#30 tag 24jam
Sergey Brin Jadi Orang Terkaya Ketiga Dunia, Kalahkan Jeff Bezos
Sergey Brin, salah satu pendiri Google, naik ke posisi orang terkaya ketiga dunia setelah saham Alphabet, perusahaan induk Google, melonjak [442] url asal
#orang-terkaya #orang-terkaya-dunia #sergey-brin #pendiri-google #jeff-bezos #kekayaan-sergey-brin
(Kompas.com - Money) 14/01/26 21:54
v/103738/
KOMPAS.com – Sergey Brin, salah satu pendiri Google, naik ke posisi orang terkaya ketiga dunia. Ia berhasil menggeser Jeff Bezos (pendiri Amazon) dan Larry Ellison (pendiri Oracle) setelah saham Alphabet, perusahaan induk Google, mencapai valuasi lebih dari 4 triliun dollar AS atau sekitar Rp 60.000 triliun.
Pada Selasa (13/1/2026), saham Alphabet menguat 1,3 persen ke level sekitar 337 dollar AS per lembar, meski sempat menguat hingga 2,4 persen pada awal perdagangan. Kenaikan ini melanjutkan reli sebesar 6,6 persen selama tujuh hari perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, saham Oracle turun 1,5 persen dan Amazon melemah hampir 2 persen.
Alphabet resmi menjadi perusahaan keempat yang valuasinya menembus 4 triliun dollar AS pada Senin (12/1/2026).
Perusahaan ini bergabung dengan Nvidia, Microsoft, dan Apple yang sebelumnya sudah menembus angka tersebut. Namun, Microsoft dan Apple sempat turun kembali di bawah ambang batas valuasi ini.
Lonjakan saham Alphabet juga didorong oleh kesepakatan baru antara Google dan Apple. Pada Senin, Apple mengumumkan akan menggunakan Google Gemini sebagai fondasi model kecerdasan buatannya serta untuk pengembangan Siri, asisten virtual generasi berikutnya.
Sepanjang 2025, saham Alphabet naik 65 persen. Ini merupakan lonjakan tahunan terbesar sejak 2009, ketika saham Alphabet naik hampir 93 persen.
Kekayaan Bersih Sergey Brin Tembus 255,6 Miliar Dollar AS
Dikutip dari Forbes Real-Time Billionaires List, Kamis (14/1/2026) kekayaan Sergey Brin meningkat 4,9 miliar dollar AS (1,9 persen) menjadi 255,6 miliar dollar AS.
Ia kini berada di bawah Larry Page (277 miliar dollar AS) dan Elon Musk (725,3 miliar dollar AS). Jeff Bezos turun ke posisi keempat dengan kekayaan 253,2 miliar dollar AS, sementara Larry Ellison berada di urutan kelima dengan nilai sekitar 251,3 miliar dollar AS.
Brin diketahui lebih aktif menjual saham Alphabet kelas C dan mendonasikan jutaan saham Alphabet serta Tesla untuk penelitian penyakit Parkinson dalam beberapa tahun terakhir.
Alphabet Pimpin Pasar AI pada 2025
Alphabet menjadi pemimpin teknologi kecerdasan buatan (AI) pada 2025, meski ada kekhawatiran investor tentang valuasi saham teknologi AI yang terlalu tinggi.
Google meluncurkan Gemini 3 pada November 2025, generasi terbaru model AI, setelah memperkenalkan Ironwood, chip AI generasi ketujuh, yang menjadi daya saing melawan Nvidia.
Menurut analis Citi, Alphabet masuk daftar top picks untuk pertumbuhan di 2026. Sekitar 70 persen pelanggan Google Cloud memakai produk AI Alphabet, yang memiliki chip, kapasitas infrastruktur, dan model AI yang kuat di tengah permintaan yang terus meningkat.
Analis Cantor Fitzgerald, Deepak Mathivanan, menilai Google memiliki "jejak terkuat" di bidang AI berkat investasi selama satu dekade, yang membuatnya sulit dikejar para pesaing.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
Tren Eksodus Miliarder, Larry Page Borong Rumah Mewah di Miami Rp 2,9 Triliun
Salah satu pendiri Google, Larry Page, dilaporkan membeli dua rumah mewah di Miami, Florida, dengan nilai total mencapai 173,4 juta dollar AS [684] url asal
#orang-terkaya #larry-page #pendiri-google #rumah-mewah #pajak-kekayaan #kekayaan-larry-page #pajak-kekayaan-california
(Kompas.com - Money) 10/01/26 12:21
v/99132/
KOMPAS.com – Salah satu pendiri Google, Larry Page, dilaporkan membeli dua rumah mewah di Miami, Florida, dengan nilai total mencapai 173,4 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,92 triliun (asumsi kurs Rp 16.842 per dollar AS).
Kepindahan Page dari California terjadi di tengah tren eksodus miliarder dari negara bagian tersebut. Langkah serupa sebelumnya juga ditempuh pendiri Amazon, Jeff Bezos.
Dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (10/1/2026), perpindahan Page bukan sekadar mencari hunian baru, melainkan bagian dari strategi untuk mengamankan kekayaan di tengah rencana penerapan pajak kekayaan di California.
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, Page membeli sebuah properti tepi laut berbentuk kompleks hunian pada Desember 2025. Properti tersebut dibeli seharga 101,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,71 triliun dan sebelumnya dimiliki mendiang pengusaha restoran Jonathan Lewis.
Tak lama berselang, pada 5 Januari 2026, Page kembali membeli rumah kedua yang berlokasi tidak jauh dari properti pertama. Rumah tersebut dibeli dari pewaris Sloan Lindemann Barnett dan suaminya dengan nilai 71,9 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,21 triliun.
Rekan Page sesama pendiri Google, Sergey Brin, juga disebut tengah menjajaki pembelian rumah di Miami.
Agen Douglas Elliman, Dina Goldentayer, menilai langkah Page mencerminkan perubahan preferensi miliarder di Amerika Serikat.
“Ketika pembeli dengan nilai miliaran dollar AS mengambil langkah seperti ini, pesannya jelas. Miami adalah peningkatan, baik dari sisi gaya hidup maupun strategi finansial,” ujarnya.
Menurut Goldentayer, miliarder dari California dan New York mulai menjauh dari pajak tinggi dan regulasi ketat. “Mereka menginginkan privasi, efisiensi, dan kebebasan. Miami menawarkan semuanya, ditambah kualitas hidup kelas dunia,” katanya.
Langkah Page membeli properti di Florida juga sejalan dengan kepindahan sejumlah entitas bisnis yang terafiliasi dengannya keluar dari California.
Dokumen publik dari Kantor Sekretaris Negara Bagian California yang ditinjau Fox News Digital menunjukkan, beberapa badan usaha terkait Page dipindahkan pada Desember 2025.
Dokumen tersebut mencatat kantor keluarga Page, Koop LLC, serta dana riset influenza Flu Lab LLC, tidak lagi beroperasi di California. Sementara itu, perusahaan kendaraan terbang One Aero kini mencantumkan alamat utama di Florida.
Perpindahan tersebut terjadi menjelang potensi penerapan pajak kekayaan di California.
Meski belum lolos sebagai agenda pemungutan suara pada November 2026, usulan pajak yang didukung Service Employees International Union–United Healthcare Workers West itu akan mengenakan pajak satu kali sebesar 5 persen terhadap warga dengan kekayaan bersih di atas 1 miliar dollar AS.
Sejak rencana pajak itu diumumkan pada Oktober lalu, ONE Sotheby’s International Realty mencatat peningkatan trafik situs dari California sebesar 19 persen, kata agen properti Florida Selatan, Michael Martinez.
Martinez menyebut minat pembeli kaya dari California dan wilayah Timur Laut Amerika Serikat terus meningkat, terutama untuk properti tepi laut yang menawarkan privasi dan keamanan.
“Saya melihat lebih banyak kunjungan, percakapan off-market, dan pembeli bergerak lebih cepat ketika properti langka tersedia,” ujarnya.
Goldentayer menambahkan, gelombang terbaru pembeli berasal dari Pantai Barat AS. “Mereka ingin mendahului rencana pajak miliarder California dan menempatkan diri di Florida sejak sekarang,” katanya.
Properti utama yang dibeli Page berada di kawasan Coconut Grove, tepatnya di tepi Teluk Biscayne, dengan luas sekitar 4,5 acre. Realtor.com sebelumnya melaporkan, Jonathan Lewis menggabungkan 10 bidang tanah sejak 1980-an untuk membangun kompleks hunian tersebut.
Kompleks itu terdiri dari dua bangunan utama, yakni rumah bergaya Mediterania era 1920-an yang dirancang untuk mantan Menteri Luar Negeri AS William Jennings Bryan, serta rumah modern yang dibangun pada 2002 untuk ayah Lewis.
Sementara itu, rumah kedua yang dibeli Page merupakan transaksi di luar pasar dan berjarak kurang dari satu mil dari properti utama.
“Transaksi seperti ini mengkalibrasi ulang seluruh kawasan, dengan harga mencapai 7.000 dollar AS per kaki persegi atau sekitar Rp 118 juta,” kata Goldentayer.
Ia menambahkan, Coconut Grove menjadi salah satu kawasan paling diminati di Miami karena memadukan privasi, akses pejalan kaki, dan karakter klasik kota tersebut.
“Camp Biscayne adalah komunitas sangat prestisius. Anda mendapatkan akses ke restoran, toko, dan sekolah, tetapi tetap berada di balik gerbang dengan privasi penuh. Skala, keamanan, dan nilai jangka panjang inilah yang dicari pembeli di level ini,” ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarangRespons Miliarder Kena Pajak Kekayaan California, Pendiri Google Pilih "Kabur"
Usulan pajak kekayaan di California memicu miliarder seperti pendiri Google untuk memindahkan aset, sementara lainnya memilih tetap tinggal. Pajak ini bertujuan mengatasi ketidaksetaraan dan krisis an [389] url asal
#miliarder-california #pajak-kekayaan #pendiri-google #larry-page #sergey-brin #aset-california #pajak-2026 #jensen-huang #silicon-valley #seiu-healthcare #ketidakpastian-pajak #reid-hoffman #penghinda
(Bisnis.Com - Terbaru) 10/01/26 12:02
v/99125/
Bisnis.com, JAKARTA – Usulan pajak kekayaan di California mendorong para miliarder yang berdomisili di negara bagian tersebut untuk mempertimbangkan soal tetap menjadi penduduk negara bagian itu jika pajak satu kali sebesar 5% disetujui.
Menurut profesional CFP Don Hilario, yang bekerja dengan klien perencanaan keuangan di California, reaksi para miliarder bermuara pada toleransi risiko.
Dilansir Business Insider, pajak tersebut sebagaimana diusulkan hanya akan berlaku untuk aset di negara bagian tersebut selama tahun pajak 2026.
Pendiri Google, Larry Page, dan Sergey Brin merespons usulan tersebut dengan memindahkan aset mereka keluar dari California sebelum batas waktu 1 Januari 2026 untuk menghindari pajak tersebut.
Sementara itu, CEO miliarder Nvidia, Jensen Huang, mengatakan bahwa ia tak masalah dan "bahkan belum memikirkannya sekali pun."
"Kami memilih untuk tinggal di Silicon Valley, dan pajak apa pun yang ingin mereka terapkan, biarlah. Saya sama sekali tidak keberatan," kata Huang saat diwawancarai Bloomberg.
Hilario mengatakan bahwa ketidakpastian pajak yang berkepanjangan dapat memicu kebutuhan akan kepastian dan otonomi.
"Orang-orang yang ingin memiliki kendali yang lebih besar akan mengikuti jalur Larry Page. Sementara orang-orang yang memiliki temperamen untuk bertahan akan mengambil jalur Jensen," ungkapnya, dikutip Sabtu (10/1/2026).
Usulan pajak yang diajukan oleh serikat pekerja SEIU-United Healthcare Workers West ditujukan untuk mengimbangi potensi pemotongan anggaran di bidang kesehatan dan pendidikan.
Usulan ini masih jauh dari implementasi karena dibutuhkan 870.000 tanda tangan agar dapat masuk dalam surat suara pemilu November 2026.
SEIU menyatakan dalam usulannya bahwa konsentrasi kekayaan miliarder di California menjadikan negara bagian tersebut berada pada posisi yang unik untuk mengatasi krisis ketidaksetaraan kekayaan dan krisis-krisis yang dihadapi negara bagian tersebut dengan pemotongan anggaran.
Selain Huang, Brin, dan Page, miliarder lain juga menyuarakan pendapat mereka tentang usulan pajak kekayaan tersebut.
Salah satu pendiri LinkedIn, Reid Hoffman, menulis dalam sebuah unggahan di X bahwa usulan tersebut memiliki "kekurangan besar."
"Pajak yang dirancang buruk akan mendorong penghindaran pajak, pelarian modal, dan distorsi yang pada akhirnya menghasilkan pendapatan yang lebih sedikit," katanya.
Alex Spiro, seorang pengacara yang sebelumnya mewakili miliarder, menulis dalam surat kepada Gubernur California Gavin Newsom bahwa kliennya akan "pindah secara permanen" jika pajak tersebut disahkan menjadi undang-undang.
Hilario mengatakan bahwa ketidakpastian yang signifikan seputar usulan tersebut, termasuk bagaimana aset akan dinilai dan apakah pajak akan berubah dari waktu ke waktu, kemungkinan memaksa para miliarder untuk memutuskan seberapa besar mereka benar-benar menghindari risiko.
Google hingga Microsoft, Ini 8 Perusahaan yang Sukses Cetak 54 Miliarder Dunia
Delapan perusahaan teknologi seperti Google dan Microsoft telah mencetak 54 miliarder, dengan Google/Alphabet memimpin dengan 10 miliarder. Perusahaan ini berutang kesuksesan pada pertumbuhan saham da [1,692] url asal
#google-miliarder #microsoft-miliarder #perusahaan-teknologi #app-lovin #meta-miliarder #nvidia-miliarder #perusahaan-rintisan #saham-perusahaan #pasar-saham #pendiri-google #pendiri-microsoft #pendiri
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 02/01/26 09:10
v/91051/
Bisnis.com, JAKARTA - Sebagian besar bisnis yang berhasil menjadi besar dikatakan cukup sukses ketika berhasil menjadikan salah satu pendirinya menjadi miliarder.
Bahkan ada beberapa yang menjadikan satu atau dua karyawan awal mereka sangat kaya.
Namun, ada juga beberapa perusahaan raksasa yang beruntung karena telah melahirkan banyak miliarder. Di antara 680 miliarder Amerika yang sukses membangun kekayaan sendiri, 54 di antaranya sebagian besar berutang kekayaan mereka kepada salah satu dari hanya delapan perusahaan.
Sebagian besar adalah perusahaan yang bergerak di bisnis teknologi konsumen. Beberapa perusahaan, seperti Anthropic dan perusahaan periklanan digital AppLovin, yang memiliki delapan miliarder, adalah perusahaan rintisan muda yang sahamnya telah meroket karena kegilaan investor terhadap AI selama setahun terakhir.
Dilansir Forbes, Anthropic memulai tahun 2025 dengan valuasi yang dilaporkan sebesar US$18 miliar. Pada September lalu, perusahaan mengumumkan putaran pendanaan US$13 miliar dengan valuasi US$183 miliar.
Sementara itu, saham perusahaan AppLovin juga naik lebih dari 1.000% sejak go public di Nasdaq pada tahun 2021, termasuk lonjakan 100% pada tahun 2025, menempatkan kapitalisasi pasar perusahaan hampir US$250 miliar.
Perusahaan-perusahaan besar lainnya adalah nama-nama yang sudah dikenal luas, seperti Meta, Google, dan Microsoft. Raksasa teknologi ini telah memperkaya para pendiri dan investor utama mereka selama beberapa dekade pertumbuhan harga saham.
Sekarang, dengan pasar saham AS yang mencapai rekor tertinggi, dan dengan perusahaan-perusahaan ini bertaruh besar pada AI, mereka sebagian besar memiliki lebih banyak miliarder, yang juga lebih kaya daripada sebelumnya.
Pendiri Microsoft, Bill Gates, telah lama menjadi miliarder, begitu pula seorang pengembang perangkat lunak awal, mantan CEO, dan, mulai tahun ini, CEO saat ini, Satya Nadella. Meta telah menjadikan Mark Zuckerberg dan para pendirinya, ditambah dua mantan eksekutif dan tiga investor awal, sebagai miliarder.
Selain itu, tidak ada perusahaan yang menghasilkan lebih banyak miliarder AS daripada Alphabet, perusahaan induk Google. Raksasa pencarian ini telah menciptakan 10 miliarder saat ini sejak didirikan pada tahun 1998, dengan total kekayaan lebih dari US$600 miliar, milik dua pendiri, seorang mantan CEO, seorang CEO saat ini, dan setengah lusin investor, termasuk seorang profesor Stanford yang memberikan cek US$100.000 di awal investasinya.
Penghasil miliarder utama lainnya termasuk perusahaan penyimpanan data cloud dan dua raksasa ekuitas swasta yang melakukan investasi besar di perusahaan rintisan AI dan pusat data.
Para miliarder ini telah membangun kekayaan mereka sejak lama, tetapi persahabatan baru di Washington tampaknya telah membantu banyak dari mereka meningkatkan kekayaan mereka secara drastis selama setahun terakhir.
Namun, sebuah perusahaan yang menjadi pabrik miliarder bukanlah jaminan untuk tetap menjadi pabrik miliarder.
Nvidia misalnya, yang jadi contoh utama dari booming AI. Perusahaan ini memenuhi syarat untuk peringkat perusahaan penghasil miliarder teratas ini pada Oktober lalu, ketika sempat mencapai puncak dengan kapitalisasi pasar US$5 triliun yang memecahkan rekor. Kala itu, Nvidia menciptakan dua miliarder baru dalam prosesnya.
Namun, sahamnya sejak itu telah turun 10%, cukup untuk menurunkan status tiga orang kembali ke status "seratus juta-an dolar" saja.
Berikut adalah delapan perusahaan AS yang telah menghasilkan miliarder mandiri terbanyak menurut Forbes per Desember 2025:
1. Google/Alphabet
• 10 miliarder
• Kekayaan bersih kolektif: US$618,2 miliar
Larry Page (kekayaan bersih: US$255 miliar) dan Sergey Brin (US$235 miliar) mendirikan Google pada tahun 1998, bekerja dari garasi mendiang teman mereka, Susan Wojcicki, di Menlo Park, California.
Setelah mendengar presentasi dari Page dan Brin di beranda depan rumah profesor Stanford University, David Cheriton (US$21,5 miliar), Cheriton dan salah satu pendiri Sun Microsystems, Andreas von Bechtolsheim (US$27,6 miliar), terkenal karena menulis cek senilai US$100.000 untuk perusahaan tersebut, menjadi investor malaikat pertama Google.
Tak lama kemudian, investor Kavitark Ram Shriram (US$3,7 miliar) menambahkan US$250.000. Kemudian, pada tahun 1999, perusahaan modal ventura Sequoia dan Kleiner Perkins membeli saham Google, yang akhirnya membantu menjadikan para VC John Doerr (US$20 miliar), Mark Stevens (US$10,8 miliar), dan Michael Moritz (US$7,7 miliar) sebagai miliarder.
Lalu ada para CEO, dari Eric Schmidt (US$35,4 miliar), yang direkrut dari Novell untuk menjabat sebagai kepala eksekutif kedua Google dari tahun 2001 hingga 2011, sampai Sundar Pichai (US$1,5 miliar), yang mengambil alih sebagai CEO pada tahun 2015.
2. Facebook/Meta
• 8 miliarder
• Kekayaan bersih kolektif: US$314 miliar
Pada tahun 2004, Mark Zuckerberg (US$227 miliar) mendirikan Facebook bersama beberapa teman sekamarnya, termasuk Eduardo Saverin (US$36,4 miliar) dan Dustin Moskovitz (US$11,3 miliar).
Ketika perusahaan tersebut baru berusia beberapa bulan, pendiri Napster dan anak ajaib teknologi Sean Parker (US$3 miliar) bertemu dengan Zuckerberg dan Saverin, yang menjadikannya presiden perusahaan pada usia 24 tahun.
Parker memiliki 4% saham perusahaan ketika IPO pada tahun 2012. Setelah menjual perusahaannya ke eBay, pendiri Paypal Peter Thiel (US$27,5 miliar) menjadi investor malaikat pertama Facebook pada tahun 2004, memberikan perusahaan tersebut US$500.000.
Jim Breyer (US$3,2 miliar) menyusul pada tahun 2005, ketika dia memimpin putaran pendanaan Seri A Accel Partners senilai US$12,7 juta dengan valuasi $98 juta. Pada waktu yang hampir bersamaan, Jeff Rothschild (US$3,2 miliar), mitra usaha lain di Accel, direkrut sebagai konsultan untuk membantu Facebook dalam mengembangkan bisnisnya. Dia kemudian menjadi wakil presiden infrastruktur perusahaan, dan mendapatkan banyak saham Facebook.
Ada pula Sheryl Sandberg (US$2,4 miliar) yang bergabung dengan jejaring sosial tersebut pada tahun 2008 setelah direkrut dari Google untuk menjabat sebagai kepala operasional.
3. AppLovin
• 8 miliarder
• Kekayaan bersih kolektif: US$76,6 miliar
Perusahaan periklanan digital AppLovin didirikan pada tahun 2012 oleh Adam Foroughi (US$26,5 miliar), Andrew Karam (US$10,5 miliar), dan John Krystynak (US$5 miliar).
Pada tahun yang sama, insinyur perangkat lunak Vasily Shikin (US$3,5 miliar) bergabung dengan perusahaan sebagai wakil presiden bidang teknik.
Pada tahun 2018, investor ekuitas swasta Herald Chen (US$2,6 miliar) memimpin KKR untuk berinvestasi US$400 juta di AppLovin. Chen bergabung dengan AppLovin setahun kemudian dan diberikan opsi saham yang berjumlah hampir 1% dari perusahaan.
Tak banyak yang diketahui tentang Hao Tang (US$9,8 miliar) dan Ling Tang (US$13 miliar). Satu yang jelas, mereka menjadi investor pra-IPO utama di AppLovin melalui perusahaan cangkang. Mereka masing-masing memiliki 4% dan 5%.
Kemudian ada Eduardo Vivas (US$5,7 miliar) juga berinvestasi sebelum AppLovin go public pada tahun 2021 dan saat ini memiliki sekitar 2%.
4. Anthropic
• 7 miliarder
• Kekayaan bersih kolektif: US$25,9 miliar
Sebagai perusahaan penghasil miliarder termuda, Anthropic didirikan oleh beberapa alumni OpenAI pada tahun 2021, yaitu kakak beradik Daniela Amodei (US$3,7 miliar) dan Dario Amodei (US$3,7 miliar), ditambah Tom Brown (US$3,7 miliar), Jack Clark (US$3,7 miliar), Jared Kaplan (US$3,7 miliar), Sam Mccandlish (US$3,7 miliar), dan Christopher Olah (US$3,7 miliar).
Perusahaan ini dengan cepat bergabung dalam perlombaan senjata AI, mengembangkan Claude, sebuah chatbot untuk menyaingi ChatGPT milik OpenAI dan Gemini milik Google.
Perusahaan ini mencapai valuasi lebih dari US$60 miliar pada awal tahun 2025, menempatkan ketujuh pendirinya ke dalam klub miliarder.
5. Blackstone
• 6 miliarder
• Kekayaan bersih kumulatif: US$68,5 miliar
Stephen Schwarzman (US$48,3 miliar) dan Peter Peterson (meninggal 2018) memulai Blackstone Group pada tahun 1985. Perusahaan ini dimulai sebagai firma yang memberikan nasihat kepada perusahaan tentang merger dan akuisisi.
Lalu Jonathan Gray (US$9,7 miliar) bergabung sebagai manajer aset setelah lulus kuliah pada tahun 1992 dan sekarang menjabat sebagai kepala operasional. J. Tomilson Hill (US$3,4 miliar) bergabung pada tahun 1993, setelah dipecat sebagai salah satu CEO Lehman Brothers.
Michael Chae (US$1,2 miliar) kemudian bergabung pada tahun 1997 dan menjalankan bisnis ekuitas swasta internasionalnya sebelum ditunjuk untuk mengawasi keuangan perusahaan.
Setelah mencoba beberapa perusahaan investasi lain, Joseph Baratta (US$1,2 miliar) bergabung dengan Blackstone pada tahun 1998 dan sekarang menjadi kepala ekuitas swasta global raksasa manajemen aset tersebut.
Sementara itu, Hamilton "Tony" James (US$4,8 miliar) direkrut dari Credit Suisse pada tahun 2002 untuk membantu Blackstone menjalankan bisnis ekuitas swasta dan manajemen asetnya yang berkembang pesat.
6. Microsoft
• 5 miliarder
• Kekayaan bersih kumulatif: US$290,5 miliar
Berharap untuk memanfaatkan penyebaran komputer pribadi, Bill Gates (US$104 miliar) keluar dari Harvard untuk mendirikan Microsoft bersama Paul Allen (meninggal 2018) pada tahun 1975.
Steve Ballmer (US$148 miliar) kemudian bergabung pada tahun 1980 sebagai karyawan No. 30 setelah keluar dari program MBA Stanford. Ballmer menjabat sebagai CEO Microsoft dari tahun 2000 hingga 2014.
Pengembang perangkat lunak Charles Simonyi (US$8,2 miliar) bergabung dengan Microsoft sebagai karyawan No. 40 pada tahun 1981 dan membantu mempelopori beberapa perangkat lunak paling ikonik, termasuk Word dan Excel.
Melinda French Gates (US$29,3 miliar) juga bergabung, dia memulai kariernya di Microsoft sebagai pengembang produk pada tahun 1987. Dia menikah dengan Bill Gates pada tahun 1994 dan pasangan tersebut bercerai pada tahun 2021.
Selanjutnya, Satya Nadella (US$1 miliar), yang mengambil alih posisi CEO ketika Ballmer pensiun, bergabung dengan perusahaan tersebut pada tahun 1992.
7. Snowflake
• 5 miliarder
• Kekayaan bersih kumulaitf: US$9,2 miliar
Arsitek Oracle Benoît Dageville (US$1,6 miliar) dan Thierry Cruanes (US$1,4 miliar) bekerja sama untuk mendirikan perusahaan layanan cloud Snowflake pada tahun 2012 dan melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada tahun 2020.
Sepanjang perjalanannya, perusahaan ini telah menjadikan tiga CEO berturut-turut sebagai miliarder. Mereka adalah Mike Speiser (US$1,5 miliar) adalah investor awal dan menjabat sebagai CEO pendiri dari tahun 2012 hingga 2014.
Kemudian Bob Muglia (US$1,3 miliar), bergabung pada tahun 2014 dan mengambil alih. Dia menyerahkan kendali kepada Frank Slootman (US$3,4 miliar) pada tahun 2019.
8. Thoma Bravo
• 5 miliarder
• Kekayaan bersih kumulatif: US$33,2 miliar
Carl Thoma (US$5,7 miliar) memulai perusahaan investasi Thoma Cressey pada tahun 1998 dan dengan cepat merekrut seorang dealmaker muda, Orlando Bravo (US$12,8 miliar), yang kemudian akan membangun strategi perangkat lunak perusahaan tersebut.
Duo ini berpisah dari Cressey pada tahun 2008 untuk membentuk perusahaan investasi mereka sendiri yang berfokus pada perangkat lunak, Thoma Bravo.
Mereka kemudian bergabung dengan alumni Summit Partners dan Hewlett-Packard, Scott Crabill (US$4,9 miliar) pada tahun 2002. Tiga tahun kemudian, Holden Spaht (US$4,9 miliar) dan Seth Boro (US$4,9 miliar) bergabung. Saat ini, kelimanya adalah mitra pengelola aset perusahaan (Asset Under Management/AUM) senilai US$181 miliar.
Dua Penemu Google Rebut Tahta Orang Terkaya di Dunia, di Bawah Elon Musk
Larry Page dan Sergey Brin, pendiri Google, kini menjadi orang terkaya kedua dan ketiga di dunia setelah Elon Musk, dengan kekayaan gabungan US$511 miliar. [375] url asal
#pendiri-google #larry-page-kekayaan #sergey-brin-kekayaan #elon-musk-kekayaan #jeff-bezos-kekayaan #alphabet-saham #google-ai #gemini-3 #kekayaan-bersih #bloomberg-billionaires-index #saham-alphabet
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 18/12/25 09:55
v/76976/
Bisnis.com, JAKARTA - Para "pendiri Google" kini lebih kaya daripada Jeff Bezos dari Amazon.
Keduanya yang berhasil mengalahkan kekayaan bos Amazon itu adalah Larry Ellison dari Oracle, dan Mark Zuckerberg dari Meta.
Para pendiri Alphabet, Larry Page dan Sergey Brin, masing-masing memiliki kekayaan sebesar US$265 miliar dan US$246 miliar pada penutupan perdagangan Senin, menurut Bloomberg Billionaires Index.
Mereka menjadi orang terkaya kedua dan ketiga di planet ini, hanya di belakang Elon Musk dengan kekayaan bersih US$638 miliar.
Dilansir Bloomberg, Page dan Brin telah menambah kekayaan mereka masing-masing sebesar US$97 miliar dan US$88 miliar sejak awal Januari, sehingga total kekayaan gabungan mereka mencapai US$185 miliar.
Ellison dan Jensen Huang dari Nvidia berada jauh di belakang mereka, dengan peningkatan kekayaan masing-masing sebesar US$46 miliar dan US$39 miliar.
Kekayaan Page dan Brin secara gabungan mencapai US$511 miliar. Angka itu sudah jauh lebih besar daripada beberapa perusahaan S&P 500 yang paling berharga, termasuk Exxon Mobil, Bank of America, dan Netflix.
Namun, secara gabungan, kekayaan mereka masih tertinggal US$127 miliar dari Musk.
Mengutip Business Insider, keduanya telah mengalami perubahan besar dalam kekayaan mereka sejak akhir Juli, ketika mereka berada di peringkat keenam dan ketujuh dalam daftar Bloomberg dengan kekayaan bersih di bawah US$175 miliar, dan keuntungan year-to-date kurang dari US$5 miliar masing-masing.
Kurang dari lima bulan kemudian, mereka masing-masing menjadi lebih kaya lebih dari US$85 miliar. Hal itu karena saham Alphabet telah melonjak lebih dari 50% sejak pertengahan Agustus, dari US$200 menjadi rekor tertinggi lebih dari US$300 dalam beberapa minggu terakhir.
Page dan Brin masing-masing memiliki sekitar 6% saham Alphabet, yang memiliki nilai pasar US$3,7 triliun dan mencakup Google, YouTube, Waymo, dan DeepMind sebagai anak perusahaannya.
Banyaknya pujian hangat untuk model AI baru Google, Gemini 3, telah menghidupkan kembali harapan investor bahwa Alphabet dapat mengalahkan para pesaingnya, termasuk OpenAI, untuk menjadi kekuatan dominan di bidang AI.
Alphabet juga dapat diuntungkan dari memudarnya kekhawatiran antimonopoli, kesepakatan besar dengan Anthropic, dan antusiasme yang lebih luas seputar perusahaan AI, yang telah meningkatkan harga saham mereka dan membuat para pemegang saham utama seperti Page dan Brin makin kaya, bahkan ketika kekhawatiran bahwa ledakan ini adalah gelembung semakin meningkat.
Duo Pendiri Google Jadi Orang Terkaya Kedua dan Ketiga di Dunia
Kenaikan saham Alphabet, induk usaha Google, secara tiba-tiba membuat dua pendirinya jadi orang terkaya kedua dan ketiga di dunia. [1,446] url asal
#google #sergey-brin #larry-page #orang-terkaya-di-dunia #pendiri-google #indepth
(Kompas.com - Money) 27/11/25 08:30
v/51928/
JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan saham Alphabet, induk usaha Google, secara tiba-tiba membuat dua pendirinya jadi orang terkaya kedua dan ketiga di dunia.
Dikutip dari Times of India, Kamis (27/11/2025), Larry Page kini berada di peringkat kedua daftar orang terkaya di dunia versi Forbes. Page menggeser posisi pendiri dan CTO Oracle Larry Ellison.
Sementara itu, Sergey Brin menempati posisi ketiga daftar orang terkaya di dunia, menggeser posisi pendiri Amazon Jeff Bezos.
WIKIMEDIA COMMONS/MARCIN MYCIELSKI Salah satu pendiri Google, Larry Page.Lonjakan kekayaan ini membuat kekayaan bersih Page meningkat sebesar 8,7 miliar dollar AS pada awal pekan ini. Para investor optimistis terhadap bisnis kecerdasan buatan (AI) dan cloud milik Alphabet.
Kekayaan Larry Page kini diperkirakan mencapai 264,9 miliar dollar AS, atau setara sekitar Rp 4.406 triliun (asumsi kurs Rp 16.633 per dollar AS).
Kekayaan Page melampaui kekayaan Ellison yang ditaksir mencapai 247,4 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 4.115 triliun. Kekayaan Ellison menurun drastis menyusul penurunan tajam harga saham Oracle.
Sementara itu, kekayaan Sergey Brin diperkirakan mencapai 245,6 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 4.085 triliun.
Kekayaan Brin melampaui kekayaan Jeff Bezos, yang tercatat mencapai 241,5 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 4.016 triliun dan menjadi orang terkaya keempat di dunia
Mengapa Larry Page lebih kaya daripada Sergey Brin?
Meskipun Page dan Brin mendirikan Google dan memegang gabungan 87,9 persen saham Kelas B Alphabet atau 10 suara per saham, Page memegang saham yang jauh lebih banyak, yakni 389 juta. Sementara itu, Brin mengantongi 362,7 juta saham.
Menurut Forbes, selisih kepemilikan ini disebabkan oleh aktivitas amal yang rajin dilakukan Brin.
WIKIMEDIA COMMONS/JD LASICA Salah satu pendiri Google, Sergey Brin.Menurut laporan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS, Brin secara aktif menjual sahamnya dan menyumbangkan saham Alphabet dan Tesla miliknya kepada lembaga nirlaba dan penelitian penyakit Parkinson.
Ia menyumbangkan 700 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 11,6 triliun awal tahun ini. Adapun pada tahun 2023, ia menyumbangkan 615 juta dan 600 juta dollar AS
Kapitalisasi pasar Alphabet mendekati 4 triliun dollar AS
Lonjakan kekayaan Page dan Brin terjadi ketika Alphabet mendekati kapitalisasi pasar 4 triliun dollar AS, setelah menembus ambang batas 3 triliun dollar AS pada September 2025 lalu.
Kemenangan dalam kasus Google Chrome, ditambah dengan Google Gemini 3.0 dan model pembuatan gambar AI Nano Banana Pro, telah mendongkrak valuasi perusahaan dalam tiga bulan terakhir.
Selain itu, berita tentang pembicaraan Meta dengan Google untuk menggunakan Tensor Processing Unit (TPU) guna melatih model AI juga telah mendorong kapitalisasi pasarnya sebesar 250 miliar dollar AS dalam sehari.
Siapa Larry Page dan Sergey Brin?
Larry Page lahir di Lansing, Michigan, AS pada 26 Maret 1973, dari keluarga akademisi ilmu komputer. Ia menempuh studi teknik di University of Michigan sebelum melanjutkan ke program S2 Ilmu Komputer di Stanford University.
Sementara itu, Sergey Brin, lahir di Moskwa, Rusia pada 21 Agustus 1973 dari keluarga matematikawan, lalu migrasi ke AS pada akhir 1970-an. Ia menempuh studi matematika dan ilmu komputer di University of Maryland, lalu melanjutkan studi S2 di Stanford University.
Pertemuan dan persahabatan dimulai dari Stanford
Keduanya bertemu saat orientasi mahasiswa baru program pascasarjana di Stanford pada pertengahan 1990-an.
Reuters Salah seorang pendiri Google, Larry PageSejumlah biografi menyebut, pada awalnya mereka justru sering berdebat tentang berbagai hal.
Namun, seiring waktu, Page dan Brin digambarkan menjadi sahabat dan "soulmate" intelektual yang sama-sama tertarik pada masalah besar: bagaimana menambang data dan mengukur pentingnya sebuah halaman web.
Page meneliti bagaimana “reputasi” sebuah makalah ilmiah bisa diukur melalui jumlah sitasi. Brin menekuni data mining dalam skala besar.
Dari kombinasi minat itulah lahir algoritma PageRank, yang menilai pentingnya sebuah halaman web berdasarkan jaringan tautan yang menunjuk ke halaman tersebut.
Proyek itu semula diberi nama BackRub, sebelum berkembang menjadi mesin pencari yang kemudian dunia kenal sebagai Google.
Nama Google sendiri diambil dari kata “googol”, istilah matematika untuk angka 1 yang diikuti 100 nol, untuk menggambarkan ambisi mereka mengelola informasi dalam skala sangat besar.
Kelahiran Google
Pada 1998, Page dan Brin menggabungkan mesin pencari mereka menjadi perusahaan Google Inc.
Dengan dukungan dana dari keluarga, dosen, serta investor awal seperti co-founder Sun Microsystems, Andy Bechtolsheim, mereka menyewa garasi di Menlo Park milik Susan Wojcicki, yang kelak memimpin YouTube.
Sejak awal, Google dibangun dengan prinsip yang mereka tuangkan dalam surat pendiri (founders’ letter) ketika akan melantai di bursa pada 2004.
"Google bukan perusahaan konvensional. Kami tidak ingin menjadi seperti itu," tulis Page dan Brin.
Google Larry Page dan Sergey Brin, duo pendiri Google berpose di kantor pertama Google yang tak lain merupakan garasi rumah Susan Wojcicki.Mereka menyatakan akan mengelola Google secara berbeda, menekankan kreativitas dan keberanian mengambil risiko jangka panjang, meski itu berarti kinerja keuangan per kuartal tidak selalu mulus.
Prinsip itu kemudian menjadi semacam “panduan pemilik” bagi investor Google.
Di internal perusahaan, Page kerap mengingatkan pentingnya standar tinggi. Salah satu kutipan yang sering dikutip adalah "Selalu berikan lebih dari yang diharapkan".
Adopsi model iklan berbasis pencarian di awal 2000-an menjadikan Google mesin uang baru di Silicon Valley.
Seiring waktu, Google memperluas portofolio ke Gmail, Maps, Chrome, YouTube (yang diakuisisi 2006), hingga sistem operasi Android yang diakuisisi pada 2005 dan kemudian menjadi sistem operasi ponsel paling populer di dunia.
Ambisi jadikan Google "bagian otak ketiga" manusia
Keberhasilan Google tak lepas dari cara dua pendirinya memandang peran teknologi dalam kehidupan manusia.
Dikutip dari Business Insider, Sergey Brin pernah mengatakan, ia dan Page ingin Google menjadi bagian otak ketiga manusia, menggambarkan ambisi menjadikan Google perpanjangan daya pikir manusia.
Brin juga menekankan pentingnya kepercayaan publik. Dalam sebuah konferensi teknologi, ia mengingatkan bahwa Google tidak akan bertahan jika orang-orang tidak mempercayainya, merujuk pada bagaimana Google bertumpu pada data pengguna.
Kelahiran Alphabet Inc
Seiring membesarnya skala bisnis, Page dan Brin mulai menata ulang struktur perusahaan.
Dikutip dari TechRadar, pada 2015, mereka membentuk Alphabet Inc sebagai perusahaan induk yang membawahi Google serta berbagai unit lain seperti Waymo (mobil tanpa sopir), Verily dan Calico (kesehatan), hingga perusahaan drone Wing.
Unsplash/Nathana Reboucas Ilustrasi Google SearchDalam surat pendirian Alphabet, Page menulis bahwa Alphabet adalah tentang bisnis-bisnis yang “berkembang dengan pemimpin yang kuat dan independen”, sementara Google tetap fokus pada produk konsumen utama seperti Search, Maps, YouTube, Android, dan layanan cloud.
Memutuskan mundur, garap proyek masing-masing
Pada 3 Desember 2019, keduanya mengumumkan mundur dari posisi CEO Alphabet (Page) dan Presiden Alphabet (Brin).
"Kami tidak pernah mempertahankan posisi manajemen ketika kami berpikir ada cara yang lebih baik untuk menjalankan perusahaan. Dan Alphabet dan Google tidak lagi membutuhkan dua CEO dan seorang Presiden," kata mereka dalam surat pengunduran diri.
Posisi CEO Google dan Alphabet disatukan di tangan Sundar Pichai. Dalam pernyataannya, Pichai menyebut, “Berkat mereka, kami memiliki misi yang abadi, nilai-nilai yang abadi, serta budaya kolaborasi dan eksplorasi.”
Meski tak lagi di kursi eksekutif, Page dan Brin tetap menjadi pemegang saham pengendali berkat struktur saham dua kelas (dual-class shares) yang memberi mereka hak suara mayoritas.
Mereka juga duduk di dewan direksi Alphabet.
Di balik layar, sejumlah laporan menyebut Page dan Brin kembali lebih aktif terlibat dalam arah pengembangan AI Google, terutama sejak persaingan dengan berbagai model AI lain menguat.
Brin, misalnya, muncul dalam video peluncuran Antigravity, alat coding berbasis AI yang diposisikan Google sebagai platform “agent-first” untuk pengembangan perangkat lunak.
Di luar Alphabet, Page dan Brin mengalirkan dana ke berbagai proyek teknologi jangka panjang.
Page tercatat sebagai investor awal Tesla, serta mendanai beberapa perusahaan kendaraan udara elektrik seperti Kitty Hawk dan Wisk Aero, sebelum aktivitas Kitty Hawk kemudian digabungkan ke dalam usaha patungan dengan Boeing.
WIKIMEDIA COMMONS/JOI ITO Pendiri Google Sergey Brin (kiri) dan Larry Page (kanan).Pada 2023, ia mendirikan Dynatomics, startup di Palo Alto yang menggunakan AI untuk mengoptimalkan proses manufaktur.
Brin mendirikan LTA Research, perusahaan yang mengembangkan airship modern bertenaga helium.
Prototipe Pathfinder 1 sepanjang sekitar 120 meter beberapa kali terlihat melakukan uji terbang di wilayah Bay Area pada 2023-2025.
Brin juga mendirikan Bayshore Global Management untuk mengelola kekayaannya dan berbagai investasi privat lainnya.
Rajin beramal
Di bidang filantropi, Page dan Brin memanfaatkan kekayaan mereka untuk riset kesehatan dan penanganan krisis global.
Page melalui Carl Victor Page Memorial Fund antara lain menyumbangkan sekitar 15 juta dollar AS untuk mendukung penanganan wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014.
Ia juga menggelontorkan donasi lebih dari 20 juta dollar AS untuk riset fungsi saraf pita suara, setelah ia mengalami kelumpuhan pita suara akibat penyakit autoimun.
Brin, yang ibunya didiagnosis menderita Parkinson, memberikan donasi besar ke University of Maryland School of Medicine untuk mendukung riset penyakit tersebut.
Ia juga sempat menjalani tes genetik dan secara terbuka membahas risiko pribadi terhadap Parkinson sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
Pendiri Google Larry Page Jadi Orang Terkaya Kedua di Dunia
Salah satu pendiri Google, Larry Page, kini menyandang status orang terkaya kedua di dunia menurut Forbes. [668] url asal
#larry-page #pendiri-google #orang-terkaya-di-dunia #saham-google
(Kompas.com - Money) 25/11/25 14:35
v/49651/
JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu pendiri Google, Larry Page, kini menyandang status orang terkaya kedua di dunia menurut Forbes. Page menggeser posisi pendiri Oracle Larry Ellison.
Kenaikan kekayaan Larry Page ditopang saham Alphabet, induk usaha Google, yang terus menguat selama sepekan, didorong oleh momentum kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dikutip dari Forbes, Selasa (25/11/2025), Page, yang mendirikan Google bersama Sergey Brin pada tahun 1998, diperkirakan memiliki kekayaan bersih sebesar 255 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 3.747 triliun (asumsi kurs Rp 16.657 per dollar AS) pada Senin (24/11/2025) waktu setempat.
WIKIMEDIA COMMONS/MARCIN MYCIELSKI Salah satu pendiri Google, Larry Page.Kekayaan Larry Page tercatat naik sebesar 8,7 miliar dollar AS. Kekayaannya telah tumbuh secara eksponensial selama lima tahun terakhir, dari 50,9 miliar dollar AS pada tahun 2020 menjadi lebih dari 144 miliar dollar AS pada awal tahun 2025.
Sementara itu, kekayaan bersih Larry Ellison juga meningkat pesat tahun ini setelah menjadi orang kedua dengan kekayaan senilai 400 miliar dollar AS.
Meskipun nilai kekayaannya telah menurun seiring dengan penurunan saham Oracle dalam beberapa minggu terakhir, sehingga kekayaan bersih Ellison diperkirakan mencapai 248,8 miliar dollar AS.
Selain itu, kekayaan Sergey Brin melampaui Jeff Bezos dari Amazon (yang memiliki kekayaan 235,1 miliar dollar AS) untuk berada di peringkat keempat daftar orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih diperkirakan mencapai 236,4 miliar dollar AS.
Saham Alphabet melompat 67 persen
Saham Alphabet melompat 67 persen sejak mencapai titik terendah 187,82 dollar AS pada 1 Agustus 2025.
Sementara itu, saham Oracle telah anjlok 43 persen sejak lonjakan hampir 36 persen pada 10 September 2025, yang menandai kenaikan intraday terbesar untuk saham tersebut sejak 1992.
KOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma Keyword Google paling banyak dicari masyarakat Indonesia.Mengapa Larry Page punya saham Alphabet lebih banyak dibandingkan Sergey Brin?
Hal ini tampaknya sebagian besar disebabkan oleh sumbangan amal Brin.
Page dan Brin secara gabungan memegang 87,9 persen saham Kelas B Alphabet, meskipun Page telah mengakumulasi 389 juta saham dibandingkan dengan 362,7 juta saham milik Brin.
Alphabet memiliki tiga kelas saham, yakni Kelas A, Kelas B, dan Kelas C, yang masing-masing memberikan satu suara per saham, 10 suara per saham, dan tanpa suara.
Perbedaan kepemilikan sahamantara para pendiri Google sebagian besar disebabkan oleh perdagangan saham, menurut pengajuan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).
Brin lebih aktif menjual sahamnya daripada Page, yang terakhir kali mengungkapkan penjualan saham pada tahun 2022.
Brin juga telah menyumbangkan saham Alphabet dan Tesla miliknya beberapa kali kepada kelompok nirlaba dan untuk penelitian tentang penyakit Parkinson dalam beberapa tahun terakhir, termasuk sumbangan sebesar 700 juta dollar AS di awal tahun ini.
Tidak cuma itu, Brin menggelontorkan sumbangan sebesar 615 juta dollar AS dan 600 juta pada tahun 2023, dan sumbangan sebesar 450 juta dollar AS pada tahun 2021.
Mengapa saham Google naik?
Saham Alphabet tampaknya telah diuntungkan oleh optimisme baru-baru ini untuk bisnis AI perusahaan dalam beberapa minggu terakhir.
Berkshire Hathaway milik Warren Buffett mengungkapkan kepemilikan sahamnya di Alphabet hampir 5 miliar dollar AS pada awal bulan ini.
PIXABAY/PETE LINFORTH Ilustrasi pasar saham.Itu menandai salah satu taruhan langka perusahaan tersebut dalam teknologi di balik kepemilikan saham Apple yang lebih besar.
Alphabet juga merilis model AI terbarunya, Gemini 3, minggu lalu dalam sebuah pengumuman yang memicu reli 6 persen untuk saham tersebut.
Alphabet mengungkapkan peningkatan 34 persen dalam pendapatan cloud hingga kuartal ketiga bulan lalu, karena Alphabet mencapai pendapatan kuartalan 100 miliar dollar AS untuk pertama kalinya.
Namun, saham Oracle telah menurun bersama saham Nvidia, Broadcom, dan perusahaan megacap lainnya dalam beberapa minggu terakhir karena kekhawatiran akan gelembung AI telah meningkat.
Bank of America, dalam sebuah survei terhadap manajer dana global yang dirilis minggu lalu, melaporkan bahwa 45 persen investor memandang gelembung AI sebagai risiko utama.
Lebih banyak investor telah mulai berdagang melawan saham Oracle sebagai bagian dari taruhan yang lebih luas terhadap perdagangan AI, menurut Bloomberg.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarangLarry Page Salip Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya ke-3 Dunia dengan Kekayaan US$246,2 Miliar
Larry Page, pendiri Google, menjadi orang terkaya ketiga dunia dengan kekayaan US$246,2 miliar setelah saham Alphabet melonjak berkat peluncuran AI Gemini 3. [384] url asal
#larry-page #orang-terkaya-ketiga #kekayaan-larry-page #pendiri-google #saham-alphabet #model-ai-gemini-3 #pagerank-google #sergey-brin #ceo-alphabet #real-time-billionaires #jeff-bezos #elon-musk #lar
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 24/11/25 13:45
v/48088/
Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu pendiri Google, Larry Page, kini menjadi orang terkaya ketiga di dunia, melampaui pendiri Amazon, Jeff Bezos.
Lonjakan kekayaannya seiring dengan melonjaknya saham Alphabet, menyusul peluncuran model AI Gemini 3.
Kekayaan bersih Larry Page melonjak US$6 miliar pada Rabu pekan lalu, sehingga total kekayaannya menjadi US$246,2 miliar, menurut daftar Real-Time Billionaires Forbes.
Kekayaan bersih Larry Page meningkat pesat setelah peluncuran model AI terbaru perusahaannya, Gemini 3. Peningkatan ini, yang dipandang sebagai peningkatan yang signifikan dari model Gemini 2.5 yang diluncurkan sekitar delapan bulan lalu, memicu optimisme baru di kalangan investor dan analis, sehingga saham Alphabet naik 3%.
Siapa Larry Page?
Larry Page, adalah seorang ilmuwan komputer dan wirausahawan Amerika, mendirikan Google pada tahun 1998 bersama sesama mahasiswa doktoral Stanford, Sergey Brin.
Lahir di Michigan pada tahun 1973, Page meraih gelar teknik komputer dari University of Michigan pada tahun 1995 sebelum kemudian bergabung dengan program doktoral di Stanford University, tempat ia pertama kali bertemu Brin.
Keduanya tertarik dengan tantangan untuk mengekstrak informasi yang bermakna dari data yang sangat banyak di internet. Saat bekerja di asrama Page di Stanford, mereka mengembangkan teknologi mesin pencari baru.
Bersama Brin, Page menciptakan algoritma PageRank Google, yang menggerakkan mesin pencari tersebut. Namun, Larry Page mengundurkan diri sebagai CEO Alphabet, perusahaan induk Google, pada 2019, tetapi tetap menjadi anggota dewan dan pemegang saham pengendali.
Menyalip Jeff Bezos
Kesuksesan Gemini melejitkan kekayaan Page, yang memiliki sekitar 6% saham perusahaan induk Google, Alphabet, dan membawanya naik ke posisi ketiga dalam daftar orang terkaya.
Forbes melaporkan, kekayaan bersih Larry Page meningkat hampir US$6 miliar berkat 3,2% sahamnya di Alphabet. Saham perusahaan induk Google, Alphabet, awalnya melonjak 6% pada hari peluncuran Gemini 3 sebelum akhirnya stabil di sekitar 3,3%.
Sementara itu, Jeff Bezos turun ke posisi orang terkaya keempat di dunia akibat anjloknya kekayaannya sendiri baru-baru ini akibat Amazon, dengan kekayaannya sebesar US$233,5 miliar.
Selain itu, salah satu pendiri Google lainnya, Sergey Brin, juga mengalami peningkatan saham sebesar US$7 miliar, menempatkannya sebagai orang terkaya kelima di dunia dalam Real-Time Billionaires Forbes dengan kekayaan bersih sebesar US$228,3 miliar.
Sementara itu, CEO Tesla Elon Musk tetap menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan US$460,4 miliar, diikuti oleh ketua Oracle Larry Ellison dengan kekayaan US$261,5 miliar.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56