Bisnis.com, BALIKPAPAN — Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Timur untuk tahun anggaran 2026 mengalami penurunan drastis menjadi Rp15,15 triliun, atau turun Rp6,59 triliun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp21,74 triliun.
Pemotongan dana Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi biang kerok di balik anjloknya belanja daerah Kalimantan Timur (Kaltim).
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyatakan pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan daerah dalam rangka menyongsong pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2028.
Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti Rapat Paripurna ke-47 DPRD Kaltim, Minggu (30/11/2025).
"Mohon maaf ya, anggarannya hari ini semua dipangkas untuk di Pemprov Kaltim. Semuanya dipangkas habis," kata Rudy Mas'ud dalam keterangan resmi, Senin (1/12/2025).
Namun, dia memastikan bahwa pengurangan anggaran tidak akan berdampak pada kesejahteraan aparatur sipil negara.
Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi seluruh ASN, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dipastikan tetap terjaga.
"Yang jelas hari ini bahwa tambahan penghasilan pegawai atau TPP seluruh ASN Pemprov Kaltim semuanya aman terkendali. Program Gratispol dan Jospol juga semuanya Insya Allah berjalan sesuai dengan harapan," katanya.
Lebih lanjut, Rudy mengungkapkan bahwa langkah-langkah penghematan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat fondasi pembangunan Kalimantan Timur.
Menurutnya, pemerintah provinsi akan tetap menjaga program-program prioritas yang berorientasi pada pelayanan publik.
"Bahwa ini bagian daripada ikhtiar kita untuk membangun Kalimantan Timur, komitmen ke depan siap untuk menyambut Ibu Kota Nusantara 2028," katanya.
Sebagai alternatif untuk mengatasi defisit anggaran, Rudy mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi akan mengintensifkan penggalian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Optimalisasi sumber-sumber pendapatan lokal diharapkan dapat mengompensasi penurunan transfer dana dari pusat.
"Untuk PAD Insya Allah lebih kencang lagi ke depan," pungkasnya.