Bisnis.com, MEDAN – Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sumatra Utara (Sumut) mencatat penyaluran KUR di wilayah Sumut per 30 April 2026 mencapai Rp5,22 triliun.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Utara Rudy Rahmaddi mengatakan penyaluran KUR di Sumut sampai April 2026 didominasi sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan senilai Rp2,4 triliun yang hampir setengah dari total penyaluran KUR periode ini.
“Sektor penyaluran KUR tertinggi adalah pertanian, perburuan, dan kehutanan dengan 40.343 debitur sebesar Rp2,42 triliun,” ujar Rudy, dikutip Senin (22/6/2026).
Dia mengatakan total penerima KUR di Sumut mencapai 82.601, atau sekitar 7,12% dari total UMKM di Sumut. Penyaluran KUR hingga saat ini pun disebutnya menunjukkan tren yang positif.
Selain pertanian, sektor perdagangan besar dan eceran juga masuk kategori yang mendapat KUR terbanyak hingga Triwulan I/2026 dengan 26.992 debitur sebesar Rp1,76 triliun. Sementara sektor penerima KUR terkecil ialah pertambangan dan penggalian dengan hanya 18 debitur sebesar Rp859 juta.
Rudy menjelaskan Kabupaten Deli Serdang menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar hingga April 2026 dengan total Rp656,9 miliar yang menyasar 10.478 debitur.
Kota Medan menduduki posisi kedua dengan 8.049 debitur dan Rp559,45 penyaluran, disusul Langkat dengan Rp397,11 miliar penyaluran. Sedangkan daerah penyaluran KUR terkecil berada di Nias Barat yang berjumlah Rp7,12 miliar kepada 120 debitur.
Selain KUR, penyaluran kredit kepada pelaku usaha ultra mikro (UMi) di Sumut juga bertumbuh positif. Kemenkeu Sumut mencatat penyaluran UMi mencapai Rp404,4 miliar per 30 April kepada 59.270 nasabah/ debitur.
Berbeda dengan KUR, penyaluran UMi tertinggi meliputi sektor perdagangan besar dan eceran dengan jumlah Rp393,84 miliar dengan jumlah debitur 57.698 debitur.
“Penyaluran UMi terbesar terdapat pada Kabupaten Langkat sebesar Rp42,11 miliar kepada 5.847 debitur, diikuti Kabupaten Deli Serdang yang mencapai Rp41,78 miliar kepada 6.112 debitur,” jelasnya.(240)