Bisnis.com, JAKARTA— PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memastikan pelanggan kini dapat melakukan registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah serta menggunakan layanan eSIM.
Sebelumnya, perusahaan telah menjalankan program percontohan sejak September 2025 melalui gerai fisik dan kanal digital. Dengan demikian, sistem yang saat ini diterapkan diklaim telah teruji dan siap memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan.
Direktur & Chief Regulatory XLSMART, Merza Fachys, mengatakan implementasi verifikasi biometrik ini merupakan komitmen perusahaan dalam meningkatkan standar keamanan data pelanggan.
“XLSMART mengutamakan rasa aman dan nyaman pelanggan dalam menggunakan layanan telekomunikasi melalui teknologi face recognition ini. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan yang paling dicintai pelanggan,” kata Mirza dalam keterangan pada Rabu (4/3/2026).
Mirza menjelaskan penerapan registrasi berbasis biometrik wajah memberikan sejumlah manfaat bagi pelanggan dan masyarakat. Berdasarkan studi GSMA, teknologi ini diklaim mampu menekan kemungkinan identitas ganda lebih dari 80%, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan penipuan (fraud management) hingga 20–30%.
Mengacu pada National Institute of Standards and Technology (NIST), lembaga di bawah Departemen Perdagangan AS, tingkat akurasi sistem pengenalan wajah modern telah mencapai 95–99%. Standar tersebut juga dilengkapi kemampuan liveness detection untuk mendeteksi upaya pemalsuan (spoofing).
Dari sisi kemudahan, Mirza menambahkan proses registrasi yang sebelumnya memakan waktu 5–7 menit kini dapat diselesaikan dalam kurang dari satu menit melalui proses otomatis dengan fitur liveness detection untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC).
Dia juga memastikan keamanan data pelanggan terjaga karena XLSMART menerapkan prinsip security by design dan data minimization. Data biometrik tidak disimpan oleh perusahaan, melainkan diteruskan secara aman ke sistem Dukcapil untuk validasi dan tidak disimpan setelah proses selesai.
Sistem XLSMART disebut telah memenuhi standar keamanan internasional, antara lain ISO 27001, ISO 27701, serta lulus uji Presentation Attack Detection (ISO 30107-3), dengan match rate ke Dukcapil di atas 95% dan tingkat keluhan yang sangat rendah.
“Sebagai bukti kesiapan dan keseriusan dalam menghadirkan layanan ini, Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya XLSMART dalam membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih aman, terpercaya, dan siap mendukung transformasi digital Indonesia,” kata Mirza.
Selain penguatan keamanan data melalui registrasi biometrik, Mirza menyebut adopsi eSIM XLSMART juga terus menunjukkan tren positif. Saat ini jumlah pengguna eSIM XLSMART mencapai lebih dari 1,6 juta.
“Dan harapannya ke depan akan terus meningkat seiring dengan berbagai manfaat dan kemudahan eSIM yang bisa dirasakan pengguna,” katanya.
XLSMART juga terus mengintegrasikan sistem registrasi biometrik untuk meminimalkan hambatan teknis saat aktivasi, sehingga kendala operasional dapat ditekan dan pelanggan memperoleh tingkat keamanan yang setara antara pengguna kartu fisik maupun eSIM.
Mirza mengatakan layanan registrasi biometrik kini tersedia di 143 titik layanan di seluruh Indonesia, terdiri atas 94 XL Center dan 51 Galeri Smartfren. Layanan difokuskan pada wilayah dengan densitas pelanggan tinggi, seperti Jabodetabek (26 XL Center dan 13 Galeri Smartfren), Jawa Timur (16 Galeri Smartfren), serta Sumatra (17 XL Center).
Selain melalui gerai fisik, pelanggan juga dapat melakukan registrasi mandiri secara digital melalui situs resmi XL, AXIS, dan Smartfren, serta melalui aplikasi myXL, AXISNET, dan mySF. Dengan demikian, proses registrasi biometrik menjadi lebih inklusif, mudah, dan dapat dilakukan kapan saja serta di mana saja.
Cara Registrasi Kartu SIM dengan Biometrik Wajah di XLSMART:
1. Registrasi melalui Website XL dan AXIS
- Buka laman registrasi sesuai kartu yang digunakan (https://registrasi.xl.co.id/ atau https://registrasi.axis.co.id/), lalu pilih metode registrasi menggunakan OTP atau PUK.
- Masukkan nomor kartu perdana yang akan diaktifkan serta NIK (Nomor Induk Kependudukan).
- Lakukan swafoto (selfie) dengan memastikan wajah berada di dalam area lingkaran, tidak menggunakan masker, kacamata hitam, atau aksesori lain yang menutupi wajah, berada di ruangan dengan pencahayaan cukup, serta disarankan menggunakan latar belakang polos atau minim objek
- Sistem akan melakukan validasi data biometrik dengan database Dukcapil secara otomatis. Jika data sesuai, proses registrasi dinyatakan berhasil dan kartu siap digunakan.
2. Registrasi melalui Aplikasi myXL atau AXISNET
- Buka aplikasi myXL atau AXISNET, lalu masukkan nomor kartu perdana yang akan didaftarkan.
- Pilih menu “Registrasi dengan Biometrik”, kemudian pilih metode registrasi menggunakan OTP atau PUK.
- Masukkan NIK, lalu lakukan swafoto (selfie) sesuai ketentuan.
- Sistem akan melakukan validasi data biometrik secara otomatis dengan database Dukcapil. Jika data sesuai, registrasi berhasil dan kartu siap digunakan.
3. Registrasi melalui Website Smartfren dan Aplikasi MySF
- Buka laman http://smartfren.com/Activation/, lalu masukkan nomor kartu perdana yang akan didaftarkan.
- Masukkan kode OTP yang diterima, kemudian kode PUK.
- Masukkan NIK dan lakukan swafoto (selfie), lalu pilih “start video check” sesuai petunjuk di website atau aplikasi. Pastikan wajah berada di dalam area lingkaran, tidak menggunakan aksesori yang menutupi wajah, berada di ruangan dengan pencahayaan cukup, serta menggunakan latar belakang polos atau minim objek.
- Sistem akan memvalidasi data biometrik dengan database Dukcapil secara otomatis. Setelah itu, klik “Gunakan Foto”. Jika data sesuai, akan muncul notifikasi “Aktivasi Berhasil”, dan kartu siap digunakan.