Menteri PU percepat rehab dan pengeboran sumur di Padang pascabencana, alokasikan Rp2 triliun. Fokus pada infrastruktur dan air bersih sebelum Ramadan. [581] url asal
Bisnis.com, PADANG - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmen untuk mempercepat pembangunan kembali daerah terdampak bencana yang berada di Bendungan Batang Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan dalam menjalankan program rehab rekon tersebut Kementerian PU menyiapkan anggaran senilai sekitar Rp2 triliun hingga 2,4 triliun yang saat ini masih dalam proses administrasi di Bappenas dan Kementerian Keuangan.
"Jadi meski proses admin masih berjalan, namun pekerjaan di lapangan tetap berjalan. Karena kami ingin pemulihan ini berjalan secepat mungkin," ucap Dody Hanggodo saat meninjau kondisi Bendungan Batang Kuranji, Padang, Jumat (30/1/2026).
Dia menyampaikan sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto penanganan pascabencana harus dilakukan secepat-cepatnya, supaya pembangunan dan perbaikan segala bentuk infrastruktur yang terdampak bisa sesegera mungkin dilakukan.
Dody menyebut selain infrastruktur bendungan, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Dari total rencana 212 titik, tahap awal akan direalisasikan 53 titik, dengan prioritas di permukiman serta masjid dan musala.
Kementerian PU juga siap membangun sumur bor sebanyak mungkin, tergantung data dari pemerintah kota. Sementara ini, Kementerian PU mendukung penuh penyediaan air bersih dengan mobil tangki air dan PDAM.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menekankan pentingnya percepatan pembangunan irigasi dan sumur bor, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan musim tanam yang sedang berjalan.
"Irigasi dan sumur bor ini sangat dibutuhkan secepat-cepatnya. Selain membantu sawah dan rumah warga, ini juga mengurangi over capacity PDAM. Sumur bor menjadi solusi penting yang harus segera kita realisasikan," kata Fadly.
Dia menambahkan, Pemko Padang telah mengajukan sekitar 200 titik sumur bor, dan akan kembali mengusulkan tambahan lokasi dengan memanfaatkan lahan masjid dan musala sebagai pusat distribusi air bersih bagi masyarakat.
Menurutnya hal ini untuk mengurangi beban tekanan pada pipa PDAM yang saat ini masih bersifat sementara. Fadly meminta pembangunan sumur bor komunal di ratusan titik.
"Kami berharap pemerintah pusat bisa bantu untuk daerah-daerah kekeringan ini, agar bisa dipasangkan sumur bor. Tujuannya agar tekanan air PDAM ke rumah tangga tidak terlalu terbebani karena harus membagi suplai ke wilayah non-pelanggan," ujarnya.
Pemko Padang, kata Fadly, telah mengajukan sedikitnya 200 titik sumur bor. Karena aset Pemko Padang hanya mencakup 50 lokasi, pihaknya berinisiatif menempatkan sisa sumur bor tersebut di fasilitas publik.
"Sisanya kami arahkan ke masjid dan musala agar masyarakat lebih mudah mengakses air bersih secara komunal," tambahnya.
Menyadari posisi Kota Padang yang rawan bencana, Fadly menekankan bahwa infrastruktur air saat ini butuh peremajaan total. Ia melaporkan bahwa pembangunan SPAM baru telah disetujui untuk tahun anggaran 2026.
Rencananya, akan ada penambahan 2 SPAM baru dengan kapasitas masing-masing 200 liter dan 500 liter. Salah satu fokus utamanya adalah mengganti SPAM Gunung Pangilun yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.
Selain fokus pada infrastruktur, Fadly Amran juga menginstruksikan PDAM untuk memberikan keringanan biaya bagi warga yang terdampak.
"Sebenarnya pekerjaan intake dan pemipaan yang rusak pascabencana ini sudah 98% tertangani, dan yang 2% lagi mudah-mudahan di awal Februari ini sudah selesai. Namun saya menyampaikan bahwa pelanggan ini pun harus diberikan insentif atau bantuan keringanan pembiayaan," sebutnya.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal menjelaskan bahwa sebanyak 1.382 pelanggan (sekitar 1,1%) yang benar-benar tidak mendapatkan air akan digratiskan tagihannya untuk Februari, termasuk biaya retribusi sampah.
"Ada sekitar 1.382 pelanggan kami yang kami gratiskan, artinya rekening Februari itu kita nol-kan, termasuk retribusi sampahnya juga kita nol-kan. Tapi pelayanan tetap kami berikan melalui mobil tangki, kami isi tedmon-tedmon yang sudah kami sediakan satu sampai dua kali setiap harinya," tutup dia.
Hutama Karya dan Pemkot Padang mempercepat pemulihan sistem air minum pascabanjir di Sumbar, fokus pada perbaikan infrastruktur dan distribusi air bersih. [667] url asal
Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, bekerjasama dengan PT. Hutama Karya untuk melakukan percepatan pemulihan sistem penyaluran air minum yang ada di Perumda Air Minum atau PDAM.
Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein mengatakan sangat penting saat ini untuk melakukan percepatan pemulihan layanan ini, karena ada sekitar 2,3% pelanggan di wilayah utara di Padang yang masih terdampak gangguan distribusi akibat faktor alam. Langkah-langkah strategis pemulihan terus dikebut tim teknis di lapangan.
“Bencana banjir bandang beberapa waktu lalu telah mengakibatkan kerusakan serius pada jembatan pipa di Gunung Nago yang menjadi jalur utama suplai air,” katanya, Kamis (8/1/2026).
Adhie bilang langkah strategis yang diambil yakni meminta dukungan dari pihak Hutama Karya (HK). Melalui kerjasama dengan HK ini pengerjaan percepatan pemasangan pipa transmisi jalur dua untuk Intake Palukahan, tengah dilakukan.
Untuk wilayah Pusat Kota, lanjut Adhie, tingkat kekeruhan air baku di Intake Kampung Koto saat ini masih sangat tinggi dan bercampur lumpur akibat kondisi alam. Demi menjamin standar kesehatan pelanggan, Perumda memilih untuk sangat berhati-hati dalam proses pengolahan agar air yang sampai ke rumah pelanggan tetap berkualitas tinggi.
“Jadi selain soal penyaluran air ke rumah-rumah pelanggan, kami juga ikut mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga yang terdampak bencana alam,” tegasnya.
Terpisah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah mengatakan ruang lingkup pekerjaan Hutama Karya meliputi perbaikan dan peningkatan infrastruktur SPAM di 3 (tiga) wilayah terdampak. Di Kota Padang, pekerjaan mencakup perbaikan empat Intake utama, yakni Palukahan, Taban, Latung, dan Guo Kuranji, penambahan bak prasedimentasi di Intake Gunung Pangilun, serta pengadaan dan pemasangan pipa transmisi dan distribusi.
Sementara itu, di Kabupaten Agam, Hutama Karya menangani perbaikan Intake, pemasangan pipa transmisi, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 20 liter/detik. Adapun di Kabupaten Pesisir Selatan, pekerjaan difokuskan pada perbaikan delapan lokasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Saat ini, fokus utama pekerjaan berada di Kota Padang, khususnya pada penanganan pipa transmisi air baku dari Intake Palukahan menuju IPA Palukahan. Sistem ini terdiri dari dua jalur pipa, di mana jalur pertama telah kembali berfungsi melalui penanganan PDAM Kota Padang, sehingga IPA Palukahan dapat beroperasi kembali dan melayani masyarakat pada 50% dari kapasitas awal.
“Kondisi ini menjadi langkah awal pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat yang terdampak,” tegasnya.
Hutama Karya saat ini mempercepat penyambungan jalur kedua menggunakan pipa HDPE yang didukung bantuan material dari Kementerian PU serta aksesori dari Hutama Karya Group.
Hingga akhir Desember 2025, progres pekerjaan sampai dengan akhir desember ini telah mencapai sekitar 75%, dengan 1.134 meter pipa terpasang dari total estimasi sekitar 1.500 meter.
Penyelesaian jalur ini ditargetkan segera rampung dalam waktu dekat, sehingga kapasitas distribusi air bersih dapat meningkat dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang berada di sekitar jalur akses air tersebut, yaitu beberapa daerah di Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Mardiansyah menyampaikan bahwa Hutama Karya menempatkan kualitas dan keberlanjutan sebagai prioritas utama dalam penanganan SPAM pascabencana.
“Penugasan dari Kementerian PU kami tindaklanjuti dengan gerak cepat dan kesiapan menyeluruh di lapangan, mulai dari penguatan tim, penerapan metode kerja, hingga pengendalian mutu. Pendekatan ini kami lakukan agar sistem air minum yang dipulihkan dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan pengelolaan sumber daya yang optimal, penerapan metode kerja adaptif di medan yang menantang, serta koordinasi intensif dengan Kementerian PU dan PDAM setempat.
Proyek ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabencana dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses air bersih yang lebih andal dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan proyek SPAM di Sumbar, Hutama Karya menegaskan kehadirannya sebagai bagian dari komitmen BUMN Peduli dalam mendukung masyarakat di wilayah terdampak bencana melalui penyediaan infrastruktur air minum yang dibangun secara bertahap dan terencana.
“Kehadiran proyek ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik, sekaligus mendorong pemulihan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial secara berkesinambungan, sejalan dengan program tanggap bencana dari Danantara Indonesia,” tutup Mardiansyah.
1767874496_dc2e737c-7e46-4aa7-8989-ce5c69bce77b.Dua orang pekerja melakukan pemasangan pipa sistem penyaluran air minum di Kota Padang, Sumatra Barat. dok Hutama Karya
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56