Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap hari Jumat, yang akan dimulai pada 10 April 2026 mendatang.
Nantinya, pada pagi hari sebelum WFH dilakukan akan terdapat pelaksanaan kerja bakti oleh masing-masing aparatur sipil negara (ASN).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan pihaknya patuh secara penuh terhadap instruksi yang telah diterbitkan pemerintah pusat pada Selasa (31/3/2026) tersebut.
Pelaksanaan kerja bakti oleh ASN Pemkot Surabaya akan dilakukan selama dua kali dalam seminggu, termasuk setiap hari Jumat sebelum memulai pekerjaan maupun pelayanan publik di kediaman masing-masing. Eri menegaskan kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka mensukseskan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Setelah kerja bakti bisa pulang. Yang [kerja bakti] hari Selasa di lingkungan kantor, hari Jumat barengan. Kalau yang Jumat itu nanti kita akan berbarengan dengan Forkompinda. Jadi ada Dandim, ada kepolisian, kita sudah sepakat kemarin. Jadi, kita akan bersih-bersih terus," beber Eri, Rabu (1/4/2026).
Mengenai kekhawatiran berlangsungnya long weekend sebab pelaksanaan WFH yang jatuh setiap hari Jumat, Eri menyatakan bahwa pihaknya akan senantiasa melakukan evaluasi dan monitoring terhadap kinerja seluruh ASN yang bekerja di lingkungan Pemkot Surabaya.
Bahkan, Eri menegaskan bahwa masing-masing dari ASN memiliki tanggung jawab terhadap optimalnya pelayanan publik dan terjaganya kesejahteraan warga dari masing-masing wilayah kampung tempat mereka bermukim.
"Kerjanya pemerintah kota ini kan bukan lagi saya lihat kerja. Saya 'kan lihat output-outcome. Maka, setiap orang itu bertanggung jawab terhadap kampung. Apalagi kalau di setiap RW itu ada yang miskin dia tidak tahu, maka akan turun penghasilannya dan ada sanksinya. Maka kerja kita dari dulu sudah WFA. Saya sudah lakukan itu dari dulu. Saya tidak lihat lagi mereka kerja di kantor," tegasnya.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI ini pun mengklaim bahwa sistem WFA yang telah dilaksanakan di lingkungan Pemkot Surabaya lebih meyakinkan dirinya bahwa masing-masing ASN dapat bekerja secara optimal terhadap masyarakat. Selain mendukung efisiensi anggaran, Eri menekankan WFA dapat merealisasikan rencana penghematan di tengah situasi yang tidak menentu saat ini.
"Yang saya minta adalah kamu kerja di manapun output, outcome-nya tercapai. Kalau WFA malah senang aku. Jadi, output, outcome-nya akan tercapai, penghematan juga akan lebih besar," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah resmi mengumumkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH), baik untuk ASN dan swasta hingga pembatasan perjalanan dinas dalam dan luar negeri.
Hal itu disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada konferensi pers secara daring, Selasa (31/3/2026). Langkah kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Presiden Prabowo Subianto yang disebut '8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional' sekaligus kebijakan yang mencakup sektor energi.
"Situasi ini bukanlah hambatan melainkan momentum bagi kita untuk melakukan akselerasi untuk melakukan perubahan perilaku yang modern dan efisien. Perlu ditekankan bahwa kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental kokoh. Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiskal tetap terjaga," terangnya.
Adapun berikut poin-poin kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah, yakni penerapan WFH bagi ASN pusat dan daerah selama satu hari dalam seminggu yakni hari Jumat. Kebijakan ini akan berlandaskan Surat Edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Kemudian, efisiensi mobilitas termasuk pembatasan penggunaan kendaraan dinas sebesar 50%, kecuali operasional dan kendaraan listrik dan mendorong penggunaan transportasi publik. Selanjutnya, efisiensi perjalanan dinas dalam negeri 50% dan luar negeri hingga 70%.
"Khusus untuk daerah ada himbauan untuk penambahan jumlah hari, durasi waktu dan cakupan ruas dan jalan car free day sesuai karakter masing-masing daerah dan akan diatur SE Menteri Dalam Negeri," terang Airlangga.