Bisnis.com, JAKARTA — Risiko microsleep saat perjalanan balik mudik perlu diwaspadai karena bisa terjadi akibat kelelahan dan berbahaya bagi keselamatan berkendara.
Mengutip pemberitaan Bisnis sebelumnya, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu hingga Minggu, 28–29 Maret 2026. Lonjakan kendaraan pada periode ini membuat kondisi jalan lebih padat dan meningkatkan risiko kelelahan pengemudi.
Perjalanan jauh saat mudik sering membuat tubuh kelelahan, apalagi jika dilakukan dalam waktu lama tanpa istirahat cukup. Kondisi ini bisa memicu microsleep, yaitu tidur singkat selama beberapa detik hingga setengah menit yang membuat pengemudi kehilangan fokus meski mata masih terbuka.
Microsleep biasanya terjadi akibat kurang tidur atau kelelahan saat berkendara jarak jauh. Selain itu, aktivitas yang monoton seperti menyetir dalam waktu lama juga bisa memicu kondisi ini tanpa disadari.
Dampak microsleep tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan keselamatan di jalan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas saat musim mudik dan arus balik.
Ada beberapa bahaya yang perlu diwaspadai saat mengalami microsleep. Kondisi ini bisa membuat pengemudi kehilangan kendali kendaraan dalam hitungan detik.
Mengutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, berikut bahaya microsleep:
- Berisiko menyebabkan kecelakaan karena kehilangan kesadaran saat berkendara
- Konsentrasi menurun sehingga otak tidak mampu merespons situasi dengan cepat
- Dapat memicu kecelakaan fatal yang berdampak pada keselamatan jiwa
Hal ini juga menjadi perhatian Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang mengingatkan pemudik melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya untuk menjaga kondisi tubuh saat berkendara jarak jauh. Dia menegaskan bahwa rasa kantuk tidak boleh dianggap sepele karena bisa membahayakan perjalanan.
“Bayangkan kalau kita nyetir dengan kecepatan tinggi lalu mengantuk beberapa detik saja, itu bisa sangat berbahaya,” ujarnya dalam video akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (26/3/2026).
Dia juga membagikan sejumlah tips agar pengemudi terhindar dari microsleep saat perjalanan arus balik Lebaran. Tips ini bisa dilakukan selama perjalanan agar tetap fokus dan tidak mudah mengantuk.
Berikut tips terhindar dari microsleep saat perjalanan arus balik lebaran:
- Beristirahat setiap 3 jam sekali di rest area
- Mengobrol dengan penumpang agar tetap terjaga (tanpa mengalihkan pandangan dari jalan)
- Mengkonsumsi camilan atau permen saat berkendara
- Menepi dan tidur sejenak sekitar 15 menit jika kantuk tidak tertahankan
Menurut Budi Gunadi, keselamatan selama perjalanan harus menjadi prioritas utama. Jika tubuh sudah tidak kuat menahan kantuk, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus menyetir.
“Kalau sudah mengantuk, jangan dipaksakan, lebih baik istirahat demi keselamatan bersama,” katanya.
Meningkatnya kendaraan saat arus balik membuat pengemudi perlu lebih waspada dengan menjaga kondisi tubuh tetap fit dan mengenali tanda kelelahan agar terhindar dari risiko kecelakaan.