Bisnis.com, MAJALENGKA - Kebutuhan air bersih di Kabupaten Majalengka terus meningkat seiring dengan laju pembangunan kawasan industri baru di sekitar Kertajati Aerotropolis.
Namun hingga kini, pasokan air bersih di wilayah tersebut masih sangat terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan sektor industri maupun rumah tangga.
Pemerintah Kabupaten Majalengka menaruh harapan besar pada percepatan operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatigede di Kabupaten Sumedang sebagai solusi jangka panjang untuk menjawab krisis air bersih tersebut.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka Toto Prihatno mengatakan keberadaan SPAM Jatigede menjadi sangat vital bagi daerahnya, terutama dalam mendukung pembangunan kawasan ekonomi dan industri yang tengah berkembang pesat.
"Kami sangat berharap SPAM Jatigede segera dioperasikan. Kebutuhan air bersih di Majalengka sudah semakin mendesak, baik untuk keperluan domestik maupun industri,” ujar Toto beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pertumbuhan penduduk dan peningkatan investasi infrastruktur menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan air di Majalengka.
Apalagi, keberadaan Bandara Internasional Kertajati serta rencana pengembangan kawasan industri modern dan logistik di sekitarnya membuat kebutuhan air bersih melonjak signifikan.
Saat ini,kata dia, suplai air bersih di wilayah tersebut masih bergantung pada mata air gravitasi, sumur dalam, serta pengolahan air dari Sungai Cimanuk.
Namun, sumber-sumber tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, terutama bagi kawasan industri yang memerlukan pasokan air dalam volume besar dan berkelanjutan.
Proyek SPAM Jatigede sendiri merupakan bagian dari Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Jawa Barat, yang ditujukan untuk melayani kawasan Regional Cirebon Raya dan sekitarnya.
Proyek ini memiliki kapasitas total 3.500 liter per detik, dengan tahap pertama yang sedang dikerjakan sebesar 1.500 liter per detik.
Pada tahap awal, SPAM Jatigede dirancang untuk melayani sekitar 1.200 sambungan rumah tangga di lima kabupaten/kota, termasuk Sumedang, Majalengka, dan Cirebon.
Di masa mendatang, sistem ini juga diharapkan mampu menopang kawasan pengembangan Metropolitan Rebana, yang mencakup pusat-pusat pertumbuhan baru di wilayah timur Jawa Barat.
“SPAM Jatigede menjadi proyek strategis karena akan menyuplai kebutuhan air tidak hanya bagi masyarakat, tapi juga untuk menopang kawasan industri baru di Rebana, termasuk Kertajati,” jelas Toto.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mempercepat pembangunan proyek SPAM Jatigede. Salah satu mitra strategis yang sudah menyatakan minatnya adalah Infrastructu Asia asal Singapura.
Keterlibatan lembaga tersebut merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama antara Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Singapura dalam pengembangan sejumlah proyek infrastruktur strategis.
Kesepakatan ini telah disetujui oleh DPRD Provinsi Jawa Barat dalam Rapat Paripurna di Bandung pada 28 Januari 2022.
Kerja sama dengan Infrastructure Asia tidak hanya mencakup SPAM Jatigede, tetapi juga sejumlah proyek lain seperti SPAM Sinumbra, Bandung Metropolitan Urban Railway, BRT Bandung Raya, TPPAS Ciayumajakuning, Rooftop Solar Project in Schools, Penerangan Jalan Umum berbasis energi surya, serta proyek konektivitas serat optik di kawasan metropolitan Jawa Barat.
Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap agar pembangunan SPAM Jatigede dapat segera rampung dan dioperasikan secara penuh.
Dengan berfungsinya sistem ini, diharapkan suplai air bersih di Majalengka, khususnya di kawasan Kertajati Aerotropolis bisa terpenuhi secara berkelanjutan dan mendukung investasi industri yang mulai tumbuh.
“Kalau pasokan air sudah stabil, investasi akan lebih mudah masuk. Kertajati berpotensi jadi pusat ekonomi baru Jawa Barat, tapi itu tidak mungkin berjalan tanpa jaminan infrastruktur dasar seperti air bersih,” ujar Toto.