Celios Sebut Pakaian Lokal Sulit Bersaing, Kalah Kualitas dari Baju Bekas
Pakaian lokal sulit bersaing dengan thrifting karena kalah harga dan kualitas. Pemerintah berupaya mengganti thrifting dengan produk lokal, namun tantangan harga dan tren mode masih ada.
(Bisnis.Com) 17/11/25 18:05 40842
Bisnis.com, JAKARTA — Center of Economics and Law Studies (Celios) menilai pakaian lokal masih kesulitan menyaingi baju bekasthrifting di pasar menengah ke bawah. Pakaian bekas menawarkan harga yang lebih murah dengan kualitas baik.
Seperti diketahui, pemerintah akan mensubtitusi baju thrifting yang dijual para pedagang, seperti di Pasar Senen, dengan baju lokal.
Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai upaya substitusi thrifting dengan pakaian lokal bukan perkara mudah.
“Harga dan kualitas pakaian lokal masih terbilang belum bisa bersaing dengan pakaian bekas impor,” kata Bhima kepada Bisnis, Senin (17/11/2025).
Bhima menjelaskan, segmentasi baju bekas impor berada di kelas menengah ke bawah dengan harga murah meski tetap bermerek (branded). Sementara itu, pakaian lokal seharusnya bersaing dengan baju baru impor yang pasarnya menengah ke atas.
“Pedagang pakaian thrifting pastinya rasional, mau menjual barang kalau ada yang beli. Harus dicek dulu segmennya sama tidak dengan pakaian lokal yang jadi pengganti,” ujarnya.
Menurut Bhima, jika pemerintah ingin menggantikan thrifting dengan produk lokal, maka perlu memastikan pedagang tetap mendapatkan marjin yang sama. Di samping itu, sambung dia, pemerintah bantuan modal melalui prioritas kredit usaha rakyat (KUR) berbunga rendah bisa diberikan kepada pedagang dan produsen pakaian lokal.
“Agregasi data pakaian lokal itu apa sudah terima kredit murah dari pemerintah semua? Kalau belum harus dipastikan insentif pemerintah bisa membuat pakaian lokal harganya bersaing,” tuturnya.
Bhima juga menyoroti tren mode anak muda sebagai tantangan bagi pakaian lokal. Dia menilai, agar tetap relevan, produk lokal perlu terus berbenah dan menyesuaikan diri dengan model-model terbaru.
Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menuturakan pemerintah sudah mulai melakukan substitusi dari menjual barang thrifting ke produk lokal secara bertahap. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sudah kami jalankan kok, sudah mulai kami pelan-pelan kami lakukan substitusi. Per hari ini [pedagang thrifting] sudah mulai jalan semua kok, pelan-pelan,” kata Maman saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin (17/11/2025).
Maman menegaskan pemerintah memastikan pedagang thrifting masih dapat berjualan dalam waktu dekat lantaran mereka masih memiliki stok lama. Namun, lanjut dia, pasokan thrifting tersebut akan menipis seiring pengetatan larangan impor barang bekas.
Meski begitu, Maman menyatakan pemerintah tidak akan membiarkan para pedagang kehilangan sumber usaha, dan berencana mendorong mereka beralih menjual produk-produk merek lokal sebagai substitusi ketika stok barang impor bekas benar-benar habis.
“Tapi kan lama-lama kan pasti kan supply pasokan produknya kan pasti akan menipis. Nah itu kan nggak boleh kita biarkan. Makanya nanti kita ganti dengan produk brand lokal,” terangnya.
#pakaian-lokal #baju-bekas #thrifting #pasar-menengah #harga-murah #kualitas-baik #substitusi-thrifting #pakaian-impor #branded #kredit-usaha-rakyat #tren-mode #produk-lokal #umkm #larangan-impor #bran