#30 tag 24jam
Okupansi KA Cikuray Capai 138%, Jakarta Tetap Jadi Magnet Warga Priangan Timur
KA Cikuray Garut-Jakarta mencatat okupansi 138% dalam 10 hari, menunjukkan Jakarta masih jadi pusat ekonomi utama bagi warga Priangan Timur. [384] url asal
#ka-cikuray #okupansi-ka-cikuray #garut-jakarta #ekonomi-priangan-timur #kereta-ekonomi-rakyat #kereta-petani-pedagang #mobilitas-pekerja #pusat-ekonomi-nasional #konektivitas-garut-jakarta #tarif-terj
(Bisnis.Com - Terbaru) 25/06/26 10:44
v/259312/
Bisnis.com, GARUT — Tingginya okupansi Kereta Api (KA) Cikuray relasi Garut–Pasar Senen dalam 10 hari pertama pengoperasian rangkaian baru menunjukkan Jakarta masih menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi masyarakat Priangan Timur.
Ribuan warga dari Garut dan daerah sekitarnya tercatat bergerak menuju ibu kota dengan volume yang jauh lebih besar dibandingkan arus perjalanan sebaliknya.
Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung mencatat, selama 10 hari operasional rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani-Pedagang, KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen melayani 8.756 pelanggan dengan tingkat okupansi mencapai 138,76%. Sebaliknya, perjalanan Pasar Senen–Garut hanya mengangkut 7.110 pelanggan dengan okupansi 112,68%.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya tingkat keterisian menunjukkan KA Cikuray menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian dari wilayah Priangan Timur menuju Jakarta maupun sebaliknya.
“Antusiasme masyarakat terhadap KA Cikuray dengan rangkaian baru sangat tinggi. Hal ini menunjukkan layanan KA Cikuray menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian dari wilayah Priangan Timur menuju Jakarta maupun sebaliknya,” kata Kuswardojo, Kamis (25/6/2026).
Kuswardojo mengatakan tingginya arus perjalanan menuju Jakarta mencerminkan masih kuatnya ketergantungan daerah terhadap pusat ekonomi nasional. Jakarta tetap menjadi tujuan utama pekerja, pedagang, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat yang mengakses berbagai layanan ekonomi.
Menurutnya, kondisi tersebut terlihat dari tingkat okupansi yang melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.
“Dalam operasional sehari-hari, satu kursi dapat digunakan oleh beberapa penumpang pada segmen perjalanan berbeda sehingga tingkat okupansi dapat melampaui 100%,” tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa konektivitas antara Garut dan Jakarta masih menjadi kebutuhan utama masyarakat.
KAI sebelumnya menyebut KA Cikuray merupakan bagian dari konsep rel ekonomi rakyat yang ditujukan untuk mendukung mobilitas pekerja, pedagang pasar, petani, pelaku UMKM, hingga pelajar. Tarif perjalanan terjauh yang relatif terjangkau juga menjadi faktor pendorong tingginya minat masyarakat.
Diberitakan sebelumnya, pengoperasian rangkaian baru KA Cikuray dimulai pada Juni 2026 dengan formasi enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu Kereta Khusus Petani-Pedagang. Total kapasitas yang disediakan mencapai 631 tempat duduk per perjalanan.
Kehadiran gerbong khusus petani dan pedagang dinilai memperkuat fungsi kereta tidak hanya sebagai moda transportasi penumpang, tetapi juga sebagai sarana pendukung aktivitas ekonomi rakyat.
KAI menyebut konsep tersebut dirancang untuk membantu mobilitas pelaku usaha mikro, pedagang pasar, dan masyarakat yang membawa hasil pertanian atau barang dagangan dalam jumlah tertentu sehingga perjalanan menjadi lebih tertib dan efisien.
Okupansi KA Cikuray Melesat Tembus 138% Disokong Rangkaian Baru
Okupansi KA Cikuray melonjak 138% berkat rangkaian baru, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat Priangan Timur untuk perjalanan ke Jakarta. [370] url asal
#ka-cikuray #okupansi-ka-cikuray #kereta-garut-pasar-senen #kereta-ekonomi-kerakyatan #kereta-khusus-petani-pedagang #transportasi-garut-jakarta #kai-daop-2-bandung #rangkaian-baru-ka-cikuray #okupansi
(Bisnis.Com - Terbaru) 25/06/26 10:38
v/259281/
Bisnis.com, BANDUNG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung mencatat lonjakan okupansi signifikan pada KA Cikuray setelah resmi mengoperasikan rangkaian baru yang terdiri dari Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani Pedagang.
Dalam sepuluh hari pertama pengoperasiannya sejak 11 Juni 2026, tingkat keterisian penumpang relasi Garut-Pasar Senen tercatat melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.
Berdasarkan data resmi KAI Daop 2 Bandung, KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen telah melayani sebanyak 8.756 pelanggan dengan tingkat okupansi mencapai 138,76%.
Sementara itu, untuk arah sebaliknya yakni relasi Pasar Senen–Garut, kereta ini telah mengangkut 7.110 pelanggan dengan persentase okupansi sebesar 112,68%.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya angka tersebut merupakan sinyal positif atas antusiasme masyarakat terhadap kehadiran sarana transportasi yang lebih nyaman namun tetap terjangkau.
“Antusiasme masyarakat terhadap KA Cikuray dengan rangkaian baru sangat tinggi. Dalam 10 hari pertama operasionalnya, tingkat okupansi bahkan mencapai lebih dari 138% untuk relasi Garut menuju Pasar Senen. Hal ini menunjukkan bahwa layanan KA Cikuray menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian dari wilayah Priangan Timur menuju Jakarta maupun sebaliknya,” ujar Kuswardojo dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan implementasi rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani Pedagang merupakan langkah strategis perseroan untuk menghadirkan layanan transportasi yang inklusif. Fasilitas ini dirancang untuk menjangkau berbagai segmentasi pelanggan, mulai dari pelancong hingga pelaku usaha mikro.
“Melalui hadirnya rangkaian baru ini, KAI ingin memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. Selain menyediakan sarana yang lebih nyaman, keberadaan Kereta Khusus Petani Pedagang juga menjadi bentuk dukungan KAI terhadap pelaku usaha kecil dan masyarakat yang membawa hasil pertanian maupun barang dagangan dalam jumlah tertentu sehingga perjalanan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman,” tambah Kuswardojo.
Realisasi okupansi yang menembus angka di atas 100% ini mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas dari wilayah Priangan Timur ke ibu kota. Manajemen KAI menegaskan akan terus menjaga konsistensi layanan demi mendukung sektor pariwisata daerah serta konektivitas antarwilayah.
“KAI akan terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, tepat waktu dan berkesan. Kehadiran transportasi kereta diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, pariwisata daerah, perekonomian, maupun konektivitas antar wilayah sehingga kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh,” tutup Kuswardojo.
KAI Perkuat Kereta PSO, Buka Akses Ekonomi bagi Petani hingga Pedagang
KAI mengoptimalkan PSO lewat KA Cikuray dan Kereta Petani-Pedagang agar mobilitas usaha kecil lebih terjangkau. [1,506] url asal
#kai #ka-cikuray #djka-kemenhub #anne-purba #kereta-pso #kereta-petani-pedagang
(Kompas.com - Money) 19/06/26 09:21
v/254182/
KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkuat peran kereta api public service obligation (PSO) sebagai transportasi publik yang aman, terjangkau, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Penguatan tersebut dilakukan melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan pada layanan Pasar Senen–Lempuyangan pulang pergi (PP) dan KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen PP.
Selain itu, KAI juga menghadirkan Kereta Petani-Pedagang pada lintas Rangkasbitung–Merak dan KA Cikuray.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang dihadirkan agar layanan kereta api semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan harian.
Layanan tersebut menyasar petani, pedagang, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), pekerja, pelajar, keluarga, serta masyarakat yang membutuhkan akses produktif dengan biaya terjangkau.
“Kereta api menghubungkan masyarakat dengan pekerjaan, pendidikan, pasar, layanan publik, dan peluang ekonomi. Melalui layanan PSO, KAI bersama pemerintah ingin memastikan manfaat kereta api semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari pelanggan,” ujar Anne dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (19/6/2026).
KA Cikuray Layani 10.448 Pelanggan dalam Sepekan
Kereta Ekonomi Kerakyatan mulai diperkenalkan kepada masyarakat melalui KA Tambahan Lempuyangan–Pasar Senen PP pada masa Angkutan Lebaran 2026, yakni periode 11 Maret hingga 5 April 2026.
Pada periode tersebut, layanan itu mencatat 24.398 pelanggan. Rinciannya, sebanyak 12.262 pelanggan menggunakan relasi Lempuyangan–Pasar Senen dan 12.136 pelanggan menggunakan relasi Pasar Senen–Lempuyangan.
Setelah itu, Kereta Ekonomi Kerakyatan juga diterapkan pada KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen PP. KA Cikuray sendiri pertama kali beroperasi pada 25 Maret 2022.
Sejak 11 Juni 2026, KA Cikuray dilayani dengan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang. Layanan tersebut diluncurkan di Stasiun Garut bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Kabupaten Garut.
Pada periode 11–17 Juni 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang di KA Cikuray mencatat 10.448 pelanggan. Jumlah itu terdiri atas 10.426 pelanggan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan 22 pelanggan Kereta Petani-Pedagang.
Secara rinci, KA 299A relasi Garut–Pasar Senen melayani 5.700 pelanggan, sedangkan KA 300A relasi Pasar Senen–Garut melayani 4.726 pelanggan.
Adapun KA 299PP relasi Garut–Pasar Senen melayani 10 pelanggan petani-pedagang dan KA 300PP relasi Pasar Senen–Garut melayani 12 pelanggan petani-pedagang.
Dengan penerapan pada KA Tambahan Lempuyangan–Pasar Senen PP dan KA Cikuray, Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani 34.824 pelanggan berdasarkan data periode 11 Maret–5 April 2026 dan 11–17 Juni 2026.
“Angka ini menunjukkan masyarakat merespons positif Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak awal diperkenalkan. Polanya memperlihatkan bahwa layanan dengan kapasitas tempat duduk lebih besar dan tarif terjangkau dibutuhkan pelanggan pada masa puncak perjalanan maupun lintas harian produktif,” kata Anne.
KA Cikuray Hubungkan Sentra Pertanian hingga Kawasan Industri
Kinerja KA Cikuray terus tumbuh sejak pertama beroperasi. Pada 2022, KA Cikuray melayani 293.265 pelanggan. Jumlah itu meningkat menjadi 514.767 pelanggan pada 2023, lalu 591.089 pelanggan pada 2024, dan mencapai 615.723 pelanggan pada 2025.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan. Secara kumulatif, KA Cikuray telah melayani 2.281.837 pelanggan sejak pertama beroperasi.
KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian, yakni Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen.
Lintas tersebut menghubungkan sentra pertanian dan hortikultura di Garut, pusat pendidikan serta perdagangan di Bandung Raya, kawasan industri di Purwakarta, Karawang, dan Cikarang, hingga pusat aktivitas ekonomi nasional di Jakarta.
Sementara itu, layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan pada KA Tambahan Lempuyangan–Pasar Senen PP menghubungkan Yogyakarta, sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Cirebon, hingga Jakarta.
Lintas tersebut memiliki bangkitan pelanggan dari sektor pendidikan, pariwisata, perdagangan, pekerja, keluarga, serta perjalanan masyarakat pada masa libur Lebaran.
Menurut KAI, profil wilayah tersebut menunjukkan bahwa Kereta Ekonomi Kerakyatan relevan diterapkan pada lintas dengan permintaan perjalanan tinggi.
Garut memiliki potensi pertanian, hortikultura, UMKM, dan pariwisata. Bandung Raya menjadi pusat pendidikan, jasa, perdagangan, dan ekonomi kreatif.
Adapun Purwakarta, Karawang, serta Cikarang memiliki basis industri dan pekerja yang besar, sementara Bekasi dan Jakarta menjadi tujuan utama perjalanan kerja, pendidikan, perdagangan, serta layanan publik.
Kapasitas Lebih Besar, Tarif Tetap Terjangkau
Melalui formasi baru, KA Cikuray menggunakan enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu Kereta Petani-Pedagang. Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan hasil inovasi pengaturan tempat duduk oleh Balai Yasa Manggarai, dengan kapasitas 93 tempat duduk per kereta.
Dengan komposisi tersebut, satu rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dapat menyediakan 558 tempat duduk.
Balai Yasa Manggarai berperan dalam penyiapan sarana Kereta Ekonomi Kerakyatan. Inovasi dilakukan melalui penataan tempat duduk agar kapasitas layanan lebih optimal, perjalanan tetap tertib, serta tarif PSO dapat mendukung akses masyarakat terhadap transportasi publik yang terjangkau.
“Balai Yasa Manggarai menjadi bagian penting dari peningkatan layanan sarana penumpang. Melalui inovasi pengaturan tempat duduk pada Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI dapat mengoptimalkan kapasitas layanan dengan tetap menjaga kenyamanan, keselamatan, dan keterjangkauan bagi pelanggan,” ujar Anne.
Sementara itu, Kereta Petani-Pedagang merupakan hasil inovasi sarana dari Balai Yasa Surabaya Gubeng. Kereta ini disiapkan dengan kapasitas 73 tempat duduk, ruang barang yang lebih tertata, kursi menyamping, serta pengaturan interior yang menyesuaikan kebutuhan petani, pedagang pasar, dan pelaku usaha kecil.
Balai Yasa Surabaya Gubeng berperan dalam penyiapan Kereta Petani-Pedagang, mulai dari penataan interior, ruang barang, pengaturan akses naik-turun, hingga aspek keselamatan perjalanan.
Sarana ini dirancang agar hasil pertanian, produk olahan, kerajinan, dan barang dagangan kecil dapat dibawa secara lebih tertib selama perjalanan.
Kereta Petani-Pedagang Rangkasbitung–Merak Digunakan 27.824 Pelanggan
Kereta Petani-Pedagang pertama kali melayani lintas Rangkasbitung–Merak sejak 1 Desember 2025.
Berdasarkan data terbaru periode 1 Desember 2025 hingga 17 Juni 2026, layanan ini telah digunakan 27.824 pelanggan.
Secara bulanan, Kereta Petani-Pedagang Rangkasbitung–Merak melayani 4.115 pelanggan pada Desember 2025, 4.535 pelanggan pada Januari 2026, 3.558 pelanggan pada Februari 2026, 3.249 pelanggan pada Maret 2026, 4.622 pelanggan pada April 2026, 4.937 pelanggan pada Mei 2026, dan 2.808 pelanggan pada 1–17 Juni 2026.
Pada lintas Rangkasbitung–Merak, Kereta Petani-Pedagang dirangkaikan dalam 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari. Jumlah tersebut terdiri atas tujuh perjalanan Merak–Rangkasbitung dan tujuh perjalanan Rangkasbitung–Merak.
Layanan tersebut melayani 11 stasiun, yakni Rangkasbitung, Jambu Baru, Catang, Cikeusal, Walantaka, Serang, Karangantu, Tonjong Baru, Cilegon, Krenceng, dan Merak.
Bangkitan pelanggan Kereta Petani-Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak berasal dari wilayah permukiman, sentra pertanian, pasar tradisional, perdagangan lokal, kawasan industri, serta akses menuju Pelabuhan Merak.
Aktivitas pelanggan banyak terlihat di Cikeusal, Rangkasbitung, Serang, Cilegon, dan Merak yang selama ini menjadi simpul mobilitas masyarakat Banten.
“Di lintas Rangkasbitung–Merak, Kereta Petani-Pedagang membantu masyarakat membawa hasil tani, olahan makanan, kerajinan, dan barang dagangan kecil dengan lebih tertib. Manfaatnya dirasakan oleh pelanggan yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada perjalanan harian berbasis rel,” kata Anne.
Dukung Pendapatan Harian Pedagang
Respons positif terhadap Kereta Petani-Pedagang terlihat sejak perjalanan perdana lintas Rangkasbitung–Merak. Sumarni, salah satu pedagang yang mengikuti perjalanan perdana, menyampaikan bahwa layanan tersebut memberi manfaat terhadap aktivitas usahanya.
“Ini sangat berpengaruh pada pendapatan harian kami,” ujar Sumarni.
Menurut Anne, suara pelanggan seperti Sumarni menunjukkan bahwa kebutuhan petani dan pedagang perlu diperhatikan dalam perencanaan layanan publik.
“Bagi petani dan pedagang, perjalanan kereta api berkaitan langsung dengan kelancaran usaha mereka. Karena itu, layanan ini kami tata agar lebih tertib, aman, terjangkau, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Anne.
Untuk menggunakan Kereta Petani-Pedagang, pelanggan yang berprofesi sebagai petani atau pedagang dapat melakukan registrasi di loket stasiun yang melayani pendaftaran.
Pelanggan perlu membawa identitas diri, mengisi data, lalu diverifikasi oleh petugas. Setelah terdaftar, pelanggan dapat membeli tiket sesuai ketentuan, kuota, aturan barang bawaan, dan prosedur keselamatan yang berlaku.
Barang yang dapat dibawa meliputi hasil pertanian, produk olahan, kerajinan, serta barang dagangan kecil sesuai ketentuan. Pengaturan barang dilakukan agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan tidak mengganggu pelanggan lain.
PSO Jaga Tarif Garut–Pasar Senen Rp 45.000
Dukungan pemerintah melalui skema PSO menjadi bagian penting dari keberlanjutan layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang.
Pada KA Cikuray, dukungan PSO dari DJKA Kemenhub menjaga tarif relasi terjauh Garut–Pasar Senen tetap Rp 45.000.
Sementara pada Kereta Petani-Pedagang lintas Rangkasbitung–Merak, dukungan PSO membuat tarif tetap Rp 3.000 sehingga dapat diakses petani dan pedagang kecil.
“PSO memberi ruang bagi masyarakat untuk memiliki akses transportasi publik yang terjangkau. Ketika biaya perjalanan dapat ditekan, pelanggan memiliki ruang lebih besar untuk kebutuhan keluarga, pendidikan, usaha, dan aktivitas ekonomi lainnya,” ujar Anne.
Ke depan, KAI akan melakukan evaluasi bertahap terhadap pengembangan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang.
Penentuan lintas berikutnya akan mempertimbangkan kesiapan sarana di Balai Yasa Manggarai dan Balai Yasa Surabaya Gubeng, pola operasi, keselamatan, kebutuhan pelanggan, potensi bangkitan wilayah, serta koordinasi dengan DJKA Kemenhub.
KAI memprioritaskan lintas yang memiliki potensi petani, pedagang pasar, UMKM, kawasan pendidikan, pekerja, pelanggan harian, serta konektivitas menuju pasar dan pusat aktivitas ekonomi. Relasi berikutnya akan ditetapkan setelah kajian operasional, kesiapan sarana, dan koordinasi dengan regulator selesai.
“Rel menghubungkan orang dengan peluang. Ketika petani lebih mudah menjangkau pasar, pedagang memiliki pilihan perjalanan, pekerja dapat mengakses pusat aktivitas, dan keluarga memperoleh transportasi terjangkau, maka kereta api hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat,” tutur Anne.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
KA Cikuray Hadirkan Gerbong Khusus Petani-Pedagang, Layani 10.448 Penumpang dalam Sepekan
KA Cikuray kini menghadirkan gerbong khusus petani-pedagang dan Kereta Ekonomi Kerakyatan. Dalam sepekan, layanan ini melayani 10.448 penumpang. [952] url asal
#petani #pedagang #pt-kai #pso #ka-cikuray #kereta-petani-pedagang #kereta-ekonomi-kerakyatan #kereta-ekonomi-subsidi
(Kompas.com - Money) 18/06/26 20:15
v/253836/
KOMPAS.com – KA Cikuray rute Garut-Pasar Senen kini dilengkapi layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang.
Dalam sepekan sejak diluncurkan pada 11 Juni 2026, layanan tersebut telah digunakan oleh 10.448 pelanggan.
Kehadiran gerbong khusus untuk petani dan pedagang ini menjadi bagian dari upaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperluas akses transportasi murah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari pekerja, pelajar, pelaku UMKM, hingga petani dan pedagang pasar.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan tersebut dirancang agar kereta api semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat yang menggunakan transportasi publik untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
"Kereta api menghubungkan masyarakat dengan pekerjaan, pendidikan, pasar, layanan publik, dan peluang ekonomi. Melalui layanan PSO, KAI bersama pemerintah ingin memastikan manfaat kereta api semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari pelanggan," ujar Anne dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).
Lebih dari 10.000 pelanggan dalam sepekan
Berdasarkan data KAI, selama periode 11-17 Juni 2026, layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang di KA Cikuray melayani total 10.448 pelanggan.
Sebanyak 10.426 pelanggan menggunakan Kereta Ekonomi Kerakyatan, sementara 22 pelanggan tercatat memanfaatkan layanan Kereta Petani-Pedagang.
Rinciannya, KA 299A relasi Garut-Pasar Senen melayani 5.700 pelanggan dan KA 300A relasi Pasar Senen-Garut melayani 4.726 pelanggan.
Adapun layanan Kereta Petani-Pedagang digunakan oleh 10 pelanggan pada perjalanan Garut-Pasar Senen dan 12 pelanggan pada perjalanan Pasar Senen-Garut.
Menurut Anne, tingginya jumlah pelanggan menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan layanan transportasi dengan kapasitas besar dan tarif yang tetap terjangkau, baik untuk perjalanan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Dok. PT KAI Penampakan luar gerbong Kereta Ekonomi Kerakyatan.Apa itu Kereta Ekonomi Kerakyatan?
Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan inovasi sarana yang dikembangkan KAI untuk meningkatkan kapasitas angkut penumpang pada layanan bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO).
Kereta ini merupakan hasil penataan ulang tempat duduk yang dilakukan Balai Yasa Manggarai. Dalam satu kereta tersedia 93 tempat duduk, sehingga total kapasitas enam kereta dalam satu rangkaian KA Cikuray mencapai 558 tempat duduk.
Dengan kapasitas yang lebih besar, KAI berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati layanan transportasi publik dengan tarif terjangkau.
Sebelum diterapkan di KA Cikuray, konsep Kereta Ekonomi Kerakyatan lebih dulu diperkenalkan melalui KA Tambahan Lempuyangan-Pasar Senen saat masa Angkutan Lebaran 2026.
Pada periode 11 Maret hingga 5 April 2026, layanan tersebut melayani 24.398 pelanggan. Dengan tambahan pengguna di KA Cikuray, total pelanggan Kereta Ekonomi Kerakyatan kini mencapai 34.824 orang.
Gerbong khusus untuk petani dan pedagang
Selain menambah kapasitas penumpang, KAI juga menghadirkan Kereta Petani-Pedagang yang dirancang khusus untuk mendukung mobilitas pelaku usaha kecil.
Gerbong ini memiliki kapasitas 73 tempat duduk dan dilengkapi ruang barang yang lebih tertata. Interior kereta juga disesuaikan agar penumpang dapat membawa hasil pertanian, produk olahan, kerajinan, maupun barang dagangan kecil dengan lebih aman dan nyaman.
Pengembangan sarana tersebut dilakukan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng dengan mempertimbangkan kebutuhan petani, pedagang pasar, dan pelaku UMKM yang kerap melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
Untuk menggunakan layanan ini, petani atau pedagang perlu melakukan registrasi terlebih dahulu di stasiun yang melayani pendaftaran. Setelah proses verifikasi selesai, pelanggan dapat membeli tiket sesuai ketentuan yang berlaku.
KA Cikuray hubungkan sentra pertanian hingga kawasan industri
KA Cikuray menjadi salah satu kereta yang memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi di Pulau Jawa.
Kereta ini melayani 12 stasiun pemberhentian, yakni Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen.
Rute tersebut menghubungkan sentra pertanian dan hortikultura di Garut dengan kawasan pendidikan dan perdagangan di Bandung Raya, pusat industri di Purwakarta, Karawang, dan Cikarang, hingga pusat kegiatan ekonomi di Jakarta.
Sejak pertama kali beroperasi pada 25 Maret 2022, jumlah pengguna KA Cikuray terus meningkat. Pada 2022, kereta ini melayani 293.265 pelanggan. Angka tersebut naik menjadi 514.767 pelanggan pada 2023, kemudian 591.089 pelanggan pada 2024, dan mencapai 615.723 pelanggan sepanjang 2025.
Sementara itu, pada periode Januari-Mei 2026, jumlah pelanggan KA Cikuray telah mencapai 266.993 orang. Secara kumulatif, layanan ini telah digunakan oleh 2.281.837 pelanggan sejak pertama beroperasi.
KOMPAS.com/Lidia Pratama Febrian Kereta petani dan pedagang. Tarif kereta petani dan pedagang. Syarat naik kereta petani dan pedagang. Ketentuan naik kereta petani dan pedagang.Kereta Petani-Pedagang sudah digunakan puluhan ribu orang
Sebelum hadir di KA Cikuray, layanan Kereta Petani-Pedagang lebih dulu diterapkan pada lintas Rangkasbitung-Merak sejak 1 Desember 2025.
KAI mencatat, hingga 17 Juni 2026, layanan tersebut telah digunakan oleh 27.824 pelanggan.
Menurut Anne, kehadiran gerbong khusus tersebut membantu masyarakat membawa hasil tani, produk olahan makanan, kerajinan, hingga barang dagangan kecil secara lebih tertib tanpa mengganggu kenyamanan penumpang lain.
"Di lintas Rangkasbitung-Merak, Kereta Petani-Pedagang membantu masyarakat membawa hasil tani, olahan makanan, kerajinan, dan barang dagangan kecil dengan lebih tertib. Manfaatnya dirasakan oleh pelanggan yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada perjalanan harian berbasis rel," kata Anne.
Tarif tetap terjangkau
Layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang mendapat dukungan subsidi PSO dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Berkat dukungan tersebut, tarif perjalanan relasi terjauh Garut-Pasar Senen pada KA Cikuray tetap sebesar Rp 45.000.
Sementara itu, tarif Kereta Petani-Pedagang pada lintas Rangkasbitung-Merak dipatok Rp 3.000 per perjalanan.
"PSO memberi ruang bagi masyarakat untuk memiliki akses transportasi publik yang terjangkau. Ketika biaya perjalanan dapat ditekan, pelanggan memiliki ruang lebih besar untuk kebutuhan keluarga, pendidikan, usaha, dan aktivitas ekonomi lainnya," ujar Anne.
Ke depan, KAI akan mengevaluasi kemungkinan pengembangan layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang ke lintas lain yang memiliki potensi mobilitas tinggi dari kalangan petani, pedagang, pelaku UMKM, pekerja, maupun masyarakat yang membutuhkan transportasi terjangkau untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
KAI Luncurkan KA Cikuray di Garut, Permudah Mobilitas Petani dan Pedagang
KA Cikuray berhenti di 12 stasiun: Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, Pasar Senen. [851] url asal
#kai #garut #petani #kereta #ka-cikuray #pedagang
(Kompas.com - Money) 11/06/26 16:03
v/247251/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan serta Pemerintah Kabupaten Garut meluncurkan program Rel Ekonomi Rakyat melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang pada layanan KA Cikuray di Stasiun Garut, Kamis (11/6/2026).
Hadirnya KA Cikuray ini dirancang untuk memperluas akses transportasi bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas berbagai pusat kegiatan ekonomi, mulai dari kawasan pertanian, perdagangan, UMKM, hingga sentra industri yang berada di sepanjang jalur KA Cikuray.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan layanan KA Cikuray yang selama ini menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat.
Dengan melintasi daerah-daerah yang memiliki karakteristik ekonomi beragam, KA Cikuray dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pergerakan orang dan barang, sekaligus mendorong keterhubungan ekonomi antarwilayah.
"Pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat," ujar Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI, Rafli Yandra, dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, kehadiran program ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi pelaku usaha kecil, petani, dan pedagang yang membutuhkan akses transportasi yang andal dan efisien.
“Melalui layanan ini kami berharap mobilitas masyarakat, petani, pedagang, dan pelaku UMKM dapat semakin baik. Kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi daerah yang tumbuh di sepanjang lintas yang dilayani KA Cikuray,” lanjut dia.
Dalam pengoperasiannya, KA Cikuray menggunakan rangkaian yang terdiri atas enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu Kereta Petani-Pedagang. Kapasitas tempat duduk pada Kereta Ekonomi Kerakyatan meningkat dari 80 menjadi 93 tempat duduk per kereta, sementara Kereta Petani-Pedagang memiliki kapasitas 73 tempat duduk.
Pengembangan sarana yang dilakukan oleh Insan KAI melalui Balai Yasa Manggarai dan BY Surabaya Gubeng tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi petani, pedagang, dan pelaku UMKM yang melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
Plh. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Aditya Karsa menyampaikan bahwa program ini memperluas akses transportasi publik yang terjangkau sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas petani, pedagang, dan pelaku usaha rakyat. Selain mendukung distribusi hasil pertanian, layanan ini juga berkontribusi terhadap kelancaran rantai pasok pangan yang menjadi bagian penting dalam perekonomian daerah,” ujar Aditya.
Sementara itu,Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut baik peluncuran program tersebut. Menurutnya, Kabupaten Garut memiliki potensi besar pada sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata yang dapat berkembang lebih optimal dengan dukungan konektivitas transportasi yang andal.
“Garut memiliki banyak produk unggulan yang lahir dari kerja keras masyarakat. Kehadiran layanan ini membuka peluang yang lebih luas untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat akses pasar, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Abdusy Syakur Amin.
Menurutnya, terpilihnya Garut sebagai lokasi pertama peluncuran program ini di Jawa Barat menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi daerah.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pengembangan layanan KA Cikuray dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di lintas Garut–Pasar Senen.
Data KAI menunjukkan volume pelanggan KA Cikuray terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022, KA Cikuray melayani 293.265 pelanggan.
Jumlah tersebut meningkat menjadi 514.767 pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 591.089 pelanggan pada 2024 dan kembali bertambah menjadi 615.723 pelanggan pada 2025. Sementara selama Januari hingga Mei 2026, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan.
Secara kumulatif, KA Cikuray telah melayani lebih dari 2,2 juta pelanggan sejak mulai beroperasi. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di sepanjang lintasan yang dilayani.
“Setiap daerah yang dilalui KA Cikuray memiliki karakter ekonomi yang berbeda. Ada sentra pertanian, pusat perdagangan, kawasan pendidikan, kawasan industri, hingga pusat aktivitas ekonomi nasional," ujar Anne.
"Rel Ekonomi Rakyat hadir untuk memperkuat keterhubungan berbagai aktivitas tersebut melalui transportasi yang terjangkau, aman, dan nyaman,” lanjut Anne.
Sebagai layanan kereta api Public Service Obligation (PSO) yang mendapat dukungan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, KA Cikuray menghadirkan tarif relasi terjauh Garut–Pasar Senen sebesar Rp 45.000 sehingga dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian yaitu Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen.
Lintasan tersebut menghubungkan wilayah yang memiliki karakter ekonomi saling melengkapi, mulai dari sentra pertanian dan hortikultura di Garut, pusat perdagangan dan pendidikan di Bandung Raya, kawasan industri di Purwakarta, Karawang, dan Cikarang, hingga pusat aktivitas ekonomi nasional di Jakarta.
Rangkaian wilayah tersebut membentuk satu lintasan ekonomi yang mempertemukan sentra produksi, pusat distribusi, kawasan industri, dan pasar konsumen dalam satu perjalanan.
Konektivitas tersebut menjadi salah satu kekuatan transportasi perkeretaapian dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi antardaerah.
“Melalui Rel Ekonomi Rakyat, KA Cikuray diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat," jelas Anne.
"Kereta api menjadi sarana yang mempertemukan berbagai aktivitas produktif, membuka akses yang lebih besar terhadap peluang ekonomi, serta memperkuat keterhubungan antardaerah yang dilaluinya,” tegas Anne.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Pengguna KA Cikuray Tembus 2,2 Juta, Kian Jadi Andalan Rute Garut-Jakarta
Pada periode Januari-April 2026, KA Cikuray melayani 211.498 penumpang [394] url asal
#kereta-api #ka-cikuray #kereta-garut-jakarta #pelanggan-kereta #kereta-bersubsidi #pso
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kereta Api (KA) Cikuray semakin menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian di jalur Garut-Jakarta. Sejak mulai beroperasi pada 2022 hingga April 2026, kereta ekonomi bersubsidi (PSO) tersebut telah melayani sebanyak 2.226.342 penumpang.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, jumlah pengguna KA Cikuray terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada periode Januari-April 2026 saja, layanan ini telah digunakan oleh 211.498 pelanggan, terdiri atas 107.459 penumpang relasi Garut-Pasar Senen dan 104.039 penumpang relasi Pasar Senen-Garut.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan KA Cikuray semakin menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat di wilayah yang dilaluinya.
Anne menjelaskan, KA Cikuray dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, hingga wisatawan yang melakukan perjalanan antarkota.
"KA Cikuray menghubungkan banyak cerita dalam satu perjalanan. Ada pelajar yang berangkat menuntut ilmu ke kota besar seperti Jakarta, pekerja yang menuju tempat aktivitasnya, wisatawan yang ingin menikmati keindahan Garut dengan tarif terjangkau, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan untuk bertemu keluarga dan kerabat," ujar Anne dalam keterangannya.
Data KAI menunjukkan, pada relasi Garut-Pasar Senen, jumlah pelanggan meningkat dari 157.735 orang pada 2022 menjadi 272.648 orang pada 2023. Angka tersebut kembali naik menjadi 305.959 pelanggan pada 2024 dan mencapai 313.926 pelanggan pada 2025.
Sementara itu, pada relasi Pasar Senen-Garut, jumlah pelanggan bertambah dari 135.530 orang pada 2022 menjadi 242.119 orang pada 2023. Pada 2024 jumlahnya meningkat menjadi 285.130 pelanggan dan kembali naik menjadi 301.797 pelanggan pada 2025.
Dengan tarif relasi terjauh Garut-Pasar Senen sebesar Rp45 ribu, KA Cikuray menjadi salah satu moda transportasi yang banyak dipilih masyarakat karena menawarkan perjalanan yang terjangkau.
KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian, yakni Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen. Jalur tersebut menghubungkan berbagai kawasan dengan karakter ekonomi yang berbeda, mulai dari daerah pertanian di Garut, pusat pendidikan dan perdagangan di Bandung Raya, kawasan industri di Karawang dan Cikarang, hingga pusat aktivitas masyarakat di Jakarta.
Menurut Anne, pertumbuhan jumlah pengguna menunjukkan peran kereta api yang semakin penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi antardaerah.
"Kereta api selalu tumbuh bersama kebutuhan masyarakat. Seiring berkembangnya aktivitas masyarakat dan perekonomian di berbagai daerah, peluang untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar juga akan terus terbuka," kata Anne.
KA Cikuray Layani 2,2 Juta Penumpang hingga April 2026
KA Cikuray kian populer sebagai transportasi ekonomis, menghubungkan Garut-Pasar Senen dan berbagai daerah vital. Angka pelanggan melonjak, mendukung mobilitas dan ekonomi masyarakat. [812] url asal
#ka-cikuray #konektivitas-daerah #peningkatan-pelanggan #transportasi-ekonomis
(Kompas.com - Money) 31/05/26 13:44
v/236120/
JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan tarif perjalanan terjauh rute Garut–Pasar Senen yang dipatok Rp 45.000, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menghadirkan layanan kereta api ekonomi bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) melalui KA Cikuray.
Kehadiran layanan ini menjadi salah satu pilihan transportasi yang ekonomis bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota dengan biaya yang terjangkau.
KA Cikuray dimanfaatkan oleh beragam kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, hingga wisatawan.
Dok. PT KAI Daop 5 Purwokerto Ilustrasi kereta api.Selain itu, kereta ini juga menjadi sarana mobilitas bagi masyarakat yang melakukan perjalanan untuk keperluan keluarga, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi lainnya.
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan tersebut tecermin dari tren pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada relasi Garut–Pasar Senen (KA 299), jumlah pelanggan melonjak dari 157.735 orang pada 2022 menjadi 272.648 orang pada 2023 atau tumbuh 72,85 persen.
Angka tersebut kembali naik menjadi 305.959 pelanggan pada 2024 dan mencapai 313.926 pelanggan pada 2025.
Peningkatan serupa juga terjadi pada relasi Pasar Senen–Garut (KA 300). Jumlah pelanggan yang semula tercatat 135.530 orang pada 2022 meningkat menjadi 242.119 orang pada 2023 atau tumbuh 78,65 persen.
Pada 2024, jumlah pelanggan kembali bertambah menjadi 285.130 orang dan meningkat menjadi 301.797 pelanggan sepanjang 2025.
Secara keseluruhan, KA Cikuray telah melayani 2.014.844 pelanggan selama periode 2022 hingga 2025.
Dok. Daop 8 Surabaya ilustrasi kereta api.Sementara itu, pada Januari–April 2026, jumlah pelanggan mencapai 211.498 orang, terdiri dari 107.459 pelanggan untuk relasi Garut–Pasar Senen dan 104.039 pelanggan untuk relasi Pasar Senen–Garut.
Dengan demikian, total pelanggan KA Cikuray sejak 2022 hingga April 2026 telah menembus 2.226.342 orang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa tren peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan KA Cikuray semakin menjadi bagian penting dari aktivitas dan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah yang dilayani kereta tersebut.
Menurutnya, layanan ini tidak hanya mendukung konektivitas antardaerah, tetapi juga berperan dalam memperluas akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
"KA Cikuray menghubungkan banyak cerita dalam satu perjalanan. Ada pelajar yang berangkat menuntut ilmu ke kota besar seperti Jakarta, pekerja yang menuju tempat aktivitasnya, wisatawan yang ingin menikmati keindahan Garut dengan tarif terjangkau, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan untuk bertemu keluarga dan kerabat," ujar Anne dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).
Dalam perjalanannya, KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian antara lain Stasiun Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, hingga Pasar Senen.
Setiap stasiun memiliki karakter dan peran yang berbeda dalam menggerakkan kehidupan masyarakat.
Garut, Cibatu, dan Leles dikenal dengan aktivitas pertanian dan perdagangan yang tumbuh di tengah udara pegunungan yang sejuk.
Memasuki Bandung Raya, perjalanan berlanjut menuju Kiaracondong, Bandung, dan Cimahi yang menjadi pusat pendidikan, jasa, perdagangan, dan kegiatan ekonomi kreatif.
Setelah itu KA Cikuray melayani Purwakarta yang berkembang sebagai daerah tujuan wisata dan perdagangan, kemudian menuju Cikampek, Karawang, dan Cikarang yang menjadi salah satu pusat industri terbesar di Indonesia.
Dok. KAI Daop 9 Jember Ilustrasi kereta api melintas di perlintasan sebidang tak berpenjagaMenjelang akhir perjalanan, KA Cikuray melayani Bekasi yang menjadi salah satu kota penyangga Jakarta dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Perjalanan kemudian berakhir di Pasar Senen, kawasan yang sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan aktivitas masyarakat di ibu kota.
Bagi masyarakat, perjalanan menggunakan KA Cikuray juga menghadirkan pengalaman tersendiri.
Dari balik jendela kereta, pelanggan dapat menikmati pemandangan perbukitan, lahan pertanian, serta hamparan kebun sayur yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
Kondisi alam yang sejuk dan tanah yang subur menjadikan Garut sebagai salah satu daerah penghasil berbagai komoditas hortikultura di Jawa Barat.
Berbagai hasil bumi seperti kentang, wortel, kubis, tomat, cabai, bawang daun, jeruk, alpukat, dan aneka sayuran dataran tinggi tumbuh di wilayah ini.
Hasil panen tersebut setiap hari bergerak menuju berbagai kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Anne menuturkan bahwa hubungan antara daerah penghasil hasil bumi dengan kota-kota tujuan akan semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
"Ketika hasil bumi dari daerah dapat menjangkau lebih banyak wilayah, manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” ujar dia.
“Petani memiliki akses pasar yang semakin luas, pedagang memiliki lebih banyak pilihan, dan masyarakat dapat memperoleh produk segar dari berbagai daerah penghasil," jelas Anne.
Perjalanan KA Cikuray memperlihatkan bagaimana satu jalur kereta api dapat menghubungkan daerah dengan karakter yang berbeda.
Dari wilayah pertanian yang sejuk di Garut, pusat pendidikan dan perdagangan di Bandung Raya, kawasan industri di Karawang dan Cikarang, hingga pusat aktivitas masyarakat di Jakarta, semuanya terhubung dalam satu perjalanan yang sama.
"Kereta api selalu tumbuh bersama kebutuhan masyarakat. Seiring berkembangnya aktivitas masyarakat dan perekonomian di berbagai daerah, peluang untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar juga akan terus terbuka," tegas Anne.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang4 KA Jarak Jauh Daop 2 Bandung jadi Primadona saat Mudik Lebaran 2026
Empat KA Jarak Jauh Daop 2 Bandung jadi favorit mudik Lebaran 2026, dengan okupansi lebih dari 100%. KA Kahuripan, Kutojaya Selatan, Cikuray, dan KA Tambahan. [316] url asal
#mudik-lebaran-2026 #kereta-api-lebaran #ka-jarak-jauh #daop-2-bandung #ka-kahuripan #ka-kutojaya-selatan #ka-cikuray #ka-tambahan-kiaracondong-surabaya #okupansi-kereta-api #tiket-kereta-api #mudik-le
(Bisnis.Com - Ekonomi) 05/03/26 11:54
v/155860/
Bisnis.com, BANDUNG — Minat masyarakat untuk menggunakan kereta api pada Angkutan Lebaran 2026 terus menunjukkan tren positif.
Hingga Rabu (4/3/2026), tercatat empat Kereta Api (KA) Jarak Jauh keberangkatan dari wilayah Daop 2 Bandung menjadi favorit pelanggan dengan tingkat okupansi yang telah mencapai lebih dari 100%.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, merinci empat KA yang paling diminati tersebut, yakni KA Kahuripan, KA Kutojaya Selatan, KA Cikuray, serta KA Tambahan relasi Kiaracondong–Surabaya Gubeng.
Menurutnya, tingginya okupansi ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik maupun arus balik menggunakan moda transportasi kereta api yang aman, nyaman dan tepat waktu.
Ia menjelaskan bahwa okupansi di atas 100% dimungkinkan karena adanya sistem dinamis, di mana dalam satu rangkaian perjalanan terdapat pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun sehingga total pelanggan yang dilayani melebihi kapasitas tempat duduk statis pada satu lintas perjalanan penuh.
“Kereta api tetap beroperasi sesuai kapasitas tempat duduk yang tersedia. Angka okupansi lebih dari 100 persen tersebut merupakan akumulasi pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan,” ujar Kuswardojo.
Kereta api tersebut melayani sejumlah kota tujuan favorit masyarakat saat Lebaran, seperti wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta dan Jawa Timur.
Tingginya minat pada KA Kahuripan, KA Kutojaya Selatan, dan KA Cikuray menunjukkan bahwa kereta api kelas ekonomi PSO tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena tarif yang terjangkau dengan pelayanan yang semakin baik.
Sementara itu, pengoperasian KA Tambahan relasi Kiaracondong-Surabaya Gubeng merupakan langkah antisipatif KAI dalam mengakomodasi lonjakan permintaan pelanggan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Kehadiran KA tambahan kelas ekonomi PSO ini diharapkan dapat memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket pada KA reguler.
Dia mengimbau kepada masyarakat yang belum memiliki tiket untuk segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI, website booking.kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya.
Pelanggan juga diharapkan untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memperhatikan jadwal keberangkatan agar perjalanan mudik dan balik Lebaran berjalan lancar.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56