Bisnis.com, JAKARTA - Pengelolaan arus kas menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga stabilitas operasional perusahaan, khususnya bagi pelaku usaha yang memiliki aktivitas distribusi barang secara rutin.
Dalam praktiknya, kebutuhan logistik yang berjalan beriringan dengan siklus pembayaran sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam menjaga keseimbangan keuangan.
Seiring meningkatnya kebutuhan distribusi di berbagai sektor industri, fleksibilitas dalam sistem pembayaran menjadi nilai tambah yang semakin diperhatikan dalam memilih mitra logistik.
Skema pembayaran yang tidak hanya efisien, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan bisnis, dinilai dapat membantu perusahaan dalam mengelola cash flow secara lebih optimal.
Berikut tips kelola cash flow bisnis
1. Optimalkan piutang usaha.
Misalnya, Anda dapat menerapkan diskon pembayaran awal dan pembuatan faktur otomatis, yang keduanya dapat secara signifikan mengurangi Hari Penjualan Tertunggak (Days Sales Outstanding/DSO).
2. Kelola utang usaha
Anda dapat menyeimbangkan pembayaran dengan menyederhanakan pemrosesan faktur, menjadwalkan pembayaran secara strategis, dan memanfaatkan diskon yang tersedia. Anda juga dapat mengoptimalkan hubungan dengan pemasok dengan menegosiasikan persyaratan pembayaran yang menguntungkan dan memprioritaskan pemasok penting.
3. Kendalikan pengeluaran
Pendekatan utama untuk pengurangan pengeluaran meliputi melakukan audit pengeluaran secara berkala dan menghilangkan pengeluaran yang tidak penting, yang dapat secara langsung meningkatkan arus kas.
4. Bangun cadangan kas
Cadangan kas sangat penting untuk keadaan darurat dan peluang, memberikan bantalan keuangan selama penurunan ekonomi dan mendukung investasi strategis. Salah satu metode yang mudah adalah dengan mengotomatiskan tabungan, memastikan kontribusi yang konsisten tanpa intervensi manual. Misalnya, Anda dapat mengatur transfer berulang dari rekening giro bisnis Anda ke rekening tabungan khusus, membagi setoran langsung, atau mendaftar dalam program 401(k). Metode ini dapat membantu memastikan kontribusi yang konsisten tanpa intervensi manual.
5. Rencanakan variasi musiman
Fluktuasi musiman umum terjadi pada banyak bisnis. (Sebagai contoh, sebuah resor ski mungkin mengalami pemasukan yang tinggi selama musim dingin dan pemasukan yang rendah di musim panas. Demikian pula, bisnis ritel mungkin melihat pemasukan kas yang tinggi selama musim liburan dan pengeluaran yang meningkat selama pengisian kembali persediaan.) Pertimbangkan beberapa strategi manajemen arus kas untuk memperhitungkan fluktuasi ini, termasuk menyesuaikan tingkat persediaan, jumlah karyawan, dan upaya pemasaran berdasarkan tren musiman.
Fikri Hafidz Khoirunnas selaku Digital Marketing Lead KP Cargo mengatakan selain itu cara mengatur cash flow juga bisa menerapkan skema Term of Payment (TOP) memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembayaran dalam jangka waktu tertentu setelah proses pengiriman dilakukan, sehingga memberikan ruang pengelolaan keuangan yang lebih fleksibel.
Menurutnya, skema Term of Payment (TOP) diharapkan dapat menjadi solusi yang relevan bagi pelanggan korporasi dalam menjaga keseimbangan arus kas sekaligus memastikan kelancaran distribusi barang secara berkelanjutan.
Dia juga menyampaikan bahwa skema ini dirancang untuk membantu perusahaan dalam menjaga stabilitas operasional tanpa harus terbebani pembayaran di awal.
“Dalam skala bisnis, pengelolaan arus kas sangat krusial. Melalui skema Term of Payment, kami berupaya memberikan kemudahan bagi pelanggan korporasi agar tetap dapat menjalankan aktivitas distribusi secara lancar,” ujarnya.
Skema TOP ini katanya cocok untuk pelanggan dengan kerja sama berkelanjutan, termasuk perusahaan yang memiliki volume pengiriman rutin dalam jumlah besar. Dengan adanya skema tersebut, perusahaan dapat mengatur jadwal pembayaran sesuai dengan siklus bisnis yang berjalan, sehingga operasional tetap terjaga tanpa mengganggu likuiditas.
Tips lainnya juga agar adanya transparansi dalam setiap proses layanan. Informasi terkait biaya pengiriman, jadwal distribusi, hingga sistem administrasi disampaikan secara jelas untuk memastikan pelanggan dapat merencanakan aktivitas logistik secara lebih.
“Tujuan utama kami bukan hanya menyediakan layanan pengiriman, tetapi juga menjadi mitra yang dapat mendukung keberlangsungan bisnis pelanggan. Karena itu, kami terus menghadirkan solusi yang tidak hanya fokus pada operasional, tetapi juga pada kebutuhan finansial pelanggan,” tambahnya.