Bisnis.com, JAKARTA — DOKU, platform fintech pembayaran dan dompet digital besutan PT Nusa Satu Inti Artha, mencatatkan kinerja positif untuk transaksi pembayaran pada semester I/2025.
Chief Executive Officer DOKU Chris Yeo menyampaikan, transaksi pembayaran DOKU pada paruh pertama 2025 tumbuh 80% secara tahunan (year on year/YoY).
“Pada semester pertama 2025, yaitu kuartal pertama dan kedua, pertumbuhan kami telah mencapai 80% dari tahun ke tahun dalam hal jumlah transaksi,” kata Chris dalam kunjungannya ke Wisma Bisnis Indonesia, dikutip pada Minggu (12/10/2025).
Dari segi bauran pembayaran, Chris mengungkap bahwa sebagian besar dilakukan melalui akun virtual (virtual accounts/VA) yakni sebesar 45% dari total transaksi pembayaran pada semester I/2025, menunjukkan bahwa VA masih menjadi metode pembayaran terpopuler di kalangan masyarakat.
Posisi selanjutnya ditempati oleh Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebesar 25%. Khusus untuk QRIS, dia mengungkapkan bahwa pembayaran melalui metode ini mengalami pertumbuhan pesat yakni mencapai 12 kali lipat secara tahunan. Posisi berikutnya ditempati oleh e-money yakni sebesar 12% dan metode pembayaran lainnya sebesar 18%.
“Bagi kami, transaksi QRIS tumbuh 12 kali lipat dari tahun ke tahun. Jadi kami melihat banyak potensi pertumbuhan lebih lanjut untuk itu,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun ke depan, industri pembayaran masih menjadi fokus bisnis DOKU. Chris mengatakan, pihaknya masih melihat banyak potensi dalam social payments, B2B payments, cross-border payments, dan AI/Agnetic payments.
Untuk mencapai beberapa hal tersebut, DOKU terus melakukan inovasi produk berkelanjutan, bekerja sama dengan banyak mitra, hingga membantu mendukung tujuan inklusi keuangan Indonesia melalui kerja sama dengan UKM di Tanah Air.
Sebagai pelaku industri pembayaran, Chris menekankan pentingnya bagi perusahaan untuk tetap fokus pada bisnis yang dijalankan agar perusahaan dapat melayani para pengguna layanan DOKU dengan baik.
“Itulah hal yang kami nantikan dan akan kami fokuskan tahun ini dan tahun depan,” ujarnya.
DOKU pertama kali diluncurkan pada 2007 di Bali. Awalnya, DOKU merupakan perusahaan pembayaran elektronik dan manajemen risiko.
Pada 2010, manajemen melakukan re-branded menjadi DOKU, perusahaan fintech pembayaran yang menyediakan solusi pembayaran inovatif, andal, dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis.
Seiring perkembangannya, pada 2013 terdapat peluncuran DOKU e-wallet untuk konsumer. Pada 2021 korporasi memperoleh investasi strategis, yakni pendanaan US$32 juta dari Apis Partners, private equity dari Inggris melalui Apis Growth Fund II yang disponsori Apis Partners LLP.
Setelah itu, pada 2022 DOKU mengakuisisi senangPay untuk ekspansi regional dan menjangkau lebih banyak usaha kecil dan menengah (UKM).