JAKARTA, KOMPAS.com - Implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-China mulai membuka peluang baru bagi pelaku usaha dan UMKM dalam menjangkau konsumen lintas negara, terutama wisatawan asal China yang bertransaksi di Indonesia.
Melalui integrasi pembayaran lintas negara tersebut, merchant QRIS di Indonesia kini dapat menerima pembayaran digital dari pengguna aplikasi pembayaran asal China, sementara pengguna Indonesia juga bisa bertransaksi di merchant di China menggunakan aplikasi domestik.
CEO PT Netzme Kreasi Indonesia Vicky G. Saputra mengatakan, QRIS Antarnegara Indonesia-China bukan sekadar menghadirkan metode pembayaran baru, tetapi juga memperluas kesiapan UMKM Indonesia dalam melayani konsumen global.
“Sebagai PJP yang berperan di sisi issuer dan acquirer, Netzme dapat menghadirkan manfaat di dua sisi,” ujar Vicky dalam keterangan resmi, Senin (5/5/2026).
“Pengguna Indonesia dapat bertransaksi lebih mudah di China melalui Netzme Pay, sementara merchant Indonesia dapat menerima pembayaran dari wisatawan China melalui Toko Netzme dan QRIS Soundbox Netzme,” lanjut dia.
Partisipasi PT Netzme Kreasi Indonesia sebagai salah satu Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) first mover dalam implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-China juga mendukung agenda Bank Indonesia dan People's Bank of China (PBoC) untuk memperkuat konektivitas pembayaran lintas batas.
Melalui skema tersebut, transaksi lintas negara diharapkan menjadi lebih efisien, inklusif, serta mendukung penggunaan mata uang lokal dalam pembayaran digital.
Perluas Akses Pembayaran UMKM
Pada fase awal implementasi yang dimulai sejak 30 April 2026, Netzme menghadirkan dua skenario transaksi dalam ekosistem QRIS Antarnegara.
Dari sisi issuer melalui Netzme Pay, pengguna aplikasi dapat melakukan pembayaran di merchant di China yang telah mendukung skema QRIS Antarnegara dengan memindai kode QR melalui aplikasi.
Sementara dari sisi acquirer melalui Toko Netzme, merchant dan UMKM mitra Netzme dapat menerima pembayaran dari wisatawan China menggunakan aplikasi pembayaran yang telah terhubung, termasuk Alipay dan UnionPay.
Bagi merchant, manfaat utama dari integrasi ini adalah pembayaran digital dari wisatawan China dapat langsung diterima dalam rupiah sesuai mekanisme QRIS yang berlaku.
Implementasi tersebut juga hadir di tengah penggunaan QRIS yang terus meluas di Indonesia. Bank Indonesia mencatat akseptasi QRIS telah menjangkau 44 juta merchant dan 61,7 juta pengguna hingga triwulan I 2026.
Pada periode yang sama, transaksi QRIS inbound mencapai 2,79 juta transaksi senilai Rp 713,59 miliar, sedangkan transaksi outbound mencapai 737.647 transaksi senilai Rp 249,26 miliar.
“Pertumbuhan QRIS menunjukkan bahwa pembayaran digital tidak lagi hanya menjadi fasilitas tambahan, tetapi infrastruktur utama bagi pelaku usaha,” kata Vicky.
“Fokus Netzme adalah memastikan inovasi seperti QRIS Antarnegara dapat benar-benar dipakai di lapangan oleh merchant, tidak berhenti sebagai teknologi,” tambah dia.
Siapkan Ekspansi dan Program Merchant
Seiring implementasi awal tersebut, Netzme juga menyiapkan perluasan integrasi pembayaran dalam agenda grand launching QRIS Antarnegara Indonesia-China yang dijadwalkan berlangsung di Shanghai, China, pada Juni 2026.
Pada tahap berikutnya, perusahaan akan mengikuti kesiapan ekosistem, arahan regulator, dan integrasi mitra pembayaran lintas negara agar layanan tersebut dapat menjangkau lebih banyak pengguna dan merchant.
“Melalui Toko Netzme dan QRIS Soundbox, kami ingin proses pembayaran tetap sederhana bagi pemilik usaha,” ujar Vicky.
“Pembayaran terkonfirmasi, pencatatan transaksi rapi, dan pengalaman pelanggan lebih lancar,” lanjut dia.
Selain memperluas implementasi QRIS Antarnegara, Netzme juga meluncurkan program apresiasi merchant bertajuk “QRIS Soundbox Goes Global, Gratis Trip ke China!”.
Program tersebut ditujukan bagi merchant aktif pengguna Toko Netzme dan QRIS Soundbox yang memenuhi kriteria program. Merchant terpilih akan mengikuti perjalanan edukatif ke China untuk melihat langsung perkembangan ekosistem pembayaran digital dan pengalaman transaksi QRIS Antarnegara di negara tersebut.
“Program ini kami desain bukan hanya sebagai apresiasi, tetapi sebagai pengalaman belajar bagi merchant,” kata Vicky.
“Kami ingin para pelaku usaha melihat sendiri bahwa transformasi digital membuka akses yang lebih luas, termasuk akses ke pelanggan lintas negara,” lanjut dia.
Seluruh biaya utama perjalanan, akomodasi, dan uang saku selama program akan ditanggung Netzme sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang