#30 tag 24jam
Jelang Penutup Tahun 2025, Kinerja APBN Berjalan On-Track
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, hingga 30 November 2025 realisasi APBN menunjukkan kinerja yang tetap terjaga. [1,013] url asal
#jibor #bank-indonesia #kaleidoskop2025 #kaleidoskopsektorkeuangan #suku-bunga #bi-rate
(IDX-Channel - Economics) 31/12/25 13:06
v/89680/
IDXChannel- Menjelang penutup akhir 2025, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berjalan on-track dan dioptimalkan untuk mendukung program prioritas serta katalis pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, hingga 30 November 2025 realisasi APBN menunjukkan kinerja yang tetap terjaga.
Pendapatan negara menunjukkan realisasi sebesar Rp2.351,5 triliun atau 82,1 persen dari outlook laporan semester. Besarnya realisasi tersebut utamanya didukung oleh penerimaan perpajakan Rp1.903,9 triliun dengan penerimaan pajak sebesar Rp1.634,4 triliun dan penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp269,4 triliun.
Sementara itu, realisasi penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp444,9 triliun. Ditengah tekanan pada pendapatan negara, belanja negara tumbuh untuk mendukung perekonomian.
Realisasi belanja negara hingga 30 November sebesar Rp2.911,8 triliun atau 82,5 persen terhadap outlook laporan semester. Belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.116,2 triliun terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp1.110,7 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp1.005,5 triliun.
Menurut Purbaya, penyaluran Transfer ke Daerah juga masih on-track dalam mendukung layanan publik di daerah dengan realisasi sebesar Rp795,6 triliun.
“Ini mencerminkan belanja pemerintah yang terus diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan mendukung program prioritas,” kata Menkeu.
Dengan perkembangan realisasi pendapatan dan belanja negara, Menkeu menyampaikan defisit APBN tercatat sebesar Rp560,3 triliun atau 2,35 persen terhadap PDB, masih dalam batas yang terkelola dan sesuai dengan desain APBN. Selain itu, defisit keseimbangan primer sebesar Rp82,2 triliun menunjukkan pengelolaan fiskal yang tetap prudent di tengah berbagai tantangan global.
Suku Bunga BI Tetap di Akhir 2025, Terendah Sejak 2025
Pada akhir tahun atau bulan Desember 2025, BI mempertahankan suku bunga di angka 4,75 persen. BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini untuk menjaga stabilitas dan mendorong perekonomian nasional.
"Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian," kata Perry. Diketahui, sejak September 2024, BI-Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi 4,75 persen hingga November 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun 2022.
Menurut Perry, efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter terhadap penurunan suku bunga perbankan perlu terus didorong. Pelonggaran kebijakan moneter yang telah ditempuh Bank Indonesia dan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Pemerintah di perbankan perlu diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan lebih cepat.
Terbaru, Bank Indonesia (BI) resmi menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) mulai 1 Januari 2026.
"Untuk menggantikan JIBOR, pasar keuangan Indonesia didorong untuk menggunakan Indonesia Overnight Index Average (INDONIA), yaitu suku bunga acuan Rupiah yang dihitung berdasarkan transaksi aktual pinjam-meminjam antarbank," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso Rabu (31/12/2025).
Dengan berbasis transaksi aktual, INDONIA dinilai lebih akurat, objektif, dan mencerminkan kondisi likuiditas pasar secara riil. Hal ini merupakan bagian dari reformasi suku bunga acuan yang sejalan dengan praktik terbaik global, guna memperkuat pendalaman pasar keuangan Indonesia.
Reformasi suku bunga acuan ini dilakukan dengan persiapan yang matang oleh Bank Indonesia, termasuk memastikan kesiapan pelaku pasar keuangan untuk beralih dari JIBOR ke INDONIA.
Sekadar informasi, INDONIA telah dipublikasikan mulai 1 Agustus 2018 paralel dengan publikasi JIBOR. Selanjutnya, kebijakan pengakhiran JIBOR diumumkan sejak 27 September 2024 disertai dengan Panduan Transisi Pengakhiran JIBOR yang disusun oleh National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR). Pelaku pasar secara bertahap telah mengacu pada INDONIA. Survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa nilai kontrak keuangan yang jatuh tempo sebelum 31 Desember 2025 yang menggunakan JIBOR sebagai acuan telah turun 67,7 persen dari sebesar Rp140,37 triliun pada September 2024 menjadi Rp45,28 triliun pada September 2025.
Adapun nilai kontrak yang memiliki fallback rate (telah dinegosiasikan dengan rate yang baru pada saat JIBOR dihapuskan) yang jatuh tempo setelah 31 Desember 2025, meningkat 35,9% dari Rp164,48 triliun pada September 2024 menjadi Rp223,76 triliun pada September 2025. Seiring dengan peningkatan transparansi pasar, aktivitas transaksi di Pasar Uang Antarbank (PUAB) juga menunjukkan kinerja yang baik.
Hingga 19 Desember 2025, rata-rata nilai transaksi pinjam-meminjam antarbank dalam Rupiah mencapai sekitar Rp15,4 triliun per hari, atau sekitar 63,5 persen dari total transaksi pasar uang. "Penggunaan INDONIA sebagai acuan akan mendorong terwujudnya pasar keuangan Indonesia yang modern, kredibel, dan berdaya saing global untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujarnya.
BI akan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pelaku pasar dan masyarakat guna memastikan kelancaran reformasi suku bunga acuan.
Sektor Jasa Keuangan dalam Tren Menguat
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar menuturkan ketahanan industri jasa keuangan dinilai tetap kuat, ditopang oleh permodalan yang solid, kecukupan pencadangan, serta profil risiko yang terkendali.
Kondisi ini menjadi modalitas untuk ruang ekspansi kinerja sektor jasa keuangan yang lebih luas ke depan, didukung dengan implementasi kebijakan pendalaman pasar keuangan, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan integritas dan tata kelola di seluruh SJK.
OJK senantiasa mengarahkan sektor jasa keuangan untuk turut berkontribusi optimal terhadap program prioritas pemerintah, dengan memastikan penerapan prinsip manajemen risiko dan tata kelola yang baik guna menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.
Di pasar modal, meskipun sempat mengalami tekanan pada akhir triwulan I 2025 akibat sentimen negatif perdagangan global, IHSG mampu pulih dan kembali berada pada tren positif, ditopang oleh respons kebijakan yang adaptif dari OJK dan BEI melalui kebijakan buyback tanpa RUPS, penyesuaian batasan trading halt, serta penerapan asymmetric auto rejection.
Setelah periode volatilitas tersebut, IHSG menunjukkan resiliensi yang tinggi dan bahkan mencatat sejumlah rekor tertinggi sepanjang 2025, mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga.
Adapun dari sisi intermediasi, pertumbuhan kredit perbankan dan pembiayaan mengalami moderasi dibandingkan tahun lalu, terutama pada segmen-segmen yang terdampak perlambatan kinerja sektor riil. Premi asuransi, khususnya asuransi jiwa, juga tumbuh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
"Di domestik, perekonomian Indonesia terpantau solid dengan ekonomi triwulan III tumbuh 5,04 persen yoy dan indeks PMI manufaktur yang tetap berada di zona ekspansi," tutur dia.
(kunthi fahmar sandy)
Internet Rakyat Warnai Gerak Pasar Saham Teknologi RI Sepanjang 2025
Pasar saham teknologi sepanjang 2025 diwarnai oleh sentimen positif dan ekspansi sejumlah emiten yang berfokus pada proyek 'Internet Rakyat'. [1,518] url asal
#kaleidoskop2025 #kaleidoskop-2025 #internet-rakyat #wifi #surge
(IDX-Channel - Market News) 30/12/25 19:30
v/88960/
IDXChannel - Pasar saham teknologi, khususnya subsektor telekomunikasi di Indonesia sepanjang 2025 diwarnai oleh sentimen positif dan ekspansi sejumlah emiten yang berfokus pada proyek 'Internet Rakyat' atau pemerataan akses internet di daerah pedesaan dan terpencil. Inisiatif ini didorong oleh potensi pasar yang besar serta dukungan dari investor ternama.
Salah satu emiten teknologi yang aktif dalam proyek 'Internet Rakyat' dan menarik perhatian investor yakni PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge bersama anak usahanya, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).
Untuk diketahui, ada tiga nama besar yang masuk sebagai pemegang saham tidak langsung terhadap WIFI yakni Hashim S Djojohadikusumo, Arwin Rasyid, dan Fadel Muhammad.
Awal Mula 'Internet Rakyat'
Awal mula 'Internet Rakyat' mencuat dimulai dengan kemunculan pernyataan WIFI yang bakal menghadirkan internet murah bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Layanan internet akan menggunakan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) Open RAN.
Saat itu, Surge menargetkan fase pra-komersialisasi pada akhir 2025, dan awal 2026 komersialisasi skala penuh dilakukan dengan target penyebaran hingga 20 ribu titik jaringan pada 2030.
Untuk mewujudkan hal itu, Surge menandatangani perjanjian komersial dengan OREX SAI yang merupakan perusahaan patungan antara NTT DOCOMO dan NEC. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken kedua perusahaan pada Desember 2024.
Direktur Surge Shannedy Ong mengatakan, kesepakatan dengan OREX SAI merupakan langkah besar bagi perseroan untuk menghadirkan internet berkualitas tinggi dengan harga terjangkau yakni Rp100 ribu dengan kecepatan hingga 100 Mbps.
"Dengan menggandeng OREX SAI dan memanfaatkan teknologi Open RAN yang inovatif, kami dapat membangun jaringan yang siap menghadapi masa depan dan memenuhi kebutuhan komunitas di daerah terpencil dan kurang terlayani," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 7 Maret 2025.
Dalam perjanjian ini, Surge akan menyediakan seluruh infrastruktur yang diperlukan untuk mengimplementasikan FWA. Sementara OREX SAI akan menyediakan solusi Open RAN berbasis 5G FWA bagi perseroan.
"Solusi 5G FWA berbasis Open RAN kami tidak hanya meningkatkan efisiensi dan keterjangkauan, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Surge untuk menghadirkan konektivitas yang andal bagi jutaan masyarakat," ujar Presiden & CEO OREX SAI Hiroshi Kobayashi.
Kehadiran 'Internet Rakyat' ini untuk mengurangi kesenjangan akses internet di Indonesia yang saat ini tingkat penetrasinya baru 15 persen, jauh di bawah negara-negara ASEAN yang mencapai 50 persen. Dalam layanan ini, Surge menawarkan paket Rp100 ribu untuk kecepatan 100 Mbps dan Rp250 ribu untuk kecepatan hingga 500 Mbps.
Raih Suntikan Investasi Rp4 Triliun dari Jepang
Pada 11 April 2025, WIFI meraih investasi strategis dengan nilai Rp4 triliun dari Nippon Telegraph and Telephone East Corporation (NTT East), anak perusahaan inti dari NTT Group asal Jepang.
Dalam kemitraan ini, NTT East akan melakukan investasi sebesar 49 persen dalam bentuk kepemilikan saham dan non-cash component di PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE), anak perusahaan dari Surge.
Kerja sama tersebut akan mempercepat terwujudnya akses broadband yang terjangkau, andal, dan inklusif di seluruh Indonesia, dengan memanfaatkan pengalaman puluhan tahun NTT East dalam membangun, mengelola, dan mengoperasikan infrastruktur serat optik berskala besar.
Melalui kolaborasi ini, WEAVE akan memperoleh akses terhadap program transfer teknologi dari NTT East, sistem manajemen kualitas, serta standar desain infrastruktur, untuk memastikan keunggulan operasional dalam pembangunan dan pemeliharaan jaringan Fiber-To-The-Home (FTTH) berskala besar.
Ajak Telkom (TLKM) Garap Internet Rakyat
Pada 26 Mei 2025, Surge (WIFI) kemudian melakukan kerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) untuk proyek infrastruktur jaringan dan pengembangan ekosistem internet nasional atau internet rakyat.
Nota Kesepahaman (MoU) ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan akses digital di seluruh Indonesia melalui sinergi infrastruktur dan layanan yang dimiliki masing-masing pihak.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi katalis utama dalam menghadirkan 'Internet Rakyat' internet yang terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan bagi lebih dari 40 juta rumah tangga di Indonesia.
Lebih jauh, MoU ini mencakup ruang lingkup kerja sama seperti pemanfaatan dan pembangunan infrastruktur jaringan metro-ethernet dan IP Transit, penguatan layanan digital berbasis cloud dan messaging, dan optimalisasi layanan Edge Data Center (neuCentrIX).
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pemanfaatan infrastruktur pasif seperti tiang, tower dan/atau pole, ducting kabel optik, dan dark fiber, penerapan teknologi FTTX melalui skema Virtual Unbundling Line Access (VULA), dan layanan Managed Service berbasis collaborative network optimization dan integrated monitoring system.
Menang Lelang Pita Frekuensi 1,4 GHz
Pada 16 Oktober 2025, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) secara resmi menyatakan telah memenangi lelang pita frekuensi 1,4 GHz. Keduanya menang usai memasang harga tertinggi dalam proses lelang di setiap regional.
Sebagai informasi, Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) menggelar lelang pita frekuensi untuk layanan akses nirkabel pitalebar (Broadband Wireless Access/BWA) tersebut untuk tiga regional.
Regional I yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Regional III meliputi Sumatera dan Bali, sedangkan Regional III mencakup Kalimantan dan Sulawesi.
WIFI lewat entitas usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz untuk Regional I. Sementara itu, Regional II dan II dimenangkan oleh DSSA lewat anak usahanya, PT Eka Mas Republik.
WIFI memenangkan kawasan yang mewakili lebih dari 60 persen populasi Indonesia. Dengan jaringan backbone fiber yang sudah terhubung di Pulau Jawa, biaya investasi per pelanggan dapat ditekan secara signifikan.
Surge yang memiliki merek layanan internet Starlite tersebut menjadi pemenang setelah mengajukan penawaran tertinggi yakni Rp403,8 miliar. Angka ini mengalahkan dua pesaingnya yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp399,8 miliar dan PT Eka Mas Republik Rp331,8 miliar.
Sementara itu, PT Eka Mas Republik dengan merek MyRepublic sukses menguasai dua regional pita frekuensi 1,4 GHz. Untuk Regional II, PT Eka Mas Republik memberikan penawaran Rp300,9 miliar dan untuk Regional III, harga yang diajukan mencapai Rp100,9 miliar.
Penawaran harga oleh perusahaan internet milik Sinar Mas Group itu mengalahkan Telkom dan Surge, sehingga berhak memanfaatkan spektrum frekuensi mid-band tersebut.
Tunjuk Mitra Distributor Produk Internet Rakyat
Pada November 2025, PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) menjalin kemitraan strategis dengan PT Telemedia Komunikasi Pratama, salah satu anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Sebagai perusahaan jasa teknikal dan pemeliharaan telekomunikasi, PADA ditunjuk sebagai Mitra Distributor untuk produk Internet Rakyat (IRA) layanan internet murah yang dikembangkan oleh WIFI.
Manajemen PADA menyatakan, dengan adanya recurring income atas pemeliharaan Internet Rakyat ini akan memberikan stabilitas finansial dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang solid bagi PADA.
Dalam kemitraan ini, PADA akan memanfaatkan keahliannya dalam jasa teknikal untuk memastikan kualitas instalasi dan pemeliharaan jaringan IRA, sekaligus mengoptimalkan kapabilitas Jasa Sumber Daya Manusia.
Diharapkan pula kemitraan ini dapat mempercepat penetrasi layanan Internet Rakyat di daerah-daerah yang membutuhkan akses internet sekaligus memperkuat posisi PADA sebagai penyedia jasa outsourcing di sektor telekomunikasi dan layanan teknikal.
Sebagai tambahan informasi, saat ini PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sedang dalam proses akuisisi saham PADA. Rencananya, INET akan membeli 1,68 miliar saham PADA milik Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat).
Recap Perjalanan Harga Saham Sepanjang 2025
Di awal Januari 2025, saham WIFI berada di level Rp407,74 per saham. Pergerakannya dari hari ke hari tercatat terus mengalami kenaikan. Pada Merat 2025, WIFI sempat berada di level Rp2.496,19 per saham, sebelum akhirnya turun ke level Rp1.790 per saham pada akhir bulan.
Kemudian, saham WIFI kembali sempat melesat pada perdagangan Rabu 15 Oktober 2025 atau bertepatan dengan kabar perseroan menang lelang pita frekuensi 1,4 GHz.
Pada sesi intraday saat itu, WIFI menyentuh level tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) Rp4.190 setelah naik lebih dari 6 persen.
Pada sesi II perdagangan, saham emiten terafiliasi Hashim Djojohadikusumo dan rekan-rekan itu mulai mengendur meski masih mencatat kenaikan sekitar 3 persen di level Rp3.870.
Namun, pada hari yang sama, saham WIFI ditutup anjlok 12,23 persen ke level Rp3.300.
Meski terkoreksi tajam, saham WIFI masih mencatat kenaikan spektakuler sebesar 705 persen sepanjang 2025.
Pengamat Pasar Modal Michael Yeoh menjelaskan, penurunan tajam saham WIFI saat itu lebih dipicu oleh aksi pasar ketimbang perubahan fundamental.
“Dimanfaatkan sell on the news oleh market,” ujar Michael.
Secara keseluruhan, WIFI menempati posisi kedua top gainers saham sektor teknologi yang berkinerja ciamik sepanjang 2025.
Saham WIFI tercatat tumbuh 697,08 persen ke harga Rp3.250 per 30 Desember 2025 sore.
Dengan volume saham sebanyak 5,30 miliar dan harga pasar Rp3.250 per saham, kapitalisasi pasar saham WIFI saat ini mencapai Rp17,22 triliun.
Kinerja Keuangan hingga September 2025
WIFI mencatatkan kinerja positif dalam sembilan bulan pertama tahun 2025. Emiten subsektor telekomunikasi ini mencetak pendapatan bersih Rp1,01 triliun, melejit 101 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp504,95 miliar.
Segmen telekomunikasi mencatat pendapatan Rp739,44 miliar, mendominasi pendapatan WIFI hingga 73 persen. Sisanya disumbang dari segmen periklanan sebesar Rp276,67 miliar atau setara 27,23 persen.
Laba bruto WIFI juga tumbuh 124 persen menjadi Rp689,5 miliar. Hal ini imbas beban pokok pendapatan yang terkendali sebesar Rp325,4 miliar.
Beban operasional juga relatif terkontrol dengan beban umum dan administrasi sebesar Rp155,4 miliar. Laba usaha naik 127 persen menjadi Rp574,2 miliar. Laba bersih periode berjalan juga melonjak 71 persen menjadi Rp260 miliar.
Namun, kinerja bottom line WIFI pada kuartal III-2025 tertekan di tengah melonjaknya pendapatan. Kondisi ini terjadi akibat lonjakan pada beban keuangan akibat utang obligasi. Hal ini mendapatkan reaksi negatif dari pasar.
(Dhera Arizona)
Top Losers Saham IPO 2025, Ada BRRC-KAQI
Jumlah saham debutan dengan kinerja terburuk sepanjang 2025 lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. [817] url asal
#ipo-2025 #top-losers #saham-ipo #kaleidoskop #kaleidoskop2025 #ipo-terboncos
(IDX-Channel - Market News) 29/12/25 09:08
v/86968/
IDXChannel - Jumlah saham debutan dengan kinerja terburuk sepanjang 2025 lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Perbaikan ini sejalan dengan cemerlangnya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 24 Desember yang berhasil mencetak all-time high sebanyak 23 kali.
IHSG melesat hampir 20 persen secara year to date (ytd) atau naik 1.458 poin ke level 8.537,91. Dari sisi aktivitas perdagangan, IHSG membukukan volume transaksi sebesar 28,79 miliar saham sepanjang tahun, jauh melampaui rata-rata harian sebesar 17,44 miliar saham.
Berdasarkan data Bursa, 26 emiten melakukan penawaran umum perdana saham atau sepanjang 2025 dengan dana yang dihimpun mencapai Rp18,11 triliun.
Dari jumlah itu, 17 emiten berhasil memanen cuan di antaranya PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencetak kenaikan paling tinggi sebesar 3.000 persen. Disusul PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang naik masing-masing 700 persen sejak listing perdana.
Sementara sisanya 9 emiten membukukan kinerja negatif dengan penurunan rata-rata 20-48 persen per 24 Desember 2025.
Raja Roti (BRRC) Anjlok 48,57 Persen
Ada tiga saham IPO yang menempati posisi paling boncos dan merupakan anggota papan pengembangan. Posisi pertama dihuni oleh PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC).
BRRC menjadi saham debutan terburuk 2025 dengan penurunan harga sebesar 48,57 persen secara year to date (ytd). Sahamnya anjlok dari harga Rp294 ke harga Rp108 per 24 Desember 2025.
Saat listing pada 9 Januari 2025, saham Raja Roti sempat dibuka auto reject atas (ARA) ke level Rp262 per saham, atau melesat 24,76 persen dari harga penawaran awal yang ditetapkan sebesar Rp210 per saham.
Kondisi tersebut tak berlangsung lama. Saham Raja Roti beberapa kali nyaris menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) hingga disuspensi Bursa. Bahkan, belum sebulan listing, BRRC sudah masuk papan pemantauan khusus full-call auction (FCA).
Dalam gelaran IPO, produsen tepung roti merek Royal ini melepas 291,5 juta saham atau maksimal 30,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Dengan mematok harga IPO sebesar Rp210 per saham, BRRC mengantongi dana maksimal Rp61,21 miliar.
Bersamaan dengan penawaran saham perdana, perseroan juga menerbitkan 145,75 juta Waran Seri I atau 21,43 persen dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan harga pelaksanaan Rp210.
Seluruh dana hasil IPO digunakan untuk modal kerja yang penggunaannya, meliputi peningkatan stok bahan baku, termasuk biaya operasional yang terdiri dari biaya tenaga kerja dan energi (gas, listrik).
Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja, yaitu persediaan bahan baku dan biaya operasional.
KAQI Turun 42,37 Persen
Posisi saham IPO kedua terbawah ditempati oleh PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI). Emiten yang melantai pada 10 Maret 2025 ini mencatatkan penurunan harga sebesar 42,37 persen ytd sejak debut perdana dari harga Rp118 ke harga Rp68.
Padahal saat listing, saham KAQI sempat dibuka melesat 18,64 persen ke harga Rp140. Sepekan kemudian, saham Jantra Grupo itu turun ke level gocap hingga masuk dalam pantauan Bursa.
Emiten yang berada di papan pengembangan ini melepas 450 juta saham atau 21,68 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp118 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana segar sebesar Rp53,10 miliar.
Dalam prospektusnya, pengelola bengkel spesialis kaki-kaki mobil itu bakal menggunakan dana hasil IPO untuk belanja modal (capex) pembelian lahan seluas 1.940 m2 di Bona Indah, Jakarta Selatan serta membuka lima cabang cabang bengkel baru yang terletak di Kota Bandung, Bekasi, Surabaya, dan Semarang, serta bengkel yang akan didirikan di lahan Bona Indah.
Selain itu, dana IPO juga dipakai untuk kegiatan operasional, termasuk namun tidak terbatas pada pembelian persediaan suku cadang, sewa kendaraan operasional, dan pengembangan aplikasi, serta keperluan pemberian pinjaman kepada anak-anak usaha perseroan.
DKHH Minus 40,15 persen
Peringkat ketiga terbawah saham debutan jatuh kepada PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH). Pengelola rumah sakit DKH ini menjadi emiten ke-14 yang resmi melantai di Bursa pada 2025.
Saham DKHH terkoreksi 40,15 persen sejak listing perdana pada 8 Mei 2025 dari harga Rp132 menjadi Rp79. Saham tersebut sempat merah selama sepekan usai IPO hingga disuspensi Bursa selama dua minggu.
DKHH pun menjadi penghuni Papan Pemantauan Khusus Full Call Auction (PPK FCA) setelah dua bulan listing.
Dalam gelaran IPO, DKHH melepas 530 juta saham baru atau 20,78 persen dari modal ditempatkan dan disetor dengan harga pelaksanaan Rp132 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana segar sebesar Rp69,96 miliar.
Sebagai pemanis, Cipta Sarana juga menerbitkan 265 juta Waran Seri I (DKHH-W) di harga pelaksanaan Rp175 per saham. Dari hasil penerbitan waran ini, perseroan meraup dana tambahan Rp46,37 miliar.
Dana hasil IPO digunakan perseroan untuk pembangunan gedung baru di area RS DKH Cibadak termasuk fasilitas poliklinik, rawat inap eksekutif, dan kelas rawat inap standar.
Kemudian untuk pembelian peralatan medis dan non-medis seperti CT-Scan dan fasilitas penunjang lainnya, renovasi gedung rumah sakit yang sudah ada, serta modal kerja, mencakup biaya pemasaran dan pembayaran vendor farmasi.
(DESI ANGRIANI)
Kaleidoskop IHSG 2025: Dari Trading Halt hingga Rekor demi Rekor
2025 menjadi salah satu periode paling bergejolak sekaligus bersejarah bagi pasar saham Indonesia. [772] url asal
#ihsg #kaleidoskop2025 #trading-halt #donald-trump #purbaya #sri-mulyani #konglomerat
(IDX-Channel - Market News) 29/12/25 07:34
v/86886/
IDXChannel - 2025 menjadi salah satu periode paling bergejolak sekaligus bersejarah bagi pasar saham Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka tahun dengan tekanan berat, sempat dua kali dihentikan perdagangannya, sebelum akhirnya bangkit dan mencetak rekor demi rekor pada paruh kedua tahun ini.
Perjalanan IHSG sepanjang 2025 memperlihatkan betapa sensitifnya pasar terhadap sentimen global, dinamika politik domestik, hingga ekspektasi kebijakan fiskal dan arus modal asing.
Awal Tahun: Tekanan Tarif Trump dan Arus Keluar Dana Asing
IHSG mengawali 2025 dalam bayang-bayang ketidakpastian global. Kebijakan tarif impor yang kembali digulirkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu kekhawatiran perang dagang jilid baru. Narasi tersebut langsung menekan aset berisiko, termasuk saham-saham di negara berkembang.
Tekanan global itu tercermin dari derasnya arus keluar dana asing, membuat IHSG bergerak volatil dan cenderung melemah sejak Januari hingga awal Maret.
Maret-April: Dua Trading Halt dalam Waktu Singkat
Puncak kepanikan pasar terjadi pada 18 Maret 2025. IHSG ambruk tajam pada sesi I perdagangan dan sempat merosot 5,02 persen ke level 6.146,91, memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt selama 30 menit. Ini menjadi trading halt pertama IHSG sepanjang 2025.
Belum genap sebulan, guncangan kembali terjadi. Pada 8 April 2025, tepat di hari pertama perdagangan setelah libur panjang Idulfitri, IHSG sempat anjlok hingga 9,19 persen di pembukaan. BEI kembali menghentikan perdagangan selama 30 menit.
Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, dua kali trading halt mencerminkan rapuhnya kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global, terutama terkait arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
Mei-Juni: Rebound Perlahan, Pasar Bernapas Lega
Memasuki Mei 2025, sentimen pasar mulai membaik. Kesepakatan dagang awal antara Amerika Serikat (AS) dan China berhasil meredakan kekhawatiran resesi global. Pasar saham dunia pun berbalik menguat, termasuk IHSG.
Pada 15 Mei 2025, IHSG kembali melesat, mengikuti reli global. Momentum positif ini berlanjut hingga Juni, meski pasar masih dibayangi konflik geopolitik dan narasi perang dagang yang belum sepenuhnya mereda.
Agustus: MSCI, Saham Konglomerat, dan Rekor Baru
Sentimen IHSG memasuki fase yang jauh lebih konstruktif pada Agustus. Pada 14 Agustus 2025, IHSG melampaui rekor tertinggi yang terakhir disentuh pada September 2024.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai, reli ini terutama dipicu oleh keputusan MSCI yang menaikkan peringkat Indonesia, sehingga membuka peluang inflow asing yang lebih besar dibanding negara Asia lainnya.
Michael menjelaskan, bursa merespons positif dengan saham-saham bluechip dan konglomerat yang bergerak serempak menguat, sehingga kenaikan IHSG terjadi begitu masif.
Sehari berselang, 15 Agustus 2025, IHSG menembus level psikologis 8.000 untuk pertama kalinya, menandai fase baru reli pasar saham Indonesia.
Akhir Agustus-Awal September: Tekanan Politik Domestik
Euforia tersebut tidak bertahan lama. Menjelang akhir Agustus hingga awal September, IHSG kembali tertekan akibat aksi demonstrasi besar-besaran di Jakarta dan sejumlah kota besar. Kepercayaan investor terguncang setelah eskalasi politik yang dipicu insiden bentrokan saat demonstrasi di depan gedung DPR.
Pada 29 Agustus 2025, IHSG sempat anjlok hingga 2,3 persen secara intraday, sebelum menutup perdagangan dengan pelemahan 1,53 persen.
Tekanan berlanjut pada awal September, kali ini dipicu kabar reshuffle kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran, yang menyeret nama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Pada 8-9 September 2025, IHSG melemah tajam. Michael Yeoh menilai, isu reshuffle memberi tekanan signifikan karena Sri Mulyani kerap dipandang sebagai fondasi stabilitas ekonomi Indonesia. Ketidakpastian ini membuat investor kembali bersikap defensif.
Medio September: Rebound dan Munculnya “Purbaya Effect”
Pasar mulai menemukan titik balik pada pertengahan September. Setelah pengunduran diri Sri Mulyani, pemerintah menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan baru.
Pada 12 September 2025, IHSG mencatat rebound setelah tertekan beberapa hari sebelumnya. Pasar merespons positif pernyataan Purbaya soal suntikan dana Rp200 triliun ke bank-bank Himbara serta komitmen meningkatkan belanja pemerintah.
Meski begitu, analis mengingatkan bahwa ekspektasi pasar perlu dibarengi pembuktian data dan kinerja keuangan. Istilah “Purbaya Effect” pun mulai muncul, menggambarkan harapan pasar terhadap dampak kebijakan fiskal ke depan.
September-Desember: Reli Berlanjut, Rekor demi Rekor
Optimisme kembali menguat. Pada 23 September 2025, IHSG berhasil mencetak all-time high (ATH) baru, didorong reli saham-saham konglomerat dan maraknya aksi korporasi.
Momentum ini berlanjut hingga kuartal IV. Sepanjang semester II-2025, IHSG mencatat lebih dari 20 kali rekor tertinggi, menegaskan kuatnya minat investor terhadap pasar saham domestik.
Puncaknya terjadi pada 11 Desember 2025, ketika IHSG menorehkan rekor tertinggi di level 8.776,97, di tengah reli lanjutan saham konglomerat dan ekspansi bisnis emiten besar.
Menjelang akhir tahun, IHSG bergerak lebih volatil dan cenderung konsolidatif, seiring aksi ambil untung dan menurunnya aktivitas perdagangan jelang libur Natal dan Tahun Baru.
Meski demikian, IHSG tetap bertahan di level tinggi, menutup 2025 sebagai salah satu tahun paling dinamis dalam sejarah pasar modal Indonesia. IHSG melonjak 20,59 persen sepanjang 2025, per data penutupan pasar 26 Desember 2025, kenaikan tahunan tertinggi sejak 2017. (Aldo Fernando)
Kinerja Sektor Konsumer Primer 2025: Saham Kecil Reli, Emiten Besar Tertekan
Kinerja sektor barang konsumen primer sepanjang 2025 belum mampu mengimbangi laju pasar secara keseluruhan. [664] url asal
#kaleidoskop2025 #barang-konsumer-primer #coco #indf #icbp
(IDX-Channel - Market News) 26/12/25 07:00
v/85153/
IDXChannel - Kinerja sektor barang konsumen primer sepanjang 2025 belum mampu mengimbangi laju pasar secara keseluruhan.
Hingga 24 Desember 2025, indeks consumer non-cyclical hanya naik 8,58 persen year-to-date (YtD), menjadi kinerja terendah di antara seluruh sektor, jauh tertinggal dari IHSG yang berkali-kali mencatatkan rekor dan melesat 20,59 persen YtD ke level 8.537,91.
Di balik kinerja indeks yang relatif lesu, pergerakan saham emiten makanan dan minuman berlangsung sangat timpang. Sejumlah saham berkapitalisasi kecil mencatat lonjakan harga ekstrem.
PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menjadi bintang sektor dengan kenaikan 944,22 persen YtD ke Rp316 per unit di tengah rencana aksi korporasi penambahan modal, disusul PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) yang melesat 213,04 persen menjadi Rp410 per unit, serta PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) yang naik 206,9 persen ke Rp356 per unit.
Untuk BEEF, terbitnya Permentan No. 15/2021 serta Program Strategis Pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan sekitar 4 juta ton susu per tahun, rencana impor sapi perah, dan kerja sama Amerika Serikat (AS)-Indonesia di sektor susu, menjadi katalis positif bagi saham perseroan.
Seiring kebijakan tersebut, BEEF mulai masuk ke bisnis sapi perah dan produk turunannya atas dorongan pemerintah guna mendukung pemenuhan kebutuhan gizi nasional.
Saham-saham lain seperti PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM), PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), dan PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) juga membukukan reli tiga digit. Namun, kenaikan tajam tersebut belum cukup mengangkat indeks sektor secara signifikan lantaran bobotnya yang relatif kecil.
Sebaliknya, saham-saham consumer besar justru mengalami tekanan. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 8,57 persen YtD, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) terkoreksi 20,52 persen, sementara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melemah 25,72 persen.
Tekanan juga dialami PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), hingga PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) yang ambles lebih dari 20 persen sepanjang tahun berjalan.
Subsektor rokok menunjukkan kinerja yang relatif lebih stabil, meski tetap tertinggal dari IHSG. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) mencuri perhatian dengan kenaikan 145,08 persen YtD, sementara PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) menguat 38,71 persen.
Di sisi lain, saham rokok besar seperti PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) hanya naik 22,99 persen, sedangkan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bergerak terbatas dengan kenaikan 3,48 persen YtD.
CGS International (CGSI) dalam risetnya yang terbit 9 Desember 2025 menilai tingkat konsumsi masyarakat Indonesia saat ini telah berada di titik terendah dari pola pemulihan berbentuk U (U-shaped recovery).
Setelah mengalami perlambatan selama beberapa kuartal terakhir, konsumsi diperkirakan mulai pulih secara bertahap pada 2026.
CGSI memproyeksikan kembali ke laju pertumbuhan pra-pandemi di atas 5 persen bukan perkara mudah, namun masih berpeluang tercapai pada 2026 seiring membaiknya daya beli dan stabilisasi kondisi ekonomi domestik.
Meski demikian, CGSI menekankan bahwa penyelesaian masalah struktural di sektor konsumsi membutuhkan waktu lebih panjang.
Oleh karena itu, dukungan kebijakan dari pemerintah dinilai semakin krusial, bahkan lebih besar dibandingkan periode sebelum pandemi Covid-19, guna mempercepat pemulihan konsumsi rumah tangga.
Sementara, Panin Sekuritas dalam risetnya yang terbit 24 November 2025 mencatat kinerja emiten rokok sepanjang sembilan bulan 2025 (9M25) melambat, seiring penurunan volume penjualan rokok lebih dari 5 persen secara tahunan (YoY).
Pelemahan tersebut dipengaruhi oleh tekanan daya beli masyarakat, tingginya biaya cukai, serta maraknya peredaran rokok ilegal.
Meski demikian, Panin Sekuritas memandang prospek sektor rokok mulai membaik ke depan.
Memasuki era menteri keuangan yang baru, volume rokok diproyeksikan pulih dan tumbuh moderat pada 2026, ditopang oleh katalis fiskal dan moneter yang diharapkan mampu memulihkan daya beli masyarakat.
Selain itu, prospek pemulihan juga didukung oleh stabilisasi tarif cukai dan harga jual eceran (HJE), serta pengetatan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal.
Namun, Panin Sekuritas mengingatkan sejumlah risiko penurunan (downside risk) yang tetap perlu dicermati, antara lain potensi intensifikasi regulasi kesehatan serta berlanjutnya pelemahan daya beli masyarakat, yang dapat kembali menekan volume penjualan rokok domestik. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.
#kaleidoskop2025
Swasembada Beras, Langkah Kementan Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Indonesia
Capaian produksi ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia berada di ambang pintu swasembada beras. [1,196] url asal
#kaleidoskop2025 #kementan #swasembada-pangan #swasembada-beras #ketahanan-pangan
(IDX-Channel - Economics) 24/12/25 19:20
v/84349/
IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang 2025.Produksi beras nasional pada 2025 menunjukkan lonjakan signifikan. Hal ini menjadi sinyal positif langkah besar Indonesia menuju swasembada pangan.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton. Angka ini meningkat 4,14 juta ton atau naik 13,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
"Potensi produksi beras Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton atau meningkat sebesar 13,54 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji ismartini dikutip Rabu (24/12/2025).
Dia menambahkan, peningkatan potensi produksi ini utamanya disumbang oleh peningkatan produksi pada Subround I (Januari-April) 2025 yang meningkat sebesar 26,54 persen dibanding subround I 2024. Proyeksi ini didapatkan dari potensi luas panen padi Januari-Desember 2025 yang mencapai 11,35 juta hektaree, atau meningkat sebesar 12,98 persen dibandingkan Januari-Desember 2024.
Produksi padi Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,34 juta ton gabah kering giling (GKG) atau meningkat sebesar 13,55 persen dibandingkan Januari-Desember 2025.
Proyeksi produksi tersebut tercatat melampaui prediksi lembaga internasional. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebelumnya memperkirakan produksi beras Indonesia sebesar 34,6 juta ton. Perkiraan produksi 2025 juga melampaui capaian tertinggi sebelumnya pada 2022 yang mencapai 31,54 juta ton.
Lonjakan ini mencerminkan hasil nyata dari program strategis Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat sektor hulu-hilir, mulai dari kemudahan pupuk bersubsidi, perbaikan jaringan irigasi, pemberian bantuan sarana-prasarana, hingga peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah untuk menjaga gairah petani dalam bertani.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan capaian produksi ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia berada di ambang pintu swasembada beras.
"Jadi, insya Allah tahun ini kita tidak ada impor beras. Semoga jika tidak ada aral melintang, swasembada pangan menjadi kenyataan. Saya ucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak atas capaian ini," kata Amran.
Menurut Amran, pemerintah terus memperkuat berbagai program strategis seperti sawah baru, optimalisasi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga penggunaan teknologi pertanian.
Pupuk Subsidi untuk Gencarkan Swasembada Pangan
Kementan membentuk skema baru untuk distribusi pupuk subsidi. Hal ini dilakukan untuk memperlancar rencana swasembada pangan. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP), Andi Nur Alam mengatakan, skema baru distribusi pupuk subsidi itu telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.
Dia mengatakan Perpres ini memperkenalkan mekanisme Titik Serah, yaitu titik distribusi pupuk subsidi yang ditetapkan bersama oleh BUMN Pupuk, selaku pelaku usaha distribusi. Skema ini menjadi simpul kendali baru agar pengawasan distribusi lebih jelas dan akuntabel.
“Titik Serah menjadi simpul kendali baru. Pihak yang ditunjuk akan terikat secara hukum yang diatur oleh BUMN Pupuk, sehingga pengawasan lebih jelas dan terukur,” kata Dirjen PSP Andi Nur.
Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan, Jekvy Hendra, mengatakan Perpres ini mengubah mekanisme penunjukan penyalur. Jika sebelumnya melibatkan berbagai pihak, kini penunjukan dilakukan langsung oleh BUMN Pupuk yang bertanggung jawab hingga titik serah.
“Titik serah bisa berupa pengecer resmi, Gapoktan, Pokdakan, atau koperasi yang bergerak di bidang pupuk,” kata Jekvy.
Sementara itu, dari sisi petani, penebusan pupuk subsidi tetap menggunakan acuan data e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Petani yang namanya terdaftar dalam e-RDKK bisa menebus pupuk di titik serah atau kios resmi dengan menunjukkan KTP atau Kartu Tani.
"Selama nama petani terdaftar, mereka bisa menebus pupuk subsidi menggunakan KTP atau Kartan," imbuh Jekvy.
Mentan Amran Sulaiman akan menindak tegas para distributor pupuk subsidi yang terbukti mempersulit petani. Kebijakan pemerintah saat ini telah menetapkan penebusan pupuk subsidi cukup menggunakan KTP saja.
Lebih jauh Amran menjelaskan, saat ini pemerintah telah melakukan penyederhanaan regulasi dalam penyaluran pupuk subsidi agar tidak lagi menyusahkan petani.
Melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 1 Tahun 2024 dan diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025, sistem pupuk bersubsidi yang sebelumnya diatur oleh lebih dari 145 regulasi lintas instansi baik pemerintah pusat maupun daerah, kini disederhanakan menjadi satu kebijakan nasional yang terpadu.
“Dulu ada 145 regulasi. Sekarang, dari produsen langsung ke petani. Saya minta HKTI kawal ini semua,” kata dia.
Upaya Kementan ternyata berbuah manis, pembelian pupuk subsidi mengalami peningkatan signifikan hingga 20 persen dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan tersebut ditemukan setelah Kementan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kios pupuk Indo Tani 3 di Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Menurut Mentan, kenaikan pembelian pupuk ini tidak lepas dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen. Kebijakan itu disebutnya memberikan dampak positif bagi petani dan sektor pertanian nasional.
“Yang menarik, pembelian pupuk naik 20 persen. Ini fenomena positif. Insya Allah produksi pertanian kita nanti juga meningkat. Semua komoditas pangan yang disubsidi pasti terdorong naik produksinya,” kata dia.
Dia menilai, peningkatan pembelian pupuk ini menjadi momentum penting untuk mempercepat target swasembada pangan nasional.
Bahkan, dengan tren positif ini, ia optimistis target yang semula ditetapkan empat tahun dapat tercapai lebih cepat.
“Awalnya target swasembada kita empat tahun, tapi dengan situasi seperti ini bisa jadi tercapai hanya dalam satu tahun. Ini kebahagiaan besar bagi bangsa,” katanya.
Beras Impor Nyaris Gagalkan Swasembada Beras
Rencana swasembada pangan ini ternyata kurang berjalan mulus. Ada beberapa hambatan salah satunya muncul 250 ton beras impor ilegal dari Thailand. Beras itu masuk melalui Sabang, Provinsi Aceh. Temuan ini disebut sangat mengganggu upaya pemerintah mencapai swasembada beras pada Desember 2025.
"Kita bisa sampaikan bahwa Indonesia sudah swasembada. Jangan diganggu lagi. Kalau ada, pasti kita usut. Pasti kita usut," kata Amran.
Amran menambahkan, pihaknya bersama aparat gabungan telah menyegel gudang milik PT Multazam Sabang Group (MSG) setelah menemukan 250 ton beras impor ilegal.
"Tadi langsung kami telepon kapolda, kemudian kabareskrim, kemudian pangdam, langsung disegel ini (gudang) berasnya, tak boleh keluar. Hari ini kami sampaikan, itu kita segel dan kami minta ditelusuri siapa pelaku-pelakunya," katanya.
Amran menyoroti bahwa impor ilegal terjadi justru ketika Indonesia memiliki stok beras tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Dia menegaskan Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan larangan impor karena stok nasional mencukupi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bahkan ikut turun tangan adanya kasus masuknya 250 ton beras impor ilegal ke Indonesia melalui Sabang, Provinsi Aceh. Purbaya pun memastikan akan memeriksa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), sehingga ratusan ton beras ilegal itu bisa masuk ke Indonesia.
"Nanti kita lihat apakah impor itu masuk lewat mana. Karena kalau ilegal ketahuan, nanti saya periksa anak buah saya," kata Purbaya.
"Siapa yang masukan, masuknya lewat mana, dan kenapa bisa lolos. Tapi saya akan cek lagi. Saya belum tahu data persisnya," lanjut Purbaya.
Indonesia Akhirnya Swasembada Beras
Indonesia diklaim berhasil mencapai swasembada beras dan jagung pada tahun 2025. Capaian ini akan memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.
"Tahun ini merupakan tahun penuh kerja keras bagi Kementerian Pertanian. Saya menyampaikan Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras dan jagung," kata Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
"Ini merupakan pencapaian besar bagi Indonesia," lanjutnya.
Selain peningkatan produksi, aspek gizi dan kualitas pangan juga menjadi fokus kebijakan. Sudaryono mengatakan, Pemerintah juga telah meluncurkan program makanan bergizi gratis yang mencakup penyediaan susu, telur, dan makanan sehat bagi pelajar di seluruh Indonesia.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas nutrisi. Presiden sangat serius memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan protein yang cukup,” katanya.
Pemerintah tidak berhenti pada capaian tersebut. Dalam dua hingga lima tahun ke depan, Indonesia menargetkan swasembada pada lebih banyak komoditas strategis.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Apa Kabar Proyek Infrastruktur di Era Presiden Prabowo Subianto?
Proyek infrastruktur bukanlah prioritas utama di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini membuatnya jauh berbeda dibandingkan era Presiden Jokowi. [1,007] url asal
#kaleidoskop2025 #kaleidoskop-2025 #proyek-infrastruktur
(IDX-Channel - Economics) 23/12/25 20:31
v/83231/
IDXChannel - Proyek infrastruktur bukanlah prioritas utama di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini membuatnya jauh berbeda dibandingkan era pemerintahan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Bahkan, kebijakan efisiensi anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 turut berimbas terhadap dibatalkannya sejumlah proyek infrastruktur yang akan dan sedang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Menteri PU Dody Hanggodo saat Rapat Kerja Komisi V DPR RI, Jakarta, Kamis 6 Februari 2025, mengatakan, pagu alokasi anggaran Kementerian PU tahun 2025 awalnya sebesar Rp110,95 triliun, kemudian diwajibkan melakukan efisiensi sebesar Rp81,38 triliun atau sekitar 80 persen.
Dengan demikian, saat ini anggaran Kementerian PU yang tersisa dalam APBN 2025 sebesar Rp29,57 triliun, sesudah efisiensi berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.
Efisiensi belanja dilakukan selain untuk belanja pegawai sebesar Rp3,35 triliun. Kegiatan bersumber dari pinjaman luar negeri, hibah luar negeri, rupiah murni pendamping, SBSN, dan PNBP sebesar Rp16,30 triliun.
"Setelah kita kurangi itu semua, belanja infrastruktur Kementerian PU tahun anggaran 2025 sebesar Rp22,3 triliun atau sebesar 24,56 persen dari pagu awal Rp90,93 triliun," ujarnya.
Berikut daftar proyek infrastruktur yang batal dilaksanakan imbas Inpres Nomor 1 Tahun 2025:
Bidang Sumber Daya Air (SDA): Rp27,72 Triliun
- Pembangunan 14 unit bendungan, 1 Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh, serta revitalisasi danau dan situ
- Pembangunan 9.550 hektare dan rehabilitasi 29.000 hektare jaringan irigasi
- Pembangunan prasarana air baku (kapasitas 1,25 meter kubik per detik)
- Pembangunan pengendali banjir (19 kilometer), pengaman pantai (4,5 kilometer), pengendali lahar dan sedimen
- Operasi dan pemeliharaan infrastruktur dan P3TGAI (12.000 lokasi)
- Pengadaan tanah
- Dukungan manajemen dan teknis lainnya.
Bidang Bina Marga: Rp24,83 Triliun
- Pembangunan jalan (57 kilometer) serta peningkatan kapasitas dan preservasi peningkatan 1.102 kilometer jalan
- Pembangunan dan duplikasi jembatan (5.841 meter), jembatan gantung, dan preservasi jembatan (126.000 meter)
-Pembangunan flyover/underpass dan terowongan (94 meter)
- Pembangunan jalan bebas hambatan (7,36 kilometer)
- Preservasi rutin jalan (47.603 kilometer), jembatan (563.402 meter) dan padat karya (24.600 tenaga kerja)
- Dukungan teknis dan manajemen.
Bidang Cipta Karya: Rp7,75 Triliun
- Pembangunan dan peningkatan SPAM (40 liter per detik), perluasan SPAM (863 sambungan rumah), dan IBM (Pamsimas 600 lokasi)
- Sistem Pengelolaan Air Limbah (10.240 kepala keluarga), persampahan (9.540 kepala keluarga), dan IBM (Sanimas 1.400 lokasi, LPK 825 lokasi, dan TPS3R 100 lokasi)
- Pengembangan kawasan (118,5 hektare), penataan kawasan pariwisata (3,0 hektare), dan IBM (PISEW 900 lokasi)
- Bangunan gedung (9 unit), penataan bangunan dan lingkungan (13 kawasan)
- Dukungan manajemen dan teknis lainnya.
Bidang Prasarana Strategis: Rp20,69 Triliun
- Fungsi pendidikan: PHTC pendidikan (sekolah 9.300 unit dan madrasah 2.034 unit), dan rehabilitasi dan renovasi perguruan tinggi atau keagamaan (9 unit)
- Fungsi permukiman: rehabilitasi, renovasi pasar (2 unit), prasarana olahraga (3 unit), dan prasarana lainnya (4 unit)
- Dukungan manajemen dan teknis lain
Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya: Rp0,39 triliun
- Layanan manajemen, perencanaan, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), pengawasan, pembinaan konstruksi, dan pembiayaan infrastruktur.
Prabowo Dijawalkan Resmikan Enam Bendungan di 2025
Sedianya, enam bendungan dijadwalkan bakal diresmikan oleh Prabowo pada 2025. Bendungan tersebut adalah Bendungan Rukoh dan Keureuto di Aceh, Bendungan Marangkayu di Kalimantan Timur, dan Bendungan Jlantah di Jawa Tengah. Kemudian, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Namun, hingga hari ini, keenam bendungan tersebut belum kunjung diresmikan, karena masih dalam progres pembangunan. Bahkan, beberapa di antaranya mandek akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Padahal, Kementerian PU pernah menyatakan akan memprioritaskan penyelesaian 15 bendungan dengan nilai anggaran sebesar Rp36,291 triliun sepanjang pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto.
“Periode 2025-2029 ada 15 bendungan on-going. Bendungan Way Apu, Jragung, Bulango Ulu, Manikin, Budong-Budong, Bagong, Bener, Tiga Dihaji, Mbay, Karangnongko, Cijurey, Jenelata, Cabean, Cibeet, dan Riam Kiwa,” kata Wakil Menteri PU Diana kepada wartawan di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat 3 Januari 2025.
Diana juga menyampaikan, Kementerian PU akan memfokuskan tiga bendungan selesai di 2025, mulai dari Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah.
"Dan yang direncanakan selesai tahun 2025 ada tiga bendungan. Bendungan Jragung, Mbay, dan Way Apu," ujarnya.
Akhirnya, Prabowo Resmikan Proyek Infrastruktur Jelang Akhir 2025
Namun, bukan berarti tidak ada satupun proyek infrastruktur yang diresmikan sepanjang 2025. Prabowo tercatat meresmikan sejumlah proyek infrastruktur seperti jembatan.
Pada 19 November 2025, Prabowo meresmikan Jembatan Kabanaran di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut meresmikan empat proyek infrastruktur lain secara hybrid dari berbagai daerah di Indonesia.
Keempat proyek yang juga ikut diresmikan adalah Underpass Gatot Subroto di Provinsi Sumatera Utara, Jembatan Sungai Sambas Besar di Provinsi Kalimantan Barat, serta Underpass Joglo Surakarta dan Flyover Cangguk di Provinsi Jawa Tengah.
Peresmian ini menandai peningkatan konektivitas dan memperkuat akses masyarakat terhadap jalur logistik serta mobilitas antarwilayah.
Prabowo menyampaikan, pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam meningkatkan pemerataan ekonomi serta kualitas hidup masyarakat.
“Ini nanti akan diharapkan mempermudah konektivitas, mempermudah akses juga kepada daerah yang begitu indah, begitu penting dalam budaya Jawa, penuh spiritualitas dan kita mendengar ada rencana-rencana untuk membangun kawasan ini untuk mendukung pariwisata," kata Prabowo dalam sambutannya.
"Mungkin akan ada hotel-hotel yang bagus, fasilitas-fasilitas karena kita harus dorong pariwisata, karena pariwisata adalah penyumbang devisa yang sangat besar dan adalah penyerap lapangan kerja yang sangat besar pula," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PU Dody Hanggodo dalam laporannya menyampaikan, peresmian ini menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas lahan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Total yang kita resmikan pada hari ini adalah dua jembatan, dua underpass, dan satu flyover ada di empat provinsi, total biaya yang kita keluarkan Rp1,97 triliun," kata Dody.
Peresmian jembatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mempersiapkan kelancaran mobilitas masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Selain itu, peresmian Jembatan Kabanaran dan proyek-proyek yang diresmikan secara hybrid ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan keselamatan transportasi.
Jembatan Kabanaran yang tadinya bernama Jembatan Pandansimo itu memiliki bentang utama mencapai 675 meter, jembatan ini pun siap menjadi ikon baru di Yogyakarta dan juga menjadi penanda perbatasan antara Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul.
(Dhera Arizona)
Nasib Emiten Tambang 2025, Emas vs Batu Bara Cuan Mana?
Emiten tambang menjalani 2025 dengan penuh ujian terutama di subsektor batu bara setelah harga yang bergerak melemah sepanjang tahun. [920] url asal
#emiten-tambang #emas #batu-bara #kaleidoskop2025 #kaleidoskop #antm #ptba #adro #mdka #hrta #brms
(IDX-Channel - Market News) 23/12/25 17:46
v/83002/
IDXChannel - Emiten tambang menjalani 2025 dengan penuh ujian terutama di subsektor batu bara setelah harga yang bergerak melemah sepanjang tahun.
Pelaku usaha harus beradaptasi dengan fase normalisasi harga komoditas sekaligus tekanan transisi energi usai menikmati supercycle pada periode sebelumnya.
Berdasarkan Harga Batu Bara Acuan (HBA), harga turun dari USD124,01 per ton di awal 2025 menjadi USD100,81 per ton pada akhir tahun. Pelemahan serupa terjadi di pasar global, tercermin dari Newcastle Index yang turun 22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) serta Indonesian Coal Index (ICI)-3 yang terkoreksi 16 persen yoy.
Koreksi harga tersebut langsung tercermin pada kinerja keuangan emiten. Hingga kuartal III-2025, laba bersih sejumlah pemain batu bara tergerus signifikan. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat penurunan laba 59 persen menjadi Rp1,4 triliun dari Rp3,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan laba bersih Rp5,03 triliun, anjlok 71,9 persen dibandingkan capaian Rp17,91 triliun. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan laba USD130,59 juta, menyusut 52,17 persen dari USD273,01 juta. Sementara itu, PT Indika Energy Tbk (INDY) hanya mengantongi laba Rp8 miliar, merosot tajam 98,5 persen dari Rp520 miliar.
Dividen jadi magnet investor
Di tengah ekspansi yang semakin selektif, mayoritas emiten memilih mengembalikan kas kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Di mana dividend yield emiten batu bara papan atas bertahan di level dua digit, menjadikannya primadona bagi investor yang berorientasi pendapatan.
Batu bara pun bertransformasi dari saham siklikal agresif menjadi income stock, meski bayang-bayang risiko jangka panjang akibat transisi energi tetap membatasi valuasi.
Berdasarkan catatan IDX Channel, Selasa (23/12/2025), PTBA membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp3,83 triliun atau Rp332,44 per saham yang dibayarkan pada 11 Juli 2025. Dividend yield PTBA mencapai 11,19 persen dengan dividend payout ratio (DPR) 75 persen dari laba bersih 2024 sebesar Rp5,10 triliun.
ITMG membagikan dividen final Rp2.245 per saham untuk tahun buku 2024, ditambah dividen interim Rp1.228 per saham pada September 2024. Total dividen tunai yang diterima investor mencapai Rp3.473 per saham. Pada 2025, ITMG kembali menyalurkan dividen interim sekitar USD50 juta atau setara Rp738 per saham yang cair pada akhir November.
Sementara itu, ADRO membagikan total dividen Rp273,53 per saham, terdiri dari dividen interim Rp106,84 per saham dibayarkan 15 Januari 2025 dan dividen final Rp166,69 per saham dibayarkan 26 Juni 2025, dengan nilai dividen final mencapai Rp4,88 triliun.
Adapun INDY menyiapkan dividen tahun buku 2024 sebesar USD5 juta atau sekitar Rp80 miliar yang telah dibayarkan pada awal Juni 2025.
Di sisi lain, isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) masih menjadi faktor penekan bagi sektor batu bara. Sejumlah pemain mulai mengalihkan sebagian investasi ke energi terbarukan, infrastruktur hijau, hingga bisnis non-batu bara.
ADRO dan INDY tercatat sebagai dua emiten paling progresif dalam diversifikasi, meski kontribusi pendapatan non-batu bara masih terbatas sepanjang 2025. ADRO memperluas portofolio melalui pengembangan batu bara metalurgi lewat anak usaha PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), serta mempercepat proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan wind farm di Kalimantan.
Sementara itu, INDY mengalokasikan sebagian besar belanja modal 2025 untuk pertambangan emas, proyek energi hijau, serta menjajaki peluang di ekosistem kendaraan listrik (EV).
ANTM-HRTA, emiten emas yang bersinar
Berbanding terbalik dengan batu bara, subsektor emas justru menikmati tahun yang gemilang. Harga emas dunia mencetak rekor baru sepanjang 2025, didorong ekspektasi pelonggaran moneter global, meningkatnya tensi geopolitik, serta pembelian agresif oleh bank sentral.
Per 22 Desember 2025, harga emas dunia menembus USD4.400 per troy ounce, naik 3,97 persen secara bulanan (month-to-date/MTD). Di pasar domestik, harga emas mencapai Rp2.561.000 per gram, melonjak Rp59 ribu per gram pada 23 Desember 2025.
Lonjakan harga tersebut menjadi katalis utama kinerja emiten emas. Hingga kuartal III-2025, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mencatatkan laba bersih Rp6,61 triliun, melesat 197 persen. Dengan model bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir, Antam menikmati kenaikan harga jual emas serta penjualan ritel yang solid.
Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menunjukkan perbaikan fundamental meski masih mencatatkan rugi bersih. Kerugian MDKA menyusut 48,14 persen menjadi USD34,75 juta dari USD67,02 juta, meskipun pendapatan turun 22,82 persen menjadi USD1,29 miliar hingga kuartal III-2025.
Laba bersih PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga melonjak signifikan hingga 142 persen menjadi USD37,91 juta seiring dengan naiknya pendapatan sebesar 69 persen menjadi sekitar USD183,57 juta.
Di sisi hilir, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berhasil memanfaatkan lonjakan permintaan perhiasan dan emas batangan domestik. Strategi hilirisasi serta jaringan distribusi yang luas mendorong laba HRTA melonjak 90,7 persen menjadi Rp575,76 miliar, ditopang kenaikan pendapatan 89,6 persen menjadi Rp25,19 triliun.
Dari pergerakan saham, mayoritas emiten batu bara juga mencatatkan penurunan harga. Secara year to date (ytd), PTBA turun 17,09 persen ke harga Rp2.280, ADRO anjlok 21,60 persen ke harga Rp1.905, ITMG koreksi 18,07 persen ke harga Rp21.875, sedangkan INDY mampu melonjak 55,85 persen ke Rp2.330.
Emiten emas seperti ANTM melambung 109,18 persen ke harga Rp3.190, MDKA menguat 38,08 persen ke harga Rp2.230, BRMS melesat 233 persen ke harga Rp1.155 dan HRTA terbang 443,79 persen ke Rp1.925.
Berdasarkan kinerja dua sektor tambang tersebut, batu bara menawarkan arus kas kuat dan dividend yield tinggi, namun dibayangi risiko struktural jangka panjang. Sebaliknya, emas tampil sebagai aset defensif dengan potensi pertumbuhan, meski menghadirkan tantangan operasional dan kebutuhan belanja modal yang besar.
(DESI ANGRIANI)
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56