Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah meninggikan jalur rel yang terdampak banjir di lintas Pekalongan—Sragi. Air yang telah menggenangi jalur tersebut pasalnya telah menyebabkan batalnya 124 perjalanan kereta api jarak jauh.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, langkah darurat ini sebagai bentuk perbaikan agar kereta tetap dapat melintas, khususnya di Km 88+400 serta Km 88+900 sampai dengan Km 89+100 yang tergenang air akibat luapan Sungai Bermi dan Sungai Meduri.
“KAI telah melakukan peninggian jalur rel setinggi 23 sentimeter dan akan melanjutkan pekerjaan penguatan prasarana dengan rencana peninggian hingga maksimal 50 sentimeter sepanjang kurang lebih 600 meter,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (21/1/2026).
Selain itu, perbaikan termasuk melakukan penyesuaian struktur jembatan dan emplasemen yang sebelumnya teridentifikasi mengalami cekungan.
Dalam kunjungannya bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Bobby berjanji akan mempercepat perbaikan.
Saat ini perjalanan KA sudah pulih sekitar 85% dengan tidak ada lagi pembatalan perjalanan. Sementara perjalanan sisanya masih mengalami keterlambatan akibat pembatasan kecepatan.
Bobby berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga proses pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat dan operasional perjalanan kereta api kembali normal sepenuhnya.
“KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta menegaskan komitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keandalan layanan, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambah Bobby.
Pada kesempatan yang sama, Menhub Dudy tak menampik memang curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir berdampak pada luapan sungai.
Dudy meminta kepada KAI agar penanangan tidak hanya dilakukan sementara, tetapi jangka panjang, agar kejadian serupa tak lagi terulang.
Meski demikian, Dudy juga menyampaikan, pihaknya telah menerima penjelasan dari pemerintah daerah serta Direksi KAI terkait kondisi di lapangan, bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
“Ada beberapa titik yang penanganannya melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian dan lembaga lain yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan sungai. Untuk teknis detailnya akan disampaikan oleh Direksi KAI,” ungkapnya.
Saat ini jalur kereta api yang terdampak banjir sudah dapat dilalui dengan pengaturan khusus. Pembatasan kecepatan diterapkan dengan maksimal 40 km/jam pada jalur hulu dan 30 km/jam pada jalur hilir sebagai langkah preventif.
Sementara dalam penanganan pembatalan perjalanan, KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100% bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan, dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari.
Selain refund, KAI juga melakukan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan perjalanan, serta operation recovery untuk memulihkan keandalan prasarana.