Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah kejadian mengejutkan dan tragis terjadi. Wang Kun, seorang juara binaraga dari China yang berusia 30 tahun, meninggal dunia secara mendadak karena dugaan masalah jantung.
Dilansir Daily Mail, selama bertahun-tahun, Kun dikenal menjalani 'kehidupan seorang biksu', dengan disiplin yang ekstrem, diet bersih, dan tidak merokok atau minum alkohol. Namun, tak menjauhkannya dari masalah jantung.
Kisah hidupnya mengejutkan dunia kebugaran dan menimbulkan pertanyaan tentang risiko jantung tersembunyi dalam binaraga, bahkan tanpa kebiasaan buruk yang jelas.
Wang Kun mendedikasikan bertahun-tahun hidupnya untuk membangun tubuh fisiknya yang luar biasa, melalui usahanya yang tak kenal lelah.
Dia memenangkan delapan gelar nasional berturut-turut bersama Asosiasi Binaraga China sebelum memulai karir profesionalnya pada tahun 2022 untuk berkompetisi di ajang IFBB termasuk 212, Classic Physique, dan Men's Open.
Pola makannya terdiri dari makanan dasar yang meliputi kaldu hot pot, daging yang dimasak dengan kecap, dan dada ayam rebus. Sementara itu, ia menghindari semua minuman beralkohol, merokok, dan menjauhi aktivitas larut malam.
Selama satu dekade, dia menyebut rutinitasnya sebagai "kehidupan seorang biksu," berlatih bahkan selama liburan seperti Tahun Baru Imlek.
Sebagai pemilik pusat kebugaran, dia juga berencana membuka cabang baru di Hefei sebagai "titik awal baru." Para penggemarnya menganggapnya sebagai panutan untuk gaya hidup sehat.
Namun, Kun tutup usia pada 17 Desember 2025, yang terjadi ketika ia tampak sehat.
Apa penyebab kematiannya?
Asosiasi Binaraga Provinsi Anhui mengkonfirmasi kematian Wang sebagai akibat dari masalah jantung, meskipun detailnya saat ini belum jelas.
Namun, kematian jantung mendadak bukanlah hal yang asing di kalangan atlet seperti Wang. Kemungkinan penyebabnya termasuk aritmia, pembesaran otot jantung, atau penyumbatan arteri akibat tekanan latihan.
Aktivitas binaraga dapat memberi tekanan pada jantung, seperti angkat beban berat dan kadar lemak tubuh rendah sehingga membutuhkan oksigen dalam jumlah besar, yang dapat menyebabkan penebalan dinding jantung seiring waktu dalam kondisi yang disebut 'jantung atlet', atau hipertrofi ventrikel kiri.
Hal ini membuat jantung menjadi kaku, meningkatkan risiko aritmia saat istirahat atau stres. Studi pada binaragawan pria menunjukkan tingkat kematian dini akibat masalah jantung tiga kali lebih tinggi dibandingkan pria pada umumnya.
Bahkan jika seseorang tidak menggunakan steroid, angkat beban dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga memperbesar otot jantung.
Karena Wang telah berlatih selama bertahun-tahun, jantungnya mungkin mengalami kerusakan secara diam-diam.
Diet makan makanan yang bersih memang bisa membantu, tetapi defisit kalori dan dehidrasi akan menambah tekanan, menurunkan elektrolit yang dibutuhkan untuk ritme jantung.
Risiko di luar obat-obatan
Wang memang menghindari steroid, namun tampaknya itu tidak membantu. Latihan degnan volume ekstrem selama bertahun-tahun dapat menyebabkan peradangan dan fibrosis pada jaringan jantung, menurut studi otopsi pada binaragawan.
Rutinitasnya yang seperti biksu berarti dia tidak menikmati makanan manis apa pun, tetapi kemungkinan besar mengikuti kontes dengan fluktuasi natrium dan pengurangan air, juga memberi tekanan pada ginjal dan jantung.
Selain itu, genetika juga berperan. Kondisi tersembunyi seperti kardiomiopati hipertrofik dapat menjadi penyebabnya.
EKG dan ekokardiografi rutin mendeteksi hal ini sejak dini, tapi banyak atlet melewatkan pemeriksaan.
Pelajaran dari kematian binaragawan muda
Sebuah studi Eropa terhadap 305 binaragawan menemukan 15% meninggal sebelum usia 40 tahun, sebagian besar karena penyakit jantung.
Atlet yang bersih seperti Wang Kun membuktikan bahwa intensitas saja dapat membunuh. Sindrom latihan berlebihan juga dapat melemahkan kekebalan dan hormon. Oleh karena itu, keseimbangan latihan lebih penting daripada latihan ekstrem dan berlebihan.
Lantas bagaimana mengenali risiko jantung pada penggemar kebugaran?
1. Perhatikan kelelahan selama latihan, apakah ada sesak dada, pusing, atau detak jantung tidak teratur, karena ini menandakan beban berlebih pada jantung. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga meningkatkan risiko; oleh karena itu, penting untuk melakukan tes dasar sebelum latihan berat. Penanda darah seperti troponin meningkat dengan kerusakan yang tidak terlihat.
2. Hari pemulihan, lakukan kardio yang bervariasi, dan tidur 7-9 jam setiap hari melindungi jantung. Suplemen seperti omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan, tetapi makanan utuh tetaplah sumber energi terbaik.
3. Melindungi jantung Anda dalam olahraga kekuatan. Terlepas dari seberapa 'sehat' perasaan Anda, jika Anda banyak mengangkat beban atau seorang binaragawan, kunjungan tahunan ke dokter spesialis jantung adalah suatu keharusan untuk diperiksa.
4. Selalu pantau tekanan darah Anda, karena dapat meningkat seiring waktu. Minum banyak air, makan makanan kaya kalium, dan hindari memaksakan tubuh Anda hingga batas ekstrem.