Lomba foto jurnalistik PNM mengangkat perjuangan perempuan dengan tema "Perempuan Lentera Kehidupan". Pameran di MRT Bundaran HI menampilkan 12 karya finalis. [319] url asal
Perjuangan perempuan kerap berlangsung dalam senyap, namun kekuatannya terpancar jelas melalui sebuah potret. Narasi tentang ketangguhan perempuan kini tak lagi sekadar cerita, tetapi hadir nyata lewat bidikan kamera para jurnalis.
Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mengapresiasi karya jurnalistik sekaligus mengangkat perjuangan nasabah perempuan kembali ditegaskan melalui ajang PNM Journalist's Photo Journey.
Lomba foto jurnalistik berskala nasional ini diikuti oleh 147 jurnalis dari seluruh provinsi di Indonesia. Mengusung tema "Perempuan Lentera Kehidupan", kompetisi ini sejalan dengan fokus PNM dalam pemberdayaan perempuan prasejahtera, sekaligus menjadi refleksi peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember lalu.
Dari ratusan karya yang mengikuti lomba, 12 karya terbaik terpilih sebagai finalis berdasarkan penilaian dewan juri profesional dan kemudian ditampilkan kepada publik dalam bentuk pameran di Stasiun MRT Bundaran HI pada 12-14 Januari.
Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu titik dengan lalu lintas penumpang tertinggi di Jakarta, pameran ini memungkinkan kisah perjuangan perempuan yang diabadikan jurnalis menjangkau audiens yang lebih luas.
Kompetisi ini terbagi dalam tiga kategori utama, yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ketiganya merepresentasikan pendekatan pemberdayaan PNM yang selama ini mendampingi 22,7 juta perempuan prasejahtera di seluruh Indonesia.
Di area pameran, antusiasme pengunjung terlihat dari langkah yang melambat, tatapan yang tertahan pada setiap bingkai foto, hingga momen hening saat membaca kisah di baliknya.
Salah seorang pengunjung mengaku tersentuh dengan karya yang dipamerkan.
"Foto-foto ini bikin perjuangan perempuan makin ter-highlight. Sebagai sesama perempuan saya tau betul perjuangan beratnya, saya jadi langsung ingat sosok ibu, dan rasanya lebih terharu sekarang," ujarnya.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat narasi pemberdayaan melalui dokumentasi visual, sekaligus memperlihatkan bagaimana perempuan menjadi pusat ketahanan dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
Pameran ini pun menjelma menjadi lebih dari sekadar pajangan karya, ia menjadi pengingat di tengah mobilitas kota bahwa banyak langkah hidup bertumpu pada perempuan-perempuan yang terus menyala, menjadi lentera bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Pameran foto Bisnis Indonesia di Hotel Raffles, Jakarta pada Senin (8/12/2025), menampilkan perjalanan ekonomi-politik RI era pra hingga pascaReformasi. [446] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Bisnis Indonesia Group menggelar pameran foto bertema "Perjalanan Politik, Ekonomi, dan Kepemimpinan Indonesia" sejak era sebelum hingga setelah Reformasi.
Pameran foto tersebut ikut ditampilkan dalam agenda bertajuk Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference 2025 bertema “Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi”. Redaksi Bisnis Indonesia menampilkan sejumlah dokumentasi bersejarah karya para fotografer.
Pameran yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta pada Senin (8/12/2025) ini menghadirkan potret-potret penting yang merekam momen transisi kekuasaan, dinamika perubahan politik, serta upaya pemulihan ekonomi nasional.
Salah satu foto yang menjadi pusat perhatian adalah dokumentasi penandatanganan paket bantuan International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional oleh Presiden Ke-2 RI Soeharto yang disaksikan Direktur Pelaksana IMF kala itu, Michel Camdessus.
Foto yang ikonik tersebut merekam situasi di Jalan Cendana pada tahun 1998, saat pemerintah menyepakati paket bantuan bernilai sekitar US$43 miliar sebagai respons atas krisis ekonomi Asia.
Bisnis Indonesia turut menyelenggarakan pameran foto dalam gelaran Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference 2025 di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (8/12/2025). JIBI/Akbar Evandio
Di dinding lain, terpajang foto Presiden B.J. Habibie yang tengah bersiap memberikan keterangan pers. Kurator menjelaskan bahwa foto ini dipilih sebagai simbol dimulainya era baru sebagai upaya pemulihan ekonomi pasca-krisis, penerapan kebebasan pers, serta berbagai langkah reformasi yang membuka ruang demokrasi yang lebih luas.
Narasi pendamping foto juga memuat peran Habibie dalam mendorong desentralisasi dan mengizinkan referendum Timor Timur pada 1999.
Momen penting transisi kekuasaan juga tergambar dalam foto KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menjadi Presiden ke-4 Indonesia. Pameran menyoroti periode 1999–2001 sebagai fase penguatan pluralisme, demokrasi, serta upaya meredam ketegangan antar-kelompok di masyarakat.
Ragam foto masa awal reformasi tersaji lengkap dengan penjelasan mengenai peran Gus Dur dalam memperkuat kebebasan sipil.
Pengunjung juga dapat melihat potret Presiden Megawati Soekarnoputri bersama Wakil Presiden Hamzah Haz di kompleks parlemen. Foto tersebut menggambarkan tahun-tahun kepemimpinan 2001–2004 yang ditandai dengan stabilisasi politik, pemulihan ekonomi, serta kelanjutan agenda desentralisasi.
Keterangan foto juga menyoroti dorongan Megawati terhadap transparansi pemilu serta upaya meningkatkan hubungan diplomatik Indonesia.
Pameran ini tidak hanya menampilkan foto-foto tunggal, tetapi juga menyajikan panel yang merangkum peristiwa-peristiwa penting, mulai dari kerumunan wartawan yang meliput peralihan kekuasaan, bencana tsunami Aceh pada 2006 hingga potret kepemimpinan presiden-presiden berikutnya.
Setiap foto dilengkapi kode QR yang mengarahkan pengunjung pada arsip berita Bisnis Indonesia, memperkaya konteks sejarah bagi generasi muda.
Pameran ini dihadirkan untuk mengingatkan publik bahwa perjalanan panjang demokrasi dan pemulihan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di penghujung abad ke-20.
Foto-foto yang dipamerkan menjadi saksi bisu perubahan besar yang membentuk wajah Indonesia modern dengan Bisnis Indonesia yang konsisten menjadi navigasi bisnis yang merekam bukti sejarah itu.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56