Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin melakukan evaluasi strategis terhadap kinerja dan pelayanan LRT Jabodebek di Kantor LRT Jabodebek, Jatimulya, Bekasi, usai gangguan yang terjadi pada Sabtu (25/10/2025) pagi.
Pasalnya gangguan terjadi pada sistem third rail yang berfungsi sebagai penyuplai listrik bagi kereta, membuat seluruh perjalanan LRT Jabodebek tidak dapat dioperasikan. Bahkan, terdapat 5 rangkaian (trainset) LRT Jabodebek yang terpaksa berhenti di petak jalur.
Bobby menegaskan bahwa keselamatan pelanggan dan keandalan operasional merupakan prioritas utama KAI dalam pengelolaan seluruh layanan, termasuk LRT Jabodebek yang kini menjadi tulang punggung mobilitas harian masyarakat Jabodetabek.
“Seluruh proses pelayanan operasional dan evakuasi di LRT Jabodebek dijalankan sesuai standar dengan mengutamakan keselamatan pelanggan. Petugas kami dilatih untuk membantu evakuasi secara cepat, terarah, dan aman. Kesiapan inilah yang memastikan setiap perjalanan terlaksana dengan aman dan andal,” ujar Bobby dalam keterangan resmi, Selasa (28/10/2025).
Bobby menuturkan bahwa evaluasi tersebut juga menjadi bagian dari agenda penguatan sistem transportasi perkotaan berbasis rel yang aman, efisien, dan terintegrasi.
Menurutnya, prioritas keberhasilan sistem transportasi publik dapat diukur dari kemampuan menjaga keselamatan, meningkatkan kualitas layanan, serta mempertahankan kepercayaan pelanggan secara konsisten.
Untuk diketahui, gangguan pada perjalanan LRT Jabodebek di semua lintas pelayanan terjadi pada Sabtu, 25 Oktober 2025 mulai pukul 08.41 WIB.
Akibatnya, LRT dengan nomor perjalanan SN 62 berhenti di petak jalur Kuningan – Pancoran, TS 07 dengan nomor perjalanan SN 45 berhenti di petak jalur Taman Mini - Kampung Rambutan, dan TS 17 dengan nomor perjalanan SN 64 berhenti di petak jalur Bekasi Barat - Cikunir 2.
Kemudian LRT TS 31 dengan nomor perjalanan SN 60 berhenti di petak jalur Cawang – Halim, serta TS 29 dengan nomor perjalanan SN 63 berhenti di petak jalur Halim – Cawang.
Evakuasi pun dilakukan melalui walkway alias berjalan menyusuri rel menuju stasiun terdekat, yaitu Stasiun Kuningan, Halim, Cawang, Kampung Rambutan, dan Bekasi Barat. Pada pukul 10.06 WIB seluruh pengguna yang berada pada rangkaian LRT Jabodebek yang terhenti di petak jalur telah dievakuasi.
Sebelum evakuasi dimulai, aliran listrik dari third rail dipastikan telah padam sepenuhnya untuk menjamin keselamatan pengguna dan petugas. Dalam situasi tertentu ketika rangkaian tidak dapat melanjutkan perjalanan, pengguna diarahkan menuju stasiun terdekat melalui walkway dengan pendampingan dari petugas.
Selain itu, LRT Jabodebek juga memiliki prosedur alternatif menggunakan kereta lain (shuttle) yang ditempatkan berdekatan dengan rangkaian yang mengalami kendala.
Skema ini dapat diterapkan apabila kereta yang mengalami kendala tidak dapat melanjutkan perjalanan, sehingga evakuasi dapat dilakukan dengan cara berpindah dari kereta yang mengalami gangguan ke kereta shuttle.
Namun, pada kejadian kemarin, kereta shuttle tidak dapat dioperasikan karena aliran listrik di seluruh lintasan dalam kondisi padam, sehingga seluruh rangkaian kereta LRT Jabodebek tidak dapat dioperasikan.