Bisnis.com, GARUT — Tingginya okupansi Kereta Api (KA) Cikuray relasi Garut–Pasar Senen dalam 10 hari pertama pengoperasian rangkaian baru menunjukkan Jakarta masih menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi masyarakat Priangan Timur.
Ribuan warga dari Garut dan daerah sekitarnya tercatat bergerak menuju ibu kota dengan volume yang jauh lebih besar dibandingkan arus perjalanan sebaliknya.
Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung mencatat, selama 10 hari operasional rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani-Pedagang, KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen melayani 8.756 pelanggan dengan tingkat okupansi mencapai 138,76%. Sebaliknya, perjalanan Pasar Senen–Garut hanya mengangkut 7.110 pelanggan dengan okupansi 112,68%.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya tingkat keterisian menunjukkan KA Cikuray menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian dari wilayah Priangan Timur menuju Jakarta maupun sebaliknya.
“Antusiasme masyarakat terhadap KA Cikuray dengan rangkaian baru sangat tinggi. Hal ini menunjukkan layanan KA Cikuray menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian dari wilayah Priangan Timur menuju Jakarta maupun sebaliknya,” kata Kuswardojo, Kamis (25/6/2026).
Kuswardojo mengatakan tingginya arus perjalanan menuju Jakarta mencerminkan masih kuatnya ketergantungan daerah terhadap pusat ekonomi nasional. Jakarta tetap menjadi tujuan utama pekerja, pedagang, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat yang mengakses berbagai layanan ekonomi.
Menurutnya, kondisi tersebut terlihat dari tingkat okupansi yang melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.
“Dalam operasional sehari-hari, satu kursi dapat digunakan oleh beberapa penumpang pada segmen perjalanan berbeda sehingga tingkat okupansi dapat melampaui 100%,” tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa konektivitas antara Garut dan Jakarta masih menjadi kebutuhan utama masyarakat.
KAI sebelumnya menyebut KA Cikuray merupakan bagian dari konsep rel ekonomi rakyat yang ditujukan untuk mendukung mobilitas pekerja, pedagang pasar, petani, pelaku UMKM, hingga pelajar. Tarif perjalanan terjauh yang relatif terjangkau juga menjadi faktor pendorong tingginya minat masyarakat.
Diberitakan sebelumnya, pengoperasian rangkaian baru KA Cikuray dimulai pada Juni 2026 dengan formasi enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu Kereta Khusus Petani-Pedagang. Total kapasitas yang disediakan mencapai 631 tempat duduk per perjalanan.
Kehadiran gerbong khusus petani dan pedagang dinilai memperkuat fungsi kereta tidak hanya sebagai moda transportasi penumpang, tetapi juga sebagai sarana pendukung aktivitas ekonomi rakyat.
KAI menyebut konsep tersebut dirancang untuk membantu mobilitas pelaku usaha mikro, pedagang pasar, dan masyarakat yang membawa hasil pertanian atau barang dagangan dalam jumlah tertentu sehingga perjalanan menjadi lebih tertib dan efisien.