Bisnis.com, JAKARTA - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyampaikan peristiwa penjarahan supermarket di sejumlah wilayah di Sumatra merupakan dampak dari sulitnya warga mendapatkan kebutuhan pokok.
Menurut Bidang Advokasi YLBHI, Edy K Wahid, pemerintah harus mengesampingkan unsur pidana terkait peristiwa penjarahan tersebut. Sebab, dia menilai bahwa reaksi masyarakat bukan didasari atas niat jahat untuk melakukan penjarahan.
"Maka sudah seharusnya pendekatan-pendekatan hukum pidana itu terhadap korban ya masyarakat itu dikesampingkan dulu gitu toh. Kalaupun di kontekstualkan ya pidana itu kan kata kuncinya adalah adanya niat jahat ya atau yang kita kenal dengan mens rea apakah warga melakukan penjarahan itu ada unsur niat jahat atau menguntungkan diri sendiri, tentu tidak gitu. Mereka yang kita tangkap selama ini adalah murni semata-mata untuk mempertahankan hidup, sehingga harusnya dikesampingkan sisi pidananya," kata Edy kepada jurnalis secara daring, Minggu (30/11/2025).
Sebaliknya, Edy menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan masyarakat adalah bentuk teguran untuk pemerintah yang belum maksimal memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Melalui aksi itu, katanya, pemerintah harus mengevaluasi penanganan bencana agar kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi.
Pada kesempatan yang sama, Direktur LBH Padang, Diqi Rafiqi menyampaikan bahwa hingga saat ini masih banyak masyarakat khususnya di wilayah yang terisolasi belum mendapatkan bantuan.
Dia menilai bahwa koordinasi pemerintah dengan stakeholder terkait tidak efisien sehingga memengaruhi proses penyaluran bantuan.
"Bentuk yang harus disalurkan itu harus lebih cepat jangan menunggu koordinasi, tapi hari ini masyarakat lapar dengan bentuk apapun sumber daya apapun dengan helikopter kah dengan apa untuk langsung disalurkan kepada masyarakat. Jangan sampai menunggu beberapa hari akibatnya terjadi panik," jelas Diqi.
Atas hal itu, YLBHI turut mendesak agar pemerintah segera menetapkan status bencana nasional guna mempercepat penanganan warga terdampak bencana di Sumatra hingga Aceh.
Sekadar informasi, penjarahan terjadi di Alfamart dan Indomarat di Sibolga. Tak hanya itu, gudang Bulog di Sibolga juga menjadi sasaran.
Dari catatan Bisnis, warga yang telah terisolasi sejak Senin (25/11/2025) dilaporkan beramai-ramai menerobos masuk ke gudang.
Mereka merobohkan pagar gerbang, merusak gembok, dan mengambil beras serta minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang.
“Kami memahami bahwa masyarakat sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan,” ujar Kepala Bulog Kanwil Sumut Budi Cahyanto, Minggu (30/11/2025)