Bisnis.com, JAKARTA - Perang dunia III dikhawatirkan dapat meletus sewaktu-waktu dalam beberapa tahun terakhir.
Ramalan pecahnya perang dunia ketiga ini mulai diperbincangkan oleh sejumlah pihak lantaran pergerakan negara-negara di dunia yang semakin memanas.
Konflik global sudah menjadi isu panas yang terus bergulir di media sosial. Mulai dari perang Israel-Palestina, Rusia-Ukraina, hingga ketegangan di wilayah Asia seperti China-Jepang dan Tailand-Myanmar.
Kemudian baru-baru ini, keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengakuisisi Greenland dan menjatuhkan Venezuela juga dapat menjadi alasan ketegangan geopolitik mulai meluas.
Mantan presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut mengomentari pergerakan negara di dunia akhir-akhir ini yang dikhawatirkan menimbulkan perang dunia ketiga.
SBY menilai, tanda-tanda menuju perang besar sudah sangat jelas, mulai dari munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya blok-blok kekuatan global yang saling berhadapan, hingga pembangunan kekuatan militer dan mesin perang secara masif.
Namun, menurutnya, kesadaran dan langkah nyata komunitas internasional masih sangat minim.
Ia mengkritik sikap pasif bangsa-bangsa dunia yang dinilai tidak peduli, tidak berdaya, atau tidak mampu mencegah konflik global. Dalam konteks ini, PBB seharusnya memainkan peran sentral sebagai forum perdamaian dunia, bukan sekadar menjadi penonton atas meningkatnya ketegangan geopolitik.
Apabila perang dunia ketiga benar-benar terjadi, terdapat ramalan bahwa 10 negara ini dinilai paling aman untuk dihuni.
Aman yang dimaksudkan juga merujuk pada beberapa wilayah yang mungkin kurang terpengaruh dengan pacahnya perang.
Melansir NDTV, The Metro telah mengidentifikasi negara-negara yang dapat berfungsi sebagai tempat perlindungan yang aman karena posisi geopolitiknya, netralitas militer, dan kondisi yang stabil, menawarkan tempat berlindung dalam skenario Perang Dunia III.
10 Negara Teraman Apabila Perang Dunia III Pecah
Berikut ini daftar negara yang dinilai aman apabila perang dunia ketiga Meletus.
1. Antartika
Antartika dinilai memiliki lokasi yang menjadikannya salah satu tempat teraman selama perang nuklir, dengan jarak yang sangat jauh dari kekuatan nuklir. Luasnya yang mencapai 14 juta kilometer persegi menawarkan banyak ruang untuk berlindung, meskipun iklimnya yang keras dan dingin dapat menjadi tantangan untuk bertahan hidup.
2. Islandia
Islandia secara konsisten menduduki peringkat sebagai salah satu negara paling damai, yang mana negara tersebut belum pernah berpartisipasi dalam perang skala penuh. Lokasi geografisnya yang terpencil membuatnya kurang rentan terhadap peperangan konvensional di Eropa, meskipun dampak radiasi nuklir dapat mencapainya dalam jumlah kecil.
3. Selandia Baru
Dengan sikap netral dan menduduki peringkat kedua dalam Indeks Perdamaian Global, Selandia Baru menawarkan perlindungan melalui medan pegunungannya. Kemungkinan kecil akan menjadi target dalam konflik Barat dengan Rusia, meskipun telah mendukung Ukraina secara finansial.
4. Swiss
Dikenal karena netralitasnya, terutama selama Perang Dunia II, Swiss dilindungi dengan baik oleh lanskap pegunungannya dan tempat perlindungan nuklir. Netralitas politiknya menjaganya tetap aman dari musuh, dan negara ini tidak berkontribusi pada upaya militer Ukraina.
5. Indonesia
Indonesia bisa menjadi salah satu negara teraman dari dampak perang dunia ketiga dengan mempertahankan kebijakan luar negeri netral, dengan penekanan pada perdamaian dunia. Sikap independen dan posisi geopolitiknya membuat Indonesia cenderung tidak terlibat dalam konflik global.
6. Tuvalu
Sebagai negara kepulauan kecil dengan hanya 11.000 penduduk, infrastruktur dan sumber daya Tuvalu yang terbatas menjadikannya target yang tidak diinginkan. Lokasinya di antara Hawaii dan Australia menawarkan isolasi geografis.
7. Argentina
Argentina kaya akan tanaman seperti gandum. Negara ini dapat bertahan hidup dari musim dingin nuklir, dengan pasokan makanan bahkan jika terjadi kelaparan global. Terlepas dari sejarah konfliknya, Argentina tetap menjadi tempat berlindung yang relatif aman karena sumber daya pertaniannya.
8. Bhutan
Sejak mendeklarasikan netralitas pada tahun 1971, Bhutan bisa terlindungi oleh medan pegunungan dan geografinya yang terkurung daratan. Posisi strategisnya memudahkan pertahanan dari ancaman eksternal.
9. Chili
Garis pantai Chili yang luas, yakni membentang 4.000 mil, dan sumber daya alamnya yang melimpah memberikan keamanan dan keberlanjutan. Infrastrukturnya yang maju menjadikannya salah satu negara paling maju di Amerika Selatan.
10. Fiji
Fiji yang terletak 2.700 mil dari Australia, dinilai sebagai negara terpencil yang aman karena kurangnya fokus militer dan hutan lebat menjadikannya tempat yang damai. Jumlah tentaranya yang minimal dan peringkatnya yang tinggi dalam Indeks Perdamaian Global dinilai menambah rasa aman dari efek meletusnya perang dunia ketiga.