Bisnis.com, JAKARTA — PT Prudential Life Assurance mencatat klaim asuransi kesehatan hingga kuartal III/2025 didominasi oleh klaim rawat inap sebesar Rp2,9 triliun dan rawat jalan sebesar Rp1 triliun.
Untuk menjaga rasio klaim asuransi kesehatan, Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth membeberkan pihaknya selalu mengelola data klaim dari seluruh rumah sakit yang bekerjasama.
“Dari data tersebut kami dapat melihat dan menganalisa rata-rata harga yang ditetapkan oleh RS, sehingga kami dapat mengontrol agar harga yang dibebankan ke nasabah kami adalah harga yang wajar dan sesuai clinical pathway,” ucapnya kepada Bisnis, Rabu (11/2/2025).
Menurutnya, kontrol terhadap biaya medis seperti itu penting dilakukan, supaya keseimbangan rasio klaim kesehatan bisa tetap terjaga baik.
“Inisiatif yang kami lakukan dalam mengontrol biaya medis diantaranya melalui jaringan PRUPriority Hospitals, yang memberikan transparansi estimasi biaya perawatan sesuai jalur klinis yang berlaku di rumah sakit,” ungkap Yosie.
Pada 2026, Yosie menilai inflasi medis masih menjadi tantangan bagi industri asuransi, mengingat 2025 inflasi mencapai 19%. Mengutip Mercer Marsh Benefits, industri asuransi di Asia tahun ini akan menghadapi inflasi medis dengan rata-rata sebesar 12,5%. Adapun, kenaikan biaya medis tertinggi diprediksi terjadi di Indonesia sebesar 17,8%.
Kendati demikian, dirinya optimistis bahwa ada banyak peluang yang bisa dioptimalkan perusahaan asuransi untuk meningkatkan penetrasi pasar dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan perlindungan kesehatan.
Yosie berpendapat pasca pandemi, kesadaran masyarakat terhadap asuransi kesehatan meningkat. Pasalnya, masyarakat jadi mencari perlindungan finansial dan akses layanan kesehatan.
“Kondisi ini yang menumbuhkan optimisme kami bahwa asuransi kesehatan masih berpeluang untuk tumbuh,” pungkasnya.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan terdapat peningkatan aktivitas klaim pada lini usaha asuransi kesehatan yang perlu dikelola secara hati-hati oleh industri.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menuturkan pada November 2025, klaim asuransi kesehatan di asuransi jiwa tercatat sebesar Rp22,10 triliun atau meningkat 11,20% (year on year/YoY).
“Dari sisi rasio klaim, lini usaha kesehatan mencatat rasio klaim sebesar 71,66%,” ungkap Ogi.
OJK, katanya, terus memantau perkembangan itu dan mendorong perusahaan asuransi untuk memperkuat manajemen risiko, kecukupan pencadangan, serta menjaga kualitas layanan kepada pemegang polis agar kinerja industri tetap terjaga secara berkelanjutan.