Bisnis.com, JAKARTA – Usulan pajak kekayaan di California mendorong para miliarder yang berdomisili di negara bagian tersebut untuk mempertimbangkan soal tetap menjadi penduduk negara bagian itu jika pajak satu kali sebesar 5% disetujui.
Menurut profesional CFP Don Hilario, yang bekerja dengan klien perencanaan keuangan di California, reaksi para miliarder bermuara pada toleransi risiko.
Dilansir Business Insider, pajak tersebut sebagaimana diusulkan hanya akan berlaku untuk aset di negara bagian tersebut selama tahun pajak 2026.
Pendiri Google, Larry Page, dan Sergey Brin merespons usulan tersebut dengan memindahkan aset mereka keluar dari California sebelum batas waktu 1 Januari 2026 untuk menghindari pajak tersebut.
Sementara itu, CEO miliarder Nvidia, Jensen Huang, mengatakan bahwa ia tak masalah dan "bahkan belum memikirkannya sekali pun."
"Kami memilih untuk tinggal di Silicon Valley, dan pajak apa pun yang ingin mereka terapkan, biarlah. Saya sama sekali tidak keberatan," kata Huang saat diwawancarai Bloomberg.
Hilario mengatakan bahwa ketidakpastian pajak yang berkepanjangan dapat memicu kebutuhan akan kepastian dan otonomi.
"Orang-orang yang ingin memiliki kendali yang lebih besar akan mengikuti jalur Larry Page. Sementara orang-orang yang memiliki temperamen untuk bertahan akan mengambil jalur Jensen," ungkapnya, dikutip Sabtu (10/1/2026).
Usulan pajak yang diajukan oleh serikat pekerja SEIU-United Healthcare Workers West ditujukan untuk mengimbangi potensi pemotongan anggaran di bidang kesehatan dan pendidikan.
Usulan ini masih jauh dari implementasi karena dibutuhkan 870.000 tanda tangan agar dapat masuk dalam surat suara pemilu November 2026.
SEIU menyatakan dalam usulannya bahwa konsentrasi kekayaan miliarder di California menjadikan negara bagian tersebut berada pada posisi yang unik untuk mengatasi krisis ketidaksetaraan kekayaan dan krisis-krisis yang dihadapi negara bagian tersebut dengan pemotongan anggaran.
Selain Huang, Brin, dan Page, miliarder lain juga menyuarakan pendapat mereka tentang usulan pajak kekayaan tersebut.
Salah satu pendiri LinkedIn, Reid Hoffman, menulis dalam sebuah unggahan di X bahwa usulan tersebut memiliki "kekurangan besar."
"Pajak yang dirancang buruk akan mendorong penghindaran pajak, pelarian modal, dan distorsi yang pada akhirnya menghasilkan pendapatan yang lebih sedikit," katanya.
Alex Spiro, seorang pengacara yang sebelumnya mewakili miliarder, menulis dalam surat kepada Gubernur California Gavin Newsom bahwa kliennya akan "pindah secara permanen" jika pajak tersebut disahkan menjadi undang-undang.
Hilario mengatakan bahwa ketidakpastian yang signifikan seputar usulan tersebut, termasuk bagaimana aset akan dinilai dan apakah pajak akan berubah dari waktu ke waktu, kemungkinan memaksa para miliarder untuk memutuskan seberapa besar mereka benar-benar menghindari risiko.