#30 tag 24jam
Cara Lakukan Salat Qiyamul Lail di Malam Ganjil Ramadan Agar Diampuni Allah
Salat Qiyamul Lail di malam ganjil Ramadan dianjurkan untuk meraih Lailatul Qadar dan ampunan Allah. Berikut cara melakukannya. [669] url asal
#lailatul-qadar #malam-lailatul-qadar #qiyamul-lail #salat-qiyamul-lail #malam-ganjil-ramadan #doa-lailatul-qadar #ibadah-malam-lailatul-qadar #salat-tahajud #salat-witir #niat-salat-qiyamul-lail #tata
(Bisnis.Com - Terbaru) 11/03/26 06:09
v/161174/
Bisnis.com, JAKARTA - Malam Lailatul Qadar sangat ditunggu umat Muslim karena niscaya ketika beribadah saat malam itu akan diampuni dosanya yang telah lalu.
Malam Lailatul qadar juga seringkali disebut dengan malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Datangnya malam Lailatul Qadar tidak bisa diprediksi oleh manusia. Mengutip NU Online, sejatinya Allah merahasiakan kapan malam Lailatul Qadar hadir.
Kehadirannya yang tak ditetapkan ini membuat umat muslim harus mencari malam pada hari-hari akhir Ramadan.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْراكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari 1000 bulan.” (QS Al-Qadr: 1-3).
Rasulullah pun mengingatkan umatnya untuk mencari malam Lailatul Qadar pada 10 hari terakhir Ramadan, seperti yang tertulis di dalam kitabnya At-Tanbih.
“Dianjurkan mencari lailatul qadar di setiap malam Ramadhan, terutama malam sepuluh akhir dan malam ganjil. Lailatul qadar paling sering diharapkan terjadi pada malam 21 dan 23. Saat malam lailatul qadar disunahkan membaca do’a, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).”
Dalam kitab tersebut juga terdapat doa yang dilakukan saat turunnya malam Lailatul Qadar. Doa tersebut juga dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk mendapat syafaat dari Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW meminta umat muslim untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh pada malam Lailatul Qadar.
‘Aisyah mengatakan, “Saat memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Rasulullah SAW fokus beribadah, memperbanyak ibadah di malam hari, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah,” (HR Al-Bukhari).
Pada malam Lailatul Qadar, turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan, dikutip dari NU Online. Malam lailatul qadar pun menjadi malam yang penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.
Selain pada malam Lailatul Qadar, menjalani salat Qiyamul Lail juga bisa dilakukan oleh umat muslim agar semakin dekat dengan sang pencipta.
Dikutip dari NU online, pada malam hari terutama pada sepertiga malam yang terakhir, adalah saat hiruk-pikuk aktifitas manusia terhenti untuk sementara waktu. Suasana sunyi sangat membantu kita untuk menenangkan diri dan berkontemplasi.
Qiyamul lail itu semakin berlipat ganda lagi pahalanya ketika dikerjakan pada sepertiga Ramadan yang terakhir, yakni saat terjadi malam lailatul qadar, atau tepatnya saat ibadah Ramadan kita telah mengendur.
Qiyamul lail diperuntukkan bagi mereka yang telah tertidur sejenak di waktu malam, lalu bangun dan mengambil air wudhu.
Lantas bagaimana niat dan tata cara salat Qiyamul Lail ini?
Pada dasarnya jumlah rakaat salat tahajud, salat witir, qiyamu Ramadhan, dan qiyamu lail adalah sama yakni sebelas rakaat (Berdasarkan HR. al-Bukhari dari ‘Aisyah).
Cara Melaksanakan Salat Qiyamul Lail
Berikut tata cara melakukan ibadah salat sunah qiyamul lail untuk menyambut Lailatul Qadr di bulan Ramadan ini:
1. Waktu pelaksanaannya adalah setelah sholat isya sampai sebelum waktu shubuh.
(Berdasarkan HR. al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah). Tetapi yang paling baik adalah pada sepertiga akhir malam (berdasarkan HR. Ahmad, Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Jabir).
2. Salat tahajud
Salat ini boleh dikerjakan secara berjamaah (berdasarkan HR. Muslim dari Ibnu ‘Abbas), dan boleh juga dilakukan sendirian. Diawali dengan sholat iftitah dua rakaat (berdasarkan HR. Muslim, Ahmad dan Abu Daud dari Abu Hurairah).
3. Salat sebelas rakaat
Beberapa hadis Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa sholat tahajud bisa dilaksanakan dengan berbagai cara di antaranya adalah
a) melaksanakan empat rakaat + empat rakaat + tiga rakaat (4 + 4 + 3 = 11 rakaat) (berdasarkan HR. Al-Bukhari dari ‘Aisyah);
b) dua rakaat iftitah + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + satu rakaat (2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 1 = 13 rakaat) (berdasarkan HR. Muslim dari ‘Aisyah).
4. Salat witir
Pada salat witir hendaknya membaca surat al-A’la setelah al-Fatihah pada rakaat pertama, surat al-Kafirun pada rakaat kedua, dan al-Ikhlas pada rakaat yang ketiga.
5. Membaca doa
Setelah salam, sambil duduk membaca “Subhanal-malikil-qudduus” (3x) dengan mengeraskan dan memanjangkan pada bacaan yang ketiga, lalu membaca:“Rabbil-malaaikati war-ruuh” (Berdasarkan HR. al-Baihaqi, juz 3/ no. 4640; Thabrani, juz 8/ no. 8115; Daruqutni, juz 2/ no. 2, dari Ubay bin Ka’ab. Hadis ini dikuatkan oleh ‘Iraqi)
6. Memanjatkan doa dan meminta pengampunan dari Allah SWT.
Tata Cara Lengkap Salat Tahajud Beserta Keutamaan, Rakaat, Niat, dan Doa Rasulullah
Salat Tahajud adalah ibadah sunnah yang dianjurkan, dilakukan malam hari setelah tidur. Keutamaannya termasuk mendekatkan diri kepada Allah dan menghapus dosa. Doa setelah salat dianjurkan, mengikuti [994] url asal
#tahajud #salat-tahajud #keutamaan-tahajud #niat-tahajud #doa-tahajud #rakaat-tahajud #waktu-tahajud #cara-salat-tahajud #manfaat-tahajud #tahajud-malam #qiyamul-lail #doa-setelah-tahajud #keutamaan-sa
(Bisnis.Com - Terbaru) 02/03/26 16:36
v/152181/
Bisnis.com, JAKARTA - Salat Tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Secara bahasa, tahajud berarti berupaya melawan atau meninggalkan tidur. Adapun menurut istilah fikih, Tahajud adalah salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah seseorang tidur terlebih dahulu.
Para ulama sepakat (ijma’) bahwa hukum salat Tahajud adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan, karena ibadah ini senantiasa dikerjakan oleh Nabi Muhammad. Keutamaan Tahajud ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis. Dalam QS Al-Isra ayat 79, Allah berfirman:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
"Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah bersabda bahwa salat paling utama setelah salat wajib adalah salat malam. Hadis lain menyebutkan bahwa qiyamul lail (salat malam) adalah kebiasaan orang-orang saleh terdahulu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus kesalahan, dan mencegah dari perbuatan dosa.
Waktu dan Jumlah Rakaat
Salat Tahajud dilaksanakan setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar, dengan syarat telah tidur terlebih dahulu walau hanya sebentar.
Jumlah rakaatnya tidak dibatasi. Namun, pelaksanaannya dianjurkan dua rakaat salam. Minimal dua rakaat sudah termasuk Tahajud, dan semakin banyak rakaat sesuai kemampuan, semakin baik.
Bacaan Surat dalam Salat Tahajud
Setelah membaca Surah Al-Fatihah, diperbolehkan membaca surat apa pun dalam Al-Qur’an, baik pendek maupun panjang.
Sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Muzammil ayat 20:
فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ
"... Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an."
Sebagian ulama menganjurkan membaca Al-Qur’an secara berurutan hingga khatam dalam jangka waktu tertentu sesuai kemampuan dan semangat masing-masing.
Tata Cara Salat Tahajud
Berikut panduan pelaksanaan salat Tahajud dua rakaat:
1. Niat Salat Tahajud
Dibaca bersamaan dengan takbiratul ihram:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillahi ta‘ala.
“Aku menyengaja salat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah ta’ala.”
2. Membaca Doa Iftitah (Salah Satu)
Versi pertama:
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.
Atau versi kedua:
اَللّهُمَّ باَعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَاياَيَ كَمَا باَعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِاَللّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَاياَ كَماَ يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِاَللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَاياَيَ باِلْماَءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ.
Allaahumma baa’id bainii wabainaa khotoo yaa ya kamaa baa ‘adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khotoo yaa kamaa yunqqots tsaubul abyadhuu minaddanas. Allaahummaghsil khotoo yaa ya bil maa i wats tsalji walbarod.
3. Melanjutkan Tata Cara Salat
Layaknya salat wajib, dalam pelaksanaan salat tahajud, setiap rakaat diawali dengan membaca Surah Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan membaca surah Al-Qur’an sesuai kemampuan. Setelah itu dilanjutkan dengan rukuk, kemudian bangkit untuk i’tidal. Selanjutnya melakukan sujud, lalu duduk di antara dua sujud, dan kembali sujud untuk menyempurnakan satu rakaat. Pada rakaat kedua dilakukan tasyahud awal sebelum berdiri kembali jika salat terdiri dari lebih dari dua rakaat. Pada rakaat terakhir, setelah sujud terakhir, dilanjutkan dengan tasyahud akhir yang disertai shalawat kepada Nabi Muhammad, kemudian salat ditutup dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri sebagai tanda berakhirnya ibadah.
Doa Setelah Salat Tahajud yang Dianjurkan Rasulullah
Dilansir dari laman resmi NU Online, Setelah menunaikan salat Tahajud, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan munajat kepada Allah. Salah satu doa yang paling masyhur adalah doa yang dibaca Rasulullah sebagaimana diriwayatkan oleh Muhammad dalam hadis sahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim. Doa ini juga banyak dikutip dalam literatur keislaman, termasuk dalam artikel keagamaan yang membahas amalan salat malam.
1. Doa Riwayat Al-Bukhari dan Muslim
Berikut lafal doa yang dibaca Rasulullah setelah salat malam:
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ‘atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
Secara makna, doa ini berisi pujian agung kepada Allah sebagai Penguasa, Pemilik, dan Cahaya langit serta bumi. Di dalamnya juga terdapat pengakuan bahwa janji Allah adalah benar, surga dan neraka adalah nyata, serta hari kiamat pasti terjadi. Doa tersebut dilanjutkan dengan pernyataan kepasrahan total kepada Allah, permohonan ampun atas dosa yang tampak maupun tersembunyi, serta pengakuan bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya.
2. Doa Riwayat Sunan Ibnu Majah
Selain riwayat di atas, terdapat pula redaksi doa yang diriwayatkan dalam kitab Sunan Ibnu Majah karya Ibnu Majah. Lafalnya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيَّامُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدَّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ
Allâhumma lakal hamdu Anta nûrus samâwâti wal ardli wa man fîhinna, walakal hamdu Anta qayyâmus nûrus samâwâti wal ardli wa man fîhinna, walakal hamdu Anta Mâlikus samâwâti wal ardli wa man fîhinna, walakal hamdu Antal haqqu wawa’duka haqqun waqauluka haqqun waliqâ`uka haqqun wal jannatu haqqun wannâru haqqun wassâ’atu haqqun wannabiyyûna haqqun wa Muhammadun haqqun, allâhumma laka aslamtu wabika âmantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wabika khashamtu wa ilaika hâkamtu, faghfirlî Anta walâ ilâha ghairuka walâ haula walâ quwwata illâ bika.
Secara substansi, doa ini juga diawali dengan pujian kepada Allah sebagai Cahaya dan Penguasa langit dan bumi, disertai penegasan bahwa seluruh janji-Nya adalah benar. Kemudian dilanjutkan dengan pengakuan iman, tawakal, tobat, serta permohonan ampun atas seluruh dosa, baik yang telah dilakukan maupun yang belum, yang disadari ataupun tidak.
Salat Tahajud adalah ibadah malam yang penuh keutamaan dan menjadi ciri orang-orang saleh. Meski tidak wajib, keistiqamahan dalam menjalankannya menjadi salah satu jalan mendekatkan diri kepada Allah. Cukup dua rakaat setiap malam jika belum mampu lebih. Yang terpenting adalah konsistensi, keikhlasan, dan kekhusyukan dalam menjalankannya.
Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih Berbeda-beda? Ini Penjelasannya
Jumlah rakaat salat tarawih berbeda karena perbedaan pemahaman ulama terhadap hadis. Rasulullah SAW tidak menetapkan jumlah pasti, sehingga praktik bervariasi, seperti 8 atau 20 rakaat. [496] url asal
#salat-tarawih #jumlah-rakaat-tarawih #tarawih-8-rakaat #tarawih-20-rakaat #witir-3-rakaat #perbedaan-tarawih #tarawih-ramadan #qiyamul-lail #tarawih-berjamaah #hadis-tarawih #umar-bin-khattab-tarawih
(Bisnis.Com - Terbaru) 19/02/26 13:28
v/140670/
Bisnis.com, JAKARTA — Setiap menjelang Ramadan, pertanyaan soal jumlah rakaat salat tarawih kembali muncul. Ada yang melaksanakan 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir, ada pula yang menjalankan 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Perbedaan ini kerap menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Lalu, mengapa jumlah rakaat tarawih bisa berbeda-beda? Simak penjelasannya.
Dilansir dari nu.or.id, Kamis (19/2/2026), pada masa Rasulullah SAW, istilah tarawih sebenarnya belum dikenal. Sebelumnya, istilah ini lebih dikenal qiyamul lail atau salat malam yang dilakukan Nabi, termasuk pada bulan Ramadan.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:
“Barangsiapa bangun (shalat malam) di bulan Ramadan dengan iman dan ihtisab, maka diampuni baginya dosa-dosa yang telah lalu.”
Rasulullah pernah melaksanakan salat malam Ramadan di masjid dan diikuti para sahabat. Namun, beliau tidak terus-menerus melakukannya secara berjamaah karena khawatir akan diwajibkan kepada umatnya.
Istilah tarawih dan pelaksanaannya secara berjamaah baru populer pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu, Umar melihat umat Islam salat sendiri-sendiri atau dalam kelompok kecil. Dia kemudian mengumpulkan mereka untuk salat berjamaah dengan imam Ubay bin Ka’ab.
Perbedaan Dasar Hadis dan Riwayat
Perbedaan jumlah rakaat tarawih muncul karena perbedaan pemahaman ulama terhadap hadis dan riwayat sahabat.
Salah satu hadis yang sering dijadikan dasar oleh kalangan yang melaksanakan 8 rakaat adalah riwayat dari Aisyah RA. Ketika ditanya tentang salat Nabi di bulan Ramadan, Aisyah menjawab:
“Beliau tidak menambah pada bulan Ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat.”
Sebelas rakaat ini dipahami sebagai 8 rakaat salat malam ditambah 3 rakaat witir. Namun, sebagian ulama menilai hadis tersebut merujuk pada salat malam secara umum, bukan secara khusus menetapkan jumlah rakaat tarawih.
Di sisi lain, ada riwayat dari Yazid bin Ruman yang menyebutkan bahwa pada masa Umar bin Khattab, umat Islam melaksanakan salat tarawih sebanyak 23 rakaat (20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir). Riwayat ini menjadi dasar mayoritas ulama yang memilih 20 rakaat.
Perbedaan ini sudah ada sejak masa ulama terdahulu. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa para ulama memiliki pendapat berbeda-beda tentang jumlah rakaat, ada yang menetapkan 11, 13, 21, 23, 39, bahkan lebih.
Imam Syafi’i pernah menyatakan bahwa beliau melihat orang Madinah melaksanakan 39 rakaat, sementara orang Makkah melaksanakan 23 rakaat. Menurutnya, hal tersebut tidak menjadi masalah.
Imam An-Nawawi juga menjelaskan bahwa para ulama sepakat hukum tarawih adalah sunah. Adapun jumlah 20 rakaat merupakan pendapat yang banyak diikuti oleh ulama Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hanabilah.
Di Indonesia, perbedaan ini tampak pada praktik dua organisasi Islam besar. Muhammadiyah umumnya melaksanakan 8 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir (total 11 rakaat), sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) melaksanakan 20 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir (total 23 rakaat).
Pada dasarnya, tidak ada ketetapan eksplisit dari Nabi SAW mengenai jumlah rakaat tarawih. Perbedaan yang ada lebih pada soal keutamaan (afdhal) dan pilihan dalil yang digunakan masing-masing ulama.
Karena itu, memilih 8 rakaat, 20 rakaat, atau jumlah lainnya yang memiliki dasar riwayat tidak bisa dianggap salah. Semua tetap berada dalam koridor ibadah sunah yang dianjurkan.
Doa Malam Nisfu Syaban, Keutamaan dan Amalan Terbaiknya, Malam ini 2 Februari
Malam Nisfu Sya'ban jatuh pada 2 Februari 2026, umat Islam dianjurkan membaca Surat Yasin, memperbanyak zikir, dan salat sunnah untuk mendapatkan ampunan Allah. [490] url asal
#nisfu-syaban #malam-nisfu-syaban #doa-nisfu-syaban #amalan-nisfu-syaban #lailatul-maghfirah #malam-pengampunan #surat-yasin #zikir-dan-istighfar #salat-sunnah #puasa-nisfu-syaban #qiyamul-lail #doa-ma
(Bisnis.Com - Terbaru) 02/02/26 10:03
v/122231/
Bisnis.com, JAKARTA - Malam ini, 2 Februari 2026 umat Islam bersiap menyambut malam Nisfu Sya’ban. Berdasarkan penanggalan masehi, malam Nisfu Sya’ban 1447 H jatuh mulai Senin sore, 2 Februari 2026.
Momen ini dikenal sebagai Lailatul Maghfirah atau malam pengampunan. Pada malam ini, buku catatan amal manusia selama setahun dilaporkan, dan Allah SWT membukakan pintu rahmat serta ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang beriman.
Jadwal dan Waktu Pelaksanaan
Malam Nisfu Sya’ban dirayakan pada malam ke-15 bulan Sya’ban. Mengingat pergantian hari dalam kalender Islam dimulai saat matahari terbenam, maka amalan-amalan ini sangat dianjurkan untuk dimulai sejak:
Waktu: Senin Sore, 2 Februari 2026 (Ba’da Maghrib).
Puncak Ibadah: Sepanjang malam hingga menjelang fajar Selasa, 3 Februari 2026.
Amalan di Malam Nisfu Sya’ban
Berdasarkan panduan dari para ulama dan rujukan institusi seperti BAZNAS dan UNIKMA, berikut adalah rangkaian amalan yang dapat dijalankan:
Membaca Surat Yasin Sebanyak 3 Kali Tradisi ini dilakukan setelah salat Maghrib dengan niat khusus pada setiap bacaannya:
Bacaan Pertama: Niat memohon umur panjang yang berkah untuk beribadah kepada Allah SWT.
Bacaan Kedua: Niat memohon perlindungan dari mara bahaya dan diberikan rezeki yang halal serta luas.
Bacaan Ketiga: Niat memohon keteguhan iman dan Islam hingga akhir hayat (Husnul Khatimah).
Memperbanyak Zikir dan Istighfar Sangat dianjurkan untuk membasahi lidah dengan kalimat Thayyibah dan memohon ampunan (Istighfar) sebanyak-banyaknya untuk membersihkan hati sebelum memasuki bulan Ramadan.
Salat Sunnah (Tahajud, Hajat, dan Witir)Menghidupkan malam dengan Qiyamul Lailmenjadi sarana paling efektif untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
Doa Malam Nisfu Sya’ban (Lengkap)
Berikut adalah doa yang lazim dibaca setelah selesai membaca Surat Yasin tiga kali:
اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِئِينَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَأَمَانَ الْخَائِفِينَ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَإِقْتَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ
Latin: Allahumma yaa dhal manni walaa yumannu ‘alaik, yaa dhal jalaali wal ikraam, yaa dhat thauli wal in’aam. Laa ilaaha illa anta zhahral laaji’iin, wa jaaral mustajiiriin, wa amaanal khaa’ifiin. Allahumma in kunta katabtanii ‘indaka fii ummil kitaabi syaqiyyan au mahruuman au mathruudan au muqattaran ‘alayya fir rizqi, famhu-llahumma bifadhlika syaqaawatii wa hirmaanii wa thardii wa iqtaara rizqii, wa atsbitnii ‘indaka fii ummil kitaabi sa’iidan marzuuqan muwaffaqan lil khairaat.
Artinya: “Ya Allah, Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Ya Allah, jika Engkau telah menulis aku di sisi-Mu di dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, terhalang, tertolak, atau sempit rezeki, maka hapuskanlah dengan anugerah-Mu kecelakaanku, keterhalanganku, penolakanku, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang beruntung, luas rezeki, dan memperoleh taufik dalam melakukan kebajikan.”
Puasa Nisfu Sya’ban
Sebagai pelengkap ibadah, umat Islam juga disunnahkan untuk menjalankan puasa pada hari ke-15 bulan Sya’ban, yakni pada Selasa, 3 Februari 2026.
Niat Puasa Sya’ban:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma sya’baana lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Saya niat puasa Sya’ban karena Allah Ta’ala.
—
Inilah 4 Janji Allah Bagi Para Ahli Tahajud
Ada 4 janji Allah Subhanahu Wataala bagi siapa saja yang menjadi ahli Tahajud ini. Apa janji Allah SWT tersebut, dan mengapa Salat Tahajud begitu istimewa. Ada... | Halaman Lengkap [786] url asal
#qiyamul-lail #salat-malam #salat-tahajud #janji-allah #tahajud
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/12/25 21:15
v/65478/
Ada 4 janji AllahSubhanahu Wata'ala bagi siapa saja yang menjadi ahli Tahajud ini. Apa janji Allah SWT tersebut, dan mengapa Salat Tahajudbegitu istimewa.Islam menekankan bahwa Salat Tahajudmerupakan salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Di antara keutamaan salat Tahajud adalah terkabulnya hajat ataupun permintaan orang yang melaksanakannya.
Keistimewaan tersebut dilandaskan dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya di malam hari terdapat waktu tertentu, yang bila seorang muslim memohon kepada Allah dari kebaikan dunia dan akhirat pada waktu itu, maka Allah pasti akan memberikan kepadanya, dan hal tersebut ada di setiap malam.”
Berdasarkan hadis tersebut, ada baiknya umat Muslim meminta suatu hal yang lebih tinggi dan bermanfaat bagi banyak orang. Bukan hanya perkara kekayaan ataupun kemuliaan di dunia.
Lantas, apa saja hal yang bisa diminta setelah Salat Tahajud? Dikutip dari buku Amalan Ringan Paling Menakjubkan tulisan Syeikh Ali Jaber dan buku Tadabbur Doa Sehari-hari, karya Ahmad, berikut empat hal yang diminta setelah salat Tahajud.
1. Meminta Pengampunan Dosa
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, salat tahajud merupakan waktu yang yang tepat untuk berdoa. Salah satu doa yang bisa dipanjatkan adalah meminta pengampunan dosa.Allah berfirman:
Artinya: Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Muzzammil: 20).
2. Meminta Diberikan Kesabaran
Seorang Muslim yang melaksanakan Salat Tahajud hendaknya meminta untuk diberikan kesabaran dapat dipanjatkan setelah salat tahajud.Allah SWT berfirman:
Artinya: Dan bersabarlah dalam menanti ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri. (QS. At Thur: 48).
3. Meminta Keselamatan
Seorang Muslim dapat memohon kepada Allah agar diberi keselamatan dunia dan akhirat setelah Salat Tahajud.Hal tersebut berdasarkan surat Al-Furqan ayat 63-64, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَٰمًا
Arab-Latin: Wa 'ibādur-raḥmānillażīna yamsyụna 'alal-arḍi haunaw wa iżā, Wallażīna yabītụna lirabbihim sujjadaw wa qiyāmā
Artinya: Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. (QS. Al Furqan: 63-64).
4. Meminta Ditinggikan Derajatnya
Muslim yang beriman tentu ingin ditempatkan di tempat yang terbaik di surga-Nya Allah Subhanahu Wata'ala. Maka dari itu, hendaknya seorang Muslim yang melaksanakan sholat tahajud untuk meminta ditinggikan derajatnya.Allah telah menjanjikan akan meninggikan derajat umat Muslim yang senantiasa melaksanakan Salat Tahajud di tiap sepertiga malam.
Artinya: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (QS. Al Isra: 79).
4 Janji Allah Bagi Ahli Tahajud
Menurut Ustaz Adi Hidayat (UAH), ada empat janji Allah Ta'ala bagi mereka ahli Tahajud. "Salat malam ini adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kita. Karena mereka tahu sholat malam adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa," kata Ustaz Adi Hidayat dalam satu ceramahnya yang disiarkan akun IG @kajiianustadzadihidayat.lc.Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya." (HR Muslim No 757)
Allah menjanjikan 4 kemuliaan bagi ahli Tahajud saat berada di dunia:
1. Allah akan angkat kariernya di tempat yang terbaik.
2. Allah Bimbing semua aktivitasnya sehingga jadi lebih mudah.
3. Allah bimbing setiap dia punya masalah supaya mendapatkan solusi terbaik.
4. Allah akan lindungi dia ketika beraktivitas dalam kehidupannya.
Adapun di Akhirat nanti, Allah menjanjikan mereka memasuki surga dengan kenikmatan yang ada di dalamnya. Di dunia mereka dapat 4 kemuliaan, di Akhirat mereka ditempatkan paling minimal di taman-taman Surga.
Wallahu A'lam
Urutan Salat Malam Lengkap Beserta Keutamaannya
Urutan salat malam lengkap penting diketahui. Umat Muslim bisa ikut mengerjakannya untuk meraih beragam keutamaannya. Urutan salat malam lengkap penting diketahui.... | Halaman Lengkap [744] url asal
#salat #qiyamul-lail #salat-sunnah #salat-malam #keutamaan-salat
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 06/12/25 18:34
v/63420/
Urutan salat malamlengkap penting diketahui. Umat Muslim bisa ikut mengerjakannya untuk meraih beragam keutamaannya.Salat malam merupakan salah satu ibadah sunnah yang bisa dikerjakan umat Islam. Anjurannya sendiri pernah didorong Rasulullah SAW dalam sebuah hadis.
"Hendaklah kalian menunaikan qiyamul lail, karena ia merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Ia juga bisa mendekatkan kalian pada Rabb kalian, pelebur kesalahan, penghalang dari dosa, dan pengikis penyakit dari tubuh." (HR Ahmad dan Tirmidzi).
Terlepas dari banyaknya keutamaan yang didapat dari amalan sunnahtersebut, mungkin baru sedikit Muslim yang mengetahui urutan salat malam. Untuk itu, berikut ulasannya yang bisa diketahui.
Urutan Salat Malam Lengkap
1. Salat Sunnah Wudu
Salat sunnah wudu termasuk ke dalam sunnah "muqayyad", yakni sholat yang mempunyai sebab terkait dengan waktunya. Dalil salat wudhu ini pernah diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Saw bertanya kepada Bilal pada waktu salat Subuh:"Hai Bilal, ceritakanlah kepadaku, amal apakah yang telah engkau lakukan sehingga aku mendengar derap bunyi sandalmu di surga?" Bilal menjawab: "Aku tidak melakukan sesuatu amalan yang aku sangat harapkan pahalanya melainkan daripada kalau aku habis bersuci pada waktu malam ataupun siang, kecuali aku tentu bersalat dengan kesucianku (wudhu) itu, sebagaimana yang disarankan kepadaku untuk melakukan sholat sunnah wudhu." (muttafaq 'alaih)
-Bacaan Niat Salat Sunnah Wudu
Latin: Ushalli sunnatal uudhu‘i rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: Saya niat salat sunnah Wudhu dua rakaat karena Allah ta’ala”.
-Keutamaan Salat Sunnah Wudu
Salah satu keutamaan salat sunnah wudu adalah dihapuskan dosa-dosa yang sudah lampau. Dalilnya sebagai berikut:
Arti: "Barangsiapa berwudhu' seperti wudhuku ini lalu mendirikan salat dua rakaat, yang pada salatnya dia tidak berbicara pada dirinya sendiri (yakni mendirikannya dengan khusyu) niscaya Allah akan memberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang lalu." (HR Al-Bukhari)
2. Salat Taubat
Sesuai namanya, salat taubat disyariatkan untuk dikerjakan umat Muslim yang ingin bertaubat kepada Allah SWT. Secara pelaksanaan, salat taubat boleh dilakukan kapan saja, tetapi para ulama mengatakan paling baik dilakukan pada sepertiga malam terakhir atau selama waktu salat tahajud dilakukan.-Niat Salat Taubat
Latin: Ushollii sunnatat taubati rok’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: Aku berniat melakukan salat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
-Keutamaan Salat Taubat
Salat taubat dilakukan sebagai bentuk penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Melalui salat ini, seorang Muslim berharap diampuni segala kesalahan dan diberi kekuatan untuk tidak mengulanginya.
3. Salat Tahajud
Berikutnya ada salat tahajud. Salah satu ibadah sunnah yang paling populer di kalangan umat Muslim ini hukumnya sunnah muakkad atau sangat dianjurkan karena banyak keutamaannya.Waktu pelaksanaan salat tahajud adalah setelah Isya hingga waktu subuh. Namun, disyaratkan untuk melaksanakan salat isya terlebih dulu dan tidur walaupun sejenak sebelum mengamalkannya dengan paling sedikit 2 rakaat.
-Niat Salat Tahajud
Latin: Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta‘aala
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah tahajud dua rakaat karena Allah SWT.”
-Keutamaan Salat Tahajud
Salat Tahajud adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Di antara keutamaannya adalah dikabulkannya doa, diampuni dosa, dan diberikan kedudukan mulia di sisi Allah.
Dalilnya sendiri juga disebutkan dalam Al Quran, Surat Al Isra ayat 79. Allah SWT berfirman :
Artinya: Dan pada sebagian malam hari bertahajud lah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Surat Al-Isra:79)
4. Salat Hajat
Lanjut, ada salat hajat. Sesuai namanya, ibadah ini dikerjakan apabila seorang Muslim ingin meminta kepada Allah SWT agar semua hajat atau keinginannya dikabulkan.-Niat Salat Hajat 2 Rakaat
Latin: Ushollii sunnatal haajati rok’ataini lillaahi ta’aala
Artinya: Saya salat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala.
-Keutamaan Salat Hajat
Salat Hajat dikerjakan saat seorang hamba memiliki keinginan atau sedang menghadapi kesulitan. Ibadah ini dapat menjadi sarana untuk memohon pertolongan dan solusi dari Allah SWT terhadap kebutuhan duniawi maupun ukhrawi.
5. Salat Witir
Terakhir, ada salat witir yang dapat dikerjakan sebagai penutup amalan salat malam hari. Rasulullah SAW pernah bersabda:"Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai yang ganjil. Maka kerjakanlah salat witir wahai Ahli Alquran. (HR. Imam Bukhari dan Muslim).
-Bacaan Niat Salat Witir 1 rakaat
Latin: Ushalli sunnatal witri rak'atan ma'muman/imaaman lillahi Ta'ala.
-Keutamaan Salat Witir
Salat Witir merupakan penutup dari seluruh amalan sholat malam. Pelaksanaannya juga dianjurkan oleh Rasulullah Saw.
Artinya: "Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk selalu puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua rakaat Dhuha dan mengerjakan salat Witir sebelum aku tidur." (Muttafaq 'Alaih)
Demikian ulasan mengenai urutan salat malam lengkap beserta keutamaannya yang bisa diketahui. Wallahu A'lam
Rahasia Doa dan Zikir setelah Salat Malam: Amalan Rasulullah yang Bikin Hati Tenang
Doa dan zikir setelah salat malam menjadi amalan yang dapat mendekatkan hati seorang hamba kepada Allah. Salah satunya setelah salat Tahajud. Salah satu keutamaan... | Halaman Lengkap [981] url asal
#qiyamul-lail #doa-dan-zikir #keutamaan-doa #salat-malam #tahajud
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 28/11/25 21:15
v/20717/
Salah satu keutamaan salat malamatau tahajud adalah pintu terbukanya doa. Rasulullah SAW bersabda,"Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir setiap malam, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku maka Aku akan beri, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku maka Aku akan ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).
Doa dan zikir setelah salat malam menjadi amalanyang dapat mendekatkan hati seorang hamba kepada Allah.
Bacaan Zikir dan Doa setelah Tahajud :
1. Membaca Istighfar
Astaghfirullaahal-Adziim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwalhayyul-Qayyuum, Wa Atuubu Ilaiih. (Dibaca Sebanyak 3 X).
Artinya : “Saya mohon ampun kepada allahyang maha besar, tidak ada tuhan melainkan dia, yang maha hidup yang terus-menerus mengurus makhluknya, dan saya bertobat kepadanya.”
2. Membaca Laa Ilaaha illallah
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya:
Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala puji, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
3. Membaca Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir
Subhaanallaah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah. Dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Mahabesar, dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah,"
4. Membaca Sayyidul Istighfar
Allahumma anta rabbii laa ilaha Illa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika, wawa'dika mas tatho'tu, a'dzubika min syarri maa shona'tu, abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abu u bidzanbi faghfirli fainnahu laa yaghfiru dzunuuba Illa anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tiada tuhan selain Engkau. Engkau-lah yang telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku tetap pada ikatan-Mu dan perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui dosaku kepada-Mu, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku. Maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau".
Doa Setelah Salat Tahajud:
“Allahumma rabbana lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqa’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wasallama haq. Was sa‘atu haq.
Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a‘lantu, wa ma anta a‘lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.”
Artinya, “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.
Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.
Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku.
Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Selain itu, ada pula doa salat tahajud dari kitab Sunan Ibnu Majah:
“Allâhumma lakal hamdu Anta nûrus samâwâti wal ardli wa man fîhinna, walakal hamdu Anta qayyâmus nûrus samâwâti wal ardli wa man fîhinna, walakal hamdu Anta Mâlikus samâwâti wal ardli wa man fîhinna, walakal hamdu Antal haqqu wawa’duka haqqun waqauluka haqqun waliqâ`uka haqqun wal jannatu haqqun wannâru haqqun wassâ’atu haqqun wannabiyyûna haqqun wa Muhammadun haqqun, allâhumma laka aslamtu wabika âmantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wabika khashamtu wa ilaika hâkamtu, faghfirlî Anta walâ ilâha ghairuka walâ haula walâ quwwata illâ bika.”
Artinya, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkaulah penerang langit dan bumi dan segala yang ada di dalamnya, dan puji bagi-Mu. Engkaulah yang menguasai langit dan bumi dan segala yang ada di dalamnya, dan segala puji bagi-Mu. Engkaulah Pemilik Surga, dan bumi dan siapa pun yang ada di dalamnya, dan puji bagi-Mu. Engkaulah yang benar, dan janjimu benar, dan perkataanmu benar, dan bertemu denganmu adalah benar, dan surga itu benar, dan Neraka itu benar, dan Hari Kiamat itu benar, dan Para nabi itu benar, dan Muhammad itu benar. Ya Allah kepada-Mu aku berserah diri, dan kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku bertawakal, dan kepada-Mu aku bertaubat. Dan kepadaMu aku berselisih, dan kepadaMu aku menghakimi, maka ampunilah aku atas apa yang aku kemukakan dan apa yang aku tunda, dan apa yang aku tunda dan apa yang aku ridha. Dan sebagaimana telah Engkau nyatakan, Engkaulah yang mendahului dan Engkaulah yang kedua, tidak ada Tuhan selain Engkau, dan tidak ada Tuhan selain Engkau, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Engkau.” (Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2018], halaman 155).
Itulah bacaan zikir dan doa setelah salat tahajud sesuai sunnah untuk diamalkan agar mendapat keutamaan. Semoga Bermanfaat
Faedah Qiyamul Lail Bagi Kesehatan, Membuat Badan Jarang Sakit Lho!
Ada banyak faedah mengamalkan ibadah malam seperti qiyamul lail, salah satunya bagi kesehatan tubuh apalagi bila rutin dilaksanakan. Apa saja faedahnya? Qiyamul... | Halaman Lengkap [369] url asal
#kesehatan #qiyamul-lail #manfaat-qiyamul-lail-bagi-kesehatan
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 21/11/25 20:59
v/46215/
Qiyamul Lail atau ibadah sunnah (terutama salat malam) yang dilakukan di sepertiga malam menyimpan keagungan dan kemuliaan yang luar biasa untuk mengatasi berbagai problematika kehidupan.Dari sisi kesehatanmisalnya, qiyamul lail yang dilakukan secara rutin mempunyai berbagai manfaat. Dirangkum dari berbagai sumber, salah satu manfaat qiyamul lail bagi kesehatan , adalah dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan juga mengusir semua penyakit. Jika sering mengerjakan salat malam itu akan membuat kekebalan tubuh semakin kuat.
Sebagaimana dikisahkan sahabat Bilal radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah shalallaahu alahi wa sallam bersabda:
“Hendaklah kalian senantiasa melakukan Qiyamul Lail (salat malam), karena sesungguhnya salat malam adalah kebiasaan Shalihiin (orang-orang shalih) sebelum kalian. Dan sesungguhnya salat malam adalah pendekatan kepada Allah, penghalang dari perbuatan dosa, penghapus segala kesalahan dan mengusir segala penyakit dari jasad (tubuh).” (HR At-Tirmidzi).
Selain itu, manfaat qiyamul lail ini dapat dilihat dari kehidupan Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam, para sahabat-sahabatnya dan para ulama yang jarang sakit.
Tips Mudah Melaksanakan Qiyamul Lail
Agar mudah bangun malam untuk melaksanakan Qiyamullail, seseorang perlu mempunyai tekad yang kuat dan mengamalkan kiat-kiat khusus berikut:1. Berdoa
Berdoalah kepada Allah Ta'ala agar dipermudah dalam beribadah kepada-Nya karena salat malam adalah salah satu hidangan (karunia) istimewa.2. Hindari maksiat
Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, "Aku sulit sekali melakukan Qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan."3. Pelajari fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamul lail
Dengan begitu kita akan termotivasi untuk melaksanakannya.4. Tumbuhkan tekad kuat
Harus ada tekad dan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.5. Gunakan bantuan
Agar bangun tengah malam, minta tolong atau janjian dengan saudara atau sahabat dekat semahrom untuk saling membangunkan, bisa juga dengan menggunakan media Handphone seperti alarm6. Atur aktivitas
Sebaiknya atur aktivitas di siang hari agar malamnya tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.8.Jangan makan malam terlalu kenyang
Makan malam jangan terlalu kenyang dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.9.Tidur lebih awal
Tidurlah lebih awal sebelum jam 10 malam. Jangan lupa baca zikir: Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali. Diakhiri Laa ilaaha illallahu wahdahu Laa Syariika lah, lahul mulku walahul hamd, yuhyi wayumiit, wahuwa ala kulli syayin qadiir 1 kali.
Perbedaan Salat Tahajud dan Qiyamul Lail, Umat Muslim Wajib Tahu!
Ada perbedaan antara salat Tahajud dan Qiyamul Lail yang perlu diketahui umat muslim agar tidak keliru dalam memaknainya. Apa saja perbedaannya? Ada perbedaan antara... | Halaman Lengkap [185] url asal
#fiqih-salat #qiyamul-lail #salat-sunnah #salat-tahajud #tahajud
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 21/11/25 19:11
v/46115/
Ada perbedaan antara salat Tahajuddan Qiyamul Lail yang perlu diketahui umat muslim agar tidak keliru dalam memaknainya. Qiyamul Lailartinya menghidupkan malam atau mendirikan malam dengan ibadah. Lalu bagaimana dengan Tahajud?Dalam Buku "33 Macam Jenis Shalat Sunnah", Ustaz Muhammad Ajib Lc menjelaskan ibadah apapun yang dilakukan pada malam hari seperti salat Tahajud, salat Tarawih, salat Witir, salat Hajat dan lainnya disebut dengan Qiyamullail.
Sedangkan Tahajud adalah salat sunnah malam yang dilakukan setelah bangun dari tidur setelah salat fardhu Isya. Salat Tahajjud itu adalah bagian dari Qiyamul Lail. Jadi, istilah Qiyamul Lail ini lebih umum dibanding dengan istilah Tahajud.
Namun jika anda salat sunnahnya sebelum tidur maka disebut sebagai salat sunnah mutlak. Dan salat mutlaq ini juga termasuk bagian dari Qiyamullail jika dikerjakan pada malam hari.
Ustaz Ajib menukil keterangan dari Syekh Nawawi Al-Bantani rahimahullah (wafat 1316 H), seorang ulama besar Mazhab Syafi'i asal Banten) menyebutkan sebagai berikut:
وبعد فعل العشا تقدميا يرم هتجدا.هناية الزين )ص: 114 )
"Di antara yang termasuk salat mutlaq adalah salat Qiyamullail, jika dilaksanakan setelah tidur maka disebut dengan salat Tahajud walaupun tidurnya di waktu setelah Maghrib dan setelah salat Isya secara jamak taqdim."
Wallahu A'lam
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56