#30 tag 24jam
ST015 Rp15 Triliun Ludes, Minat Investor Tak Surut Meski BI Rate Rendah
ST015 terjual habis Rp15 triliun meski suku bunga rendah, menunjukkan minat tinggi investor ritel pada SBN Ritel di 2025. [379] url asal
#st015 #sbn-ritel #investor-ritel #imbal-hasil #suku-bunga-rendah #minat-masyarakat #kuota-penjualan #tenor-dua-tahun #tenor-empat-tahun #penawaran-st015 #produk-syariah #pasar-keuangan-syariah #djppr
(Bisnis.Com - Market) 04/12/25 17:06
v/61084/
Bisnis.com, JAKARTA – SBN Ritel seri ST015 menjadi produk pamungkas yang ditawarkan pemerintah kepada investor ritel pada 2025. Pemerintah menyebut laris manisnya produk ini di pasaran lantaran minat masyarakat yang masih terjaga terhadap produk SBN Ritel.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), ST015 telah ludes di pasaran sebelum usai masa penawaran. Dari kuota Rp15 triliun yang ditetapkan pemerintah, ST015T2 habis terjual hingga Rp11 triliun dan ST015T4 terjual hingga Rp4 triliun.
Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Deni Ridwan menerangkan, kendati imbal hasil yang ditawarkan produk ini cenderung lebih kecil dibandingkan SBN Ritel pada awal tahun, nyatanya minat investor ritel terhadap produk ini masih kuat.
“Habisnya kuota ST015 sebelum masa penutupan berakhir menunjukkan minat masyarakat terhadap instrumen SBN ritel tetap tinggi, meskipun imbal hasil yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan dengan SBN ritel sebelumnya, seiring dengan trend penurunan yield SBN di pasar,” katanya kepada Bisnis, Kamis (4/12/2025).
Adapun ST015 memang menjadi produk dengan tingkat imbal hasil terkecil dibandingkan enam penerbitan SBN Ritel lainnya sepanjang 2025. Hal itu terjadi lantaran penerbitan ST015 dilakukan saat suku bunga acuan Bank Indonesia berada di level terendahnya 4,75%.
Alhasil, sebanyak 38.900 investor ritel menyerap ST015 bertenor dua tahun dan sebanyak 15.100 investor ritel mampu menyerap ST015 bertenor empat tahun. Dari data ini, tampak ST015 bertenor dua tahun menjadi produk yang paling diminati investor.
Penawaran ST015 bahkan mengalami beberapa kali penambahan kuota penjualan. Pada awal penawaran, pemerintah menargetkan dana Rp10 triliun, kemudian ditingkatkan menjadi Rp12 triliun, dan kembali naik menjadi Rp15 triliun. Upsize target penerbitan ST015 tak terlepas dari tingginya minat investor ritel terhadap produk ST015 dengan tenor 2 tahun yang laris manis dipesan.
Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com, sejumlah produk SBN Ritel berbasis syariah memang membukukan penjualan yang positif sepanjang 2025. Hal itu tecermin dari penjualan ST014 yang mampu mencatatkan realisasi sebesar 103,77%, SR022 sebesar 132,57%, dan SR023 sebesar 99,4% dari target pemerintah.
Hal ini yang turut mendorong kepercayaan diri DJPPR dalam menjajakan SBN Ritel berbasis syariah pada 2026. Deni menegaskan, pihaknya optimis terhadap pasar surat utang syariah ke depan.
“Dengan mempertimbangkan asumsi dasar makro dalam APBN 2026, termasuk pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%, Pemerintah optimis kondisi ekonomi tahun 2026 secara umum akan semakin membaik dan menjadi modalitas yang positif untuk pengembangan pasar keuangan syariah,” katanya.
ST015 Hampir Ludes, Kuota Tinggal Rp18 Juta Jelang Penawaran Ditutup
Sukuk Ritel ST015 hampir habis terjual dengan sisa kuota Rp18 juta menjelang penutupan penawaran. Tingginya minat investor didorong oleh imbal hasil menarik. [536] url asal
#st015 #sukuk-ritel #penawaran-st015 #kuota-st015 #investasi-st015 #imbal-hasil-st015 #tenor-st015 #penjualan-st015 #investor-ritel #pasar-saham #obligasi-korporasi #floating-with-floor #suku-bunga #ek
(Bisnis.Com - Market) 02/12/25 15:34
v/58123/
Bisnis.com, JAKARTA — Sehari menjelang penutupan masa penawaran, Sukuk Ritel seri ST015 nyaris habis terjual dan hanya menyisakan kuota sekitar Rp18 juta.
Melansir laman resmi mitra distribusi ST015, PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) pukul 14.56 WIB, penjualan ST015 bertenor dua tahun tinggal tersisa Rp4 juta. Dari total Rp11 triliun kuota bagi produk ini, ST015T2 telah ludes terjual hingga Rp10,99 triliun atau setara dengan 99,90% dari target penjualan.
Sementara itu, produk ST015 bertenor empat tahun kini masih tersisa Rp14 juta. Dengan kata lain, produk ini telah laris terjual hingga Rp3,99 triliun dari total sekitar Rp4 triliun target penjualan pada tenor ini.
Sebagai informasi, penawaran ST015 telah mengalami beberapa kali penambahan kuota penjualan. Pada awal penawaran, pemerintah menargetkan dana Rp10 triliun, kemudian ditingkatkan menjadi Rp12 triliun, dan kembali naik menjadi Rp15 triliun. Upsize target penerbitan ST015 tak terlepas dari tingginya minat investor ritel terhadap produk ST015 dengan tenor 2 tahun yang laris manis dipesan.
Laris manisnya penjualan ST015 juga telah diprediksi oleh kalangan analis. Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana, menilai bahwa di tengah kondisi makroekonomi domestik yang kian membaik, terdapat potensi alokasi aset investor ke sarana investasi yang lebih memiliki risiko, seperti pasar saham maupun obligasi korporasi.
“Ekonomi kita kan sudah mulai dikatakan ada perbaikan, jadi mungkin ada investor yang mengalihkan portofolionya ke aset yang berisiko, seperti saham atau corporate bonds,” katanya beberapa waktu lalu kepada Bisnis.
Menurutnya, potensi tersebut terbuka lantaran euforia pasar saham yang kian positif belakangan. Dia memprediksi, akan ada investor yang mengalokasikan dananya ke pasar saham untuk mendapatkan capital gain yang lebih besar dibandingkan pada aset minim risiko.
Fikri bahkan memprediksi ST015 akan mampu meraup dana segar sekitar Rp15 triliun melalui penerbitan yang berlangsung kurang dari 30 hari ini. Hal ini berarti, Fikri memprediksi penerbitan ST015 akan mencatatkan oversubscribed dari target Rp10 triliun oleh pemerintah.
Pasalnya, fitur imbal hasil floating with floor dinilai mampu memberikan keuntungan bagi investor ritel di tengah ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan.
Fikri memprediksi, pada Desember 2025, BI akan memangkas suku bunga. Bahkan, tren penurunan suku bunga diprediksi bakal berlanjut hingga 2027. Dengan begitu, imbal hasil yang ditawarkan ST015 akan menjadi yang terbesar.
“Karena ada ekspektasi penurunan BI Rate dan rate The Fed, sehingga pada saat ada pemangkasan suku bunga, karena ada floating, saya pikir mungkin ini kupon yang tertinggi dalam beberapa waktu ke depan,” katanya.
Sikap optimisme juga ditampilkan oleh Bibit. Head of PR & Corporate Communication Bibit William, menerangkan bahwa sejak awal, daya tarik produk pamungkas ini di pasaran cukup banyak, salah satunya imbal hasil yang ditawarkan.
Terlebih, di tengah tren penurunan suku bunga global, produk yang memiliki imbal hasilfloating with floormembuka peluang bagi investor untuk mendapatkan kupon yang lebih tinggi dibandingkan terbitan SBN Ritel ke depan.
“Produk ST015 masih terbilang menarik karena menjadi SBN terakhir pada 2025 di tengah tren penurunan suku bunga. Imbal hasilnya cukup besar dibandingkan rata-rata bunga deposito yang dijamin LPS. Sekalipun di kemudian hari terjadi kenaikan suku bunga, karena sifatnya floating with floor, investor bisa mendapatkan imbal hasil lebih,” katanya beberapa waktu lalu.
_________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual obligasi ritel. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Jangan Lewatkan, Jadwal dan Cara Membeli Sukuk Tabungan ST015
Pemerintah kembali membuka penawaran SBN (Surat Berharga Negara) ritel berbasis syariah melalui Sukuk Tabungan seri ST015. [1,160] url asal
#sukuk-tabungan #indepth #sbn-ritel #st015 #jadwal-penawaran-st015 #cara-membeli-st015
(Kompas.com - Money) 11/11/25 08:00
v/34663/
JAKARTA, KOMPAS.com - Pada kuartal IV tahun?2025, pemerintah kembali membuka penawaran SBN (Surat Berharga Negara) ritel berbasis syariah melalui Sukuk Tabungan seri ST015.
Instrumen ini ditujukan bagi investor individu yang mencari alternatif investasi yang sesuai prinsip syariah, terjangkau, serta dijamin negara.
Berikut informasi mengenai jadwal, karakteristik, serta panduan cara membeli ST015.
SHUTTERSTOCK/NOR SHAM SOYOD Ilustrasi Sukuk. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan resmi membuka masa penawaran Sukuk Wakaf Ritel seri SWR005 kepada wakif individu dan institusi.Jadwal penawaran ST015
Menurut laporan resmi yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), masa penawaran ST015 adalah 10?November?2025 hingga 3?Desember?2025.
Artinya, pemesanan ST015 dibuka?pada Senin, 10?November?2025 dan ditutup pada 3?Desember?2025.
Produk ini merupakan bagian dari rangkaian SBN ritel tahun?2025.
Karena jadwal ini bersifat tetap, yakni bersumber dari DJPPR Kemenkeu, investor hendaknya melakukan persiapan sebelum melakukan pemesanan.
Karakteristik produk ST015
Produk ST015 adalah jenis Sukuk Tabungan ritel yang memiliki beberapa fitur utama sebagai berikut.
1. Tersedia dua tenor
ST015 terdiri dari dua tenor, yakni T2 (2 tahun) dan T4 (4 tahun).
2. Skema imbal hasil
Skema imbal hasil yang ditawarkan adalah “floating?with?floor”. Ini artinya kupon mengambang mengikuti suku bunga acuan (BI?Rate) namun memiliki batas bawah (floor) yang menjamin imbalan minimum.
Untuk kupon ST015 seri ST015T2, kupon perdana ditetapkan sekitar 5,20 persen per tahun. Sementara itu, untuk ST015T4 sekitar 5,45 persen per tahun.
Shutterstock/A9 STUDIO Ilustrasi investasi.3. Minimal dan maksimal pembelian
Minimal pembelian mulai dari Rp?1?juta (umumnya) untuk investor ritel.
Untuk ST015T2, maksimal pembelian adalah Rp 5 miliar, sementara untuk ST015T4 maksimal Rp 10 miliar.
4. Karakteristik produk
Untuk ST015, pokok dan imbalan dijamin oleh negara, sehingga risiko gagal bayar sangat rendah.
Selain itu, produk ini adalah produk non?tradable untuk ritel alias tidak bisa dipindahtangankan di pasar sekunder, namun dapat dilakukan early redemption.
Karena karakteristik tersebut, ST015 menjadi pilihan bagi investor yang mencari stabilitas pendapatan syariah dan imbal hasil lebih menarik dibanding deposito bank biasa.
Sukuk Tabungan seri ST015 adalah produk investasi jenis akad Wakalah yang diterbitkan atas dasar kesepakatan antara perusahaan Penerbit SBSN Indonesia, di mana investor setuju untuk menguasakan (Wakalah) dana investasi kepada Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia sebagai wali amanat untuk kegiatan investasi yang menghasilkan keuntungan.
Alasan ST015 menarik untuk investor ritel
Beberapa aspek yang membuat ST015 layak dipertimbangkan adalah sebagai berikut.
1. Imbal hasil kompetitif
Prediksi sebelum penawaran menyebut kupon ST015T2 mencapai 5,2 persen dan ST015T4 mencapai 5,4 persen per tahun, jauh di atas bunga deposito bank saat ini.
FREEPIK/8PHOTO Ilustrasi investasi, obligasi.2. Pajak lebih ringan
Imbalan SBN ritel dikenai pajak final 10 persen, dibanding deposito yang pajaknya bisa lebih tinggi. Sebagaimana disebut:
3. Digital?dan akses mudah
Pendaftaran dan pembelian ST015 bisa dilakukan secara online melalui mitra distribusi yang ditunjuk.
4. Kontribusi ke perekonomian nasional
Dengan membeli SBN ritel, investor turut membantu pembiayaan APBN.
Penerbitan Sukuk Tabungan Seri ST015T2 dan ST015T4 secara online adalah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi, serta mendukung terwujudnya keuangan inklusif dan memenuhi sebagian pembiayaan APBN?2025.
Namun demikian, investor perlu mencermati bahwa instrumen ini memiliki jangka waktu, dan untuk periode tertentu mungkin tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo kecuali jika ada ketentuan early redemption.
Cara membeli ST015
Berikut ini panduan umum cara membeli ST015 bagi investor individu.
1. Siapkan rekening dan data investor
Investor ST015 diwajibkan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan berusia sesuai ketentuan (umumnya di atas?17 tahun atau memiliki KTP).
Siapkan data KTP, NPWP jika diperlukan, dan buka rekening di mitra distribusi (bank atau perusahaan sekuritas) yang ditunjuk.
Verifikasi KYC (Know?Your?Customer) melalui aplikasi atau sistem mitra distribusi.
PIXABAY/NATTANAN KANCHANAPRAT Ilustrasi investasi. Menjelang akhir 2025, pasar keuangan kembali bergejolak. Para analis menyarankan investor tetap tenang dan disiplin agar peluang cuan tidak hilang di tengah ketidakpastian.2. Pilih mitra distribusi resmi
Pemerintah menunjuk sejumlah mitra distribusi yang melayani pembelian SBN ritel secara online. Untuk ST015 disebutkan ada 32 Mitra Distribusi yang bisa dipilih oleh investor.
Mitra distribusi adalah bank, sekuritas, atau platform fintech yang bekerja sama.
3. Jalankan transaksi selama masa penawaran
Pastikan Anda melakukan pembelian pada periode 10?November?2025 hingga 3?Desember?2025.
Masuk ke menu?SBN?Retail atau menu “Sukuk Tabungan?ST015” di aplikasi mitra distribusi. Contoh, platform investasi seperti Bibit menjelaskan bahwa pembelian ST015 di platform dimulai 10?November?2025 pukul 09.00?WIB.
Tentukan tenor pilihan, yakni T2 (2?tahun) atau T4 (4?tahun). Kemudian, nasukkan nominal pembelian, yakni minimal Rp?1?juta.
4. Lakukan pembayaran
Ikuti instruksi pembayaran melalui aplikasi atau bank yang telah ditentukan.
Setelah pembayaran diverifikasi, pembelian akan diset untuk setelmen dan Anda menjadi pemegang sukuk.
5. Pemantauan dan pembayaran imbalan
Kupon akan dibayarkan secara berkala (bulanan). Sebagai informasi, disebutkan bahwa pembayaran kupon pertama dijadwalkan 10?Januari?2026 untuk ST015.
Anda bisa memantau kepemilikan melalui aplikasi mitra distribusi atau sistem KSEI jika tersedia.
6. Jatuh tempo dan early redemption
Untuk ST015, tenor 2?tahun berarti instrumen jatuh tempo pada 10?November?2027. Tenor 4?tahun berarti jatuh tempo 10?November?2029.
Dok. Shutterstock.com Ilustrasi investasi. Membangun kekayaan tidak selalu bergantung pada gaji besar atau keberuntungan investasi, melainkan pada kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan finansial dengan cerdas.Beberapa instrumen SBN ritel menyediakan opsi early redemption setelah minimal masa holding tertentu.
Untuk ST015, disebutkan early redemption pada 26?Oktober?2026 (T2) dan 27?Oktober?2027 (T4).
Catatan penting dan tips untuk investor
Untuk memaksimalkan manfaat investasi ST015, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, lakukan pemesanan lebih awal pada hari pertama masa penawaran, karena instrumen ritel seringkali cepat penuh.
Kedua, perhatikan tenor dan kebutuhan likuiditas Anda. Jika Anda memerlukan dana dalam waktu singkat, pilih tenor T2 atau cek opsi early redemption, namun risikonya ialah imbalan bisa lebih rendah atau ada penalti (jika berlaku).
Ketiga, bandingkan dengan alternatif investasi. Meskipun imbal hasil ST015 lebih tinggi dibanding deposito, jangan lupa memperhitungkan risiko, infasi, dan profil syariah Anda.
Keempat, gunakan mitra yang sudah familiar dengan Anda. Jika Anda sudah memiliki rekening investasi atau bank yang biasa Anda pakai, gunakanlah untuk kemudahan dan kepastian teknis.
Kelima, pastikan Anda memahami skema kupon “floating with floor”.
Artinya, jika BI?Rate turun, kupon tetap tidak boleh di bawah “floor”, namun jika BI?Rate naik, kupon bisa naik pula. Ini adalah potensi positif untuk investor.
Terakhir, simak seluruh syarat dan ketentuan pada mitra distribusi yang Anda gunakan, termasuk minimal pembelian, biaya, serta mekanisme pembayaran. Misalnya, promo?cashback di platform tertentu bisa menjadi nilai tambah.
Kesimpulan
Sukuk Tabungan ST015 hadir di penghujung tahun 2025 sebagai alternatif investasi syariah ritel yang terjangkau, dengan imbal hasil kompetitif, dijamin negara, dan proses pembelian semakin mudah melalui digital.
Dengan masa penawaran yang terbatas (10?November?hingga?3?Desember?2025), investor yang tertarik sebaiknya segera melakukan persiapan, yakni membuka rekening mitra distribusi, memilih tenor, dan mengikuti prosedur pembayaran saat masa penawaran dibuka.
Bagi yang mencari instrumen halal sesuai syariah dan ingin berkontribusi pada pembiayaan nasional, ST015 dapat menjadi opsi menarik.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang
Tawarkan Imbalan 5,45 Persen, Seberapa Untung Investasi di ST015?
Pemerintah kembali menawarkan instrumen investasi Sukuk Tabungan (ST) seri ST015 dengan dua pilihan tenor, yakni ST015T2 dan ST015T4. [1,106] url asal
#sukuk-tabungan #st015 #kupon-st015 #masa-penawaran-st015 #simulasi-investasi-st015
(Kompas.com - Money) 10/11/25 15:08
v/33887/
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali menawarkan instrumen investasi Sukuk Tabungan (ST) seri ST015 dengan dua pilihan tenor, yakni ST015T2 (2 tahun) dan ST015T4 (4 tahun).
Penawaran dilakukan secara online (e-SBN) untuk investor individu pada periode penawaran yang ditetapkan pemerintah.
Informasi inti yang perlu diketahui investor adalah jenis kupon, tingkat imbalan minimal (floor), frekuensi pembayaran, dan mekanisme penyesuaian kupon.
SHUTTERSTOCK/SERGEY NIVENS Ilustrasi investasi. Ilustrasi Sukuk Wakaf Ritel (SWR). Apa itu pengertian Sukuk Wakaf Ritel (SWR). Sukuk Wakaf Ritel (SWR) adalah.
Tujuan penerbitan ST015
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, tujuan penerbitan Sukuk Tabungan Seri ST015T2 dan Green Sukuk Seri ST015T4 secara online adalah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SBSN ritel.
Selain itu, memperluas basis investor dalam negeri dengan menyediakan alternatif investasi dan mendukung terwujudnya keuangan inklusif serta memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2025.
"Dengan mengusung tagline Pilihan Berharga Untuk Wujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan, Pemerintah memberikan kesempatan kepada setiap Warga Negara Indonesia untuk berinvestasi pada ST015 sekaligus menanamkan kebiasaan investasi cerdas sejak dini dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan," ujar DPPR dalam keterangan tertulis, Senin (10/11/2025).
Intisari produk
Berikut beberapa hal penting yang perlu diketahui investor terkait ST015.
Shutterstock/A9 STUDIO Ilustrasi investasi.1. Masa penawaran
Masa penawaran ST015 adalah 10 November sampai 3 Desember 2025 (penawaran e-SBN).
2. Seri yang ditawarkan
Ada dua seri ST015 yang ditawarkan, yaitu ST015T2 (2 tahun) dan ST015T4 (4 tahun).
3. Tipe kupon
Kupon ST015 mengambang dengan tingkat imbalan minimal (floating with floor), artinya kupon mengikuti acuan (BI Rate + spread), tetapi tidak akan jatuh di bawah tingkat minimal yang ditetapkan.
Jika acuan naik, kupon dapat meningkat, sementara jika acuan turun, investor tetap menerima tingkat minimal (floor).
4. Tingkat imbalan minimal (floor)
Tingkat imbalan minimal ditetapkan pemerintah untuk ST015 adalah ST015T2 = 5,20 persen per tahun dan ST015T4 = 5,45 persen per tahun.
Nilai ini berlaku sebagai batas bawah. Kupon bisa naik bila BI Rate + spread menghasilkan angka lebih tinggi.
5. Frekuensi pembayaran imbalan
Imbalan dibayarkan tanggal 10 setiap bulan. Dalam hal tanggal pembayaran imbalan bukan pada hari kerja, maka pembayaran imbalan dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi imbalan.
Perlu diketahui, hari kerja adalah hari dimana operasional sistem pembayaran diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
6. Minimal dan maksimal pemesanan
Investor bisa investasi ST015 mulai dari Rp 1 juta (dan kelipatan) dan maksimal Rp 5 miliar untuk ST012T2 dan Rp 10 miliar untuk ST015T4.
SHUTTERSTOCK/THAPANA STUDIO Ilustrasi investasi.7. Masa jatuh tempo
ST015T2 jatuh tempo pada 10 November 2027 dan ST015T4 jatuh tempo pada 10 November 2029.
Cara kerja floating with floor
Skema yang dipakai ST (turunan dari praktik SBN ritel lain) pada dasarnya adalah sebagai berikut.
Pertama, ditentukan acuan. Yakni, BI Rate pada tanggal penetapan/penyesuaian ditambah spread tetap tertentu untuk tiap seri.
Kemudian, hasil perhitungan (BI Rate + spread) menjadi imbalan acuan pada periode penyesuaian.
Jika hasil itu lebih besar dari tingkat imbalan minimal (floor) yang sudah ditetapkan, imbalan kupon akan mengikuti (naik). Jika lebih kecil, maka investor tetap menerima floor.
Dengan demikian investor mendapat perlindungan downside tapi juga kesempatan mendapat kupon lebih tinggi bila suku bunga naik.
Simulasi investasi ST015
Berikut simulasi sederhana untuk membantu pembaca memperkirakan arus kas bila kupon tetap pada tingkat minimal sepanjang tenor, dengan asumsi sebagai berikut.
- Pembayaran imbalan dilakukan setiap tanggal 10 tiap bulan.
- Modal investasi: Rp 10.000.000
- Jenis kupon: floating with floor
- Tingkat imbalan minimal (floor): ST015T2 (Tenor 2 tahun) yakni 5,20 persen per tahun dan ST015T4 (Tenor 4 tahun) yakni 5,45 persen per tahun
- Periode pembayaran: setiap bulan (12 kali setahun)
- Asumsi: tidak ada perubahan BI Rate (kupon tetap di tingkat minimal sepanjang tenor).
- Pajak atas imbalan: 10 persen (mengacu pada ketentuan pajak final SBN ritel)
PIXABAY/NATTANAN KANCHANAPRAT Ilustrasi investasi dan inflasi1. Simulasi 1: ST015T2 (Tenor 2 tahun, kupon minimal 5,20 persen)
Rumus dasar:
Imbalan per bulan = (Modal × Imbalan Tahunan) / 12
Langkah perhitungan:
- Modal: Rp 10.000.000
- Imbalan tahunan: 5,20 persen
- Maka, imbalan bulanan kotor = Rp 10.000.000 × (5,20 persen / 12) = Rp 43.333
- Setelah pajak 10 persen → Rp 43.333 × (1 - 0,10) = Rp 39.000 (dibulatkan)
Ringkasan hasil:
- Total imbalan bersih 2 tahun = Rp 936.000
- Pokok dikembalikan pada jatuh tempo (10 November 2027): Rp10.000.000
- Maka, total diterima investor = Rp10.936.000
2. Simulasi 2: ST015T4 (Tenor 4 tahun, kupon minimal 5,45 persen)
Rumus dasar:
Imbalan per bulan = (Modal × Imbalan Tahunan) / 12
Langkah perhitungan:
- Modal: Rp 10.000.000
- Imbalan tahunan: 5,45 persen
- Maka, imbalan bulanan kotor = Rp 10.000.000 × (5,45 persen / 12) = Rp45.417
- Setelah pajak 10 persen → Rp 45.417 × (1 - 0,10) = Rp 40.875 (dibulatkan)
Ringkasan hasil:
- Imbalan bersih per bulan: Rp 40.875
- Jumlah bulan selama 4 tahun: 48
- Total imbalan bersih: Rp 40.875 × 48 = Rp1.962.000
- Pokok kembali pada jatuh tempo (10 November 2029): Rp 10.000.000
- Maka, total diterima investor = Rp 11.962.000
SHUTTERSTOCK/TECH_BG Ilustrasi investasi.Jika BI Rate naik
Karena kupon ST015 bersifat floating with floor, bila BI Rate naik, maka kupon bisa ikut naik sesuai rumus sebagai berikut.
Kupon baru = BI Rate baru + spread yang ditetapkan pemerintah.
Misalnya:
BI Rate naik 0,5 persen dari level saat penerbitan → kupon periode berikut bisa naik 0,5 persen (atau sesuai spread).
Dalam simulasi ini, imbalan bulanan juga naik secara proporsional.
Perlu diperhatikan, simulasi di atas menggunakan kupon floor tanpa penyesuaian bunga. Kupon riil dapat berubah mengikuti kebijakan suku bunga BI selama masa berlaku ST015.
Pembayaran dilakukan melalui rekening dana investor setiap tanggal 10 bulan berjalan. Pajak final 10 persen sudah dipotong otomatis oleh pemerintah sebelum imbalan ditransfer.
Pokok dikembalikan penuh saat jatuh tempo, tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Hal yang perlu diperhatikan investor
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan investor sebelum berinvestasi di ST015, yakni sebagai berikut.
1. Kuota
Sukuk Tabungan untuk ritel biasanya mengenakan kuota. Segera cek mitra distribusi yang Anda gunakan.
2. Likuiditas
PIXABAY/TUMISU Ilustrasi investasi.ST015 tidak diperdagangkan di pasar sekunder (karena ditujukan untuk ritel), meski terdapat ketentuan pencairan lebih awal (early redemption) dalam kondisi tertentu. Maka, baca ketentuan resmi.
3. Pembayaran kupon
Perhitungan hari pertama kupon dan jadwal penyesuaian bisa mempengaruhi besaran pembayaran pertama (proporsional untuk periode yang tidak genap bulan), sehingga investor harus membaca memorandum informasi atau FAQ resmi DJPPR.
4. Pajak dan administrasi
Periksa ketentuan pajak atas imbalan serta biaya administrasi di mitra distribusi Anda.
Kesimpulan
ST015 menawarkan kombinasi keamanan (penerbit negara dan floor imbalan) dan potensi kenaikan kupon bila suku bunga naik.
Bagi investor konservatif yang mencari alternatif tabungan/deposito dengan imbalan lebih menarik dan proteksi downside, ST015 patut dipertimbangkan, terutama jika Anda ingin kepastian minimal imbalan sambil tetap membuka peluang kenaikan kupon.
Namun, perhatikan pula aspek kuota, likuiditas, dan ketentuan teknis pembayaran kupon sebelum memutuskan.
Selamat berinvestasi!
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56