Amaya Home Resort tetap pertahankan harga jual meski suku bunga naik, menawarkan konsep resort dan green living dengan akses mudah ke tol dan layanan Amaya Care. [347] url asal
Bisnis.com, SEMARANG — Keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate direspons variatif oleh pelaku usaha, khususnya pada sektor properti.
Amaya Home Resort, salah satu anak usaha dari PT Kota Satu Properti Tbk. (SATU), memilih untuk mempertahankan harga jual unit huniannya.
“Kami melihat kondisi ini justru dapat menjadi momentum yang menarik bagi calon pembeli maupun investor. Saat ini harga unit di Amaya Home Resort masih berada pada level yang kompetitif dan belum mengalami penyesuaian seperti yang berpotensi terjadi di masa mendatang seiring meningkatnya biaya pembangunan dan perkembangan kawasan,” jelas Sales Manager Amaya Home Resort Nabella Previana, Rabu (3/6/2026).
Ada beberapa faktor yang menurut Nabella akan berpengaruh pada harga jual Amaya Home Resort di kemudian hari. Faktor utamanya tak lepas dari berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh kawasan hunian tersebut.
Amaya Home Resort mengintegrasikan konsep resort living dan green living yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup para penghuni. Unit rumah di kawasan ini memiliki spesifikasi langit-langit tinggi dengan jendela berdimensi besar pada setiap unit hunian.
Desain ini memaksimalkan penetrasi cahaya matahari sekaligus memperlancar sirkulasi udara alami di dalam rumah.
Terletak dekat dengan gerbang keluar Tol Ungaran, kawasan perumahan ini juga terhubung langsung dengan Tol Trans-Jawa. Fasilitas ini mempermudah mobilitas penduduk menuju pusat Kota Semarang.
Perjalanan ke Bandara Internasional Ahmad Yani juga menjadi lebih cepat. Keberadaan infrastruktur transportasi menjadi katalisator pertumbuhan nilai tanah, sehingga nilai properti di wilayah sekitar berpotensi meningkat secara berkelanjutan.
Pihak pengembang juga menyediakan layanan terintegrasi bernama Amaya Care. Layanan ini mencakup bantuan darurat dan sistem keamanan 24 jam dengan akses masuk kawasan menggunakan sistem smart gate berbasis kartu RFID.
Melalui Amaya Care, penghuni juga mendapatkan layanan housekeeping, laundry, hingga perawatan taman dan pemeliharaan bangunan. Fasilitas ini memungkinkan pemilik properti untuk tinggal langsung di unit maupun menyewakannya kepada pekerja ekspatriat.
Nabella menambahkan bahwa di tengah banyaknya calon pembeli yang memilih menunda akibat kenaikan suku bunga, kondisi saat ini justru dapat menjadi momentum strategis untuk membeli properti.
“Kami melihat ini sebagai momentum yang tepat bagi masyarakat untuk memiliki properti sebagai aset hunian ataupun investasi dengan nilai maksimal namun harga ideal,” ujarnya.
Meski Tol Trans-Jawa mendominasi, banyak pemudik tetap setia mudik lewat jalur Pantura untuk menikmati perjalanan dan mendukung ekonomi lokal. [993] url asal
Bisnis.com, JAWA BARAT – Di tengah dominasi Tol Trans-Jawa yang memangkas jarak Banten–Banyuwangi pada momentum mudik Lebaran 2026, masih ada denyut jalur legendaris Pantura yang belum sepenuhnya ditinggalkan pemudik.
Sebagian pemudik masih memilih setia pada rute lama untuk menolak tunduk pada efisiensi jalan bebas hambatan. Alasannya beragam, mulai dari kebiasaan hingga keinginan mencoba hal baru.
Nanang (46) menjadi salah satu pemudik yang masih setia dengan jalur Pantura. Bepergian bersama tiga orang anak dan seorang istri, Nanang memilih menggunakan mobil di luar jalur tol menuju Nganjuk, Jawa Timur.
Kebiasaan pulang kampung menggunakan jalur arteri telah biasa dilakukan Nanang dan keluarga saban tahun. Bukan lantaran biaya tol mahal, melainkan demi mengedukasi anak-anaknya.
Nanang (46) saat ditemui di posko mudik Dishub Kota Cirebon, Jumat (20/3/2026) / JIBI - Rama Paramahamsa
"Ingin menikmati suasana saja, suasana tiap kota. Itu kan berbeda-beda. Nah, setiap kota kadang-kadang keliling. Ngenalin ke anak-anak saja, ‘oh ini kota ini nih’," katanya kepada Bisnis di Cirebon, Jumat (20/3/2026).
Selain itu, menggunakan mobil di jalur arteri, Nanang mengaku dapat menikmati waktu lebih lama bersama istri dan anak-anaknya yang masih belia. Dia juga kerap melakukan wisata kuliner di daerah tertentu saat melintas.
Ihwal biaya, Nanang tidak ambil pusing. Hanya untuk membeli BBM, Nanang membutuhkan Rp700.000 dan masih tersisa setelah pulang-pergi. Memori bersama keluarga adalah hal yang sangat ia pentingkan.
"Justru momen menikmati perjalanan itu yang susah didapat. Coba misalkan langsung sampai tujuan, perjalanannya itu tidak ada nikmatnya," katanya.
Hal serupa dilakukan oleh Tri Joko Susilo (45). Pemudik dengan tujuan akhir Klaten, Jawa Tengah, ini memilih menggunakan sepeda motor untuk pulang ke kampung halaman.
Jarak yang biasanya dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat selama tujuh jam perjalanan kini membengkak menjadi sekitar 16 jam lantaran tidak menggunakan jalan bebas hambatan. Alasannya sederhana: mudik dengan sepeda motor telah menjadi kebiasaannya.
"Kalau saya lebih suka menikmati perjalanan saja. Jadi menikmati apa yang dilihat di kanan-kiri. Jadi kadang kita tahu dengan melihat sendiri," katanya saat ditemui Bisnis di Cirebon, Jumat (20/3/2026).
Joko berangkat seorang diri menggunakan Honda Beat. Ia membiarkan anak dan istrinya mudik terlebih dahulu menggunakan transportasi umum. Meskipun begitu, perjalanan sepanjang 545 kilometer tetap ia nikmati.
Alasan lainnya, Joko menikmati perjalanan karena adanya kesempatan untuk mengunjungi kawan lama di sepanjang perjalanan mudik.
Belum lagi, dia mengaku banyak mendapatkan pelajaran baru sepanjang perjalanan, seperti gestur tubuh pengendara untuk memberi tahu pengendara lain mengenai kondisi jalan.
"Dibandingkan capek, ya tidak apa-apa, demi mendapat pengalaman baru. Kalau capek, semua juga capek. Naik mobil juga capek," katanya.
Mudik kali ini menandai 20 tahun Joko pulang ke Klaten menggunakan sepeda motor. Ia mengaku masih berencana melakukan hal serupa di kemudian hari, selama kondisi fisiknya masih memungkinkan.
Namun, Joko tidak sendirian. Dinas Perhubungan Kota Cirebon mencatat terdapat 142.370 unit kendaraan yang melintas pada Kamis (19/3/2026).
Dirinci, sekitar 130.000 unit merupakan kendaraan roda dua, 9.335 unit kendaraan roda empat, 647 angkutan umum, dan sisanya angkutan barang. Indra menegaskan bahwa torehan tersebut merupakan puncak arus mudik di Kota Cirebon.
"Nah itu jumlahnya kalau dibandingkan dengan 2025 ada sedikit penurunan. Namun dibandingkan dengan hari sebelumnya, di H-3, terjadi peningkatan sekitar 12%," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Indra Setiaman, saat ditemui Bisnis di Cirebon, Jumat (20/3/2026).
Indra menjelaskan bahwa meski secara tahunan (year-on-year/YoY) terdapat koreksi, intensitas kendaraan yang melintasi jalur arteri Cirebon tetap menunjukkan kepadatan yang signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Kenaikan 12% dari hari sebelumnya menandakan pergerakan pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, masih mendominasi arus lalu lintas menuju arah timur Jawa.
Menjaga Denyut Ekonomi
Aksi ratusan ribu masyarakat yang tetap setia pada jalur Pantura turut memberikan kontribusi terhadap denyut ekonomi masyarakat di daerah sekitar. Kehadiran lebih dari seratus ribu orang dalam satu momen berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan di kawasan tujuan pemudik.
Empal Gentong Mang Darma di Cirebon menjadi salah satu UMKM yang meraup berkah dari periode mudik Lebaran 2026. Berada di dekat jalur arteri Cirebon, rumah makan ini diperkirakan mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada periode mudik.
Adis, pengelola kedai Empal Gentong Mang Darma, mengaku jumlah pengunjung meningkat hingga 70% pada periode mudik tahun ini. Selama sepekan terakhir, pengunjung dari luar kota telah berdatangan.
Namun, lonjakan ini disebut belum sebesar biasanya. Berbagai spekulasi muncul, salah satunya kebijakan one way yang diterapkan di Tol Trans-Jawa.
"Baru 70% [pertumbuhan pengunjung]. Biasanya lebih ramai, cuma mungkin tahun ini belum terlalu ada lonjakan karena di tol-nya one way. Agak berkurang dibandingkan tahun lalu," katanya.
Namun, ia berharap arus balik dapat mendorong pertumbuhan jumlah pengunjung lebih tinggi.
"Kemungkinan di arus balik, karena jalur ini juga bisa jadi jalur alternatif. Kalau di tol one way, biasanya pemudik akan mengikuti jalur ini untuk ke Indramayu dari arah Jakarta," katanya.
Di sisi lain, Kamar Dagang dan Industri Indonesia memperkirakan potensi perputaran uang mencapai Rp148,39 triliun selama periode Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, di tengah jumlah pemudik yang mengalami penurunan.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menilai penurunan jumlah pemudik tidak serta-merta menekan perputaran uang.
Dengan asumsi rata-rata pengeluaran per keluarga mencapai Rp4,125 juta atau naik 10% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp3,75 juta, total perputaran uang selama periode Lebaran diperkirakan mencapai Rp148,39 triliun atau meningkat sekitar 8% dibandingkan tahun lalu.
Perputaran uang tersebut bahkan berpotensi menembus Rp161,88 triliun jika rata-rata pengeluaran per keluarga mencapai Rp4,5 juta.
“Angka perputaran uang ini berpotensi naik. Hitungan ini di angka yang moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp161,88 triliun dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp4.500.000,” kata Sarman dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).
Adapun, perputaran uang tersebut diperkirakan tersebar di berbagai daerah, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta sebagian ke wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali.
Menurut dia, belanja masyarakat selama Lebaran mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari transportasi, bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga konsumsi rumah tangga seperti makanan, pakaian, dan oleh-oleh.
Jasa Marga prediksi 3,5 juta kendaraan keluar Jakarta saat mudik Lebaran 2026, dengan puncak arus pada 14 dan 18 Maret. Infrastruktur tol siap atasi kemacetan. [483] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono memproyeksikan sebanyak 3,5 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta selama periode arus mudik Idulfitri 2026.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (18/3/2026), terkait kesiapan infrastruktur transportasi menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat.
Rivan menjelaskan, Jasa Marga saat ini mengelola sepanjang 1.294 kilometer jalan tol yang menjadi jalur utama arus mudik. Berdasarkan analisis data berbasis teknologi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14 Maret dan 18 Maret 2026.
“Dengan penggunaan platform Intelligent Transportation System, kamera yang ditingkatkan fasilitasnya menjadi ITA atau Intelligent Traffic Analysis maupun radar, perkiraan tidak hanya jumlah tetapi juga prediksi di setiap waktunya yang 3,5 juta ini kami perkirakan akan muncul di gelombang mudik yaitu di tanggal 14 dan tanggal 18 hari ini,” ujarnya.
Pada hari ini saja, volume lalu lintas harian (LHR) diperkirakan mencapai 256.000 kendaraan. Sementara pada malam sebelumnya tercatat 221.000 kendaraan melintas, menjadi angka tertinggi sejak 13 Maret 2026. Dari total pergerakan tersebut, sekitar 50 persen kendaraan diprediksi mengarah ke wilayah timur, khususnya jalur Tol Trans-Jawa.
Tol Fungsional
Untuk mengantisipasi kemacetan, Jasa Marga menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional yang akan dioperasikan secara situasional, terutama saat arus mudik maupun arus balik.
Salah satu yang disiapkan adalah ruas Japek II Selatan sepanjang 50 kilometer, yang menghubungkan Sadang hingga Setu atau Burangkeng. Ruas ini akan difungsikan saat arus balik, khususnya untuk mengurai kepadatan di KM 66, titik pertemuan jalur Trans Jawa dan Cipularang.
Selain itu, ruas Tol Solo–Yogyakarta kini telah diperpanjang hingga Purwomartani, Kalasan, sepanjang 11,48 kilometer. Sebelumnya, ruas ini hanya beroperasi hingga Prambanan.
“Ini sangat membantu untuk masyarakat yang melakukan mudik dan juga bisa digunakan arus balik karena pada saat keluar dari Prambanan masih ada crossing di sekitar Prambanan dan ini akan dapat mengurai kepadatan dari arah Solo ke Jogja,” jelas Rivan.
Ruas lain yang disiapkan adalah Jogja–Bawen Seksi 6 (Bawen–Ambarawa) sepanjang 5 kilometer. Jalur ini diharapkan mampu mengurai kemacetan di simpang Bawen yang selama ini dikenal sebagai titik padat, sekaligus mempermudah akses ke wilayah Secang, Magelang, dan Temanggung.
Sementara di Jawa Timur, ruas Tol Probolinggo–Besuki juga telah siap difungsikan dua arah. Ruas ini dinilai mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan dibandingkan jalur lama yang melewati kawasan perbukitan.
Selain jalan tol, Jasa Marga juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti rest area, termasuk di kawasan Bukit Ujung Paiton yang saat ini telah dilalui sekitar 25.000 kendaraan.
Keberadaan rest area tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan di titik-titik istirahat konvensional yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.
“Kemudian dilanjut dengan Paiton dan sampai dengan Besuki atau Situbondo melewati bukit dan ini sudah siap termasuk dengan fungsional rest area yang kami siapkan di Bukit Ujung Paiton yang saat ini juga signifikan hampir 25.000 yang melintas dan ini berpengaruh kepada rest area yang masyarakat sekitar biasanya menjadi tempat istirahat,” katanya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, beberapa ruas atau jalur jalan tol kemungkinan akan mendapatkan diskon tarif untuk periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, akan membahas diskon tarif tol untuk Natal dan Tahun Baru dengan para badan usaha jalan tol (BUJT).
“Ada beberapa jalur sepertinya yang dapat,” ujar Purbaya setelah menghadiri rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Tidak ada kode iklan yang tersedia.
Kendati demikian, ia tidak menjelaskan lebih lanjut ruas-ruas tol mana saja yang kemungkinan akan mendapatkan diskon tarif untuk periode tersebut.
“Tapi saya lupa jalur tol mana saja,” katanya.
Sementara itu, tbesaran diskon dan ruas tol mana saja yang akan mendapatkan potongan tarif, Dody juga belum dapat memastikannya. Namun, kemungkinan besar ruas-ruas tersebut sama dengan yang diberlakukan pada Natal dan Tahun Baru sebelumnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya menyebut pemerintah menyiapkan paket stimulus khusus menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru).
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56