Bisnis.com, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa terkait polemik candaan admin media sosialnya, Hening Dzikrillah, yang viral di dunia maya, dirinya tidak akan mengorbankannya demi kepentingan politik atau popularitas pribadi semata.
"Saya tidak akan pernah membunuh karakter anak-anak muda ketika mereka membuat kesalahan. Mbak Hening tidak akan pernah saya korbankan demi popularitas saya, dan tidak akan pernah saya korbankan demi [memenuhi agenda] politik orang-orang yang menyerang saya,” tegas Eri dikutip, Rabu (5/11/2025).
Menurut Eri, insiden tersebut berawal dari kelalaian teknis saat jeda siaran langsung pada akun Instagram resmi miliknya. Mikrofon yang tidak dimatikan menyebabkan percakapan santai serta bercanda antara Hening dan rekannya terekam publik.
Eri pun menyayangkan pandangan sejumlah pihak yang memanfaatkan kesalahan tersebut untuk menggiring opini politik.
“Orang ini ingin mencari sesuatu. Makanya saya tidak ingin karena politik, akhirnya Mbak Hening juga kena dampaknya,” ujarnya.
Dirinya pun menilai reaksi publik yang berlebihan menunjukkan adanya upaya untuk memelintir isu tersebut menjadi alat serangan politik.
“Ada yang menyarankan ke saya untuk pidanakan (Hening) karena pencemaran nama baik, tapi saya bilang, buat apa? Ada yang bilang ada yang ingin menjatuhkan saya, ada yang bilang ini settingan, ya itu orang bebas berpendapat,” jelasnya.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini menegaskan, akun media sosial miliknya selama ini tidak pernah digunakan sebagai alat serangan terhadap pihak lain.
“Saya ini tidak pernah membuat (konten) medsos yang selalu mengajak orang berantem,” ujarnya.
Menurutnya, penyelesaian masalah seharusnya dilakukan lewat dialog langsung, bukan pencitraan lewat unggahan di media sosial.
"Contoh waktu mediasi dengan warga dan sekolah Petra, saya minta jangan diliput ketika musyawarah, sepuluh menit kemudian masalah selesai. Karena tidak semua perselisihan harus disampaikan di medsos,” beber Eri.
Ia menambahkan serangan terhadap admin media sosialnya justru menjadi indikasi bahwa kinerjanya selama ini justru mengusik kepentingan pihak-pihak pihak tertentu.
“Ketika ada orang yang ingin menjatuhkan kita, maka dia merasa kita lebih baik daripada dia,” lanjutnya.
Dirinya menegaskan menjaga semangat generasi muda jauh lebih penting daripada meladeni tekanan politik pihak-pihak tertentu.
“Kalau anak muda dibunuh karakternya ketika gagal, selesai. Tidak akan pernah ada anak muda yang berani mengambil risiko,” tegasnya.
Ia pun mengaku memahami tekanan yang sampai kini dirasakan Hening. Karena itu, ia memintanya untuk sementara waktu menenangkan diri tanpa harus mundur dari tim media sosial.
“Saya sampaikan, dia harus menenangkan diri dulu, tapi tetap saya minta dia memperbaiki diri, tidak mundur,” pungkasnya.