Bisnis.com, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau kepada segenap warga untuk langsung melakukan pemeriksaan kesehatan bila dirasa mengalami gejala penyakit, termasuk virus superflu.
Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) yang terdeteksi di penjuru tanah air, di antaranya Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.
Kasus super flu terbanyak tercatat ditemukan di Provinsi Jawa Timur dengan 23 kasus. Disusul oleh Provinsi Kalimantan Selatan dengan 18 kasus, dan Provinsi Jawa Barat dengan sepuluh kasus.
Walau kasus super flu disebut sudah ditemukan di Provinsi Jawa Timur, Eri menyebut bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kasus tersebut di Kota Pahlawan.
"Hingga saat ini belum ada laporan resmi [superflu terdeteksi di Surabaya]," ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Kamis (8/1/2026).
Meski begitu, Eri menegaskan langkah-langkah pencegahan tetap dilakukan, khususnya bagi masyarakat yang melakukan aktivitas liburan, baik di dalam negeri maupun yang baru kembali dari mancanegara.
Ia mengatakan, terhadap para pelaku perjalanan dari luar negeri, prosedur skrining telah diterapkan secara ketat oleh otoritas terkait. Pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan suhu tubuh saat tiba di pintu kedatangan, dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit, termasuk virus super flu.
“Kita kan selalu menyampaikan, kalau liburan yang di luar negeri itu kalau masuk pasti ada skriningnya. Oh ini suhu badannya berapa, itu pasti akan kelihatan," bebernya.
Sementara itu, bagi masyarakat yang melakukan mobilitas dalam negeri, Eri menekankan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan. Bila merasakan gejala penyakit, diharapkan dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran sendiri. Jika merasa kondisi tubuh kurang sehat, seperti demam, batuk, atau gejala flu lainnya, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Eri menegaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan seluruh Puskesmas serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit.
Seluruh fasilitas kesehatan, lanjut Ketua Dewan Pengurus APEKSI itu, telah diinstruksikan untuk segera melapor bila menemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada penyakit menular, khususnya super flu, untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
"Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi tertentu, harus segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan," pungkasnya.