Bank Sumut membagikan dividen tunai Rp587 miliar kepada pemegang saham, termasuk Pemprov Sumut yang menerima Rp265,7 miliar. Sebanyak 15% dividen dikembalikan sebagai modal. [790] url asal
Bisnis.com, MEDAN – PT Bank Sumut (Perseroda) membagikan dividen tunai sebesar Rp587 miliar laba Tahun Buku 2025 kepada 33 kabupaten/ kota dan Provinsi Sumatra Utara (Sumut) pemegang saham Bank Sumut.
Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Suwandi mengatakan besaran dividen tersebut sebanyak 85% dari laba bersih yang dicatatkan bank pembangunan daerah ini sepanjang tahun 2025 yakni Rp690,6 miliar.
“Pembagian dividen tunai ini sesuai hasil keputusan RUPS Bank Sumut awal April lalu di mana para pemegang saham sepakat sebanyak 85% dari laba bersih dibagikan sebagai dividen, sedangkan sisanya yakni 15% digunakan untuk cadangan umum,” ujar Suwandi, Kamis (30/4/2026).
Dari pemberitaan Bisnis sebelumnya, para pemegang saham Bank Sumut juga telah menyepakati untuk mengembalikan sebanyak 15% dari dividen tunai yang diterima sebagai tambahan modal perbankan.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Bobby Nasution mewakili Provinsi Sumut sebagai pemegang saham pengendali usai RUPS Bank Sumut 6 April 2026 lalu.
“Dari keseluruhan dividen yang dibagikan Bank Sumut, sebanyak 15%-nya dikembalikan atau disetorkan kembali sebagai modal di tahun 2026,” ujar Bobby.
Bobby menyampaikan penambahan modal tersebut merupakan dukungan pemegang saham terhadap Bank Sumut agar bisa masuk ke kategori Kelompok Bank Berdasakan Modal Inti (KBMI) II yang mensyaratkan modal inti minimal Rp6 triliun. Ini untuk menghindari Bank Sumut yang kini masih berada di KBMI I turun status menjadi BPR jika permodalan tak ditambah.
Modal Bank Sumut disebut Bobby saat ini telah mencapai Rp5,2 triliun. “Berarti sampai tahun 2029 nanti masih kurang sekitar Rp800 miliar lagi. Mudah-mudahan ini bisa tercapai,” ujarnya.
Adapun Pemprov Sumut sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan saham sebesar 45,61% berdasarkan Laporan Keuangan Bank Sumut Tahun Buku 2025 (audited), mendapat dividen tunai Rp265,7 miliar dari Bank Sumut.
Dari jumlah tersebut Pemprov Sumut menyetor kembali sebanyak 15% atau sebesar Rp39,85 miliar sebagai modal, sesuai kesepakatan RUPS.
Sedangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan yang memiliki saham sebesar 8,6% mendapat dividen tunai Rp50,1 miliar. Sebanyak Rp7,5 miliar dikembalikan Pemkab Tapsel untuk memperkuat permodalan Bank Sumut.
“Total modal yang disetor kembali oleh para pemegang saham dari 15% dividen tunai yang dibagikan ialah Rp88 miliar,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Suwandi.
Berikut Rincian Besaran Dividen Tunai Tahun Buku 2025 Bank Sumut yang diterima para pemegang saham:
Caption: Gubernur Sumut Bobby Nasution didampingi Komisaris Utama Bank Sumut Firsal Ferial Mutyara, Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah dan para pemegang saham mengumumkan hasil RUPS Tahunan PT Bank Sumut (Perseroda) Tahun Buku 2025 di Medan, Senin (6/4/2026).
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel), Sumatera Utara tetap ingin jembatan permanen di atas Sungai Garoga sebagai penghubung daerah itu dengan ... [421] url asal
Sipirok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel), Sumatera Utara tetap ingin jembatan permanen di atas Sungai Garoga sebagai penghubung daerah itu dengan Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga karena sangat strategis untuk distribusi barang, jasa dan orang.
“Saat ini sudah dibangun dua Jembatan Bailey di lokasi itu tapi ini sementara dan ada batasan hanya truk di bawah tonase 25 ton yang boleh lewat ,” kata Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu di Sipirok, Kamis.
Ia mengatakan sudah melaporkan hal ini kepada Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang juga Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian terkait kebutuhan jembatan permanen yang mampu menahan beban mobil di atas 30 ton.
Ia mencontohkan kebutuhan jembatan permanen sangat vital karena distribusi gas bersubsidi maupun gas nonsubsidi diangkut dari Kota Padang menggunakan kapal menuju Pelabuhan Sibolga.
Kapal ini berlayar dulu ke Nias baru ke Sibolga dan diangkut melalui jalur darat ke Tapanuli Selatan melalui jalur tersebut dan harusnya diangkut mobil dengan kapasitas besar.
Jembatan ini bertujuan agar truk pengangkut dengan bobot di atas 30 ton dapat lewat mengangkut gas tersebut menuju Tapanuli Selatan.
Sementara itu, lanjutnya, saat Ramadhan 1447 Hijriah penggunaan gas diprediksi meningkat karena aktivitas masyarakat memasak di sepanjang bulan suci hingga Lebaran meningkat tajam.
Pengendara melintas di Jembatan Bailey yang dibangun di atas aliran Sungai Garoga sebagai penghubung Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Kamis (29/1/2026). ANTARA/Mario Sofia Nasution
“Jadi saya khawatir ada masalah di sana, karena itu kita berharap jembatan permanen dapat selesai dalam waktu yang tidak lama,” kata dia.
Bupati juga menyatakan terima kasih kepada TNI yang sudah membangun Jembatan Baily yang memiliki peran penting dalam menyatukan jalur tersebut.
“Kami sangat berterima kasih dengan kehadiran jembatan ini tapi memang kebutuhan jembatan permanen juga menjadi prioritas,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah memperkirakan total anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir di Sumatera sekitar Rp50 triliun lebih, untuk seluruh kebutuhan pemulihan, termasuk infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum lainnya.
Sementara itu, ekonom memperkirakan bahwa biaya rekonstruksi pascabanjir di Sumatera berkisar antara Rp50 triliun hingga Rp70 triliun untuk tiga provinsi terdampak yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum menyebut, jalan nasional yang terdampak bencana sudah kembali tersambung dan kini masuk tahap rekonstruksi permanen di sejumlah daerah.
Semua ruas jalan dan jembatan nasional yang sebelumnya terputus kini dapat dilalui, meskipun banyak masih dalam perbaikan lanjutan, terutama di wilayah kecamatan dan desa.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga telah mengalokasikan sekitar Rp430 miliar untuk upaya pemulihan pascabanjir (tidak hanya jalan, tetapi seluruh kebutuhan pascabencana).
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56