah mengikuti DIKLATDA 2026 ini, teman-teman Pengusaha Muda HIPMI Jaya dapat membawa pulang banyak manfaat yang bisa diaplikasikan langsung ke dalam bisnisnya agar bisnis mereka bisa scale up. Sehingga, ke depannya mereka akan menjadi pebisnis yang tangguh dan berdaya saing global,” ujarnya.
FKPPI Siap Bersinergi Dukung Program Pemprov DKI Menuju Kota Global
Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) DKI Jakarta siap bersinergi mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov)... | Halaman Lengkap [324] url asal
#fkppi #kb-fkppi #pemprov-dki-jakarta #jakarta-kota-global
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 20/04/26 18:28
v/197029/
JAKARTA - Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) DKI Jakarta siap bersinergi mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menuju Kota Global. Hal itu terungkap dalam acara Halalbihalal Idulfitri 1447 H yang digelar FKPPI DKI Jakarta dengan tema "Halal Bihalal Kita Tingkatkan Sinergi untuk Jakarta Menuju Kota Global" di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan soliditas kader serta sinergi organisasi dengan Pemprov Jakarta. Ketua Pengurus Daerah (PD) IX FKPPI DKI Jakarta Bambang Dirgantoro menjelaskan, momentum halalbihalal menjadi perekat sosial sekaligus penguat dukungan organisasi terhadap kebijakan prioritas pemerintah pusat maupun Jakarta. "Anak Kolong bukan hanya label, tetapi kekuatan juang untuk mendukung program-program prioritas pemerintah," kata Bambang.
FKPPI, kata dia, akan mengawal dan memantau seluruh kegiatan di Jakarta guna menjaga stabilitas serta nilai investasi. FKPPI melalui program “Jaga Jakarta” telah mengoordinasikan sembilan cabang di DKI untuk menjalankan program Jaga Komplek dan Jaga Wilayah. "Instruksi sudah diberikan untuk menjaga stabilitas keamanan," ujar Bambang.
Dia menuturkan, FKPPI tidak hanya hadir sebagai simbol, tetapi berperan nyata di tingkat lokal hingga nasional. Dalam mendukung Jakarta menuju kota global, FKPPI fokus mengawal program sosial dan infrastruktur, serta memperkuat pengendalian keamanan berbasis generasi muda. "Saat ini isu radikalisme telah bergeser dari bentuk fisik menjadi radikalisme berbasis konten digital yang bersifat ekstrem," imbuhnya.
Bendahara FKPPI DKI Jakarta Yuke Yurike menegaskan kesiapan organisasinya untuk terlibat aktif dalam berbagai program Pemprov Jakarta. "Kami siap berpartisipasi mendukung seluruh program, termasuk sosialisasi antinarkoba, pencegahan kekerasan, dan tawuran," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Dia menuturkan, sinergi FKPPI dengan Pemprov Jakarta, termasuk dalam program Jaga Jakarta, sangat memungkinkan karena jaringan anggota yang tersebar luas. FKPPI DKI, lanjut Yuke juga siap mengawal Jakarta menuju kota global. "Kami siap sepenuhnya mendukung Jakarta menuju kota global," kata Yuke.
Acara halalbihalal tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Pemprov Jakarta Uus Kuswanto yang mewakili Gubernur Jakarta Pramono Anung, Ketua Umum Pengurus Pusat FKPPI Pontjo Sutowo bersama jajaran dan Keluarga Besar FKPPI.
Pemerhati Jakarta Sebut Biaya Bongkar Tiang Monorel Hanya Rp300 Juta
Pemerhati Jakarta Sugiyanto (SGY) menyebut biaya membongkar tiang monorel sebesar Rp300 juta. Hal itu meluruskan adanya kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait... | Halaman Lengkap [682] url asal
#monorel #jalan-rasuna-said #pemprov-dki-jakarta #transportasi-publik #jakarta-kota-global
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/01/26 15:08
v/99774/
JAKARTA - Pemerhati Jakarta Sugiyanto (SGY) menyebut biaya membongkar tiang monorel sebesar Rp300 juta. Hal itu meluruskan adanya kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait biaya pembongkaran tiang monorel di sepanjang Jalan HR. Rasuna Said.Dia menegaskan, angka Rp100 miliar yang selama ini ramai diberitakan bukanlah biaya khusus untuk pembongkaran 109 tiang monorel, melainkan estimasi total anggaran penataan kawasan secara menyeluruh.
"Terjadi mispersepsi di masyarakat. Seolah-olah biaya pembongkaran 109 tiang monorel mencapai Rp100 miliar. Padahal, angka itu merupakan estimasi total biaya penataan kawasan Jalan HR. Rasuna Said secara terpadu, bukan hanya pembongkaran tiang," katanya, Minggu (11/1/2026).
Menurut dia, jika dihitung secara rasional dengan mengacu pada harga satuan pembongkaran beton yang lazim digunakan dalam dunia konstruksi, biaya pembongkaran fisik tiang monorel justru berada pada kisaran ratusan juta rupiah, bukan puluhan miliar.
Dia menjelaskan, harga satuan pembongkaran beton umumnya berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik. Sementara jumlah tiang monorel di Jalan HR. Rasuna Said tercatat sebanyak 109 tiang, dengan estimasi volume masing-masing tiang sekitar 3 hingga 5 meter kubik.
Menurut dia, jika dihitung total volume pembongkaran berada di kisaran 300 sampai 500 meter kubik. Dengan harga satuan Rp400.000 per meter kubik, biayanya sekitar Rp120 juta sampai Rp200 juta.
"Jika memakai harga tertinggi Rp600.000 per meter kubik, biayanya sekitar Rp180 juta sampai Rp300 juta. Jadi, secara logika teknis, pembongkaran 109 tiang monorel hanya memerlukan sekitar Rp300 juta," bebernya.
Dia menambahkan, dengan asumsi tertinggi sekalipun, yakni volume 500 meter kubik dan harga Rp600.000 per meter kubik, total biaya pembongkaran tetap tidak akan melebihi Rp300 juta.
"Ini perhitungan sederhana yang bisa diverifikasi melalui berbagai referensi biaya konstruksi yang tersedia secara terbuka. Jadi, tidak benar kalau pembongkaran tiang monorel saja disebut menelan biaya Rp100 miliar,' tegasnya.
Lihat video: Kondisi Tiang Monorel di Jalan Rasuna Said, Akan Dibongkar Pekan Ketiga Januari?
Dia menilai, kesalahpahaman ini muncul karena banyak masyarakat hanya membaca judul berita tanpa mencermati isi secara utuh. Padahal, dalam pemberitaan sebenarnya telah dijelaskan bahwa angka Rp100 miliar merupakan estimasi total biaya untuk penataan kawasan, yang mencakup pembongkaran tiang monorel, penataan trotoar, serta perbaikan dan penataan badan jalan.
"Judul berita sering kali menyebut angka Rp100 miliar dan dikaitkan langsung dengan pembongkaran tiang monorel. Padahal, di dalam isi beritanya dijelaskan bahwa itu adalah satu paket pekerjaan penataan kawasan. Ini yang kemudian menimbulkan persepsi keliru di masyarakat," ungkapnya.
Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) ini juga merujuk pada pernyataan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo yang memastikan proyek tersebut merupakan bagian dari penataan menyeluruh koridor Jalan HR. Rasuna Said agar kawasan menjadi lebih rapi, tertata, dan fungsional.
"Artinya, anggaran sekitar Rp100 miliar itu masuk akal karena digunakan untuk banyak pekerjaan sekaligus. Pembongkaran tiang monorel hanya sebagian kecil saja, sisanya untuk penataan trotoar dan badan jalan," ucapnya.
Dia memaparkan, penataan trotoar biasanya meliputi peningkatan kualitas permukaan agar lebih aman dan nyaman, penyediaan jalur disabilitas, ramp, jalur pemandu tunanetra, serta penataan fasilitas pendukung seperti lampu penerangan, tempat duduk, tempat sampah, rambu, dan penghijauan. Selain itu, penataan juga mencakup perbaikan drainase serta penataan utilitas agar lebih rapi dan terintegrasi.
Sementara itu, pekerjaan badan jalan mencakup perbaikan perkerasan, penambalan lubang, perataan permukaan, penguatan struktur jalan, penataan marka dan rambu lalu lintas, drainase, hingga rekayasa lalu lintas untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran kendaraan.
"Kalau seluruh pekerjaan itu digabungkan dalam satu paket penataan kawasan, maka estimasi Rp100 miliar menjadi logis dan relevan. Bukan hanya untuk merobohkan tiang monorel," jelasnya.
Sebagai warga Jakarta, dia mengaku mendukung penuh kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur Rano Karno dalam menata kota, termasuk pembongkaran tiang monorel yang telah lama mangkrak.
"Saya merasa perlu meluruskan persoalan ini agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jangan sampai kesalahpahaman ini dimanfaatkan untuk merusak citra pemerintah yang sedang serius membenahi Jakarta," pungkas SGY.
Dia berharap masyarakat dapat memahami secara utuh bahwa estimasi Rp100 miliar adalah anggaran penataan kawasan Jalan HR. Rasuna Said secara menyeluruh, bukan semata-mata biaya pembongkaran tiang monorel.
"Pembongkaran tiangnya hanya sekitar Rp300 juta. Selebihnya untuk menata trotoar dan badan jalan agar kawasan HR. Rasuna Said menjadi lebih tertib, manusiawi, dan berkelanjutan," katanya.
Diskusi Berani Berdaya: Anak Muda Harus Berperan Wujudkan Jakarta Kota Global
Keinginan Pemprov DKI menjadikan Jakarta sebagai Kota Global perlu didukung oleh semua pihak, termasuk anak muda. Keinginan Pemprov DKI menjadikan Jakarta sebagai... | Halaman Lengkap [256] url asal
#jakarta #ida-fauziyah #jakarta-kota-global
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 23/12/25 21:53
v/83282/
JAKARTA - Keinginan Pemprov DKI menjadikan Jakarta sebagai Kota Global perlu didukung oleh semua pihak, termasuk anak muda. Meski nanti keinginan itu terwujud, Jakartadiharapkan tetap menjadi rumah yang nyaman bagi warganya.Anggota DPR asal Dapil Jakarta II, Ida Fauziyah meyakini keinginan menjadikan Jakarta sebagai Kota Global akan terwujud. Sebab, Jakarta memiliki anak muda yang visioner.
"Saya yakin, Jakarta yang mempunyai anak muda yang visioner tidak akan ditinggalkan oleh warganya, sehingga Jakarta menjadi kota global benar-benar terwujud. Saya berharap Jakarta menjadi rumah yang nyaman bagi warganya. Menjadi kota harapan bagi warganya," kata Ida Fauziyah saat membuka acara Berani Berdaya, akhir pekan kemarin.
Legislator dari Fraksi PKB ini melihat tantangan besar bagi Jakarta di masa depan. Salah satunya adalah bagaimana agar Jakarta tidak berjarak dengan warganya.
"Jakarta menjadi kota global, tapi bagaimana Jakarta tidak berjarak dengan warganya. Jakarta harus terus berpihak kepada warganya. Kita tidak ingin warga Jakarta terpinggirkan," kata Ida Fauziyah.
Dalam diskusi yang bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) tersebut, isu perumahan menjadi sorotan utama. Ida menyebut hunian sebagai fondasi penting kota modern, karena menyangkut stabilitas hidup masyarakat sekaligus kualitas sebuah kota.
"Rumah bukan sekadar kebutuhan dasar, tapi pondasi kota modern. Dari rumah, kualitas hidup warga dan wajah kota ditentukan," katanya.
Ida mengakui, harga rumah di Jakarta yang terus melambung menjadi tantangan serius menuju kota global. Karena itu, perumahan dinilainya sebagai isu strategis yang membutuhkan solusi konkret dari pemerintah.
"Perumahan menjadi isu strategis bagi Jakarta yang ingin menjadi kota global. Pemerintah harus mampu memberikan solusi agar warga memiliki hunian yang layak dan terjangkau," katanya.
4 Dekade Potret Ekonomi Jakarta: Dari Ibu Kota Menuju Kota Global
Selama 4 dekade, Jakarta terus berkembang dari Ibu Kota Negara hingga akhirnya berpacu demi meraih predikat Kota Global. [1,789] url asal
#jakarta #jakarta-kota-global #ekonomi-jakarta #potret-ekonomi-jakarta #kemacetan-jakarta #kota-global #ibu-kota-indonesia #pertumbuhan-ekonomi-jakarta #transportasi-jakarta #transjakarta #mrt-jakarta
(Bisnis.Com - Terbaru) 10/12/25 19:52
v/68234/
Bisnis.com, JAKARTA - “Macet lagi, jalanan macet gara-gara Si Komo Lewat. Pak Polisi jadi bingung, orang-orang ikut bingung. Macet lagi, macet lagi, cet. Jalan Thamrin, Jalan Sudirman. Katanya berkeliling kota.”
Lagu anak-anak berjudul “Si Komo” diciptakan oleh Kak Seto alias Seto Mulyadi memang sudah dirilis pada tahun 1990-an. Namun, petikan lagu yang pasti dihafal oleh anak-anak generasi millenial tersebut nyatanya masih menjadi permasalahan yang dihadapi pemerintah Jakarta saat ini: MACET.
Kemacetan Jakarta memang sulit diurai bak benang kusut. Meski demikian, padatnya lalu lintas di kota ini menunjukkan pesatnya pertumbuhan dari sisi sosial dan ekonomi. Seperti gula, Jakarta menawarkan cita rasa ‘manis’ yang membuat ‘semut-semut’ dari berbagai kota di Indonesia berdatangan demi memperbaiki nasib mereka.
Dari kota pelabuhan “Batavia”, Jakarta bersolek menjadi kota modern yang menjadi citra atau ikon Indonesia di mata dunia internasional.
Tonggak pembangunan kota Jakarta yang modern tak lepas dari sosok Ali Sadikin. Dia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari 1966-1977, menggantikan Soemarno Sosroatmodjo. Dilantik langsung oleh Presiden Soekarno pada 1966, Ali Sadikin menjadi salah satu Gubernur DKI Jakarta dengan masa jabatan terpanjang dan paling berpengaruh dalam pembangunan Jakarta menjadi kota metropolitan.
Mengutip dispusip.jakarta.go.id, proyek-proyek pengembangan buah pikiran Bang Ali, sapaan akrab Ali Sadikin, antara lain Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, Pasar Melawai Blok M, Kota Satelit Pluit di Jakarta Utara, hingga terminal Kota dan Tanjung Priok.
Bang Ali juga mencetuskan pesta rakyat setiap tahun pada hari jadi kota Jakarta yang diperingati setiap tanggal 22 Juni hingga saat ini. Perubahan citra menjadi kota metropolitan yang berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi Jakarta bahkan Indonesia.
Berdasarkan buku “Pendapatan Regional DKI Jakarta 1980-1984” yang secara seri diterbitkan setiap tahun oleh Kantor Statistik Provinsi DKI Jakarta, laju pertumbuhan ekonomi Jakarta selama periode 1980-1984 tercatat sebesar 10,18% setiap tahun dengan laju pertumbuhan masing-masing 17,39% (1981), 4,73% (1982), 8,24% (1983), dan 10,37% (1984).
“Pertumbuhan perekonomian DKI Jakarta lebih pesat dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,83%,” tulis buku Pendapatan Regional DKI Jakarta 1980-1984 yang dikutip, Rabu (10/12/2025).
Struktur perekonomian Jakarta perlahan berubah. Dari kota pelabuhan, Jakarta bertransformasi tak hanya sebagai Ibu Kota Negara, tetapi pusat perdagangan, pusat jasa keuangan dan perbankan, dan pusat hiburan. Kala itu, provinsi lain masih bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan.
Besarnya pendapatan per kapita atas dasar harga yang berlaku pen duduk DKI Jakarta tahun 1984 sebesar Rp1.089.472,11 sedangkan sebelumnya adalah Rp896.410,17.
Apabila dibandingkan dengan pendapatan nasional per kapita penduduk Indonesia ternyata pendapatan per kapita penduduk DKI Jakarta menerima dua kali lebih besar dari pendapatan per kapita nasional.
“Besarnya pendapatan nasional per kapita atas dasar harga yang berlaku untuk tahun 1984 adalah Rp471.486.- sedangkan tahun sebelumnya sebesar Rp417.148,” tulis buku Pendapatan Regional DKI Jakarta 1980-1984.

Terpuruk Krisis Moneter
Memasuki periode tahun 1990-an, ekonomi DKI Jakarta terus melejit. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jakarta pada periode awal 90-an masing-masing sebesar 8,61% (1994), 9,27% (1995), 9,10% (1996).
Namun, perlambatan ekonomi DKI Jakarta terjadi pada 1997, atau saat dimulainya tanda-tanda krisis moneter Asia, dimana pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,11% yoy.
Puncaknya, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta tahun 1998 yang dihitung dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 1993, tercatat sebesar -17,63%. Laju pertumbuhan ini jauh lebih rendah dibanding dengan laju pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya (yoy) yang mencapai 5,11% .
Rendahnya laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 1998 terjadi karena adanya penurunan kegiatan ekonomi sebagai dampak krisis ekonomi, yang gejalanya dimulai dari depresiasi nilai tukar rupiah pada bulan-bulan terakhir tahun 1997. Dampak dari depresiasi nilai rupiah tersebut ternyata sangat berpengaruh ke semua sektor ekonomi di DKI Jakarta.
“Bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan nasional yang tercatat -13,20%, laju pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta memang tampak lebih terpuruk. Karena sumbangannya yang besar terhadap perekonomian nasional yakni sekitar 17%, maka sedikit saja perubahan di DKI Jakarta akan sangat memengaruhi perekonomian Indonesia,” tulis laporan Pendapatan Regional DKI Jakarta 1995-1998.
Tahun 2000 menjadi momen yang penting bagi perekonomian DKI Jakarta. Sejak krisis melanda (pertengahan 1997), baru pada tahun 2000 ekonomi DKI Jakarta mampu mencapai pertumbuhan positif sebesar 4,33%.

Transformasi Angkutan Massal
Semakin masifnya pembangunan terus menambah jumlah pendatang yang ingin tinggal dan mengadu nasib di kota Jakarta.
Sebagai ibukota negara, Jakarta semakin dipadati penduduk dengan berbagai aktivitas di ruang publik. Dimulai 18 tahun lalu, akhirnya muncul jawaban dari keluhan warga Ibu Kota terhadap kebutuhan transportasi umum yang ramah, aman, dan terjangkau: TransJakarta.
Sistem transportasi modern berupa Bus Rapid Transit (BRT) ini merupakan ide Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Dia mengadopsi moda transportasi berbasis bus yang sudah diterapkan di Bogota, Kolombia.
Sejak peresmian pertamanya pada 15 Januari 2004 hingga dua pekan selanjutnya, pemberlakuan uji coba koridor pertama TransJakarta dari Blok M–Jakarta Kota dilakukan secara gratis. Koridor 1 TransJakarta yang Bersejarah Jalan-jalan yang dilalui koridor 1, antara lain Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Trunojoyo, Jalan Sisingamangaraja, Sudirman, MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, dan Gajah Mada/Hayam Wuruk.
Dari hanya 1 koridor yang menghubungkan Stasiun Kota-Terminal Blok M, TransJakarta kini menjadi urat nadi transportasi untuk warga dengan total 14 koridor yang menyambungkan lima wilayah kota Jakarta hingga Bodetabek.

Selain TransJakarta, Pemprov DKI di bawah pemerintahan Gubernur Joko Widodo akhirnya memulai pembangunan moda transportasi massal berbasis kereta atau mass rapid transit (MRT) Jakarta. Untuk fase I, MRT Jakarta memiliki rute dari Bunderan Hotel Indonesia (HI) hingga Lebak Bulus.
Saat ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah membangun fase II dari Bunderan HI menuju Stasiun Kota. MRT Jakarta bukan hanya menjadi salah satu solusi kemacetan, tetapi potret kehidupan urban Jakarta yang modern.
Jakarta juga memiliki moda transportasi light rail transit (LRT) yang menghubungkan Velodrome-Kelapa Gading serta LRT Jabodebek, yang dioperasikan oleh PT KAI, menjadi lintas rel terpadu untuk melayani daerah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Pemprov DKI Jakarta di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama merevitalisasi armada kecil alias angkot untuk masuk ke dalam kesatuan Transit Oriented Development (TOD). Gubernur Jakarta selanjutnya, Anies Baswedan sukses menerapkan konsep JakLingko yang membuat angkot-angkot berwajah baru tersebut masuk ke dalam operasional Transjakarta.

Era Pandemi Covid-19 hingga Kebangkitan Ekonomi
2020 menjadi tahun tergelap di era modern. Bukan hanya untuk Jakarta dan Indonesia, tetapi seluruh dunia. Pandemi Covid-19 membuat roda ekonomi berhenti mendadak, Jakarta mengalami kontraksi ekonomi pertama dalam dua dekade terakhir.
Warna grafik makroekonomi yang tadinya hijau mendadak berubah menjadi merah. Pertumbuhan minus, investasi tertahan, konsumsi masyarakat terus menurun.
Titik nadir ekonomi Jakarta terjadi pada kuartal III/2020 -3,89% (yoy). Untungnya hal itu tak terjadi lama. Bank Indonesia mencatat Prbaikan ekonomi Jakarta masih berlanjut pada kuartal IV/2020 yang mencapai -2,14% (yoy), membaik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang meningkatkan mobilitas masyarakat, kinerja ekspor yang membaik serta masih tingginya stimulus fiskal, telah memperbaiki kinerja ekonomi pada akhir 2020.
Namun hanya dalam beberapa tahun, grafik itu kembali menanjak. Bukan drastis, tapi stabil. Dari akhir 2020 hingga 2024, perekonomian Jakarta konsisten tumbuh di kisaran 3,6%-5,25%.
| Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 2020-2024 | |
|---|---|
| Tahun | Persentase (yoy) |
| 2020 | -2,36% |
2021 | 3,56% |
2022 | 5,25% |
2023 | 4,96% |
2024 | 4,90% |
Sumber: BPS DKI Jakarta, diolah
“Pertumbuhan ekonomi Jakarta menunjukkan tren positif stabil di kisaran 4,9%-5,1% pada 2025, didorong oleh pemulihan pasca-pandemi, momen hari besar keagamaan, pembangunan infrastruktur, acara kreatif (konser, festival), dan sektor jasa (akomodasi, makan minum, transportasi),” tulis Bank Indonesia.
Dari Ibu Kota jadi Kota Global
Selama satu dekade memimpin Indonesia, Presiden ke-7 RI Jokowi berhasil mengubah pola pembangunan yang sebelumnya berfokus di Pulau Jawa kini menjadi merata di berbagai wilayah, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Selama Puluhan tahun, pembangunan yang masif selalu dilakukan di Pulau Jawa lantaran banyaknya jumlah penduduk yang tinggal di sana.
Padahal, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta, bukan hanya Pulau Jawa. Justru, dia mengingatkan bahwa Indonesia adalah seluruh pelosok Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote.
“Karena itulah pembangunan yang kita lakukan harus terus Indonesia Sentris yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara,” kata Presiden Jokowi.
Imbasnya, status Ibu Kota Negara yang puluhan tahun dipegang oleh DKI Jakarta akhirnya berakhirnya. Namun, pemindahan Ibu Kota ke IKN justru menjadi nafas baru bagi Jakarta.
Setelah tak menyandang status Ibu Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mewujudkan Jakarta menjadi satu dari 50 top kota global. Langkah ini diwujudkan melalui akselerasi inovasi di tiga bidang utama, yakni transportasi, infrastruktur, serta layanan digital.
"Yang pertama adalah yang menjadi kata kunci kalau Jakarta ingin naik menjadi top 50 yang dilakukan perbaikan adalah hal yang berkaitan dengan mobilitas dan transportasi," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dilansir dari Berita Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Pramono menekankan bahwa perbaikan transportasi dan mobilitas merupakan kunci utama untuk meningkatkan peringkat Jakarta di kancah global. Dia bahkan menyebutkan bahwa Jakarta kini tidak lagi masuk dalam daftar 10 kota termacet di dunia. Sementara New York, yang merupakan kota global, masih berada di peringkat kedua.
"Ternyata kemacetan itu bukan kemudian menjadi ukuran sebuah kota global menjadi nomor berapa," katanya.
Selain perbaikan transportasi, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya untuk mengoptimalkan infrastruktur yang sudah dimiliki, baik yang berupa aset maupun infrastruktur fisik. Sebab selama ini infrastruktur yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Seperti yang dikelola oleh Jakpro misalnya Velodrome, JIS, TIM, dan sebagainya. Tetapi persoalan kita yang paling utama adalah infrastruktur ini belum termanfaatkan secara maksimal," kata Pramono.
Menurutnya, upaya Pemprov DKI untuk menghidupkan kembali Jakarta International Stadium (JIS) yang kini diminati banyak pihak. Melalui perbaikan akses transportasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, JIS kini disebutnya semakin ramai dikunjungi.
Selain itu, Pramono juga mendorong peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas digital di Jakarta. Ia menekankan bahwa government digital network menjadi kunci utama untuk mewujudkan Jakarta menjadi 50 top kota global.
"Government digital network ini menjadi kata kunci kalau Jakarta ingin naik kelas terutama hal yang berkaitan dengan infrastruktur digital," ungkap Pramono.
Dia mencontohkan New York yang memiliki banyak ruang publik dengan aksesibilitas yang mudah serta dilengkapi dengan jaringan nirkabel. Oleh karena itu, Pramono mendorong agar Jakarta juga menyediakan akses nirkabel di ruang publik dan memperkuat jaringan serat optik.
"Dan kita juga harus mulai berpikir bahwa inilah yang nanti menjadi kunci utama pembangunan yang ada di Jakarta ini melalui government digital network," ucap Pramono.
Toleransi Jadi Kunci Utama Mewujudkan Jakarta Kota Global
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim mengungkapkan bahwa toleransi adalah kunci utama untuk mewujudkan... | Halaman Lengkap [757] url asal
#perayaan-natal #chico-hakim #jakarta-kota-global #natal #toleransi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 10/12/25 16:17
v/67936/
JAKARTA - Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim mengungkapkan bahwa toleransi adalah kunci utama untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri Perayaan Natal Pelajar perdana di Jakarta Utara yang diselenggarakan oleh Laskar Garuda Pancasila (LGP) DKI Jakarta di Auditorium GJU, Selasa (9/12/2025).Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan ibu kota negara menjadi kota global dengan mengedepankan toleransi antarumat beragama sebagai fondasi utama. Langkah strategis ini merupakan prioritas utama Gubernur Pramono Anung dalam membangun Jakarta yang inklusif. Semangat toleransi dan kebersamaan ini terefleksi dalam Perayaan Natal Pelajar perdana di Jakarta Utara yang diselenggarakan oleh Laskar Garuda Pancasila (LGP) DKI Jakarta.
"Jakarta sebagai kota metropolitan adalah kota yang isinya dari segala macam suku, agama, ras maupun golongan. Kita sudah menjadi kota terbesar di Indonesia, bahkan nanti ke depan Pak Pramono Anung sebagai Gubernur mencanangkan kita sebagai kota global. Salah satu yang memang harus dijaga terus adalah tingkat toleransi di antara kita semua," kata Chico.

Dia menegaskan bahwa keberagaman di Jakarta bukanlah hambatan, melainkan kekuatan yang harus dipelihara. Dia mengaku bersyukur dengan pengalaman pendidikannya di sekolah Katolik sejak SD hingga SMP, yang membuatnya memahami betul pentingnya toleransi antarumat beragama.
.jpg)
"Saya Alhamdulillah bersyukur walaupun saya beragama Islam, saya SD-nya itu SD Katolik, SMP-nya juga sekolah Katolik. Jadi bukan hal yang baru bagi saya untuk bisa melihat perayaan-perayaan seperti ini dan mengikuti perayaan-perayaan seperti ini. Tentunya selalu membahagiakan," ujarnya.
Dia menekankan bahwa cultural experience atau pengalaman berbudaya melalui perayaan keagamaan harus terus dilakukan. "Ini terus harus dilakukan demi mengingatkan kita bahwa kita ini hidup tidak sendirian di Jakarta Utara. Khususnya ada umat Kristiani, ada umat Islam, ada umat Hindu, Buddha, dan kepercayaan yang lain yang tentunya terus harus saling memahami, saling mengerti, saling membantu, bergotong royong," imbuhnya.
Dia juga menyoroti pentingnya iman dan keyakinan dalam kehidupan generasi muda. "Apa yang kita capai di sekolah, kepandaian, kecerdasan, dan lain-lain tidak ada artinya kalau kita tidak punya iman, kalau kita tidak punya keyakinan pada Tuhan yang Maha Kuasa, Tuhan yang memberi kehidupan, Tuhan yang melancarkan segala urusan kita," jelasnya.
Dia menyampaikan salam hangat dari Gubernur Pramono Anung, berharap perayaan Natal dapat dimaknai dengan hal-hal positif. "Bapak Pramono Anung yang tentunya selalu saya laporkan kegiatan saya sehari-harinya, menyampaikan salam yang terhangat dari beliau untuk adik-adik sekalian dan juga Bapak Ibu yang hadir. Semoga perayaan Natal ini bisa kita maknai dengan hal-hal yang positif terkait dengan menjaga persatuan, kesatuan dan kebersamaan khususnya di kota Jakarta Utara yang tercinta ini," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Laskar Garuda Pancasila (LGP) DKI Jakarta mencetak sejarah dengan menyelenggarakan perayaan Natal pelajar untuk pertama kalinya di Jakarta Utara. Acara ini berhasil mengumpulkan perwakilan dari 25 sekolah, mengangkat tema "Kebersamaan Melebihi Segalanya" sebagai semangat persatuan di tengah keberagaman.
Ketua Laskar Garuda Pancasila DKI Jakarta Andreas Bolang menjelaskan, acara ini diselenggarakan dengan penuh iman dan hanya membutuhkan satu kali rapat koordinasi. "Acara ini betul-betul dengan iman saya laksanakan. Rapat hanya sekali dengan Pak Seko dan Pak Kabak. Sesuai dengan temanya, kebersamaan melebihi dari segalanya," ujar Andreas.
Dia juga mengakui mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Naremax Premium Event Partner untuk kebutuhan digital dan Andrew dari BP Hipmi untuk konsumsi. "Saya juga pikir harus ada snack dan konsumsi, dari mana itu? Saya punya link jaringan. Terima kasih Bapak Andrew dari BP Hipmi. Saya melaksanakan kegiatan ini sesuai dengan temanya, kebersamaan melebihi dari segalanya," ungkapnya.
Dia menjelaskan, Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 dan 2 menindaklanjuti permintaannya untuk menghadirkan pelajar dari berbagai sekolah dengan mengeluarkan surat untuk mengumpulkan pelajar Nasrani se-Jakarta Utara. Ia menekankan bahwa tema kebersamaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
"Kita harus bersama-sama, bergandengan tangan. Mau dari mana pun itu SMK-nya. Namanya kita di Bangsa Indonesia ini harus kita sama-sama kita jaga kota Jakarta, yaitu Jakarta Utara," jelasnya.
Sementara itu, Plt Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Freddy Setiawan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif LGP. "Hari ini sungguh luar biasa. Saya yang pertama mewakili Bapak Wali Kota Jakarta Utara menyampaikan ucapan terima kasih, penghargaan, apresiasi yang sebesar-besarnya, khususnya kepada Laskar Garuda Pancasila yang memprakarsai perayaan Natal Pelajar pertama di Jakarta Utara," ujar Freddy.
Dia menegaskan bahwa tema kebersamaan melebihi segalanya sejalan dengan kondisi masyarakat Jakarta Utara yang majemuk. "Dengan tema yang sudah disampaikan, kebersamaan melebihi segalanya. Ini tentunya memang sejalan juga dengan kondisi masyarakat yang ada di Jakarta Utara. Karena memang keberagaman suku agama adalah keberkahan bagi kita semua untuk bisa belajar, bisa tumbuh, dan melayani bersama sebagai keluarga besar di Jakarta Utara," tegasnya.
Pramono Anung Ajak HIPMI Jaya Bangun Jakarta Jadi Kota Global
Jakarta merupakan motor utama perekonomian nasional. [268] url asal
#pramono-anung #pengusaha-muda #jakarta-kota-global #hipmi-jaya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya peran pengusaha muda dalam mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan selalu terbuka berkolaborasi dengan para pengusaha untuk membangun ibu kota.
Pramono mengatakan, salah satu indikator kemajuan kota adalah adanya kerja sama antara pemerintah dan pengusaha, terutama pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Jaya. Namun, kerja sama itu tidak mesti dalam bentuk memberikan proyek kepada para pengusaha.
"Jadi bukan kemudian mereka diberi, semata-mata diberi pekerjaan. Saya lebih berkeinginan untuk mereka bisa menjadi punya daya saing yang bagus, menjadi pengusaha atau entrepreneur di bidangnya masing-masing," kata dia, Jumat (14/11/2025).
Pramono juga memaparkan agenda strategis Pemprov Jakarta, termasuk target implementasi penuh bus listrik Transjakarta pada 2030, perluasan jaringan Transjabodetabek untuk mengurangi kemacetan, serta pengembangan kawasan TOD seperti Kota Tua dan Bundaran HI sebagai pusat-pusat ekonomi baru. Seluruh agenda tersebut dinilai membuka peluang besar bagi kolaborasi dengan pengusaha muda, termasuk anggota HIPMI Jaya.
Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, Ryan Haroen, mengatakan Jakarta merupakan motor utama perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa pengusaha muda memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di ibu kota maupun secara nasional.
“Sebagai bagian dari HIPMI Jaya, kami memiliki lebih dari 4.500 anggota aktif yang juga ikut memberikan kontribusi besar dalam perkembangan ekonomi Jakarta di daerah masing-masing,” kata dia.
Ia juga berharap, dengan semakin banyaknya pengusaha muda yang bergabung, HIPMI Jaya dapat terus berinovasi dan berkontribusi lebih banyak bagi pembangunan ekonomi Jakarta. Ia pun berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pengusaha sukses, tetapi juga agen perubahan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kota.
Pramono Anung Ajak Pengusaha Muda Bangun Jakarta Jadi Kota Global
Jakarta merupakan motor utama perekonomian nasional. [268] url asal
#pramono-anung #pengusaha-muda #jakarta-kota-global #hipmi-jaya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya peran pengusaha muda dalam mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan selalu terbuka berkolaborasi dengan para pengusaha untuk membangun ibu kota.
Pramono mengatakan, salah satu indikator kemajuan kota adalah adanya kerja sama antara pemerintah dan pengusaha, terutama pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Jaya. Namun, kerja sama itu tidak mesti dalam bentuk memberikan proyek kepada para pengusaha.
"Jadi bukan kemudian mereka diberi, semata-mata diberi pekerjaan. Saya lebih berkeinginan untuk mereka bisa menjadi punya daya saing yang bagus, menjadi pengusaha atau entrepreneur di bidangnya masing-masing," kata dia, Jumat (14/11/2025).
Pramono juga memaparkan agenda strategis Pemprov Jakarta, termasuk target implementasi penuh bus listrik Transjakarta pada 2030, perluasan jaringan Transjabodetabek untuk mengurangi kemacetan, serta pengembangan kawasan TOD seperti Kota Tua dan Bundaran HI sebagai pusat-pusat ekonomi baru. Seluruh agenda tersebut dinilai membuka peluang besar bagi kolaborasi dengan pengusaha muda, termasuk anggota HIPMI Jaya.
Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, Ryan Haroen, mengatakan Jakarta merupakan motor utama perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa pengusaha muda memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di ibu kota maupun secara nasional.
“Sebagai bagian dari HIPMI Jaya, kami memiliki lebih dari 4.500 anggota aktif yang juga ikut memberikan kontribusi besar dalam perkembangan ekonomi Jakarta di daerah masing-masing,” kata dia.
Ia juga berharap, dengan semakin banyaknya pengusaha muda yang bergabung, HIPMI Jaya dapat terus berinovasi dan berkontribusi lebih banyak bagi pembangunan ekonomi Jakarta. Ia pun berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pengusaha sukses, tetapi juga agen perubahan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kota.
APTEK DKI dan KADIN Jakut Bangun Infrastruktur Perekonomian di Pesisir Utara
APTEK DKI Jakarta siap bermitra dengan KADIN Jakarta Utara dalam mendukung pembangunan, khususnya pembangunan perekonomian nelayan di wilayah pesisir Jakut. Asosiasi... | Halaman Lengkap [211] url asal
#pesisir-utara #roda-perekonomian #kadin-dki #jakarta-utara #jakarta-kota-global
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/11/25 08:46
v/31940/
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Teknik Mekanikal dan Elektrikal Indonesia (APTEK) DKI Jakarta siap bermitra dengan KADIN Jakarta Utara dalam mendukung pembangunan, khususnya pembangunan perekonomian nelayan di wilayah pesisir Jakut. Hal ini sebagai bagian merealisasikan misi pemerintah dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global ."Kami siap dan mendukung pembangunan infrastruktur dengan teknologi listrik yang lebih baik dan tentunya terus semakin efisien," kata Wakil Ketua Umum APTEK DKI Jakarta, Radian Azhar, Jumat (7/11/2025). Pramono Hadiri Forum PBB di New York, Rano Karno: Bukan Kelas Kaleng-kaleng
Dalam Business Sharing yang diadakan di Hotel Santika, Kelapa Gading, dan diselenggarakan APTEK DKI Jakarta, KADIN DKI Jakarta dan BTN telah tercipta kesepahaman. "Dukungan permodalan melalui program KPP BTN dengan bunga efektif 6%, akan membantu pelaku usaha mekanikal elektrikal dapat terus berkembang," kata Kepala Cabang BTN Kelapa Gading, Ercy Albert.
Sementara itu Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi mengatakan, Jakarta sebagai kota global dapat tercipta jika pelaku usaha yang membangun infrastruktur termasuk pelaku usaha APTEK DKI Jakarta, terus berkarya dalam memberikan produk dan layanannya.
Sampai diakhir acara, seluruh pihak akan terus menjalin komunikasi guna tercipta mekanisme kerjasama yang efektif Dan efisien untuk memberikan keuntungan bagi semua pihak. Acara ini dihadiri juga Ketua Umum APTEK DKI Jakarta, Berry B Purba dan Ketua KADIN Jakut, Sungkono Ali.
Transjabodetabek Berpeluang Raih Penghargaan Internasional di Brasil
Transjabodetabek bersaing di "Bloomberg Philanthropies Local Leaders Awards 2025" untuk kategori transportasi bersih. Pengumuman pemenang pada 4 November 2025 di Brasil. [305] url asal
#transjabodetabek #penghargaan-internasional #transportasi-jakarta #mobilitas-hijau #bus-listrik-jakarta #transportasi-rendah-emisi #jakarta-kota-global #layanan-publik-jakarta #konektivitas-metropolit
(Bisnis.Com - Ekonomi) 14/10/25 07:18
v/2262/
Bisnis.com, JAKARTA - Transportasi lintas wilayah, Transjabodetabek bersaing dengan transportasi sejumlah kota besar seperti Oslo (Norwegia), Sao Paulo dan Belo Horizonte (Brasil) serta Belize City (Belize) untuk selangkah lagi mendapatkan penghargaan internasional "Bloomberg Philanthropies Local Leaders Awards 2025".
Penghargaan internasional bergengsi tersebut akan diumumkan pada 4 November 2025 dalam ajang "Local Leaders Forum" di Rio de Janeiro, Brasil dan Transjabodetabek menjadi finalis kategori “Clean, Reliable Transportation: Moving People and Goods on Dependable, Low-Emission Networks”.
Ini, menurut Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati dalam keterangan di Jakarta, Selasa, merupakan bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan.
"Melalui Transjabodetabek, Jakarta tidak hanya memperluas layanan publik ke wilayah sekitarnya, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat terhadap mobilitas hijau yang terintegrasi dan rendah emisi," katanya.
Selain Jakarta, nominasi lain yang masuk dalam kategori serupa mencakup sejumlah inisiatif global inovatif mulai dari “Fossil Free Trucks Project” di Oslo yang mendorong truk bebas emisi hingga program elektrifikasi armada bus Sao Paulo yang kini memiliki lebih dari 900 bus listrik.
Menurut Bloomberg Philanthropies, para finalis tahun ini dinilai berdasarkan dampak inovasi terhadap pengurangan emisi, efisiensi mobilitas dan ketahanan kota terhadap perubahan iklim.
“Jakarta menunjukkan kepemimpinan regional dalam menghadirkan sistem transportasi rendah emisi yang tidak hanya modern, tetapi juga inklusif dan terjangkau bagi warganya,” tulis pernyataan resmi Bloomberg Philanthropies.
Layanan Transjabodetabek diluncurkan untuk memperluas jangkauan layanan transportasi publik ke kawasan penyangga Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi sehingga membentuk konektivitas kawasan metropolitan yang efisien dan ramah lingkungan.
Inisiatif ini menjadi perluasan dari sistem Transjakarta, sekaligus mendukung peta jalan elektrifikasi Jakarta.
Sejak 2023, sebanyak 100 bus listrik telah beroperasi dengan target mencapai 500 unit pada 2025 dan 100 persen elektrifikasi armada pada 2030.
Bus listrik juga direncanakan menjadi tulang punggung layanan Transjabodetabek di masa depan guna menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas udara di wilayah metropolitan.
Setumpuk Pekerjaan Rumah Jakarta Menuju Kota Global
Jakarta bertransformasi menuju kota global dengan fokus pada penguatan infrastruktur dan transportasi publik untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan konektivitas. [97] url asal
#jakarta-kota-global #transformasi-jakarta #kemacetan-jakarta #transportasi-publik-jakarta #transjakarta #transjabodetabek #konektivitas-jakarta #mrt-jakarta #aglomerasi-jakarta #pengembangan-transport
(Bisnis.Com - Terbaru) 01/01/70 07:00
v/257748/
Bisnis.com, JAKARTA - Setelah memperoleh status baru sebagai Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dua tahun lalu, Jakarta kini memasuki fase transformasi penting. Pada momentum usia ke-499 tahun, kota ini juga tengah mengusung ambisi besar untuk menjadi kota global yang berdaya saing tinggi di tingkat internasional.
Dalam konteks aktivitas ekonomi, Jakarta memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, yakni sekitar 16–17 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan 6–7 persen terhadap total PDB kawasan ASEAN. Namun, berbagai indikator perkotaan menunjukkan bahwa Jakarta masih menghadapi sejumlah tantangan struktural yang perlu diatasi dalam proses menuju status kota global.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56