Bisnis.com, MAKKAH — Masyarakat dapat mengakses berbagai data terkait penyelenggaraan ibadah haji dalam Dashboard Haji 2026. Data keberangkatan hingga kedatangan jemaah haji, lokasi hotel maupun tenda di Arafah, hingga waiting list haji tersedia secara realtime.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Moh. Hasan Afandi menjelaskan bahwa pihaknya memperluas akses informasi penyelenggaraan haji dengan meluncurkan dashboard publik yang dapat diakses masyarakat, di tengah tingginya kebutuhan transparansi layanan jemaah.
Dashboard haji 2026 tersebut memungkinkan publik memantau berbagai aspek penyelenggaraan haji secara real time, mulai dari pergerakan jemaah hingga layanan kesehatan. Platform itu menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola haji yang terbuka dan akuntabel.
"Dashboard ini kami hadirkan agar masyarakat, keluarga jemaah, media, dan pemangku kepentingan dapat mengikuti perkembangan penyelenggaraan haji secara lebih mudah," ujar Hasan dalam keterangan resmi pada Selasa (5/5/2026).
Melalui Dashboard Haji, masyarakat dapat melihat berbagai data penting, seperti jumlah jemaah reguler, data lansia dan pengguna kursi roda, jadwal penerbangan, hingga informasi jemaah yang dirawat atau wafat.
Selain itu, tersedia pula fitur pencarian data jemaah, detail akomodasi, serta peta terintegrasi yang memuat lokasi fasilitas layanan di Tanah Suci.
Hasan menilai keterbukaan data menjadi krusial mengingat skala penyelenggaraan haji yang melibatkan ratusan ribu jemaah dan tersebar di berbagai titik layanan, baik di Indonesia maupun Arab Saudi.
"Dengan sistem informasi yang terbuka, proses pemantauan layanan jemaah dapat dilakukan secara lebih luas, mulai dari pemberangkatan, kedatangan, akomodasi, mobilitas, hingga layanan kesehatan," katanya.
Dia menambahkan bahwa dashboard publik ini juga menjadi bagian dari transformasi layanan haji berbasis data, sehingga setiap perkembangan dapat dipantau secara cepat dan terintegrasi.
Menurutnya, integrasi data menjadi kunci untuk memastikan pelayanan berjalan responsif dan terukur di tengah kompleksitas operasional haji.
"Prinsipnya, Kemenhaj ingin memastikan penyelenggaraan haji berjalan transparan, tertib, dan akuntabel," ujar Hasan.
Kemenhaj pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan dashboard tersebut sebagai rujukan resmi dalam memperoleh informasi penyelenggaraan haji 2026.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendekatkan layanan haji kepada masyarakat melalui keterbukaan informasi.
Berikut link Dashboard Haji 2026: https://dashboard.haji.go.id/