Pertamina memulihkan 12 sumur dan suplai air bersih di Aceh Tamiang, mendukung kesehatan warga terdampak bencana dengan perbaikan sanitasi dan pengeboran sumur baru. [520] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Berpartisipasi aktif dalam mendukung kesehatan masyarakat terdampak bencana Sumatra, PT Pertamina (Persero) melakukan pemulihan 12 sumur warga di Aceh Tamiang. Selain itu Pertamina juga melakukan perbaikan fasilitas sanitasi air di sejumlah pusat layanan Kesehatan, serta tengah proses pengeboran 3 sumur bor baru di wilayah Aceh Tamiang.
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyatakan, ketersediaan air bersih menjadi salah satu prioritas karena menjadi kebutuhan dasar sehari-hari bagi masyarakat.
“Sampai saat ini masih banyak warga yang kesulitan memperoleh air layak konsumsi untuk kebutuhan dasar sehari-hari, sehingga kami secara bertahap juga melakukan pengaktifan kembali sumur warga, agar akses air bersih mudah dijangkau,” jelas Baron.
Program sanitasi air ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana.
Selain membantu penyediaan air bersih yang dikirim secara periodik selama masa fase transisi darurat, Pertamina juga berupaya melakukan pemulihan sumber air bersih serta perbaikan sanitasi air di wilayah terdampak pascabencana.
Berkolaborasi dengan Wanadri dan TNI, hingga Jumat (26/12), Pertamina telah berhasil reaktivasi 12 sumur yang tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang, yakni 1 Sumur di Posko Pertamina Peduli di Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang, 2 sumur di Desa Seumadam, 2 sumur di Desa Kejuruan Muda, 1 sumur di Karang Baru, 3 sumur di Desa Babo, 1 sumur di Desa Bandar Pusaka, dan 2 sumur di Kota Kualasimpang.
Pertamina juga melakukan perbaikan fasilitas sanitasi air di sejumlah pusat layanan Kesehatan seperti di RSUD Aceh Tamiang, Puskesmas Bandar Pusaka, Puskesmas Tamiang Hulu dan Puskesmas Rantau.
Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah terdampak yang cukup parah. Air bersih menjadi persoalan serius bagi masyarakat karena air merupakan kebutuhan mendasar. Menyadari ini, Pertamina langsung mengerahkan bantuan air bersih dengan mengirim pasokan air dari Medan.
Sejak 4 Desember 2025, total air bersih yang dipasok Pertamina ke Aceh Tamiang mencapai 1,4 juta liter yg dikirim menggunakan 191 mobil tangki.
Demikian halnya di wilayah Lhokseumawe, Pertamina telah membantu air bersih di 100 titik.
Relawan Pertamina Peduli, Neni Herawati, Technical Planning Manager JOB Pertamina-Medco Simenggaris Subholding Upstream Pertamina, mengatakan program sanitasi ini terlaksana setelah tim Pertamina Peduli berkoordinasi secara intens dengan Dinas Kesehatan Aceh Tamiang.
“Strategi pengiriman air bersih dan reaktivasi sumur, serta pembuatan sumur bor kami lakukan secara bersama-sama agar akses air bersih tidak terputus, dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelas Neni. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr. Mustakim, M.Kes., Sp.DLP, menambahkan bahwa bantuan air bersih ini sangat penting bagi keselamatan warga.
"Masyarakat di sini benar-benar kesulitan air minum. Banyak yang selama ini bertahan hidup dengan menggunakan air hujan atau menyaring air genangan seadanya. Sepanjang proses pengisian air bersih, warga terus mendoakan dan berterima kasih kepada semua pihak, Pertamina, Wanadri dan seluruh relawan," pungkasnya.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.
BP Batam dan PT Air Batam Hilir interkoneksikan pipa di Sengkuang untuk atasi gangguan air, dengan pengerjaan 1-2 minggu dan tambahan mobil tangki air. [210] url asal
Bisnis.com, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) akan melakukan pekerjaan interkoneksi pipa di RW 01 Kelurahan Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, sebagai langkah cepat mengatasi gangguan suplai air bersih di pemukiman warga.
Pekerjaan ini menyasar wilayah RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 05 yang selama ini mengalami distribusi air tidak optimal. Interkoneksi dilakukan dengan menghubungkan jaringan pipa utama ke jaringan rumah warga agar suplai air dapat lebih merata.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait menjelaskan, pekerjaan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar satu hingga dua minggu, bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
“Selama proses pengerjaan berlangsung, BP Batam dan ABH akan menambah armada mobil tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak,” ungkapnya, Sabtu (13/12/2025) di Batam.
Ariastuty menyampaikan, tahap awal pekerjaan meliputi pemasangan interkoneksi pipa DN 63 mm dari jaringan pipa bertekanan tinggi di sekitar lokasi. Jaringan baru sepanjang sekitar 140 meter tersebut akan disambungkan langsung ke rumah-rumah warga.
Selain solusi jangka pendek, BP Batam juga menyiapkan langkah lanjutan berupa revitalisasi jaringan perpipaan serta penambahan pipa berkapasitas 100 liter per detik dan pemasangan booster.
“Infrastruktur tersebut direncanakan mulai beroperasi pada Juni tahun depan untuk memperkuat suplai air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah,” tuturnya.
Aceh Tamiang: Prioritas penyalaan listrik terus dikebut PLN dalam penanganan kondisi bencana di Aceh Tamiang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang yang menjadi pusat layanan kesehatan korban bencana berhasil menyala pada Kamis, 4 Desember 2025 dengan mesin genset PLN yang didatangkan dari kota Langsa untuk kebutuhan prioritas layanan rumah sakit.
Petugas PLN di lapangan membawa genset berkapasitas 66.000 Watt dan lampu-lampu emergency sambil menembus jalur darat berlumpur, tanah amblas, hingga ruas jalan yang terputus untuk menjangkau fasilitas kesehatan dan posko pengungsian.
Direktur Utama RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang, Andika Putra menyampaikan apresiasi mendalam atas respons PLN dalam situasi darurat tersebut.
“Di tengah kondisi yang serba sulit, kehadiran listrik dari PLN adalah penyelamat. Tanpa itu, banyak tindakan medis yang tidak bisa kami lakukan. Kami sangat berterima kasih karena respons cepat ini benar-benar menjaga keselamatan pasien,” ujar Andika dalam keerangan tertulis, Jumat, 5 Desember 2025.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa dalam situasi darurat, kehadiran listrik menjadi penopang utama bagi layanan publik yang tidak boleh berhenti.
"Atas arahan langung dari Bapak Menteri Kesehatan, Bapak Budi Gunadi Sadikin, kami prioritaskan rumah sakit harus menyala lebih dulu, karena di sana ada nyawa yang dipertaruhkan. Tim PLN bergerak all out tanpa mengenal waktu, tanpa mengenal batas, menembus medan apa pun agar layanan kritis tetap berjalan,” ujar Darmawan.
Tidak hanya rumah sakit, posko pengungsian di Tamiang Sport Center juga berhasil menyala menggunakan jaringan PLN pada Kamis (4/12), sehingga proses evakuasi, distribusi logistik, hingga pendataan warga dapat berjalan.
Untuk mendukung pasokan air bersih, PLN juga telah mengoperasikan genset 33.000 watt yang dikirim dari Binjai untuk PDAM Aceh Tamiang sehingga kebutuhan air bersih masyarakat telah berhasil dinormalkan pada Kamis (4/12). Selain itu, untuk mendukung layanan publik dan pemerintahan, PLN juga menyediakan genset 100.000 watt yang saat ini masih dalam proses pengiriman dari Banda Aceh menggunakan KP Wisanggeni milik POLRI.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Aceh, Eddi Saputra, menegaskan bahwa pemulihan kelistrikan diprioritaskan pada layanan publik.
“Jalan putus, banyak titik terisolir, tapi kami tidak boleh berhenti. Fasilitas vital seperti rumah sakit, posko pengungsian, dan titik pelayanan masyarakat harus mendapatkan listrik terlebih dahulu. Kami berterima kasih kepada TNI dan POLRI yang telah membantu mobilisasi peralatan dan berbagai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Dengan pemulihan jaringan yang terus berlangsung dan dukungan suplai darurat di lapangan, PLN memastikan masyarakat Aceh Tamiang mendapatkan akses listrik dan lampu penerangan untuk melewati masa tanggap darurat ini.
(ANN)
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56