Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengambil langkah pengembangan laman Space by KAI untuk menyewakan 327,82 juta meter persegi asetnya yang tersebar di Sumatra dan Jawa.
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra menyampaikan, platform digital tersebut akan membuka cara baru untuk mempertemukan aset-aset strategis KAI dan kebutuhan bisnis mitra usaha.
“Ini bukan hanya sekadar katalog aset, tetapi ini adalah pintu awal kemitraan. Di mana para pelaku usaha dapat melihat peluang bisnis, memahami potensi bisnis dan memulai langkah-langkah pertama bersama KAI dengan cara yang lebih sederhana dan mudah,” ujarnya dalam Peluncuran Space by KAI, Rabu (10/6/2026).
Kehadiran platform ini dilatarbelakangi kebutuhan akan sistem pemasaran aset yang lebih efisien, mudah diperbarui, serta mampu menjangkau lebih banyak calon investor dan mitra bisnis.
Saat ini, KAI tercatat memiliki 327,82 juta meter persegi aset, termasuk 3.881 unit berupa bangunan dinas maupun 16.463 unit rumah perusahaan yang dapat dilihat dalam laman https://space.kai.id.
Pada kesempatan yang sama, Executive Vice President of Sales KAI Zuhril Alin memastikan bahwa aset yang ditawarkan dalam Space by KAI telah clean and clear alias tidak bermasalah dalam hal sengketa tanah.
Harapannya, pengembangan bisnis non-farebox ini dapat memberikan dampak positif terhadap keuangan perusahaan.
“Harapan kami bisa mendukung pendapatan perusahaan itu. Kalau terhadap lahannya sendiri, 20% dari optimalisasi lahan kami [terwujud], itu akan memberikan cukup berdampak terhadap perusahaan secara umum,” tuturnya.
Adapun, seluruh aset yang ditampilkan dalam platform dilengkapi informasi lokasi, luas area, foto, deskripsi, status aset, serta berbagai informasi pendukung yang membantu calon mitra memahami karakteristik aset yang diminati.
Melalui fitur pencarian digital dan visualisasi berbasis peta interaktif, pengguna dapat menelusuri aset berdasarkan lokasi maupun kebutuhan bisnis yang diinginkan. Sistem geotagging yang terintegrasi juga memudahkan pengguna memperoleh gambaran posisi aset secara lebih akurat sehingga proses pencarian lokasi usaha dapat dilakukan secara lebih efektif.
Space by KAI juga telah terintegrasi dengan database aset perusahaan sehingga informasi yang ditampilkan dapat diperbarui secara lebih cepat dan akurat. Dengan sistem tersebut, calon mitra dapat memperoleh informasi terkini mengenai aset yang tersedia untuk dimanfaatkan.
Selain menyediakan informasi aset, platform ini dilengkapi fitur direct contact yang memungkinkan calon investor berkomunikasi langsung dengan tim pemasaran aset KAI untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai peluang kerja sama maupun proses pemanfaatan aset yang tersedia.
Pengembangan Space by KAI dilakukan secara bertahap. Saat ini platform telah menghadirkan katalog digital aset potensial KAI, geolocation aset komersial, integrasi database aset perusahaan, serta integrasi dengan kai.id. Ke depan, KAI akan mengembangkan integrasi dengan Access by KAI untuk memperluas eksposur aset kepada ekosistem pelanggan KAI yang mencapai jutaan pengguna.
Pengembangan berikutnya juga mencakup integrasi Point of Interest (POI), rekomendasi bisnis berdasarkan potensi aset, serta kategorisasi aset berdasarkan klasifikasi usaha. Pada tahap selanjutnya, platform ini akan dilengkapi dashboard mitra B2B untuk monitoring kontrak sewa dan pengelolaan revenue sharing, fitur perpanjangan kontrak secara digital, pengajuan perubahan data maupun lokasi sewa baru, serta fitur bidding untuk aset potensial.
KAI juga menyiapkan pengembangan lanjutan berupa fitur simulasi bisnis dan estimasi ROI, simulasi biaya dan termin pembayaran, serta integrasi dengan lembaga pembiayaan guna mendukung kebutuhan mitra dalam mengembangkan peluang usaha yang tersedia.