PLN mempercepat pembangunan tol listrik 1.844,13 kms di Sulbagsel untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik dan menjaga pasokan energi. [525] url asal
Bisnis.com, MAKASSAR - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Tengah mengakselerasi pembangunan jaringan interkoneksi backbone atau tol listrik sepanjang 1.844,13 kilometer sirkuit (kms) di wilayah Sulawesi bagian Selatan (Sulbagsel).
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik sekaligus menjaga keandalan pasokan energi di tengah geliat ekonomi kawasan.
Senior Manager Perencanaan PLN UIP Sulawesi, Misdjan Endang Subrata, menjelaskan bahwa megaproyek infrastruktur ketenagalistrikan ini terbagi ke dalam dua koridor utama yang menghubungkan titik-titik krusial di Pulau Sulawesi.
Koridor 1 backbone selatan rencananya dibangun sepanjang 876,03 kms yang menghubungkan lima Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) utama di Sulawesi Selatan dengan total 1.102 tower.
Secara rinci, Koridor 1 mencakup jalur GITET Palopo–Bakaru 2 sepanjang 210 kms (263 tower), GITET Sidrap–Daya Baru sepanjang 312 kms (394 tower), dan GITET Daya Baru–Bantaeng sepanjang 222,5 kms (279 tower). Seluruh transmisi di koridor pertama ini diestimasi rampung pada 2029.
Sementara itu, untuk Koridor 2 yang menghubungkan wilayah Sulawesi Selatan, Tengah, hingga Tenggara, PLN akan membentang jaringan sepanjang 968,1 kms dari Wotu hingga Kendari dengan total 1.084 tower.
"Proyek Koridor 2 ini meliputi GITET Wotu–Bungku sepanjang 477,9 kms (536 tower), GITET Bungku–Andowia sepanjang 232,4 kms (265 tower), dan GITET Andowia–Kendari sepanjang 257,8 kms (283 tower). Jaringan interkoneksi ini ditargetkan beroperasi lebih awal, yakni pada 2027," ujar Misdjan melalui konferensi pers di Makassar, Kamis (18/6/2026).
General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengungkapkan bahwa pembangunan tol listrik ini merupakan langkah mitigasi jangka panjang dalam menghadapi tantangan ketahanan energi.
Menurutnya, kondisi kelistrikan saat ini memang masih dalam kategori aman, namun risiko defisit membayangi dalam 2 hingga 3 tahun ke depan seiring dengan faktor cuaca dan pertumbuhan beban.
"Kalau semakin kering, semakin banyak danau yang turun debit airnya, semakin banyak PLTA yang akan kekurangan daya. Itu dari sisi pembangkitan. Dari sisi kebutuhan, kami meyakini konsumsi listrik ke depan makin tinggi karena pergerakan ekonomi di Sulsel, seperti pertumbuhan ruko, perumahan, dan infrastruktur jalan, semakin menggeliat," jelas Aditya.
Dia menegaskan, jika pertumbuhan ekonomi ini tidak diimbangi dengan kesiapan jaringan transmisi, gardu induk, dan pembangkit, wilayah tersebut berpotensi mengalami defisit daya. Oleh sebab itu, PLN memilih mengambil langkah proaktif untuk menuntaskan proyek ini secepatnya.
Aditya menambahkan bahwa keradaan tol listrik ini akan membawa dampak ganda yang signifikan bagi perekonomian regional. Selain menjamin kelancaran investasi di sektor properti, ritel, dan pusat perbelanjaan, infrastruktur ini juga menjadi kunci dalam mewujudkan keadilan energi melalui pemerataan akses listrik berkualitas.
Berdasarkan temuan PLN di lapangan, masih terdapat kawasan penyangga yang belum menikmati listrik secara optimal, di mana kualitas tegangan yang rendah membuat aktivitas produktif masyarakat terhambat.
"Kami mengibaratkan proyek ini seperti membangun pipa besar baru agar posisinya lebih dekat ke masyarakat. Dengan begitu, kucuran energinya lebih kencang, nyalanya lebih terang, dan masyarakat bisa menggunakan alat elektronik pendukung usaha seperti kulkas untuk mengawetkan ikan atau masakan yang akan dijual," tutur Aditya.
1781781988_6ddca0d1-de74-4bab-a005-a76da3b23c54.General Manager Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi PT PLN Persero, I Gusti Made Aditya San Adinatha memberikan penjelasan terkait kelistrikan diwilayah Sulawesi di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/6/2026)./Bisnis-Paulus Tandi Bone.
PLN membangun SUTET 275 kV Andowia-Kendari dengan 283 tower di Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan keandalan listrik dan mendukung pertumbuhan industri. [238] url asal
Bisnis.com, MAKASSAR - PT PLN (Persero) berencana membangun jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Andowia–Kendari sebagai bagian dari penguatan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tenggara Ronny Aprisaputra mengatakan proyek tersebut mencakup total 283 titik tower (TIP) yang tersebar di tiga wilayah administrasi. Rinciannya, Kabupaten Konawe Utara sebanyak 238 TIP, Kabupaten Konawe sebanyak 33 TIP, dan Kota Kendari sebanyak 12 TIP.
Khusus di Kota Kendari, terdapat 12 titik yang akan dilakukan pembebasan lahan, masing-masing berlokasi di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, serta Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga.
“Proyek pembangunan jaringan transmisi 275 kV Andowia–Kendari merupakan langkah strategi PLN meningkatkan keandalan pasokan listrik. Sehingga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan sektor industri, pemerintahan, dan layanan publik di Sultra,” ungkap Ronny melalui tertulis, Selasa (11/11/2025).
Ronny menambahkan, proyek tersebut merupakan bagian dari langkah PLN memperkuat sistem transmisi Sulawesi Bagian Selatan–Tenggara.
Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, menyatakan pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap rencana pembangunan itu.
"Kami tentu akan memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan proyek ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucap Amir Hasan.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menilai dukungan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Sinergi ini menjadi modal penting dalam mempercepat penyelesaian proyek strategis ketenagalistrikan yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, dan sektor industri di Sulawesi Tenggara,” tutup Wisnu
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56