Penempatan Pekerja Migran ke Timur Tengah Berisiko Disetop Imbas Perang Iran

Penempatan Pekerja Migran ke Timur Tengah Berisiko Disetop Imbas Perang Iran

Penempatan pekerja migran Indonesia ke Timur Tengah berisiko dihentikan akibat perang Iran-Israel-AS. Langkah ini untuk melindungi 20.784 PMI di kawasan tersebut.

(Bisnis.Com) 08/04/26 19:17 185575

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyampaikan bahwa penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke negara-negara di kawasan Timur Tengah berisiko disetop imbas perang Iran melawan sekutu Israel-Amerika Serikat (AS).

Menteri P2MI Mukhtarudin menyampaikan bahwa penghentian sementara itu menjadi salah satu opsi yang dapat ditempuh untuk menjaga keselamatan pekerja migran di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.

“Ini kalau keadaan memang memaksa atau sangat tidak baik, kami akan lakukan alternatif kebijakan ini setelah berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri, juga tentu dengan anggota Komisi IX,” kata Mukhtarudin dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, saat ini terdapat 20.784 pekerja migran Indonesia di negara-negara yang berbatasan dengan Iran, berdasarkan data SiskoP2MI per 30 Maret 2026.

Dari jumlah tersebut, PMI terbanyak berada di Arab Saudi dengan jumlah 13.184 orang, disusul Turki dengan 4.011 pekerja. Terdapat pula Uni Emirat Arab (UAE) yang terdapat 2.208 pekerja migran Tanah Air.

Mukhtarudin menjelaskan bahwa pihaknya juga mendata perusahaan penyalur pekerja migran Indonesia (P3MI) untuk memonitor situasi PMI di masing-masing negara saat ini.

Sebagian besar pekerja migran Tanah Air disebutnya banyak mengalami trauma psikologis akibat situasi perang. Kementerian P2MI disebutnya telah menjalankan layanan pendampingan psikologis sesuai kebutuhan masing-masing pekerja.

“Karena memang sementara ini yang terdampak banyak secara psikologisnya. Secara fisik belum terasa terdampak, tapi traumatik psikologis ini mereka merasakan karena mendengar bom, rudal,” tutur Mukhtarudin.

Di samping itu, pemerintah juga telah melakukan pemantauan bersama perwakilan yang ada di luar negeri, salah satunya melalui Tim Crisis Monitoring Ditjen Perlindungan.

Ke depannya, Mukhtarudin menyebut bahwa Kementerian P2MI akan terus melakukan koordinasi terkait perkembangan situasi PMI di Timur Tengah dengan kementerian/lembaga terkait seperti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, BNPB hingga Kemenlu.

#pekerja-migran #migran-indonesia #timur-tengah #perang-iran #konflik-timur-tengah #penempatan-pekerja #keselamatan-pekerja #penghentian-sementara #arab-saudi #turki #uni-emirat-arab #trauma-psikologis

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260408/12/1965180/penempatan-pekerja-migran-ke-timur-tengah-berisiko-disetop-imbas-perang-iran