Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mencabut izin usaha pertambangan ilegal yang ada saat ini.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).
"Saya memerintahkan Menteri ESDM. Saya dapat laporan ada ratusan tambang gak jelas atau IUP gak jelas di hutan lindung," ujar Prabowo di hadapan 800 Menteri, Wakil Menteri, Kepala Kementerian/Lembaga, dan pejabat setara eselon I.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menanyakan terkait perusahaan tambang dan kondisi hutan lindung di Indonesia kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Anthoni.
"Saya cek Menteri Kehutanan, alhamdulillah Menteri Kehutanan ini oke juga. Dia belum kasih izin potong kayu, jadi ESDM segera evaluasi," imbuh Prabowo.
Presiden juga menyapa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk segera mengeksekusi atau mencabut IUP ilegal yang ditemukan di lapangan.
Menurutnya, saat ini pemerintah sudah tidak memiliki waktu untuk merasa kasihan kepada pihak-pihak tertentu.
"Ga ada kasihan sekarang. Kita hanya membela kepentingan nasional dan rakyat. Kepentingan kawan, konco, keluarga, kelompok itu. Kita cabut semua IUP yang enggak beres. [Pengelolaan tambang] harus di tangan negara dan kita bisa memperkuat institusi kita," ucap Presiden.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasannya mengumpulkan lebih kurang 800 pejabat yang terdiri atas menteri sampai dengan eselon I kementerian/lembaga, petinggi TNI, Polri, Kejaksaan Agung, dan direksi BUMN di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu.
Dalam taklimatnya saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan, Presiden Prabowo membangkitkan optimisme para birokrat yang telah menjalankan pemerintahan selama kurang lebih 1 tahun 6 bulan.
"Maksud dan tujuan rapat kerja ini adalah kesempatan saya menyampaikan arahan-arahan, bisa dikatakan satu tahun lebih kita menjalankan mandat kita sebagai mandataris rakyat sejak Oktober 2024," kata Presiden Prabowo di hadapan jajaran pejabat negara saat mengawali taklimatnya.
Di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian, Presiden Prabowo menilai pemerintahannya dapat melewati berbagai tantangan itu dengan baik.
"Kita dapat menavigasi melalui hal-hal yang berbahaya, tetapi 1,5 tahun ini, alhamdulillah, kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, pemerintah kita andal, dan pemerintah kita dapat melaksanakan tugas bernegara dengan benar dan baik," ujar Prabowo.
Presiden kemudian melanjutkan penilaian positif terhadap pemerintahannya itu dibuktikan dengan ragam prestasi, yang disebut Presiden, dapat diukur secara matematis dan ada wujud fisiknya di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, dalam 20 menit pertama taklimatnya, Presiden Prabowo juga mengingatkan para birokrat akan potensi ancaman yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Ancaman-ancaman itu di antaranya krisis pangan, krisis energi, dan krisis air.
Rapat kerja pemerintah di Istana hari ini dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Presiden Prabowo mengenakan atasan safari berwarna putih lengkap dengan kopiah hitam khasnya.
Atasan berwarna senada juga dikenakan oleh sebagian besar peserta yang hadir, kecuali petinggi TNI yang mengenakan seragam sesuai matra mereka.