Bisnis.com, JAKARTA— PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) akan memasok 80.000 ton pipa baja untuk proyek Transmisi Gas Dumai – Sei Mangkei (Dusem) Segmen 1.
Direktur Komersial, Pengembangan Usaha & Portofolio KRAS Hernowo menjelaskan bahwa Krakatau Steel akan berkontribusi signifikan dalam pemenuhan kebutuhan material utama proyek tersebut. Melalui anak usaha Krakatau Pipe Industries, perseroan akan memasok 80.000 ton pipa baja.
“Pengadaan pipa baja untuk Proyek Dusem ini dikerjakan oleh Konsorsium Krakatau Steel melalui salah satu anak usahanya PT Krakatau Pipe Industries yang bergerak di bidang manufaktur pipa baja dan jasa pelapisan anti korosi beserta pabrikan dalam negeri lainnya,” paparnya dalam siaran pers, Kamis (8/1/2026).
Proyek ini akan menggunakan pipa baja ERW/HSAW dengan spesifikasi API 5L X52 PSL 2. Dengan masing-masing diameter 20 Inch termasuk 3LPE Coating dengan total panjang hingga 541 KM yang dirancang untuk memenuhi standar mutu dan keselamatan tinggi sesuai kebutuhan proyek nasional.
Pipa nantinya akan mengaliri gas dari Stasiun Pengukuran Gas (SKG) Belawan sampai dengan Stasiun Labuhan Batu, dan Stasiun Labuhan Batu sampai dengan fasilitas di Duri.
Direktur Utama KRAS Akbar Djohan menegaskan bahwa keterlibatan Krakatau Steel dalam Proyek Dusem merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung agenda strategis nasional, khususnya ketahanan energi dan penguatan industri dalam negeri.
“Partisipasi Krakatau Steel Group dalam Proyek Dusem menunjukkan kesiapan industri baja nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi strategis. Ini sekaligus menjadi wujud kontribusi kami dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong penggunaan produk baja dalam negeri secara berkelanjutan,” ujar Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Sebagai informasi, Proyek Dusem salah satu proyek strategis nasional pipa transmisi gas bumi dengan panjang sekitar 541 km yang membentang dari Belawan hingga Duri, Sumatra.
Proyek ini dirancang untuk mengalirkan gas dari WK Andaman menuju Jawa, proyek ini ditargetkan mulai konstruksi pada 2025–2027 guna mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Krakatau Steel Group dan KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk–PT Nindya Karya serta KSO Rabana-Abipraya-SBS-Singgar melakukan penandatanganan Kontrak Pengadaan Pipa Baja Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Pembangunan Pipa Transmisi Gas Dumai – Sei Mangkei (Dusem) Segmen 1 KSO WIKA-NK dan Segmen 2 KSO Rabana-Abipraya-SBS-Singgar pada Selasa (6/1/2026).
Penandatanganan kontrak ini menjadi tonggak awal dimulainya rangkaian pekerjaan Proyek Dusem. Diharapkan sinergi yang kuat antara produsen baja nasional dan EPC kontraktor pelaksana dapat memastikan proyek berjalan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, serta memenuhi aspek keselamatan dan kualitas yang ditetapkan.
Sebagai informasi, PT Krakatau Pipe Industries saat ini memiliki dua jenis pipa baja yang diproduksi, yaitu Pipa Baja Spiral dan Pipa Baja ERW (Electric Resistance Welding) dengan ukuran masing-masing 12-80 inch dan 0,5-20 inch.
Total kapasitas produksi pipa baja sebesar 220.000 ton/tahun, yang dapat diaplikasikan di Industri perminyakan, gas, konstruksi, dan infrastruktur.
Selain itu sebagai pabrikan pipa baja yang terintegrasi Krakatau Pipe juga memiliki fasilitas pelapisan anti korosi dengan kapasitas produksi mencapai 800.000 sqm/tahun.