#30 tag 24jam
IHSG Tiba-Tiba Merosot, Asing Kompak Lepas 10 Saham Ini
Aksi pembelian bersih asing mencapai Rp416,04 miliar, dengan Antam (ANTM) mencatat net foreign sell terbesar. IHSG ditutup melemah 0,04% di 8.391,24. [442] url asal
#saham #pembelian-asing #ihsg #net-foreign-sell #transaksi-saham #pasar-modal #bursa-efek-indonesia #analisis-pasar #sektor-saham #investasi-saham #net-sell-asing #net-sell
(CNBC Indonesia - Market) 11/11/25 07:08
v/34707/
Jakarta, CNBC Indonesia — Aksi pembelian bersih asing tembus Rp416,04 miliar di seluruh pasar pada perdagangan kemarin, Senin (11/11/2025). Rinciannya, sebesar Rp102,93 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp313,11 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Di samping itu, terdapat saham yang kompak dijual asing yang turut menekan pergerakan IHSG. Antam (ANTM) menjadi saham dengan net foreign sellterbesar, yakni Rp 181,32 miliar. Lalu diikuti oleh Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI), masing-masing Rp 141,38 miliar dan RP 129,95 miliar.
Mengutip Stockbit, berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan Senin:
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp181,32 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp141,38 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp129,95 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp79,75 miliar
- PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp71,03 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp69,66 miliar
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) - Rp66,89 miliar
- PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) - Rp58,43 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp49,90 miliar
- PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) - Rp48,47 miliar
Adapun Pada akhir perdagangan Senin (10/11/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah, meski bergerak di zona hijau sejak pembukaan sesi I. Indeks ditutup koreksi tipis 0,04% atau -3,35 poin ke 8.391,24 pada hari pertama perdagangan pekan ini.
Nilai transaksi kemarin mencapai Rp 20,91 triliun, melibatkan 43,38 miliar saham dalam 2,7 juta kali transaksi. Sebanyak 371 saham naik, 282 turun, dan 157 tidak bergerak.
Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor berada di zona hijau. Utilitas memimpin dengan penguatan 2,3% dan diikuti oleh properti (1,73%) serta bahan baku (1,07%).
Kemudian sektor energi turun paling dalam, yakni -3,52%. Finansial, kesehatan, dan konsumer primer, masing-masing turun 0,57%, 0,48%, dan 0,13%.
Adapun IHSG berbalik arah disebabkan oleh koreksi tajam saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA). Saham emiten milik Sinar Mas ini turun 12% ke level 88.000. DSSA menyeret indeks sebanyak -46,28 indeks poin.
Sementara itu, tiga saham terkuat yang mencoba mengungkit indeks adalah GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Barito Renewables Energy (BREN), dan Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE).
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Shutdown AS Akan Berakhir, Wall Street Euforia, IHSG-Rupiah Siap Pesta
Data ekonomi dalam negeri dan shutdown Amerika Serikat (AS) akan menjadi penggerak pasar hari ini [2,379] url asal
#newsletter #ihsg #rupiah #pasar-keuangan #saham #analisis-pasar #investasi #dolar-as #sektor-saham #transaksi-saham #ekonomi-indonesia
(CNBC Indonesia - Research) 10/11/25 15:51
v/34565/
- Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam, IHSG melemah sementara rupiah menguat
- Wall Street pesta pora di tengah optimisme berakhirnya shut down
- Data ekonomi dalam negeri dan shutdown Amerika Serikat (AS) akan menjadi penggerak pasar hari ini
Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan Tanah Air kemarin bergerak dua arah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menguat di awal perdagangan akhirnya ditutup melemah tipis 0,04% ke level 8.391,24 pada Senin (10/11/2025). Sementara di sisi lain, rupiah justru melanjutkan tren positifnya dengan menguat 0,21% ke posisi Rp16.645 per dolar AS.
Pasar keuangan hari ini diharapkan kompak menguat. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup melemah berbalik arah pada Senin (10/11/2025). IHSG ditutup koreksi tipis 0,04% atau -3,35 poin ke level 8.391,24.
Walau pada pagi hari kemarinvindeks dibuka naik 0,58% dan sempat melesat 1% pada satu jam pertama sesi I. Penguatan IHSG terpangkas pada akhir sesi I menjadi 0,25%.
Sepanjang hari, indeks bergerak pada rentang 8.391,24-8.478,15. Sebanyak 389 saham naik, 300 turun, dan 267 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 20,61 triliun, melibatkan 43,38 miliar saham dalam 2,6 juta kali transaksi.
Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor berada di zona hijau. Utilitas memimpin dengan penguatan 2,3% dan diikuti oleh properti (1,73%) serta bahan baku (1,07%).
Kemudian sektor energi turun paling dalam, yakni -3,52%. Finansial, kesehatan, dan konsumer primer, masing-masing turun 0,57%, 0,48%, dan 0,13%.
Sebanyak 371 saham menguat, 282 melemah dan 157 stagnan. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp 416,04 miliar.
Adapun IHSG berbalik arah disebabkan oleh koreksi tajam saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA). Saham emiten milik Sinar Mas ini turun 12% ke level 88.000. DSSA menyeret indeks sebanyak -46,28 indeks poin.
Sementara itu, tiga saham terkuat yang mencoba mengungkit indeks hari ini adalah GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Barito Renewables Energy (BREN), dan Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE).
Beralih ke pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat pada Senin (10/11/2025), Berdasarkan data Refinitiv, rupiah terapresiasi sebesar 0,21% ke level Rp16.645/US$. Penguatan ini sekaligus memperpanjang tren positif rupiah yang telah berlangsung selama tiga hari beruntun sejak 6 November 2025.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau tengah mengalami pelemahan 0,05% ke level 99,548.
Penguatan rupiah hari ini terjadi seiring dengan berlanjutnya pelemahan indeks dolar AS. DXY tercatat melemah sejak 5 November 2025 dan terus berlanjut hingga perdagangan Senin (10/11/2025).
Sementara pelemahan dolar AS terjadi setelah adanya kemajuan pembahasan di Kongres Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri penutupan pemerintahan (government shutdown). Senat pada Minggu waktu AS, menyetujui langkah awal untuk meloloskan rancangan undang-undang pendanaan pemerintah hingga 30 Januari 2026.
Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melandai ke 6,13% dari 6,14% pada akhir pekan lalu. Imbal hasil yang melandai menandai harga SBN sedang naik karena diburu investor.
Saham-saham di Wall Street berakhir menguat pada perdagangan Senin atau Selasa pagi waktu Indonesia. Bursa terbang setelah para senator mengambil langkah penting untuk mengambil kesepakatan untuk mengakhiri penutupan (shutdown) pemerintahan Amerika Serikat yang bersejarah.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 381,53 poin atau 0,81% ke level 47.368,63. S&P 500 menguat 1,54% menjadi 6.832,43, sementara Nasdaq Composite melonjak 2,27% ke 23.527,17.
Nvidia, Broadcom, dan sejumlah pemimpin reli saham kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama penguatan pasar, karena kemungkinan berakhirnya shutdown kembali meningkatkan selera risiko investor.
Saham Microsoft juga naik 1,9%, memutus tren penurunan delapan hari beruntun yang merupakan penurunan harian terpanjang sejak 2011.
Pekan lalu, saham-saham tersebut justru menarik pasar lebih rendah karena kekhawatiran di Wall Street terkait valuasi tinggi pada saham-saham AI.
Investor terus memantau negosiasi para legislator terkait pengesahan rancangan anggaran federal yang akan mengakhiri shutdown.
Sebuah langkah prosedural yang memungkinkan pemungutan suara lanjutan mengenai kesepakatan tersebut pada Senin telah disetujui dengan minimal 60 suara, setelah delapan senator dari Partai Demokrat memilih berbeda dari pimpinan partai untuk mendukung kesepakatan tersebut.
Kekhawatiran atas shutdown telah menekan sentimen konsumen ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun, mendekati level terburuk dalam sejarah, menurut survei University of Michigan yang dirilis Jumat lalu.
Karena penutupan tersebut, lembaga pemerintah tidak lagi merilis sejumlah data ekonomi kunci, termasuk indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) yang dijadwalkan rilis minggu ini.
"November menjadi bulan yang bergejolak bagi aset berisiko," ujar Tim Holland, Chief Investment Officer di Orion, kepada CNBC, dengan mengutip kekhawatiran investor terhadap shutdown, valuasi pasar, dan potensi gelembung AI sebagai pemicu sentimen negatif belakangan ini.
Dalam sepekan terakhir, Nasdaq yang sarat saham teknologi mencatat kinerja terburuk sejak aksi jual yang dipicu perang tarif pada April, turun sekitar 3%. Baik S&P 500 maupun Dow Jones (30 saham) terkoreksi lebih dari 1% dalam sepekan.
"Kekhawatiran pekan lalu memang masuk akal, tetapi saya pikir setidaknya satu dari tiga kekhawatiran itu kini telah keluar dari radar, dan itu hal penting," lanjutnya.
Pasar keuangan hari ini diharapkan kompak menguat dengan adanya kabar positif dari Amerika Serikat (AS). Mulai menggeliatnya daya beli juga diharapkan bisa menggerakan ekonomi dalam negeri lebih cepat sehingga pasar saham dan rupiah bergarah.
Sejumlah sentimen diperkirakan akan menjadi penggerak pasar hari ini, terutama shutdown pemerintah AS
Shutdown Berpotensi Berakhir
Penutupan (shutdown) pemerintah terpanjang dalam sejarah AS berpotensi berakhir pekan ini setelah kompromi untuk memulihkan pendanaan federal lolos tahap awal pemungutan suara di Senat pada Minggu malam. Kendati demikian belum jelas kapan Kongres akan memberikan persetujuan final.
Kesepakatan tersebut akan memulihkan pendanaan bagi lembaga-lembaga federal yang masa pendanaannya dibiarkan kedaluwarsa pada 1 Oktober.
Hal ini memberi kelegaan bagi keluarga berpenghasilan rendah yang terdampak gangguan subsidi pangan, ratusan ribu pegawai federal yang tidak digaji selama lebih dari sebulan, serta para pelancong yang menghadapi ribuan pembatalan penerbangan.
Kesepakatan ini akan memperpanjang pendanaan hingga 30 Januari, yang berarti pemerintah federal untuk sementara akan tetap berada di jalur menambah utang sekitar US$1,8 triliun per tahun dari total utang yang sudah mencapai US$38 triliun.
Partai Republik di bawah Presiden Donald Trump menguasai mayoritas di kedua kamar Kongres. Namun, Partai Demokrat memanfaatkan aturan yang mensyaratkan persetujuan 60 dari 100 senator untuk sebagian besar legislasi.
Hal ini untuk mendorong perpanjangan subsidi asuransi kesehatan bagi 24 juta warga Amerika yang akan berakhir pada akhir tahun ini. Kompromi di Senat tersebut akan menjadwalkan pemungutan suara terkait subsidi kesehatan pada bulan Desember.
Keputusan delapan senator Demokrat moderat untuk meloloskan kesepakatan hanya satu minggu setelah Demokrat memenangkan pemilu penting di New Jersey dan Virginia serta terpilihnya seorang demokrat sosialis sebagai Wali Kota New York. Hal ini memicu kemarahan internal partai. Banyak yang mencatat tidak ada jaminan bahwa pemungutan suara soal subsidi kesehatan akan lolos di Senat atau DPR.
"Kami berharap bisa melakukan lebih banyak. Shutdown pemerintah tampak seperti kesempatan untuk mendorong kebijakan yang lebih baik. Itu tidak berhasil."," kata Senator Dick Durbin dari Illinois, pimpinan Demokrat nomor dua di Senat, dikutip dari Reuters.
Trump secara sepihak telah membatalkan belanja miliaran dolar dan memangkas jumlah pegawai federal hingga ratusan ribu, yang dinilai mencampuri kewenangan konstitusional Kongres dalam hal fiskal. Tindakan tersebut melanggar undang-undang pengeluaran sebelumnya yang disahkan Kongres, dan beberapa Demokrat mempertanyakan mengapa mereka perlu menyetujui kesepakatan belanja apa pun ke depannya.
Ketua DPR, Mike Johnson, mengatakan DPR dapat mengesahkan RUU tersebut paling cepat pada Rabu dan mengirimkannya kepada Trump untuk ditandatangani menjadi undang-undang, jika Senat bergerak cepat.
"Saya pikir kami bisa mengesahkannya di DPR dan mengirimkannya ke meja Presiden," katanya kepada Fox Business.
Jika pemerintah tetap tutup lebih lama lagi, pertumbuhan ekonomi bisa berubah negatif pada kuartal IV terutama jika perjalanan udara tidak kembali normal sebelum libur Thanksgiving pada 27 November.
Optimisme Konsumen Meningkat, Harapan Ekonomi Menguat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2025
Bank Indonesia (BI) telah mengumumkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2025 hari Senin, (10/11/2025) yang mencerminkan tingkat optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi enam bulan ke depan.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami peningkatan pada Oktober 2025 ke level 121,2 dibanding catatan per September 2025 sebesar 115.
Angka ini menegaskan bahwa masyarakat masih berada dalam zona optimis, dengan pandangan yang lebih positif baik terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospeknya enam bulan mendatang.
Peningkatan IKK ini terutama didorong oleh menguatnya dua komponen utamanya, yakni Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).
IKE yang mencerminkan persepsi rumah tangga terhadap situasi ekonomi terkini naik ke 109,1 dari 102,7 pada bulan sebelumnya, sementara IEK yang menggambarkan ekspektasi terhadap ekonomi ke depan juga melonjak ke 133,4 dari 127,2. Keduanya menunjukkan bahwa masyarakat mulai merasakan perbaikan ekonomi yang nyata sekaligus menaruh harapan terhadap arah pemulihan yang lebih kuat menjelang akhir tahun.
Indeks Penghasilan Saat Ini tercatat naik ke 117,1 dari 112,9, sementara Indeks Pembelian Barang Tahan Lama meningkat ke 107,5 dari 103,2.
Adapun Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja, yang sebelumnya masih berada di zona pesimis, kini menembus batas optimis di level 102,6 setelah bulan sebelumnya hanya 92,0. Hal ini menunjukkan mulai terbukanya peluang kerja baru serta meningkatnya daya beli masyarakat di berbagai kota besar.
Dari sisi ekspektasi ke depan, konsumen kian yakin bahwa kondisi ekonomi enam bulan mendatang akan lebih baik. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mencapai 133,4 didorong oleh kenaikan seluruh komponennya, termasuk ekspektasi terhadap penghasilan, lapangan kerja, dan kegiatan usaha.
Masyarakat memperkirakan peningkatan aktivitas ekonomi akan terus berlanjut, seiring dengan stabilnya inflasi dan pulihnya mobilitas pasca perlambatan ekonomi global. BI mencatat bahwa kenaikan ekspektasi paling kuat terjadi di kota-kota seperti Medan, Pontianak, dan Bandar Lampung, yang menunjukkan optimisme daerah non-Jawa terhadap arah pemulihan ekonomi nasional.
Namun di tengah meningkatnya optimisme, survei juga mengindikasikan adanya perubahan perilaku keuangan rumah tangga yang lebih berhati-hati.
Rata-rata proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk konsumsi (average propensity to consume) menurun ke 74,7% dari 75,1% pada bulan sebelumnya. Sebaliknya, porsi tabungan (saving to income ratio) meningkat menjadi 14,3%, sementara pembayaran cicilan (debt to income ratio) relatif stabil di sekitar 11,0%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung memperkuat posisi tabungan di tengah ketidakpastian ekonomi global, sembari menahan laju konsumsi menjelang akhir tahun.
Laporan Survei Penjualan Eceran September 2025
Pada hari iniSelasa (11/11/2025), publik akan menantikan data kerasnya Indeks Penjualan Riil (IPR) untuk September 2025. Angka ini akan menjadi ujian penting bagi kekuatan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi nasional.
Bulan lalu, BI memperkirakan penjualan eceran tumbuh solid 5,8% YoY lonjakan besar dibandingkan realisasi Agustus yang hanya 3,5%.
Jika realisasi IPR kali ini mampu memenuhi atau bahkan melampaui ekspektasi itu, pasar berpotensi bereaksi positif. Artinya, pelemahan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di September belum berimbas signifikan terhadap penjualan di lapangan.
Sebaliknya, jika hasilnya meleset jauh di bawah 4%, pasar bisa menilai BI terlalu optimistis. Ini menandakan tekanan pada daya beli masyarakat semakin nyata. BI pun akan berada di posisi dilematis: menjaga stabilitas Rupiah di tengah konsumsi yang mulai melemah.
Simak Rilis Data dan Agenda Hari Ini
Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:
- Laporan Survei Penjualan Eceran September 2025
Coffee Morning CNBC Indonesia: Tech & Telco Edition di Queens Head, Kemang, Kota Jakarta Selatan.
Puncak Perayaan Hari Ritel Nasional Tahun 2025 di Balai Sudirman, Kota Jakarta Selatan. Turut hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Perdagangan, Menteri UMKM, dan Ketua Umum APRINDO.
Penandatanganan Surat Keputusan Bersama antara Menteri Pertanian, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Kepala Badan Pangan Nasional, dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara tentang Penugasan Percepatan Pelaksanaan Penyediaan Infrastruktur Pascapanen dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kota Jakarta Pusat.
Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Dirjen Agro dengan Asosiasi-asosiasi tentang "Kebijakan Peningkatan Daya Saing Industri Nasional" di ruang rapat Komisi VII DPR, Senayan, Kota Jakarta Pusat.
L'Oréal-UNESCO For Women in Science National Fellowship 2025 Award Ceremony yang akan diselenggarakan di Ruang Auditorium Graha Diktisaintek, Kemendiktisaintek, Kota Jakarta Pusat.
Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini:
RUPS PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL)
Tanggal DPS Dividen Tunai Interim PT Sinergi Inti Plastindo Tbk.
Tanggal DPS Dividen Tunai Interim Selamat Sempurna Tbk
Tanggal ex Dividen Tunai Interim PT Triputra Agro Persada Tbk.Tanggal ex Dividen Tunai Interim PT Chandra Asri Pacific Tbk
Tanggal ex Dividen Tunai Interim PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk
Tanggal DPS Dividen Tunai Interim Tempo Scan Pacific Tbk
Tanggal ex Dividen Tunai Interim PT Medco Energi Internasional TbkTanggal cum Dividen Tunai Interim PT Avia Avian Tbk
Tanggal DPS Dividen Saham Suparma Tbk
Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:
CNBC INDONESIA RESEARCH
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Investor Sibuk Profit Taking, Tiga Saham Ini Layak Dilirik
Berikut rekomendasi saham hari ini, Rabu (5/11/2025) dari Mega Capital Sekuritas. [355] url asal
#ihsg #saham #pasar-modal #investasi #sektor-saham #analisis-pasar #telkom-indonesia #buyback-saham #aliran-dana #rekomendasi-saham
(CNBC Indonesia - Market) 05/11/25 08:06
v/27882/
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,40% ke level 8.241,91 pada perdagangan Selasa (4/11).
Sejumlah saham seperti Telkom Indonesia (TLKM), DSSA, dan IMPC tercatat menjadi leading movers dengan kenaikan masing-masing 4,98%, 4,55%, dan 18,86%. Sebaliknya, saham BBRI, BRPT, dan RISE berada di jajaran lagging movers dengan koreksi masing-masing 1,73%, 4,63%, dan 14,80%.
Dari sisi aliran dana, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp307,78 miliar di pasar reguler dan Rp305,08 miliar di seluruh pasar.
Secara sektoral, sebanyak 10 dari 11 sektor mengalami pelemahan, dengan sektor properti menjadi yang paling tertekan 2,62%. Sementara hanya sektor energi yang mampu mencatatkan penguatan, dengan naik 3,62%.
Di samping itu, pergerakan emiten domestik turut mewarnai perdagangan. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melalui anak usahanya, Chandra Warehouse Cilegon (CWC), mengumumkan ekspansi bisnis dengan membeli lahan seluas 51.128 meter persegi di Kawasan Industri Krakatau I, Cilegon, Banten.
Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan gudang penyimpanan, dengan nilai transaksi Rp240 miliar, atau 4,08% lebih tinggi dari nilai penilaian aset Rp230,59 miliar.
Lalu ada juga PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimum Rp2,49 triliun.
Keputusan ini telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 November 2025.
Perseroan akan menggunakan dana kas internal sesuai ketentuan yang berlaku, dan pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui bursa secara bertahap maupun sekaligus dalam jangka waktu maksimal 12 bulan sejak tanggal RUPSLB.
Di tengah aksi profit taking IHSG, Mega Capital Sekuritas merekomendasi saham-saham ini:
TOBA - Buy 820-830 | TP 865-900 | SL 760
IMPC - Buy 2670-2710 | TP 2780-2870 | SL 2500
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
INET - Buy 280-286 | TP 292-300 | SL 266
(ayh/ayh)
IHSG Melesat 1,16% OTW Dekati Level 8.300
IHSG melonjak 1,16% ke 8.258,83 pada 3 November 2025. Sektor utilitas dan konsumer non-primer memimpin penguatan. Data ekonomi penting akan dirilis pekan ini. [472] url asal
#pasar-modal #ihsg #ekonomi-indonesia #saham #kapitalisasi-pasar #indeks-msci #data-ekonomi #investasi #volatilitas-pasar #sektor-saham
(CNBC Indonesia - Market) 03/11/25 12:06
v/25234/
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan hari ini, Senin (3/11/2025). Indeks menguat 1,16% atau naik 94,96 poin ke level 8.258,83 pada penutupan perdagangan sesi pertama.
Sebanyak 345 saham naik, 288 turun, dan 175 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 9,12 triliun, melibatkan 13,86 miliar saham dalam 1,28 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun kembali menembus Rp 15.000 triliun.
Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona penguatan. Utilitas dan konsumer non-primer memimpin dengan kenaikan masing-masing 2,99% dan 1,35%. Hanya sektor properti dan kesehatan yang melemah.
Sementara itu, saham milik Prajogo Pangestu, Barito Renewables Energy (BREN) menguat 6,63% ke level 9.250 menjelang pengumuman indeks MSCI. BREN menjadi penopang utama IHSG pagi ini dengan bobot 21,91 indeks poin.
Kemudian ada sejumlah emiten lain yang ikut jadi penopang IHSG termasuk TLKM, BRPT, BBRI dan ASII.
Memasuki pekan pertama November, pelaku pasar akan mencermati sederet rilis data ekonomi penting baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Dari domestik, fokus utama akan tertuju pada inflasi Oktober, PMI manufaktur, neraca dagang, serta pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (5/11/2025).
Rangkaian data tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah pemulihan ekonomi nasional menjelang akhir tahun. Selain itu, data ini juga akan menjadi acuan bagi Bank Indonesia (BI) dalam menentukan langkah kebijakan moneter pada sisa 2025.
Adapun terdapat beberapa sentimen yang dapat mempengaruhi volatilitas pergerakan IHSG di sepanjang November.
MSCI akan mengumumkan bahwa tinjauan reguler (Index Review) untuk November 2025 pada 5 November 2025. Perubahan konstituen yang diumumkan akan mulai berlaku efektif pada 25 November 2025. Sehingga, periode menjelang pengumuman dan dekat hari efektif bisa menjadi momen volatilitas bagi saham-saham yang menjadi kandidat masuk/keluar indeks.
Beberapa saham Indonesia yang disebut sebagai kandidat kuat untuk masuk indeks atau naik kelas dalam periode November 2025, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang diperkirakan telah memenuhi beberapa syarat free float dan likuiditas untuk masuk indeks MSCI. Kemudian PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga disebut akan masuk.
Sementara itu, ada saham yang disebut berisiko keluar atau turun kelas dalam indeks MSCI, yakni PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Indofood CBP Sukses Makulah Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), hingga PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
IHSG Masuk Lagi ke Zona Merah, Ditutup Turun 0,25%
IHSG ditutup turun 0,25% di level 8.163,88. Sebanyak 389 saham turun. [378] url asal
#ihsg #indeks-harga-saham-gabungan #pasar-saham #investasi #volatilitas-pasar #saham-indonesia #sektor-saham #analisis-pasar #transaksi-saham
(CNBC Indonesia - Market) 31/10/25 16:35
v/23090/
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup akhir pekan ini di zona merah. Indeks turun 0,25% atau 20,18 poin ke level 8.163,88.
Sebanyak 389 saham turun, 287 naik, dan 279 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 19,15 triliun, melibatkan 27,52 miliar saham dalam 1,96 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun kembali terkikis menjadi Rp 14.857 triliun.
Sepanjang hari ini, volatilitas IHSG masih terbilang tinggi. Pagi tadi, indeks dibuka naik 0,29% dan sempat menyentuh 8.215,55 atau naik 0,38%.
Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor berada di zona merah. Bahan baku turun paling dalam, yakni 0,83% dan diikuti oleh properti (-0,7%) serta energi (-0,67%).
Hanya ada tiga sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu utilitas (0,84%), teknologi (0,79%), dan konsumer primer (0,09%).
Sementara itu lima saham menjadi pemberat utama adalah Bank Mandiri (BMRI) -7,03 indeks poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) -7,03 indeks poin, Barito Pacific (BRPT) -5,62 indeks poin, Astra International (ASII) -5,57 indeks poin, dan Telkom Indonesia (TLKM) -4,58 indeks poin. Saham-saham ini tercatat turun lebih dari 1% hingga 2%.
Di tengah koreksi IHSG, BRI (BBRI) melesat naik 1,79% ke level 3.980. Saham bank BUMN ini menjadi penopang utama indeks agar tidak jatuh dalam. BBRI mencatat bobot 11,59 indeks poin pada perdagangan hari ini.
Adapun dengan koreksi hari ini, IHSG tercatat kontraksi 1,3% sepanjang pekan ini.
Sebagai informasi, IHSG mengawali pekan ini dengan koreksi dalam. Indeks sempat anjlok lebih dari 3,5% pada Senin (27/10/2025) dan meninggalkan level 8.000
Hal tersebut seiring dengan informasi yang beredar mengenai perubahan aturan free float indeks MSCI. Saham-saham milik Prajogo Pangestu terdampak paling besar.
IHSG sempat rebound pada 29-30 Oktober 2025. Pada dua hari itu IHSG masing-masing naik 0,91% dan 0,22%.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
IHSG Sesi I Gagal Rebound, Asing Bergerak ke Sini
IHSG turun 0,35% di sesi I, dengan transaksi Rp 11,7 triliun. Investor asing net sell Rp 470,3 miliar, terutama di saham BRI dan Mandiri. [430] url asal
#perdagangan-saham #ihsg #net-foreign-sell #sektor-saham #investasi #pasar-modal #transaksi-saham #analisis-pasar
(CNBC Indonesia - Market) 28/10/25 13:12
v/18504/
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa (28/10/2025). Sejumlah saham pun diketahui dijual asing.
menutup sesi I dengan penurunan 0,35% atau 28,35 poin ke level 8.088,8. Sebanyak 369 saham naik, 307 turun, dan 280 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 11,7 triliun, melibatkan 18,21 miliar saham dalam 1,45 juta kali transaksi.
Mengutip Refinitiv, sebagian besar sektor berada di zona merah. Energi menjadi sektor yang turun paling dalam, yaitu -2,16%. Lalu diikuti oleh bahan baku (-0,98%) dan utilitas (-0,96%). Sementara itu, sektor kesehatan memimpin penguatan (1,53%) dan diikuti oleh konsumer non-primer (1,44%).
Sepanjang perdagangan intraday, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net sell) sebanyak Rp470,3 miliar di seluruh pasar. Rinciannya, sebesar Rp4,3 triliun foreign sell dan Rp3,8 triliun foreign buy.
Di tengah transaksi tersebut, terdapat beberapa saham yang paling banyak dilepas asing. Mengutip Ipot, berikut net foreign sell pada perdagangan sesi I hari ini:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI):Rp158,4 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp101,3 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp57,1 miliar
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Rp56,0 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp43,6 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp41,2 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp35,3 miliar
- PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC): Rp30,4 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp29,9 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp26,8 miliar
Sementara itu, berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan sesi I:
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rp 64,9 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp 41,1 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 38,7 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 36,6 miliar
- PT Bank Jago Tbk (ARTO): Rp 23,4 miliar
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP): Rp 17,1 miliar
- PT MD Entertainment Tbk (FILM): Rp 16,1 miliar
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): Rp 15,7 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp 15,6 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp 13,7 miliar
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
IHSG Tertekan Dalam, Intip Potensi Saham-Saham Ini
IHSG turun 1,87% ke 8.117,15. Sektor energi tertekan, sementara investor asing mencatatkan net buy. Rekomendasi saham TPIA, HMSP, dan AADI tersedia. [412] url asal
#ihsg #saham #pasar-modal #investasi #analisis-saham #rekomendasi-saham #net-buy #sektor-saham #rights-issue #msci
(CNBC Indonesia - Market) 28/10/25 08:46
v/18035/
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,87% ke level 8.117,15 pada perdagangan Senin (27/10), mengikuti tekanan di hampir seluruh sektor saham.
Saham-saham seperti Bank Central Asia (BBCA) naik 0,91%, Telkom Indonesia (TLKM) 1,22%, dan Chandra Asri Pacific (TPIA) 1,72% menjadi penopang utama (leading movers). Sementara itu, DSSA anjlok 12,83%, Barito Pacific (BRPT) 9,34%, dan Amman Mineral (AMMN) 6,19%, menjadi penekan indeks (lagging movers).
Dari sisi aliran dana, investor asing mencatatkan net buy Rp341,06 miliar di pasar reguler dan Rp1,20 triliun di seluruh pasar. Hal ini menandakan masih adanya optimisme terhadap pasar domestik.
Secara sektoral, 10 dari 11 sektor mengalami pelemahan, dengan sektor energi tertekan (-3,71%), sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang menguat (+1,05%).
Dari dalam negeri, lembaga penyusun indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) tengah meninjau perubahan signifikan pada metode perhitungan free-float saham Indonesia. Rencana ini berpotensi mengurangi bobot foreign inclusion factor (FIF) bagi sejumlah emiten besar (blue chip) maupun perusahaan yang tergabung dalam grup konglomerasi.
Dalam usulan baru, MSCI akan memanfaatkan data kepemilikan publik dari KSEI, termasuk porsi kepemilikan di bawah 5%, serta mempertimbangkan kepemilikan korporasi domestik dan asing sebagai bagian dari free float.
Jika pendekatan ini disetujui, maka penurunan bobot FIF untuk saham-saham besar bisa menjadi lebih ringan dibandingkan metode lama tanpa data KSEI.
Sementara itu, emiten properti Bukit Uluwatu Villa (BUVA) berencana melaksanakan rights issue pada 7-13 November 2025 dengan target dana Rp603,98 miliar.
Perusahaan akan menerbitkan 4,02 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp150 per saham, atau setara dengan 16,36% dari total saham beredar setelah aksi korporasi ini.
Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, kepemilikan akan terdilusi hingga 16,36%. Dana hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk akuisisi, pengembangan lahan, dan modal belanja lahan bagi anak usahanya.
Langkah ini diharapkan mendukung ekspansi bisnis BUVA, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di segmen properti pariwisata Bali.
Berikut adalah rekomendasi saham hari ini dihimpun oleh InvestasiKu
TPIA
Buy 7250-7400
TP 7525-7650
SL 6850
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
HMSP
Buy 820-830
TP 850-865
SL 770
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
AADI
Buy 7850-7950
TP 8100-8200
SL 7500
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
(fsd/fsd)
IHSG Sideways, Deretan Saham Ini Menarik Untuk Dilirik
IHSG bergerak sideways dengan penurunan tipis 0,03%. Investor asing mencatat net buy Rp1,16 triliun. Rekomendasi saham hari ini: KLBF, INET, GTSI. [390] url asal
#saham-menarik #ihsg #analisis-pasar #investasi-saham #rekomendasi-saham #bursa-efek-indonesia #aliran-modal #sektor-saham #kinerja-perusahaan #trading-saham
(CNBC Indonesia - Market) 27/10/25 08:48
v/16670/
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sideways pada perdagangan Jumat (24/10), turun tipis 0,03% ke level 8.271,72.
Sejumlah saham unggulan menjadi penopang indeks, seperti Astra International (ASII) yang naik 3,95%, Bank Mandiri (BMRI) 2,71%, dan Rise (RISE) yang melesat 20,00%. Sementara saham Telkom Indonesia (TLKM) turun 2,08%, Barito Pacific (BRPT) melemah 2,67%, dan DCI Indonesia (DCII) terkoreksi 1,83%.
Dari sisi aliran modal, investor asing masih mencatatkan net buy di pasar reguler sebesar Rp1,16 triliun dan Rp1,15 triliun di seluruh pasar, menunjukkan minat beli yang tetap kuat meski pergerakan indeks terbatas.
Secara sektoral, 6 dari 11 sektor ditutup melemah, dengan sektor teknologi mengalami penurunan (-2,43%), sedangkan sektor properti menguat (+3,09%).
Dari dalam negeri, Pertamina Geothermal Energy (PGEO) mencatat penurunan laba bersih sebesar 22,18% YoY menjadi USD 104,26 juta pada periode 9M25, meski pendapatan tumbuh 4,20% YoY menjadi USD 318,86 juta (9M24: USD 306,02 juta).
Pelemahan kinerja terutama disebabkan oleh kenaikan beban pokok penjualan (COGS) sebesar 16,84% YoY menjadi USD 140,22 juta, dipicu lonjakan beban upah dan tunjangan hingga 62,74% menjadi USD 34,68 juta seiring dengan penambahan tenaga kerja di bidang produksi.
Kenaikan beban operasional ini membuat margin laba PGEO tertekan, meskipun pendapatan dari proyek panas bumi masih menunjukkan pertumbuhan yang stabil.
Sementara itu, Chandra Asri Pacific (TPIA) menandatangani perjanjian jual beli untuk mengakuisisi jaringan SPBU ritel bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura melalui entitas khusus (special purpose vehicle/SPV).
Langkah ini menjadi strategi ekspansi regional TPIA untuk membangun ekosistem energi terintegrasi dari bahan bakar hingga petrokimia di Asia Tenggara. Pasca-transaksi, TPIA akan tetap menggunakan merek Esso dan membeli bahan bakar bermerek dari ExxonMobil.
Kesepakatan ini masih menunggu persetujuan regulator terkait dan ditargetkan rampung pada kuartal IV-2025.
Berikut adalah rekomendasi saham hari ini, dihimpun oleh InvestasiKu:
KLBF
Buy 1210-1225
TP 1245-1285
SL 1135
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
INET
Buy 278-286
TP 292-304
SL 262
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
GTSI
Buy 121-125
TP 130-136
SL 111
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
(fsd/fsd)
Harga Minyak Mendidih Lagi, Dunia Tunggu Sinyal Genting dari AS
IHSG ditutup naik 1,3% ke 8.258,34, didukung oleh sektor konsumer. Rupiah melemah ke Rp16.615/US$, sementara yield SBN tenor 10 tahun menurun. [3,061] url asal
#ihsg #saham #pasar-modal #investasi #suku-bunga #rupiah #obligasi #inflasi #sektor-saham #analisis-pasar #dolar #minyak-mentah #sbn #data-cpi-as #pasar-saham #newsletter
(CNBC Indonesia - Research) 23/10/25 16:25
v/14027/
- Pasar keuangan Indonesia kembali ditutup beragam, IHSG menguat sementara rupiah melemah
- Wall Street bangkit setelah ambruk, ditopang membaiknya laporan kinerja keuangan perusahaan
- Musim laporan keuangan, harga minyak yang kembali mendidih, serta inflasi AS akan menjadi penggerak pasar hari ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia kembali bergerak beragam pada perdagangan kemarin. Pasar saham menguat sementara rupiah melemah.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan bergerak volatile pada hari ini, Jumat (24/10/2025). Selengkapnya mengenai sentimen pasar keuangan bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,49% atau 121,8 poin ke 8274,35 pada perdagangan, Kamis (23/10/2025).
Indeks bergerak pada rentang 8.179,61-8.268,79. Sebanyak 405 saham naik, 254 turun, dan 152 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 21,1 triliun, melibatkan 31,3 miliar saham. Asing mencatat net buy sebesar Rp 1,08 triliun.
Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona hijau. Konsumer primer memimpin penguatan dengan kenaikan 3,33%. Kemudian diikuti oleh properti 2,45% dan teknologi 2,1%.
Hanya utilitas dan energi yang berada di zona merah dengan penurunan masing-masing -0,34% dan -0,67%.
Sementara itu, saham Telkom (TLKM) menjadi penopang utama IHSG kemarin dengan kontribusi 25,18 indeks poin. TLKM melanjutkan penguatan kembali kemarin, naik 6,98% ke level 3.370.
Kemudian saham-saham bank jumbo mengalami rebound siang ini setelah koreksi pada perdagangan kemarin, sesaat setelah Bank Indonesia mengumumkan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%.
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) masing-masing menyumbang 9,93 indeks poin, 7,023 indeks poin, dan 6,79 indeks poin. Pun sejumlah saham konglomerat kembali bergeliat.
Pradiksu Gunatama (PGUN) milik Haji Isam pada sesi I kemarin sudah naik 19,97% dan menyumbang 3,21 indeks poin. Begitu pula dengan saham Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) milik Hermanto Tanoko kembali naik hingga menyentuh auto reject atas (ARA) dan menyumbang 6,92 indeks poin.
Sementara itu, rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (23/10/2025).
Melansir data Refinitiv, rupiah tercatat turun 0,27% ke posisi Rp16.615/US$. Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan 0,09% pada perdagangan Rabu (22/10/2025).
Pergerakan rupiah kemarin dibayangi sejumlah sentimen, terutama keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI).
Dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG BI), Rabu (22/10/2025), BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level 4,75% pada Oktober ini.
Selain itu, shutdown belum juga berakhir karena Partai Demokrat di Senat menolak untuk menyetujui rancangan undang-undang pendanaan sementara pemerintah yang diajukan Partai Republik, karena tidak mencakup tambahan anggaran untuk layanan kesehatan dan ketentuan lainnya.
DXY juga tengah mengalami penguatan ke level 99.026 atau naik 12 basis poin dari hari sebelumnya di level 99.014
Di tengah gejolak eksternal dan sentimen kenaikan harga minyak mentah, pasar Surat Berharga Negara (SBN) justru menunjukkan penguatan. Hal ini tercermin dari yield (imbal hasil) SBN tenor 10 tahun yang melandai sedikit ke level 5,993%.
Penurunan yield mengindikasikan harga obligasi sedang naik karena diburu investor kemarin.
Pergerakan SBN yang berlawanan arah dengan Rupiah ini mengindikasikan dua hal. Pertama, pasar mengapresiasi sinyal stabilitas dari BI yang menahan suku bunga, membuat yield SBN saat ini dianggap menarik untuk lock-in.
Kedua, ancaman inflasi dari kenaikan harga minyak mentah global. Kenaikan harga minyak adalah 'musuh utama' bagi aset pendapatan tetap seperti obligasi. Jika harga minyak naik, ekspektasi inflasi akan melonjak.
Hal ini berpotensi merubah arah kebijakan oleh The Fed sehingga pasar secara menyeluruh berada pada kondisi wait and see terhadap instrumen investasi obligasi terutama instrumen obligasi di negara berkembang di kacamata investor asing yang masih menyimpan resiko yang bisa terjadi pada negara tersebut.
Dari pasar saham Amerika Serikat, bursa Wall Street bangkit pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.
Indeks S&P 500 naik terdorong oleh saham-saham teknologi, saat investor masuk untuk membeli setelah serangkaian laporan laba yang kuat.
Indeks S&Pmenguat 0,58% dan ditutup pada 6.738,44, sementara Dow Jones Industrial Average diperdagangkan naik 144,20 poin, atau 0,31%, ke 46.734,61.
Indeks Nasdaq Composite menanjak 0,89% ke 22.941,80, didukung oleh kenaikan saham-saham seperti Nvidia, Broadcom, dan Amazon.
Lonjakan hampir 3% saham Oracle, pemain lain di sektor kecerdasan buatan, juga membantu mengangkat pasar lebih tinggi.
Rata-rata indeks mencapai level tertinggi sesi setelah juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan dalam konferensi pers bahwa Presiden Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, Kamis depan di Korea Selatan. Pengumuman ini meredakan kekhawatiran investor mengenai hubungan AS-China yang sebelumnya menekan pasar pada hari Rabu.
Kenaikan S&P 500 menandai pemulihan penuh dari kerugian signifikan pada sesi sebelumnya, ketika indeks turun sekitar 0,5%. Dow mengalami penurunan sekitar 334 poin, atau 0,7%, sementara Nasdaq turun 0,9% saat investor mengalihkan dana dari aset yang lebih berisiko.
Saham-saham sempat ditutup lebih rendah pada Rabu setelah Menteri Keuangan Scott Bessent memastikan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan rencana pembatasan ekspor ke China yang dibuat dengan perangkat lunak AS.
Rencana ini akan menindaklanjuti pernyataan Trump hampir dua minggu lalu bahwa AS akan memberlakukan pembatasan ekspor pada semua perangkat lunak kritis mulai 1 November.
"Jangan abaikan pasar bullish hanya karena adanya fluktuasi," kata Giuseppe Sette, salah satu pendiri dan presiden Reflexivity., kepada CNBC Interntaional.
Investor terus memantau laporan laba dari perusahaan-perusahaan besar AS, yang banyak diyakini bisa menjadi penentu bagi reli pasar bullish saat ini. Saham Honeywell memimpin kenaikan Dow blue-chip, naik hampir 7% pada Kamis setelah mencatat hasil kuartal yang lebih baik dari perkiraan dan meningkatkan proyeksi tahunan. American Airlines naik 6% setelah melaporkan kerugian kuartal ketiga yang lebih rendah dari perkiraan dan panduan yang optimistis.
Pasar mampu mengatasi titik-titik lemah selama hari perdagangan. Tesla yang memulai laporan dari "Magnificent Seven" naik 2% setelah kembali pulih dari kerugian sebelumnya menyusul laporan kuartal ketiga yang campuran.
Saham IBM juga menutup kerugian setelah melampaui perkiraan Wall Street, meski pendapatan perangkat lunaknya sesuai ekspektasi. Sementara itu, harga minyak naik setelah pemerintahan Trump memberlakukan sanksi baru pada dua perusahaan minyak terbesar Rusia karena kurangnya komitmen serius terhadap proses perdamaian untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Lebih dari 80% perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan sejauh ini melampaui ekspektasi laba.
"Meskipun beberapa saham individu mengalami penurunan setelah meleset dari ekspektasi, kami memperkirakan laba secara keseluruhan cukup kuat untuk menjaga harga saham tetap tinggi dalam jangka pendek," kata Emily Bowersock Hill, CEO dan founding partner Bowersock Capital Partners.
Selain laporan laba, data inflasi yang akan dirilis pada Jumat diperkirakan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kondisi ekonomi, khususnya menjelang pertemuan The Federal Reserve akhir Oktober. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan menurunkan suku bunga lagi sebesar seperempat poin persentase.
Pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen yang akan menggerakkan pasar hari ini, baik dari dalam ataupun luar negeri. Laporan kinerja keuangan dan kebijakan dalam negeri menjadi salah satu penggerak sentimen yang diharapkan bisa memberi angin segar.
Pelaku pasar juga menunggu data inflasi Amerika Serikat hari ini.
Musim Laporan Keuangan
Musim laporan keuangan sudah tiba dan sejumlah perusahaan sudah menyampaikan kinerja mereka untuk kuartal III-2025.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan laba bersih Rp1,2 triliun, meningkat 117% secara tahunan dan 28,5% secara kuartalan. Penjualan bersih mencapai Rp9,4 triliun, tumbuh 12,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membukukan laba bersih Rp1,65 triliun, naik 12,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan total mencapai Rp32,4 triliun.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat laba bersih tercatat Rp2,3 triliun, tumbuh 10,6% secara tahunan.
PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) membukukan laba bersih mencapai Rp554,12 miliar, meningkat 309,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan tumbuh 56,84% menjadi Rp1,49 triliun. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mencatatkan pendapatan Rp5,05 triliun hingga Juni 2025.
Mulai membaiknya kinerja perusahaan di kuartal III-2025 diharapkan bisa menjadi sentiment positif IHSG.
Tim Khusus Disiapkan Selamatkan Proyek Whoosh dari Lilitan Utang
Pemerintah mengambil langkah serius untuk mengatasi pembengkakan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Danantara mengonfirmasi bahwa sebuah tim khusus restrukturisasi utang akan segera dibentuk.
Langkah ini menjadi krusial mengingat beban kewajiban jumbo yang ditanggung oleh PT KCIC, terutama pinjaman dari China Development Bank (CDB). Pembentukan tim ini mengindikasikan bahwa arus kas (cash flow) operasional Whoosh saat ini belum mampu menutupi cicilan pokok dan bunga utang yang fantastis.
Foto: Peningkatan volume penumpang Whoosh di momen libur dalam rangka Maulid Nabi yang berdekatan dengan akhir pekan mulai terlihat sejak Kamis 4 September 2025. (Dok. KCIC) |
Tim khusus ini diperkirakan akan fokus pada beberapa opsi negosiasi ulang. Skenario yang paling mungkin adalah meminta perpanjangan tenor pinjaman, meminta masa tenggang (grace period) tambahan, atau bahkan negosiasi ulang tingkat suku bunga.
Mengingat ini adalah pinjaman antar-pemerintah (G2G), proses restrukturisasi ini tidak hanya melibatkan aspek korporasi (KCIC) tetapi juga diplomasi tingkat tinggi antara Jakarta dan Beijing.
Sanksi Baru AS ke Raksasa Migas Rusia Bikin Harga Minyak Mendidih
Harga minyak mentah melonjak lebih dari 5% ke level tertinggi dalam dua minggu, menyusul pengumuman sanksi AS terhadap perusahaan-perusahaan minyak utama Rusia.
AS melarang dua raksasa milik negara, Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC, dalam langkah yang bertujuan menambah tekanan terhadap Kremlin terkait kurangnya komitmen Moskow terhadap perdamaian di Ukraina. Rosneft, yang dipimpin sekutu Putin, Igor Sechin, dan Lukoil bersama-sama menyumbang hampir setengah dari ekspor minyak Rusia, sekitar 2,2 juta barel per hari, dengan pendapatan dari minyak dan gas menyumbang sekitar seperempat anggaran federal.
Setelah sanksi diumumkan, Trump menyatakan bahwa ia akan menekan pembeli besar, dan berencana membahas impor minyak Rusia dengan Presiden China Xi Jinping minggu depan, setelah menegaskan kembali bahwa India akan mengurangi pembeliannya.
Sanksi ini langsung memicu kekhawatiran pasar akan terjadinya pengetatan pasokan (supply disruption) minyak mentah global. Rusia adalah salah satu produsen minyak terbesar dunia, sehingga gangguan pada alur ekspornya berdampak signifikan.
Reaksi pasar instan yaitu harga minyak mentah (seperti Brent dan WTI) langsung "mendidih". Bagi Indonesia, ini adalah kabar buruk.
Sebagai negara net importir minyak, kenaikan harga minyak dunia akan melebarkan defisit neraca dagang migas, mengerek biaya subsidi energi (BBM dan LPG) dalam APBN, dan menjadi bahan bakar utama inflasi.
Namun, kenaikan harga minyak ini akan menjadi berkah bagi sejumlah emiten. Di antaranya PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), dan PT Elnusa Tbk (ELSA).
Uni Eropa Luncurkan 'Bom' Sanksi Baru, Targetnya 'Memiskinkan' Putin
Agresi ekonomi terhadap Rusia berlanjut. Uni Eropa (UE) dilaporkan baru saja menjatuhkan "bom" sanksi baru yang menargetkan langsung lingkaran dalam kekuasaan Presiden Vladimir Putin.
Berbeda dari sanksi sektoral, paket terbaru ini bersifat lebih personal dan tajam, dirancang untuk "memiskinkan" para elite dan oligarki yang menopang rezim Kremlin. Tujuannya adalah menciptakan tekanan internal.
Sanksi ini mencakup pembekuan aset besar-besaran-mulai dari rekening bank, properti mewah, hingga superyacht-yang dimiliki oleh kroni-kroni Putin di wilayah yurisdiksi Eropa.
Strategi ini ditempuh UE untuk menutup celah yang selama ini dimanfaatkan para elite Rusia untuk menyembunyikan kekayaan mereka. Dengan membekukan aset-aset tersebut, UE berharap dapat menggerogoti loyalitas para elite dan memperlemah kemampuan finansial Putin untuk mendanai perang.
Pasar Global Menanti Data Inflasi Inti AS, Arah The Fed Ditentukan
Fokus utama pasar keuangan global pada akhir pekan ini akan tertuju pada satu data yaitu rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan diumumkan besok, Jumat.
Data Indeks Harga Konsumen (CPI) ini akan menjadi penentu arah kebijakan Bank Sentral AS, The Fed. Investor tidak hanya akan melihat inflasi utama, tetapi akan membedah angka inflasi inti (Core CPI), yang tidak termasuk harga pangan dan energi.
Angka inti ini dianggap sebagai cerminan terbaik dari tekanan harga yang 'lengket' (sticky inflation), yang menjadi kekhawatiran utama The Fed.
Data ini krusial karena akan menjawab pertanyaan pasar: kapan The Fed akan mulai memangkas suku bunga? Jika data rilis 'panas' dari ekspektasi, harapan pemangkasan bunga bisa pupus, memicu penguatan Dolar AS dan menekan Rupiah.
Disaksikan Prabowo, 8 MoU RI-Brasil Diteken Senilai US$ 5 Juta Lebih
Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Brasil membuahkan hasil bisnis konkret. Dalam forum bisnis yang digelar, telah ditandatangani 8 Memorandum of Understanding (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan Brasil, dengan nilai komitmen awal dilaporkan mencapai lebih dari US$ 5 juta (sekitar Rp 83 miliar).
Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo, menandakan adanya dukungan politik penuh untuk memperkuat kerja sama ekonomi Selatan-Selatan.
Nilai ini adalah komitmen awal yang diharapkan berkembang. Kesepakatan ini mencakup berbagai sektor strategis, mengingat Brasil adalah raksasa ekonomi di Amerika Latin.
Bagi Indonesia, 8 MoU ini menjadi langkah penting untuk diversifikasi mitra dagang dan investasi, mengurangi ketergantungan pada pasar-pasar tradisional dan membuka gerbang bagi produk RI ke pasar Amerika Latin.
Purbaya OJK Akui Kredit Seret Meski Likuiditas Bank Tembus Rp 200 T
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Purbaya Yudhi Sadewa, angkat bicara mengenai anomali di industri perbankan: kredit tumbuh seret di tengah likuiditas yang melimpah ruah.
Purbaya menyoroti bahwa guyuran insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dari Bank Indonesia yang mencapai Rp 200 triliun, ternyata belum cukup 'nendang' untuk mendorong pertumbuhan kredit. Ini mengindikasikan adanya masalah dalam transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.
Menurut Purbaya, masalahnya ada di sisi suplai dan permintaan.
Dari sisi suplai, perbankan cenderung sangat berhati-hati (prudent) dengan risk appetite rendah akibat ketidakpastian global, sehingga lebih memilih memarkir dana di SBN. Dari sisi permintaan, banyak korporasi yang juga masih wait and see untuk berekspansi.
Di Luar Migas, Pertamina Garap Ketahanan Pangan & Energi di Banten
PT Pertamina (Persero) terus memperluas perannya di luar bisnis inti minyak dan gas. Melalui program pemberdayaan masyarakat di Lebak Gede, Banten, BUMN energi ini secara aktif mendorong program ketahanan pangan sekaligus ketahanan energi di level komunal.
Ini adalah bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang kini diarahkan untuk mendukung target SDGs. Program di Banten ini menjadi model bagaimana BUMN hadir mengatasi masalah fundamental masyarakat.
Program ketahanan energi diwujudkan melalui pengembangan energi terbarukan skala kecil, seperti biogas dari limbah ternak atau panel surya. Energi bersih ini kemudian disinergikan untuk mendukung ketahanan pangan, misalnya untuk mengaliri listrik ke pompa irigasi atau mesin pengolah hasil panen.
Pemerintah Siapkan Karpet Merah 'Legalisasi' Penambang Ilegal
Pemerintah menyiapkan jurus baru untuk menuntaskan masalah klasik penambangan ilegal (PETI) yang telah merugikan negara triliunan rupiah.
Alih-alih hanya mengandalkan pendekatan represif, pemerintah kini merancang sarana hukum untuk melegalkan atau memformalkan para penambang liar tersebut. Alasan utamanya adalah masifnya kerugian negara.
Aktivitas PETI tidak hanya gagal menyumbang penerimaan negara (pajak dan royalti), tetapi juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah dan sering menjadi sumber konflik sosial.
Dengan payung hukum baru ini, pemerintah berupaya menarik mereka ke dalam sistem. Skema yang disiapkan kemungkinan besar adalah melalui penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang dipermudah perizinannya, atau skema kemitraan wajib dengan pemegang IUP resmi.
Ini adalah langkah pragmatis untuk mengubah masalah menjadi sumber pendapatan negara.
Foto: Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Moh. Irhamni saat menyampaikan paparan dalam CNBC Indonesia Coffee Morning di Queens Head Kemang, Jakarta, Kamis (23/10/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) |
Bos Bulog Beberkan Target Serapan Beras 2026, Ini Angkanya
Di tengah bayang-bayang ketidakpastian iklim dan gejolak harga pangan global, Direktur Utama Perum Bulog membeberkan strategi dan target jangka menengah untuk ketahanan beras nasional.
Bos Bulog tersebut memaparkan target serapan gabah/beras petani serta level stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang harus dicapai pada tahun 2026. Penetapan target ini krusial untuk memberikan kepastian dan mengelola ekspektasi pasar, serta menghindari kebijakan impor reaktif saat harga global melambung.
Tantangan Bulog sangat berat. Di satu sisi, Bulog ditugaskan menyerap hasil panen petani dengan harga yang menguntungkan. Di sisi lain, Bulog harus menjaga stok CBP di level aman (di atas 1 juta ton) dan siap menggelontorkan beras SPHP untuk meredam inflasi.
Simak Rilis Data dan Agenda Hari Ini:
Berikut sejumlah agenda dan rilis data pada hari ini :
Menteri Koordinator Bidang Pangan memimpin Rapat Koordinasi Terbatas terkait pengelolaan sampah menjadi energi listrik di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat. Turut hadir antara lain Menteri ESDM dan CEO Danantara Indonesia
Konferensi pers Sekretaris Kementerian Koperasi terkait program Koperasi Merah Putih di Aroem Resto & Cafe, Jakarta Pusat
Media Briefing National University Singapore di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta Pusat
Inflasi Jepang
- Retail Sales Inggris
- Inflasi Amerika
- Penjualan rumah baru di Amerika
Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini :
- RUPS Duta Pertiwi Nusantara Tbk
- RUPS Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
- Tanggal pembayaran dividen tunai interim Astra Agro Lestari Tbk
- Tanggal pembayaran dividen tunai interim Cisadane Sawit Raya Tbk
- Tanggal pembayaran dividen tunai interim United Tractors Tbk
- Tanggal pembayaran dividen tunai interim Pinago Utama Tbk
- Tanggal pembayaran dividen tunai interim Astra Graphia Tbk
- Tanggal pembayaran dividen tunai interim Astra Otoparts Tbk
- Tanggal DPS dividen tunai interim Plaza Indonesia Tbk
- Tanggal ex dividen tunai interim Central Omega Resources Tbk
- Tanggal cum dividen tunai interim Graha Mitra Asia Tbk
- Tanggal ex saham bonus Multi Medika Internasional Tbk
Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
Tiba-Tiba IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya
IHSG melonjak lebih dari 1% ke 8.141 di tengah volatilitas. Sektor bahan baku dan bank jumbo mendominasi penguatan. Nilai transaksi mencapai Rp 10,02 triliun. [443] url asal
#pasar-saham #ihsg #investasi #ekonomi-indonesia #volatilitas-pasar #sektor-saham #transaksi-saham #data-ekonomi
(CNBC Indonesia - Market) 16/10/25 11:30
v/5397/
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak naik lebih dari 1% ke level 8.141 pada pukul 11.00 WIB. Lonjakan ini terjadi di tengah volatilitas indeks dalam empat hari perdagangan terakhir.
Hingga pukul 11.30 WIB, indeks masih bertahan di zona hijau. Sebanyak 428 saham naik, 266 turun, dan 262 tidak bergerak.
Nilai transaksi siang ini mencapai Rp 10,02 triliun, melibatkan 12,19 miliar saham dalam 1,15 juta kali transaksi.
Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona hijau. Bahan baku memimpin penguatan dengan kenaikan 2,19%, diikuti oleh energi (1,85%) dan properti (1,13%).
Sebagai informasi dalam tiga hari sebelumnya, IHSG ditutup di zona merah. Secara berurutan pada 13–15 Oktober, IHSG ditutup turun 0,37%, 1,95%, dan 0,19%.
Hari ini IHSG bertahan di zona hijau seiring dengan pergerakan saham bank-bank jumbo. BBTN memimpin penguatan dengan kenaikan 1,75%. Lalu diikuti oleh BBNI 1,59%, BBRI 1,43%, BMRI 1,23%, dan BRIS 1,6%.
Alhasil sejumlah saham bank jumbo menjadi penghuni daftar Top 10 Movers siang ini. BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI menyumbang 21,55 indeks poin terhadap penguatan IHSG.
Selain itu, dua saham konglomerat juga mengerek IHSG ke atas. Emiten tambang grup Sinar Mas, Dian Swastatika (DSSA) menyumbang 19,12 indeks poin dan emiten tambang Salim, Amman Mineral (AMMN) berkontribusi 10,2 indeks poin.
Adapun sejumlah data ekonomi penting dari dalam dan luar negeri tengah menjadi sorotan pasar. Dari Asia, tekanan deflasi China berlanjut dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (CPI) sebesar 0,3% (yoy) pada September 2025, menandakan rapuhnya permintaan domestik di ekonomi terbesar kedua dunia itu.
Sementara di dalam negeri, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia naik menjadi US$431,9 miliar per Agustus, disertai pelemahan penerimaan pajak yang mendorong pemerintah menimbang penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk menjaga daya beli masyarakat.
Dari sisi korporasi, Danantara mengumumkan efisiensi besar lewat pemangkasan jumlah komisaris BUMN dan penghapusan bonus tahunan, langkah yang diklaim mampu menghemat hingga Rp8,28 triliun per tahun.
Di saat bersamaan, Kementerian Keuangan meluncurkan kanal pengaduan "Lapor Pak Purbaya" untuk memperkuat transparansi fiskal. Sementara dari Amerika Serikat, pasar global menanti rilis data inflasi produsen (PPI) dan penjualan ritel untuk September yang akan menjadi petunjuk arah inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56
Foto: Peningkatan volume penumpang Whoosh di momen libur dalam rangka Maulid Nabi yang berdekatan dengan akhir pekan mulai terlihat sejak Kamis 4 September 2025. (Dok. KCIC)
Foto: Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Moh. Irhamni saat menyampaikan paparan dalam CNBC Indonesia Coffee Morning di Queens Head Kemang, Jakarta, Kamis (23/10/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)