#30 tag 24jam
Sido Muncul Resmikan Lab Farmakologi, Perkuat Pengembangan Herbal Berbasis Riset dan Bukti Ilmiah
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk meresikan Laboratorium Farmakologi di kompleks pabrik perusahaan di Kabupaten Semarang, Selasa (9/6/2026) [1,205] url asal
#sido-muncul #tolak-angin #kuku-bima #laboratorium-farmakologi
(Kompas.com - Money) 10/06/26 17:10
v/246231/
SEMARANG, KOMPAS.com — PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengembangan produk berbasis riset melalui peresmian Laboratorium Farmakologi di kawasan pabrik Sido Muncul di Kabupaten Semarang, Selasa (9/6/2026).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar, serta pengguntingan pita bersama Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Zulfachmi Wahab, SpPD, Subsp HOnkM(K), FINASIM, serta Wakil Bupati Kabupaten Semarang, Dra Hj Nur Arifah.
Bagi Sido Muncul, keberadaan laboratorium tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menggabungkan kekayaan pengetahuan herbal Indonesia dengan pendekatan ilmiah modern.
Melalui fasilitas tersebut, perusahaan ingin memastikan bahwa produk-produk yang dikembangkan tidak hanya dikenal berdasarkan pengalaman empiris masyarakat, tetapi juga memiliki dukungan data dan penelitian yang memadai.
"Tidak banyak perusahaan jamu yang memiliki laboratorium farmakologi. Ini penting untuk membuktikan keamanan dan khasiat produk," ujar Irwan Hidayat saat peresmian laboratorium.
Menurut dia, penguatan riset akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam beberapa tahun ke depan, seiring upaya mendorong produk-produk herbal Indonesia agar semakin diterima berdasarkan bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Dalam beberapa bulan ke depan atau dalam setahun ini, kami berharap mendapatkan lebih banyak bukti ilmiah terhadap produk-produk kami maupun produk jamu secara umum. Kalau khasiatnya belum optimal, kami akan perbaiki. Orientasinya adalah berbasis riset," kata Irwan.
Perkuat riset produk unggulan
Sebagai informasi, laboratorium Farmakologi Sido Muncul telah berdiri sejak 2001 dan menjadi salah satu fasilitas riset yang digunakan perusahaan untuk mendukung pengembangan berbagai produk. Seiring meningkatnya kebutuhan penelitian, laboratorium kemudian dipindahkan ke gedung permanen yang lebih representatif dan mulai beroperasi di lokasi baru pada 2020.
KOMPAS.com/MUCHAMAD FATAH AKROM Laboratorium Farmakologi Sido Muncul yang baru diresmikan, Selasa (9/6/2026).Selama lebih dari dua dekade beroperasi, laboratorium tersebut telah digunakan untuk berbagai penelitian, mulai dari uji toksisitas akut, uji toksisitas subkronis, uji teratogenik, hingga pengujian terkait stamina dan keamanan produk. Hasil-hasil penelitian tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan produk perusahaan.
Salah satu produk yang menjadi fokus penguatan riset adalah Tolak Angin. Untuk menjaga mutu, keamanan, dan khasiat produk, Sido Muncul bekerja sama dengan sejumlah institusi akademik, antara lain Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro serta Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma.
Penelitian yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengujian mutu bahan baku herbal, uji keamanan penggunaan jangka panjang, hingga penelitian klinis. Melalui kerja sama tersebut, perusahaan berupaya memastikan bahwa setiap klaim yang disampaikan kepada masyarakat memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Selain Tolak Angin, laboratorium juga digunakan untuk mendukung penelitian berbagai produk lain yang tengah dikembangkan perusahaan. Salah satunya SM-Diabe.
Menurut Irwan, hasil pengujian awal pada hewan percobaan (tikus) menunjukkan adanya perbedaan respons kadar gula darah antara kelompok yang diberikan SM-Diabe dan kelompok kontrol.
"Dalam uji pada tikus, yang diberi SM-Diabe menunjukkan kenaikan gula darah yang tidak signifikan setelah 15 menit dan kembali normal dalam dua jam. Sementara tikus tanpa SM-Diabe mengalami lonjakan yang lebih tajam," ujar Irwan.
Ia menegaskan bahwa temuan tersebut merupakan bagian dari penelitian awal yang dilakukan untuk memperoleh bukti ilmiah sebelum dilakukan pengembangan dan penelitian lanjutan.
Menurut Irwan, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penelitian yang kredibel. Selain memperkuat validitas hasil riset, kerja sama tersebut juga membuka ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang obat bahan alam Indonesia.
"Kami siap bekerja sama dengan universitas sebagai pembimbing penelitian. Mendapatkan bukti empiris lebih cepat menjadi hal yang penting untuk mendukung pengembangan produk," ujarnya.
Menjawab tantangan informasi di ruang digital
Selain produk herbal, laboratorium tersebut juga digunakan untuk mendukung penelitian berbagai kategori produk lain yang dimiliki perusahaan, termasuk minuman berenergi Kuku Bima.
Irwan mengatakan masih banyak informasi yang beredar di masyarakat yang mengaitkan konsumsi minuman berenergi dengan berbagai gangguan kesehatan tanpa didukung data yang memadai. Karena itu, menurut dia, penelitian ilmiah menjadi penting untuk memberikan pemahaman yang lebih objektif kepada publik.
"Makanya saya membuat penelitian ini supaya masyarakat percaya bahwa semua produk yang sudah melalui proses dan mendapatkan izin dari BPOM telah melalui evaluasi yang ketat," katanya.
Ia menambahkan bahwa laboratorium saat ini juga tengah melakukan berbagai pengujian untuk memperoleh data yang lebih komprehensif terkait keamanan produk. Menurut dia, hasil-hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan yang lebih kuat dibandingkan informasi yang tidak jelas sumbernya.
Irwan menyayangkan adanya berita hoaks yang mengaitkan kerusakan ginjal dengan kebiasaan mengonsumsi minuman berenergi Menurutnya, faktor utama pemicu kerusakan ginjal tetap pada gaya hidup yang tidak sehat.
"Saya pernah dapat berita banyak mahasiswa atau orang yang yang rusak ginjalnya karena minum energy drink. Banyak kan beritanya?" ujar Irwan.
Ia mendapati fakta bahwa pemicu kerusakan ginjal pada mereka bukanlah karena minuman berenergi, melainkan yang lain, misalnya minum alkohol berlebihan.
“Orang kalau ginjalnya sudah enggak memenuhi syarat, makan daging juga enggak boleh, garam pun enggak boleh," tambahnya.
Adapun riset mendalam terhadap minuman berenergi yang dilakukan Sido Muncul di laboratorium farmakologi menemukan bahwa dalam dua minggu uji coba, tidak ada kematian pada tikus. Dalam waktu dekat, tikus akan dibedah untuk mengetahui kerusakan pada ginjal.
"Jadi (tikus) diminumin satu saset, 4,5 saset yang yang ketiga 12,44 saset, dua minggu tidak mati. Saat ini sudah jalan 12 hari untuk subkronis, tiga minggu subkronis. Nanti, kami lihat setelah satu bulan dan bedah. Hasilnya dikirim ke Undip atau ke patolog-patolog untuk mengecek apakah ada kerusakan pada ginjalnya," jelas Irwan.
Irwan turut mengimbau masyarakat untuk lebih mengedepankan informasi yang berasal dari lembaga resmi dan hasil penelitian ilmiah dibandingkan berbagai informasi yang beredar di media sosial.
"Minuman berenergi kami aman. Kalau tidak, tak mungkin dapat izin dari BPOM. Uji laboratorium farmakologi kami buat agar masyarakat itu percaya," kata Irwan.
Dukungan BPOM
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengapresiasi langkah Sido Muncul memperkuat kapasitas penelitian melalui Laboratorium Farmakologi. Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut sejalan dengan tugas BPOM dalam memastikan keamanan, mutu, dan efikasi produk yang beredar di masyarakat.
"Tugas BPOM adalah memberikan tiga jaminan, yaitu keamanan, mutu, dan efikasi. Ketiganya harus berbasis data dan bukti ilmiah," kata Taruna.
Ia menilai tidak banyak industri herbal yang memiliki fasilitas penelitian farmakologi sendiri. Karena itu, keberadaan laboratorium tersebut dapat menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing produk herbal Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Taruna, setiap produk yang memperoleh izin edar telah melalui proses evaluasi yang ketat. Namun, keberadaan laboratorium penelitian akan semakin memperkuat dasar ilmiah yang mendukung pengembangan produk-produk tersebut.
Dorong hilirisasi riset herbal Indonesia
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab menilai laboratorium farmakologi dapat menjadi jembatan antara kekayaan tradisi jamu Indonesia dengan pendekatan ilmiah modern.
Menurut dia, penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan akan membantu mempercepat transformasi produk herbal dari sekadar berbasis pengalaman empiris menuju produk yang memiliki standar ilmiah yang lebih kuat.
"Laboratorium Farmakologi memegang peran penting untuk membuktikan keamanan, khasiat, dan dosis obat alam melalui penelitian berbasis saintifik," kata Zulfachmi.
Ia juga mendorong kolaborasi yang lebih luas antara industri, perguruan tinggi, dan pemerintah untuk mempercepat pengembangan obat bahan alam Indonesia.
Bagi Sido Muncul, kehadiran Laboratorium Farmakologi menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat budaya riset di dalam perusahaan.
Melalui dukungan data dan pembuktian ilmiah yang lebih kuat, perusahaan berharap produk-produk unggulannya, termasuk Tolak Angin dan berbagai kategori produk lainnya, dapat terus berkembang dan semakin dipercaya masyarakat.
"Kami ingin hasil-hasil riset ini memperkuat kepercayaan publik terhadap produk asli Indonesia," kata Irwan lagi.
Menuju Usia Ke-75, Sido Muncul Gandeng Nicholas Saputra untuk Iklan Terbaru Tolak Angin
Sido Muncul menggandeng Nicholas Saputra dalam iklan terbaru Tolak Angin bertema “Dari Indonesia untuk Dunia” [974] url asal
#nicholas-saputra #sido-muncul #irwan-hidayat #tolak-angin #jamu-herbal
(Kompas.com - Money) 21/05/26 17:29
v/227946/
Jakarta, KOMPAS.com – Menjelang usia ke-75 tahun pada November mendatang, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk meluncurkan iklan televisi terbaru produk Tolak Angin bertajuk “Dari Indonesia untuk Dunia”.
Iklan berdurasi 1 menit 15 detik tersebut menandai hadirnya Nicholas Saputra sebagai brand ambassador terbaru Tolak Angin.
Lewat kampanye terbaru ini, perusahaan kembali membawa pesan yang tidak sekadar berbicara soal produk, tetapi juga edukasi kepada masyarakat.
Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan bahwa iklan terbaru Tolak Angin lahir di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
“Kami berharap, iklan ini memberi pesan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh berita-berita yang beredar,” ujar Irwan kepada Kompas.com di Kantor Sido Muncul, Jakarta, Rabu (18/5/2026).
Melalui kampanye tersebut, Sido Muncul juga ingin menyampaikan pentingnya kemandirian di bidang pengobatan herbal, sekaligus mendekatkan pesan itu kepada generasi muda melalui figur Nicholas Saputra.
“Kami mengajak Nicholas Saputra karena dianggap bisa mewakili generasi sekarang agar memahami isi pesan dari iklan ini,” katanya.
Irwan menegaskan, Sido Muncul saat ini tengah memperkuat orientasi perusahaan pada riset dan pembuktian ilmiah produk herbal.
Perusahaan, kata dia, telah memiliki fasilitas laboratorium farmakologi untuk mendukung penelitian berbagai produk herbal.
“Kami ingin membuat produk-produk yang berbasis penelitian, bukan hanya berbasis pengalaman,” ujar Irwan.
Riset tersebut, lanjut Irwan, dilakukan untuk membuktikan khasiat produk herbal secara ilmiah, mulai dari pengembangan produk metabolik hingga suplemen kesehatan.
Irwan juga menyebut tahun ini Sido Muncul akan lebih intensif melakukan penelitian terhadap berbagai produk herbal agar memiliki dasar ilmiah yang semakin kuat.
“Maka itu, nanti tahun ini kami akan berkonsentrasi pada riset-riset untuk membuktikan ada khasiatnya atau tidak ada khasiatnya, kalau tidak ada akan kami perbaiki,” ucapnya.
KOMPAS.com/Muhammad Rizqan Alfarisi Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat saat memaparkan konsep dari iklan terbaru yang mengusung Nicholas Saputra sebagai brand ambassador terbaruAngkat perjalanan Nicholas mengenal Tolak Angin
Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat menjelaskan bahwa iklan terbaru tersebut menceritakan perjalanan Nicholas Saputra dalam mengenal produk Tolak Angin lebih dekat.
Dalam iklan itu, Nicholas diperlihatkan mengunjungi pabrik Sido Muncul di Semarang untuk melihat langsung proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, penelitian, hingga pengolahan produk herbal.
Maria menyebut, karakter cerita dalam iklan tidak jauh berbeda dengan sosok Nicholas di kehidupan sehari-hari.
“Saat kami mengajak Nicholas menjadi brand ambassador, ternyata dia sangat kritis terhadap brand yang akan dibawa,” ujar Maria.
Nicholas, lanjut dia, banyak menanyakan proses penelitian, keamanan produk, hingga pengolahan bahan baku Tolak Angin.
“Biasanya brand ambassador tidak bertanya sedetail itu, tetapi Nicholas sangat antusias melihat prosesnya,” kata Maria.
Maria menyebut Tolak Angin memang sudah lama menjadi bagian dari keseharian Nicholas, terutama saat bepergian ke luar negeri ataupun menjalani aktivitas padat sehari-hari.
Selain itu, kampanye terbaru Tolak Angin tetap membawa pesan sosial seperti iklan-iklan Sido Muncul sebelumnya.
Jika sebelumnya Sido Muncul mengangkat tema pariwisata dan pesan kemanusiaan, kali ini pesan yang dibawa adalah ajakan kepada generasi muda agar lebih bijak menyaring informasi.
“Pesannya jangan mudah dibawa angin. Sekarang informasi datang sangat cepat, tetapi belum tentu semuanya benar,” ujar Maria.
KOMPAS.com/Muhammad Rizqan Alfarisi Maria Reviani Hidayat bersama Nicholas Saputra saat diwawancarai oleh awak media yang hadir pada perilisan iklan terbaru Sido MunculNicholas Saputra soroti riset dan kualitas produk
Sementara itu, Nicholas Saputra mengaku tidak asing dengan Tolak Angin karena produk tersebut sudah menjadi bagian dari kesehariannya sejak lama.
“Saya mengenal Tolak Angin sejak lama dan sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, terutama saat bepergian,” ujar Nicholas.
Salah satu hal yang membuatnya tertarik untuk bergabung dalam kampanye ini adalah komitmen perusahaan terhadap riset dan kualitas produk herbal.
Nicholas mengaku mendapat banyak pengalaman ketika mengunjungi fasilitas produksi Sido Muncul.
Ia melihat langsung proses penelitian, kultur jaringan tanaman herbal, hingga pengembangan bahan baku bersama para petani.
“(Hal) yang paling menarik buat saya adalah bagaimana Tolak Angin berusaha mendekatkan produk kepada masyarakat dengan cara yang lebih saintifik,” katanya.
Di tengah derasnya arus informasi era digital, Nicholas juga menilai generasi muda perlu lebih kritis dalam memilah informasi yang mereka terima.
“Sekarang kita punya akses informasi yang sangat besar, tapi kita juga harus belajar bijak menyikapi semuanya,” ujarnya.
Tak hanya itu, suasana kerja di pabrik Sido Muncul juga meninggalkan kesan positif bagi Nicholas.
“Saya melihat orang-orang yang bekerja di sana terlihat senang. Itu juga menjadi kesan yang saya dapatkan,” katanya.
KOMPAS.com/Muhammad Rizqan Alfarisi Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat memberikan sambutan pada acara perilisan iklan dan brand ambassador terbaru Tolak AnginKomitmen dorong herbal berbasis riset
Sementara itu, Komisaris Independen Sido Muncul, Dr dr Mohammad Adib Khumaidi, SpOT, menilai langkah Sido Muncul memperkuat riset merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk herbal Indonesia.
Menurut Adib, berbagai proses penelitian yang dilakukan menjadi upaya untuk memastikan seluruh produk herbal diproduksi berdasarkan pendekatan ilmiah.
Ia menjelaskan bahwa Sido Muncul juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas dokter, peneliti, hingga institusi pendidikan kedokteran untuk mengembangkan riset herbal di Indonesia.
“Ruang riset ini mari kita dorong bersama,” ujar Adib.
Selain mendukung pengembangan produk, riset herbal juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan bahan baku alami Indonesia.
Adib mengatakan pengembangan tanaman herbal tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat memperkuat ekonomi nasional melalui pemanfaatan kekayaan alam dalam negeri.
Sementara itu, jurnalis senior sekaligus Brand Ambassador Tolak Angin, Andy F Noya, menilai kekuatan utama Sido Muncul selama ini terletak pada konsistensi riset dan kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Generasi muda saat ini, lanjut Andy, tidak cukup diyakinkan hanya dengan cerita turun-temurun, tetapi juga membutuhkan bukti ilmiah.
“Yang diyakini oleh nenek moyang kita sekarang harus bisa diuji secara sains supaya masyarakat percaya,” ujar Andy.
Ia juga menilai kehadiran Nicholas Saputra menjadi representasi figur yang selektif dan menjaga integritas, sehingga dinilai selaras dengan pesan yang dibawa Tolak Angin.
Lewat kampanye “Dari Indonesia untuk Dunia”, Sido Muncul berharap Tolak Angin bisa semakin dikenal di pasar global sekaligus membawa kekayaan herbal Indonesia ke panggung internasional yang lebih luas.
Meski Kinerja Sido Muncul Turun 19 Persen, Tolak Angin Tetap Kuasai 72 Persen Pasar
Meski pendapatan turun 19 persen karena penyesuaian stok, Tolak Angin Sido Muncul tetap perkasa kuasai 72 persen pangsa pasar obat herbal nasional. [904] url asal
#obat-herbal #sido-muncul #irwan-hidayat #tolak-angin #kuku-bima
(Kompas.com - Money) 13/05/26 13:37
v/220151/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 19 persen pada triwulan I 2026 jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada triwulan I 2026, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 640,5 miliar, sedangkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 789,1 miliar.
Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan, penurunan pendapatan tersebut tidak disebabkan oleh penurunan permintaan konsumen akhir.
Penurunan pendapatan merupakan dampak dari kebijakan penyesuaian persediaan atau inventory adjustment di tingkat distributor. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi penumpukan stok yang terlalu tinggi di jaringan distribusi.
Manajemen memperkirakan, normalisasi penuh akan tercapai seiring stok distributor kembali ke tingkat ideal.
"Penurunan bukan karena permintaan turun, melainkan kami melakukan inventory adjustment. Permintaan pasar di tingkat ritel tetap stabil, bahkan meningkat di sejumlah wilayah," ujar Irwan saat konferensi pers di Jakarta, Senin (12/5/2026).
Akumulasi stok di distributor dipengaruhi oleh pola penjualan berjenjang dan pembelian distributor dengan harga lama pada akhir 2025. Dalam sistem penjualan berjenjang, distributor mendapat insentif berupa harga lebih murah atau hadiah jika membeli dalam jumlah tertentu.
Kondisi ini menyebabkan penumpukan persediaan barang yang terlalu tinggi di tingkat distributor. Penumpukan tersebut berpotensi menimbulkan inefisiensi operasional dan merusak harga produk di pasar.
"Mereka beli dengan harga lama, kemudian dijual murah di pasar. Padahal, harga resmi sudah naik, tapi mereka masih jual di bawah harga. Ini merusak pasar," jelasnya.
Permintaan ritel tetap stabil dan meningkat
Meski pendapatan perusahaan menurun, permintaan pasar di tingkat ritel tetap berada dalam kondisi stabil. Bahkan, di Pulau Jawa dan Sumatera, permintaan menunjukkan peningkatan.
Irwan menegaskan, data penjualan dari distributor ke toko tidak menunjukkan penurunan signifikan. Hal ini membuktikan bahwa fundamental bisnis Sido Muncul tetap kuat dan permintaan konsumen akhir tidak terpengaruh.
"Laporan keuangan turun karena kami batasi penjualan ke distributor. Namun, permintaan konsumen tidak turun, bahkan di beberapa wilayah naik," katanya.
Produk unggulan Sido Muncul, lanjutnya, tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di berbagai kategori. Tolak Angin menguasai 72 persen pangsa pasar obat herbal masuk angin berdasarkan data Nielsen.
Selain Tolak Angin, produk lain juga mendominasi pasar di kategori masing-masing. Kuku Bima menguasai 51 persen pasar minuman energi. Kemudian, produk seperti Esemag, Tolak Linu, suplemen herbal, dan jamu serbuk lain juga mempertahankan posisi sebagai market leader.
Posisi dominan di berbagai kategori produk menjadi fondasi kuat bagi optimisme manajemen dalam menghadapi tantangan pada 2026.
Irwan menyatakan, dengan permintaan pasar yang tetap kuat dan strategi yang tepat, perusahaan yakin dapat mempertahankan kinerja profitabilitas.
Dorong pertumbuhan di usia Ke-75
Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Sido Muncul pada November 2026, perusahaan menyiapkan enam langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Pertama, meluncurkan portal SidoHerbalPedia sebagai platform edukasi masyarakat mengenai pengobatan berbasis herbal.
Portal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan penjualan produk food supplement herbal sekaligus meningkatkan awareness masyarakat terhadap manfaat herbal Indonesia. SidoHerbalPedia akan memuat informasi terkait jamu yang telah diuji klinis dan berbasis riset.
Kedua, melakukan riset pada tingkat hulu guna meningkatkan kualitas tanaman rempah sebagai bahan baku utama. Langkah ini penting untuk memastikan kualitas produk jamu sejak dari sumber bahan bakunya.
Ketiga, mengembangkan riset tanaman obat untuk berbagai macam penyakit seperti kanker, diabetes melitus, dan peningkatan imunitas. Riset ini bertujuan memperluas portofolio produk herbal berbasis ilmiah.
Keempat, melakukan uji praklinis pada produk-produk Sido Muncul yang sudah ada. Langkah ini bertujuan memperkuat validasi ilmiah terhadap khasiat produk dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Kelima, memperluas pasar ekspor dengan memasuki pasar mainstream di luar negeri. Tahun ini, Sido Muncul merencanakan ekspansi ke Arab Saudi dan China dengan mendaftarkan produk untuk dapat dijual di pasar mainstream.
Saat ini, produk Sido Muncul di luar negeri masih banyak beredar di pasar sekunder atau toko-toko Indonesia. Dengan masuk ke pasar mainstream Arab Saudi dan China, perusahaan menargetkan peningkatan penjualan ekspor secara signifikan.
"Kami akan mendaftarkan produk di Arab Saudi untuk masuk pasar mainstream. Kalau bisa, kami juga akan masuk ke China," ujar Irwan.
Keenam, menjaga kualitas produk secara konsisten di seluruh lini bisnis. Perusahaan juga akan mengoptimalkan efisiensi biaya melalui optimalisasi produksi, kemasan, pengelolaan pemasok, iklan promosi, serta rantai pasok.
Dampak kenaikan harga kemasan terbatas
Selain enam strategi di atas strategi Irwan menyatakan, perusahaan juga tetap mewaspadai sejumlah tantangan eksternal, salah satunya dinamika geopolitik global yang mendorong kenaikan harga bahan baku kemasan.
Akan tetapi, perusahaan masih bisa mengelola kenaikan harga tersebut. Pasalnya, sekitar 90 persen bahan baku Sido Muncul berasal dari dalam negeri. Dengan struktur biaya yang didominasi bahan baku lokal, dampak fluktuasi nilai tukar dollar AS terhadap rupiah relatif terbatas.
"Kami bukan pabrik farmasi yang 100 persen impor. Bahan baku kami 90 persen lokal, jadi dampak kurs tidak terlalu besar," katanya.
Bahan baku impor, lanjutnya, hanya mencapai 5-6 persen dari total kebutuhan dengan sebagian besar berupa bahan pembantu produksi. Sementara, packaging plastik yang terdampak kenaikan harga akibat fluktuasi kurs hanya berkontribusi 5-7 persen dari total biaya produksi.
Irwan pun optimistis terhadap prospek industri herbal dan kinerja Sido Muncul pada 2026. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan menjadi katalis utama pertumbuhan industri.
Selain itu, perubahan cuaca, mobilitas masyarakat, serta budaya konsumsi herbal di Indonesia turut mendorong pertumbuhan pasar. Faktor-faktor ini diharapkan dapat menopang kinerja perusahaan sepanjang tahun 2026.
Di sisi lain, tantangan berupa daya beli masyarakat yang lebih selektif, kenaikan biaya kemasan, energi, logistik, serta volatilitas global tetap menjadi perhatian perusahaan. Namun, manajemen optimistis dapat mengelola tantangan tersebut dengan strategi yang tepat.
“Optimisme ini ditopang oleh permintaan pasar yang tetap kuat, posisi merek yang dominan, serta penguatan inovasi dan ekspansi pasar,” tuturnya.
Penjualan Melemah pada Kuartal I/2026, SIDO Masih Optimistis Potensi Industri Herbal
Penjualan SIDO melemah di Kuartal I/2026, namun tetap optimistis industri herbal tetap positif berkat tren kesehatan. [612] url asal
#penjualan-melemah #kuartal-i-2026 #sido-optimistis #industri-herbal #prospek-herbal #kesadaran-kesehatan #konsumsi-herbal #pasar-herbal-nasional #produk-tolak-angin #tren-konsumsi-herbal #tantangan-in
(Bisnis.Com - Market) 11/05/26 23:09
v/218390/
Bisnis.com, JAKARTA — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mencatat pelemahan kinerja pada kuartal I/2026, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Meski demikian, perseroan menilai prospek industri herbal nasional tahun ini masih tetap positif seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan konsumsi produk herbal.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan hingga 31 Maret 2026, pendapatan SIDO tercatat sebesar Rp640,5 miliar, melemah hingga 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp789,105 miliar.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk SIDO juga menyusut dari Rp232,94 miliar pada kuartal I/2025 menjadi Rp147,213 miliar per kuartal I/2026.
Direktur Utama SIDO David Hidayat menjelaskan pelemahan kinerja pada awal tahun ini terutama dipengaruhi proses normalisasi persediaan di tingkat distributor agar lebih sehat dan sesuai dengan permintaan riil konsumen.
“Selain faktor tersebut, kinerja perseroan juga terdampak normalisasi harga essential oil yang sebelumnya berada pada level tinggi tahun lalu. Pembatasan logistik selama periode lebaran yang berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya juga turut memengaruhi distribusi produk,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (11/5/2026).
Meski demikian, perseroan memastikan permintaan terhadap produk-produk herbal Sido Muncul masih tetap kuat. Produk Tolak Angin bahkan disebut masih memimpin pasar herbal nasional dengan pangsa pasar sekitar 72%.
Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, Sido Muncul tetap optimistis terhadap prospek industri herbal sepanjang 2026. Perseroan menilai tren konsumsi herbal di Indonesia masih akan terus berkembang.
“Prospek industri herbal tetap positif. Katalis utamanya adalah meningkatnya kesadaran kesehatan, perubahan cuaca, mobilitas masyarakat, dan kuatnya budaya konsumsi herbal di Indonesia,” lanjutnya.
Namun demikian, sejumlah tantangan masih membayangi industri herbal tahun ini. Mulai dari daya beli masyarakat yang lebih selektif hingga kenaikan biaya operasional seperti kenaikan biaya kemasan, energi, logistik, serta volatilitas global.
Untuk memperkuat kinerja pada tahun ini, Sido Muncul menyiapkan sejumlah strategi. Perseroan akan memperkuat pasar domestik melalui peluncuran platform edukasi herbal bernama Sido HerbalPedia.
Platform tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran, kepercayaan, dan keterlibatan konsumen terhadap manfaat herbal Indonesia. Selain itu, perusahaan juga terus memperkuat riset ilmiah terhadap produk-produknya.
Tidak hanya fokus di pasar domestik, Sido Muncul juga membidik ekspansi internasional, khususnya di kawasan Asean dan Afrika yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan pasar herbal cukup besar.
Di sisi efisiensi, perusahaan akan melakukan optimalisasi di berbagai lini, mulai dari produksi, kemasan, pengelolaan pemasok, iklan promosi, hingga rantai pasok.
Senada pemilik herbal merek Kutus-Kutus Fazli Hasniel Sugiharto menilai tren wellness berbasis herbal mulai berkembang melalui komunitas keluarga dan ibu muda. Menurutnya pengembangan bisnis herbal sangat bergantung pada relasi personal dan pendekatan komunitas.
Dengan perkembangan komunitas wellness berbasis herbal tersebut dinilai menjadi salah satu sinyal meningkatnya minat masyarakat terhadap produk herbal lokal.
“Dengan dukungan kekayaan biodiversitas Indonesia dan tren hidup sehat yang terus berkembang, industri herbal nasional diproyeksikan memiliki potensi pertumbuhan yang besar dalam beberapa tahun mendatang,” ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri kimia, farmasi, dan obat tradisional termasuk herbal tumbuh 8,35% sepanjang 2025. Selain itu, ekspor tanaman obat, aromatik, dan rempah Indonesia juga mengalami peningkatan dari sekitar US$222,8 juta pada 2012 menjadi US$291,8 juta pada 2023.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar sebelumnya menyebut peluang pengembangan industri herbal nasional masih sangat besar. Dia mengatakan pasar obat asli Indonesia berpotensi mencapai Rp350 triliun per tahun.
Namun, hingga 2025 realisasi nilai ekonomi industri tersebut baru mendekati Rp2 triliun. Kondisi itu menunjukkan ruang pertumbuhan industri herbal dan wellness domestik masih terbuka lebar, baik dari sisi konsumsi maupun ekspor.
Cerita Irwan Hidayat Merawat Sido Muncul Sebelum Tongkat Estafet Berpindah
Irwan Hidayat ungkap rahasia Sido Muncul bertahan lintas generasi. Dari penguatan riset hingga transformasi aturan keluarga bagi para penerus. [711] url asal
#sido-muncul #irwan-hidayat #tolak-angin #industri-jamu-dan-farmasi #regenerasi-sido-muncul
(Kompas.com - Money) 02/04/26 08:41
v/179672/
JAKARTA, KOMPAS.com – Mempertahankan bisnis keluarga hingga melampaui generasi ketiga sering kali dianggap sebagai "kutukan" dalam dunia korporasi.
Ada pameo populer yang menyebut bahwa generasi pertama mendirikan, generasi kedua membesarkan, dan generasi ketiga menghancurkan.
Namun, PT Industri Jamu dan FarmasiSido Muncul Tbk (SIDO) mematahkan mitos tersebut. Memasuki usia ke-75 tahun, raksasa jamu nasional ini tengah memasuki fase krusial transisi kepemimpinan ke tangan generasi keempat.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, menjaga keberlanjutan bisnis keluarga memerlukan lebih dari sekadar laporan keuangan yang biru.
"Hal paling penting bukan soal siapa yang memimpin, melainkan bagaimana menjaga nilai-cara kerja tetap konsisten di tengah perbedaan pandangan antar-sepupu yang kini semakin banyak," ujar Irwan kepada Kompas.com di Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026).
Dari “hukum adat" ke sistem formal
Salah satu tantangan terbesar dalam regenerasi ke generasi keempat adalah struktur keluarga yang semakin melebar.
Jika pada generasi ketiga pengelolaan dilakukan oleh saudara kandung (kakak-beradik), kata dia, pada generasi keempat, tongkat estafet akan dipegang oleh jajaran sepupu dengan latar belakang pendidikan dan pola pikir yang jauh lebih beragam.
Irwan mengakui, selama puluhan tahun Sido Muncul banyak berjalan menggunakan "hukum adat" keluarga, konsensus tidak tertulis berbasis kepercayaan dan kebiasaan. Namun, cara ini tidak lagi memadai untuk masa depan.
"Aturan harus jelas dan dilembagakan supaya tidak menimbulkan kecurigaan. Semua harus berjalan transparan," tegas Irwan.
Langkah formalisasi itu mencakup penyusunan batasan kewenangan yang tegas, termasuk peran Chief Executive Officer (CEO) dalam konteks profesionalisme keluarga.
Hal ini krusial untuk mencegah potensi konflik internal yang sering kali menjadi penyebab runtuhnya bisnis keluarga di banyak negara.
Rencana besar suksesi ini akan mulai dikukuhkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2026).
Dalam agenda tersebut, Irwan Hidayat diproyeksikan untuk kembali menjabat sebagai Direktur Utama atau CEO. Namun, ia menegaskan bahwa periode ini adalah babak penutup bagi generasinya.
"Sebagai yang paling senior di generasi ketiga, saya akan menjadi CEO terakhir dari generasi ini. Tugas saya adalah mempersiapkan dan menyerahkan Sido Muncul kepada generasi penerus dalam kondisi yang benar-benar kuat," jelas pria yang juga dikenal sebagai peracik bumbu andal di lini bisnis kulinernya, Bima Ayam Goreng.
Irwan menargetkan, masa transisi satu tahun ke depan sebagai periode bebenah.
Ia ingin memastikan bahwa sistem perusahaan sudah matang sehingga generasi keempat tidak perlu lagi meraba-raba arah kebijakan fundamental perusahaan.
KOMPAS.com/ANINGTIAS JATMIKA El Rumi dan Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani di sela-sela syuting iklan terbaru Esemag di Studio Putih, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (29/1/2026).Nilai yang tak boleh luntur
Meski tantangan eksternal seperti disrupsi teknologi dan perubahan pasar kian berat, Irwan cukup optimistis.
Menurutnya, para penerus dari generasi keempat bukan anak kemarin sore yang tiba-tiba duduk di kursi empuk.
Mereka telah dibekali dengan pendidikan formal yang mumpuni serta pengalaman kerja di industri selama setidaknya 25 tahun.
Salah satunya adalah Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat yang telah berkiprah lebih dari dua dekade turut membangun Sido Muncul.
Selain itu, Marco Jonathan Hidayat, putra bungsu Irwan, yang kini sudah dipercaya mengelola unit bisnis keluarga di sektor kuliner bersama kakak iparnya.
Bagi Irwan, bekal pengalaman saja tidak cukup. Tantangan paling berat bagi generasi keempat adalah menjaga kepercayaan publik yang telah dipupuk selama lebih dari 50 tahun melalui slogan ikonik seperti "Orang Pintar Minum Tolak Angin".
"Kami boleh berubah dalam cara atau teknologi, tapi tidak dalam prinsip. Kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk jamu berbasis riset adalah harga mati," tambahnya.
KOMPAS.com/YAKOB ARFIN T SASONGKO Deretan penghargaan Sido Muncul, termasuk Indonesia SDGs Action Awards 2025, dipajang di area kantor Sido Muncul di Cipete, Jakarta Selatan.Menjaga warisan, bukan sekadar aset
Bagi Sido Muncul, regenerasi ini bukan sekadar soal perpindahan kekuasaan atau pembagian dividen. Ini adalah upaya pembuktian bahwa jamu tradisional Indonesia bisa tetap relevan secara global di tangan anak muda.
Keputusan Irwan untuk menduduki kembali posisi puncak adalah langkah strategis untuk memastikan proses transfer pengetahuan (knowledge transfer) berjalan mulus tanpa guncangan.
Ia ingin memastikan bahwa ruh Sido Muncul sebagai perusahaan yang mengedepankan pembuktian ilmiah tetap terjaga.
"Yang kami wariskan bukan hanya perusahaan sebagai aset fisik, tapi cara menjaganya agar tetap hidup 100 tahun lagi," kata Irwan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangSido Muncul (SIDO) Cetak Laba Bersih Rp1,22 Triliun pada 2025, Naik dari 2024
Sido Muncul (SIDO) mencatat laba bersih Rp1,22 triliun pada 2025, naik 4,97% dari 2024, dengan penjualan Rp4,07 triliun, didominasi jamu dan suplemen. [257] url asal
#sido-muncul #sido #laba-bersih #penjualan-sido #jamu-herbal #suplemen-sido #makanan-dan-minuman-sido #farmasi-sido #beban-pokok-pendapatan #laba-bruto #tolak-angin #laba-per-saham #total-aset-sido #to
(Bisnis.Com - Market) 28/02/26 19:23
v/150572/
Bisnis.com, JAKARTA — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) membukukan peningkatan penjualan dan laba bersih sepanjang tahun 2025 lalu. SIDO membukukan penjualan sebesar Rp4,07 triliun, dengan laba bersih Rp1,22 triliun sepanjang tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangannya, SIDO mencetak penjualan sebesar Rp4,07 triliun pada tahun 2025. Penjualan ini meningkat 4,10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,91 triliun.
Penjualan ini dikontribusikan dari jamu herbal dan suplemen sebesar Rp2,49 triliun, lalu penjualan makanan dan minuman senilai Rp1,45 triliun, serta farmasi sebesar Rp128,2 miliar.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan SIDO juga ikut meningkat 5,96% dari sebelumnya Rp1,61 triliun pada 2024, menjadi Rp1,71 triliun sepanjang tahun 2025.
Adapun laba bruto produsen Tolak Angin ini juga tercatat naik 2,79% menjadi Rp2,36 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp2,3 triliun secara tahunan.
Alhasil, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SIDO juga naik menjadi Rp1,22 triliun pada 2025. Laba bersih ini naik 4,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,17 triliun.
Laba per saham dasar SIDO juga ikut meningkat dari Rp39,03 pada 2024, menjadi Rp41,36 per saham pada 2025.
Total aset SIDO sepanjang 2025 turun menjadi Rp3,68 triliun, dari Rp3,93 triliun pada 2024.
Total liabilitas SIDO naik sampai akhir 2025 menjadi Rp561,44 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp451,78 triliun pada akhir 2024.
Adapun total ekuitas SIDO turun dari sebelumnya Rp3,48 triliun di akhir Desember 2024, menjadi Rp3,12 triliun di akhir Desember 2025.
75 Tahun Eksis, Sido Muncul Konsisten Hadirkan Produk Herbal Berbasis Ilmiah
Sido Muncul tegaskan komitmen riset ilmiah pada produk Tolak Angin guna menjamin keamanan konsumen dan mendukung kemandirian industri farmasi nasional [2,137] url asal
#industri-farmasi #sido-muncul #irwan-hidayat #tolak-angin #obat-herbal-terstandar #riset-ilmiah #uji-toksisitas
(Kompas.com - Money) 22/01/26 14:02
v/110639/
JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang hari jadi ke-75 tahun pada November 2026, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menggelar konferensi pers untuk mengingatkan kembali komitmen perusahaan terhadap riset ilmiah.
Acara yang digelar di House of Jamu Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026) tersebut menghadirkan para peneliti produk independen, komisaris independen perusahaan, serta tokoh publik.
Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menyampaikan bahwa perusahaan yang didirikan sejak 1951 tersebut konsisten berbasis pada penelitian ilmiah dalam pengembangan produk-produknya.
Salah satu produk andalan yang dimaksud adalah Tolak Angin. Produk ini, kata Irwan, telah melalui serangkaian uji toksisitas dan khasiat yang dilakukan sejak 2002 bersama lembaga riset independen.
"Saya perlu mengadakan acara ini untuk mengulang kembali bagaimana sejarahnya (Tolak Angin) dan bagaimana uji toksisitas (yang dilakukan untuk produk Tolak Angin). (Hasilnya), terbukti secara ilmiah tidak toksik, tidak merusak ginjal, lever, pankreas, serta tidak mengganggu hormon pria ataupun wanita," ujar Irwan kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa sebagai perusahaan publik, Sido Muncul tidak menggantungkan kredibilitas produknya pada opini semata. Justru, perusahaan berpatokan kepada hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Direktur Sido Muncul (HC) Irwan Hidayat menegaskan bahwa seluruh produk Sido Muncul dikembangkan berbasis penelitian ilmiah untuk menjamin keamanan konsumen. Komitmen ini dilakukan agar kredibilitas perusahaan tetap terjaga melalui data yang dapat dipertanggungjawabkan secara saintifik.Uji toksisitas subkronis selama 90 hari
Dalam konferensi pers tersebut, hadir peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Dr apt Ipang Djunarko, SSi, MSc. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan hasil uji toksisitas subkronis Tolak Angin Cair yang dilakukan pada 2002.
“Pengujian tersebut dilakukan lantaran menjadi tuntutan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menentukan keamanan produk,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ipang menerangkan, uji toksisitas subkronis dilakukan selama 90 hari pada tikus jenis Sprague Dawley. Hewan uji tersebut dibagi lima kelompok secara acak dan lengkap, dengan masing-masing kelompok terdiri dari lima ekor tikus jantan dan lima ekor tikus betina.
Pengujian sendiri menggunakan empat peringkat dosis, mulai dari 0,45 ml; 1,35 ml; 4,05 ml; hingga dosis tertinggi 12,15 ml per kilogram berat badan atau setara 9 saset.
“Hasilnya, (setelah diuji dan diamati), tidak ditemukan kematian dan gejala klinis selama 90 hari dari pemberian Tolak Angin Cair, baik pada tikus jantan maupun betina,” kata Ipang.
Adapun pengamatan yang dilakukan mencakup gejala klinis, uji darah rutin, dan uji kimia klinis untuk mengetahui efek toksik pada fungsi organ, serta histologi organ untuk mengetahui perubahan struktural.
Hasil penelitian juga menunjukkan tidak ditemukan perubahan pada berat badan, sistem hematologi, ataupun perubahan struktural pada organ paru, lien atau limpa, jantung, usus, lambung, uterus, dan testis.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Tim peneliti dari Universitas Sanata Dharma dan Universitas Diponegoro memaparkan hasil uji toksisitas serta uji khasiat Tolak Angin Cair di hadapan media. Hasil pengujian membuktikan bahwa produk tersebut aman bagi fungsi organ vital serta efektif dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.Hal senada turut disampaikan Peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Apt Phebe Hendra, PhD. Ia menegaskan, tidak ditemukan adanya kematian ataupun perubahan gejala klinis pada hewan uji.
Phebe bahkan mengonversi durasi pengujian 90 hari yang dilakukan pada tikus setara dengan 101 bulan atau sekitar 8 tahun pada manusia.
"Secara prinsip boleh dikatakan bahwa penggunaan Tolak Angin cair dalam jangka waktu yang cukup panjang itu masih relatif aman selama penggunaan di dosis yang dianjurkan," tegas Phebe.
Sebagai informasi, hasil uji toksisitas tersebut kemudian menjadi salah satu persyaratan yang memungkinkan Tolak Angin naik level dari berlabel "jamu" menjadi "Obat Herbal Terstandar" oleh BPOM. Level obat herbal terstandar merupakan kategori di atas jamu yang mensyaratkan produk telah melewati uji toksisitas dan uji khasiat.
Meningkatkan sistem imun, aman untuk ginjal dan hati
Selain uji keamanan, Sido Muncul juga melakukan uji khasiat bersama Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada tahun yang sama.
Peneliti dari Fakultas Kedokteran Undip Dr dr Neni Susilaningsih, MSi, menjelaskan bahwa penelitian dilakukan bersama almarhum Prof dr Edi Dharmana, MSc, SpParK, PhD; dan almarhum dr Noor Wijayahadi, MKes, PhD.
Penelitian diawali dengan uji pada hewan coba (in vivo) yang menunjukkan adanya perbaikan pada parameter sistem imun atau sistem daya tahan tubuh. Kemudian, pengujian dilanjutkan pada 109 subyek manusia sehat yang terbagi menjadi kelompok perlakuan (99 orang) dan kelompok kontrol (10 orang).
Hasilnya, pemberian Tolak Angin Cair selama satu minggu menunjukkan adanya peningkatan jumlah limfosit T pada darah tepi jika dibandingkan dengan kontrol sebelumnya.
Selain itu, terdapat pula peningkatan pada sitokin, interferon, ataupun Interleukin-2 (IL-2). Rasio interferon dan IL-2 yang meningkat menandakan komponen respons imun dalam tubuh meningkat.
Di samping menilai khasiat pada respons imun, tim peneliti juga menilai kadar kreatinin dan ureum untuk memantau fungsi ginjal dari pemberian Tolak Angin cair.
Penelitian itu juga memeriksa kadar serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) dan serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) untuk menilai fungsi hati, serta kadar hemoglobin (Hb) dan jumlah leukosit.
Semua pemeriksaan itu menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok yang diberi Tolak Angin dan yang tidak diberi. Artinya, Tolak Angin Cair yang diberikan selama satu minggu tidak berpengaruh negatif terhadap fungsi ginjal, fungsi hati, maupun kadar Hb dan leukosit.
"Pada penelitian tersebut, pemberian Tolak Angin cair selama satu minggu menunjukkan ada peningkatan jumlah limfosit T-helper darah tepi jika dibandingkan dengan kontrol sebelumnya," kata Neni.
Neni menambahkan, penelitian juga menunjukkan peningkatan pada sitokin interferon gamma dan interleukin-4, yang mana rasio keduanya juga mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pada komponen respon imun.
Hal tak kalah penting, penelitian juga menilai parameter keamanan produk terhadap fungsi organ vital. Neni menjelaskan bahwa tim menilai kadar kreatinin dan ureum yang menilai fungsi ginjal, kadar SGOT dan SGPT yang menilai fungsi hati, serta kadar hemoglobin (Hb) dan jumlah leukosit.
“Semuanya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok yang diberi Tolak Angin dan yang tidak diberi. Artinya, Tolak Angin cair yang diberikan selama satu minggu tidak berpengaruh negatif terhadap fungsi ginjal, fungsi hati, ataupun kadar Hb dan leukosit,” ucap Neni.
Ia menambahkan, hasil penelitian uji toksisitas dan uji khasiat itulah yang menjadi persyaratan dari BPOM untuk menaikkan level Tolak Angin dari “Jamu” menjadi “Obat Herbal Terstandar”.
Sebagai informasi, BPOM menetapkan status pada produk herbal, mulai dari jamu, obat herbal terstandar, hingga fitofarmaka yang merupakan kategori tertinggi.
Komitmen edukasi dan kolaborasi dengan dunia akademis
Komisaris Independen Sido Muncul Dr dr Mohammad Adib Khumaidi, SpOT, menekankan bahwa penelitian yang dilakukan oleh Universitas Sanata Dharma dan Undip merupakan bentuk pertanggungjawaban publik. Semua proses produksi Tolak Angin dilakukan dalam sebuah proses akademis profesional yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
"Penelitian yang sudah dilakukan oleh Pak Ipang, Ibu Phebe, dan dr Neni tersebut adalah satu bagian sebuah pertanggungjawaban publik yang harus kami lakukan bahwa produk Sido Muncul itu dibuat dalam sebuah proses yang memang itu secara ilmiah," kata Adip.
Ia menambahkan, Sido Muncul memiliki konsep untuk bekerja sama dengan beberapa institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan untuk membuat penelitian terkait herbal. Selain itu, pertemuan dengan komunitas profesi kesehatan dan dokter terkait jamu dan herbal pun dilakukan oleh perusahaan.
Sido Muncul bahkan tengah menyiapkan kompendium yang berisi informasi tentang bahan-bahan alam, lengkap dengan jurnal-jurnal penelitian yang telah dilakukan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Tujuannya, agar masyarakat terinformasi dan teredukasi tentang produk bahan alam yang berguna untuk kesehatan.
Berdasarkan data dari Sido Muncul, perusahaan telah menggelar 53 kali seminar herbal mengenai Tolak Angin bekerja sama dengan berbagai fakultas kedokteran dari berbagai universitas di Indonesia. Kegiatan edukasi ini ditujukan kepada akademisi, kalangan kedokteran, tenaga kesehatan, dan mahasiswa kedokteran.
"Sido Muncul tidak hanya memproduksi yang kaitannya dengan bisnis saja, tapi kami ingin mengedukasi. Siapa yang kita edukasi? Masyarakat dan juga tentunya pemerintah," ujar Adip.
Mendukung kemandirian industri farmasi nasional
Adip juga menyinggung Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang salah satu pasalnya berkaitan dengan obat bahan alam. Menurutnya, pasal dalam kebijakan tersebut merupakan dorongan dari negara yang harus didukung oleh industri seperti Sido Muncul.
"Sido Muncul sudah siap dan tentunya ini menjadi satu bagian dukungan Sido Muncul kepada pemerintah, terutama berkaitan dengan masalah pengembangan obat bahan alam karena itu bagian dalam satu proses kemandirian industri farmasi," kata Adip.
Ia menegaskan, Indonesia memiliki bahan alam luar biasa yang sebenarnya membuka ruang untuk membuktikan manfaat herbal secara ilmiah. Kolaborasi antara industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mengembangkan potensi tersebut.
Ketika profesor dan jurnalis bicara data
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Guru Besar FEB UI Rhenald Kasali berbagi pengalamannya menggunakan Tolak Angin yang selalu menjadi andalan saat menempuh studi di luar negeri. Menurutnya, riset ilmiah yang dilakukan Sido Muncul sangat penting untuk mematahkan mitos negatif yang sering beredar di masyarakat.Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, salah satu Brand Ambassador Tolak Angin sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Prof Rhenald Kasali. Ia menceritakan pengalamannya menggunakan produk tersebut sejak studi di Amerika Serikat selama 6 tahun.
Rhenald mengaku, Tolak Angin selalu menemaninya selama di luar negeri. Menurutnya, pengalaman serupa juga dialami banyak diaspora Indonesia.
"Saya merasakan sendiri begitu sebagai student di luar negeri. Makanya, ketika saya lihat diaspora dan ditanya, hampir semuanya (menjawab bawa Tolak Angin) di tasnya," kata Rhenald.
Rhenald menyoroti bahwa di tengah perkembangan produk herbal Indonesia, selalu ada mitos yang beredar di masyarakat. Menurutnya, inilah yang ingin dibuktikan Sido Muncul melalui riset ilmiah.
"Memang selalu ada mitos. Nah itulah yang mau di-proof. Bener apa nggak? Jangan sampai masyarakat tertipu oleh mitos-mitos itu," tegasnya.
Lebih lanjut, Rhenald menyoroti bahwa kontribusi produk herbal Indonesia di pasar dunia baru mencapai 0,8 persen. Padahal, Indonesia memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman yang sangat luar biasa.
"Indonesia harus come up dengan produk yang benar-benar berbasiskan sains dan nilai tambahannya tinggi. Dunia sedang menuju ke situ berbasiskan research," ujarnya.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Jurnalis senior Andy F Noya menekankan bahwa keputusannya menjadi duta merek didasari pada keyakinan terhadap data dan hasil kajian ilmiah produk. Ia meyakini bahwa transparansi riset Sido Muncul memberikan rasa aman dan kepercayaan yang kuat bagi masyarakat.Sementara itu, jurnalis senior Andy F Noya yang juga Brand Ambassador Tolak Angin menceritakan pertimbangannya sebelum menerima tawaran kerja sama tersebut. Sebagai jurnalis yang terikat kode etik, ia memastikan produk yang diiklankan tidak merugikan masyarakat.
"Saya ketika menyetujui ajakan kerja sama itu menggunakan ukuran-ukuran sebagai jurnalis, yaitu soal data, dan keyakinan kita bahwa ini adalah produk yang baik," tutur Andy.
Andy juga menceritakan pengalamannya mengunjungi pabrik Sido Muncul dan melihat langsung investasi teknologi yang digunakan untuk memproduksi jamu dengan riset yang kuat.
"Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana investasi yang luar biasa besarnya itu diberikan untuk semua teknologi. Ini membuktikan bahwa basis riset adalah kebutuhan konsumen untuk semakin percaya bahwa apa yang diwariskan nenek moyang kita dulu, itu terbukti hari ini benar ada (melalui kajian ilmiah)," jelasnya.
Ia menegaskan, para pakar yang menjelaskan hasil penelitian ditambah komisaris independen yang merupakan dokter menunjukkan bahwa semua produk Sido Muncul, khususnya Tolak Angin, berbasis data dan kajian ilmiah.
"Kalau ada yang meragukan, dia harus juga mampu meng-counter dengan kajian ilmiah yang lain. Bukan ‘katanya’, ‘pokoknya’, atau pandangan-pandangan pribadi," ujarnya.
Sepakat dengan Andy, Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani turut menekankan bahwa konsumen perlu lebih kritis dalam memilah informasi di era informasi digital. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang mengandalkan media konvensional seperti koran dan televisi, kini masyarakat dibombardir informasi dari berbagai sumber.
"Seperti tadi Pak Andi bilang, sekarang semua orang bisa jadi jurnalis tanpa terikat kode etik. Beritanya hitungannya sudah detik-detik, tidak mendalam seperti dulu," ujar Maria.
Ia meyakini bahwa konsumen Indonesia cukup cerdas untuk memilah informasi yang benar dari yang salah. Dengan data dan hasil penelitian yang dipaparkan, konsumen dapat membuat keputusan yang tepat.
"Saya yakin konsumen kami orang pintar semua. Jadi yang pintar tentu saja bisa memilah informasi mana yang benar dan tidak, lalu memilih produk yang baik," tegasnya.
Dari jamu rumahan hingga perusahaan publik
Sido Muncul berawal dari usaha jamu rumahan yang dibuat Rahkmat Sulistio di Yogyakarta pada 1930. Satu dekade kemudian atau pada 1940, produk jamu yang awalnya berupa racikan dikembangkan menjadi jamu godokan.
Waktu berlalu, Sido Muncul pun berdiri secara resmi pada 1951 dan berkembang menjadi produsen jamu dan obat herbal. Pada 1992, perusahaan melakukan inovasi dengan memproduksi Tolak Angin dalam bentuk cair siap minum yang dikemas dalam saset agar lebih praktis, higienis, dan mudah dibawa.
Saat ini, Tolak Angin memiliki beberapa sediaan, yakni cair, serbuk, tablet, kapsul lunak. Selain itu, ada pula Tolak Angin Sugar Free, Tolak Angin Flu, Tolak Angin Anak, dan Tolak Angin Batuk. Perusahaan pun memproduksi berbagai produk herbal lainnya, seperti Kunyit Asam dan Temulawak.
Irwan menyampaikan hasil penelitian merupakan fondasi penting dalam pengembangan produk perusahaan. Sido Muncul tidak hanya mengandalkan warisan resep tradisional, tetapi juga memastikan setiap produk terjaga kualitasnya.
"Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami kepada konsumen agar produk yang diminum benar-benar aman, berkualitas, dan bermanfaat," ujar Irwan.
Di usia yang akan mencapai 75 tahun pada November 2026, Sido Muncul berkomitmen terus melakukan inovasi agar produk-produknya semakin diterima konsumen. Perusahaan juga akan terus berkolaborasi dengan institusi pendidikan dan riset untuk mengembangkan produk herbal berbasis ilmiah.
Tolak Angin x Brodo x Tahilalats Sinergi Rilis Ace Neptune Swift Blue
Tolak Angin, Brodo, dan Tahilalats luncurkan Ace Neptune Swift Blue, sneaker kolaboratif yang menggabungkan desain karakter dan identitas herbal Indonesia. [422] url asal
#tolak-angin #brodo #tahilalats #ace-neptune-swift-blue #kolaborasi-produk #mindblowon-studio #azhari #yukka-harlanda #sneaker #ace-neptune-swift-blue #taufan #indonesia #sido-muncul #maria-reviani
(CNN Indonesia - Ekonomi) 02/12/25 18:38
v/58394/
Tolak Angin, Brodo, dan Tahilalats kembali menghadirkan kolaborasi produk menjelang akhir tahun. Setelah merilis Ace Nova The Only Yellow pada awal 2025, ketiga brand lokal tersebut kini meluncurkan Ace Neptune Swift Blue.
Peluncuran Ace Neptune Swift Blue menjadi lanjutan komitmen ketiga brand untuk mendorong kolaborasi kreatif di Indonesia. Produk ini hadir dengan warna biru yang identik dengan Tolak Angin Flu dan memadukan elemen desain karakter Tahilalats.
Sneaker dengan siluet Ace Neptune ini menggabungkan identitas herbal Indonesia, keahlian manufaktur sepatu lokal, serta karakter webcomic yang dekat dengan generasi muda.
Desain yang menampilkan karakter Taufan membawa konsep perlindungan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, selaras dengan manfaat Tolak Angin Flu.
Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat, menyampaikan bahwa keberhasilan Ace Nova The Only Yellow menjadi dorongan untuk melanjutkan kolaborasi dengan nuansa baru.
Menurutnya, Ace Neptune Swift Blue menghadirkan filosofi perlindungan Tolak Angin Flu dalam format produk gaya hidup yang lebih relevan bagi konsumen muda.
“Warna biru pada Ace Neptune Swift Blue melambangkan kepercayaan diri untuk beraktivitas tanpa khawatir masuk angin atau flu, membuktikan bahwa warisan herbal dapat berinovasi dan berpadu dengan gaya hidup kekinian,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/12).
Kolaborasi Pintar Jilid 2 ini juga menunjukkan potensi sinergi lintas sektor antara industri herbal, fashion, dan seni digital.
Ace Neptune Swift Blue diharapkan dapat memperluas daya tarik produk lokal melalui inovasi yang konsisten dan pendekatan desain yang mudah diterima pasar.
CEO Brodo, Yukka Harlanda, menambahkan bahwa produk ini menjadi representasi ekspresi dan kerja sama brand lokal.
“Bersama Tolak Angin dan Tahilalats, kami ingin membuktikan bahwa inovasi sejati lahir ketika brand lokal berani bersinergi," tegas dia.
Ia menjelaskan bahwa desain Ace Neptune dipadukan dengan narasi Tolak Angin Flu dan karakter Taufan dari Tahilalats untuk menghasilkan produk yang memiliki identitas kuat dan tetap kompetitif di pasar yang lebih luas.
"Hasilnya lebih dari sekadar sepatu: ini adalah statement bahwa produk lokal mampu bersaing di panggung global sambil tetap mengakar pada jiwa Indonesia,” imbuh Yukka.
Co-Founder Mindblowon Studio, Rakhman (Ote) Azhari, melihat kolaborasi ini sebagai sarana memperkenalkan kreativitas dalam bentuk yang lebih aplikatif. Karakter Taufan dalam desain sneaker tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang relevan bagi pengguna.
"Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi brand lokal dapat menciptakan produk ikonik yang fun, relatable, dan mampu bersaing secara global,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Ace Neptune Swift Blue dirilis sebagai pelengkap seri sebelumnya dan diposisikan sebagai produk yang membawa nuansa baru untuk menyambut tahun mendatang.
Sneaker ini hadir dalam jumlah terbatas dan dapat diperoleh mulai 1 Desember 2025 di Brodo Store terpilih maupun Brodo Official Store di platform e-commerce.
Tolak Angin Hadirkan Inovasi Herbal Lewat Kolaborasi dengan Chatime
Sido Muncul luncurkan "Coco Angin" kolaborasi dengan Chatime, menggabungkan cokelat dan herbal, inovasi ini menjangkau generasi muda dengan cara modern. [445] url asal
#tolak-angin #chatime #kolaborasi #minuman-herbal #coco-angin #inovasi-produk #generasi-muda #sido-muncul #chatimeindo #sido-muncul #f-amp-b-id #giveaway #kawan-lama-group #kolaborasipinta
(CNN Indonesia - Ekonomi) 20/11/25 13:00
v/44368/
Menjelang akhir tahun 2025, Sido Muncul kembali menunjukkan gebrakan baru melalui produk andalannya, Tolak Angin dalam bentuk kolaborasi bersama Chatime, merek kreasi teh dan minuman kekinian bagian dari F&B ID dan Kawan Lama Group.
Kolaborasi ini melahirkan minuman spesial bertajuk "Coco Angin", yang menggabungkan cita rasa cokelat khas Chatime dengan kebaikan herbal Tolak Angin.
Selain itu, kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis Tolak Angin dalam memperluas jangkauan ke generasi muda dengan menghadirkan warisan herbal Indonesia dalam format yang lebih modern.
Marketing Director Sido Muncul Maria Reviani Hidayat menyebut, langkah ini menjadi bagian dari upaya Tolak Angin untuk tetap relevan dan dekat dengan generasi muda tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya.
"Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Sido Muncul untuk menghubungkan warisan herbal Indonesia dengan tren masa kini," ujar Maria.
Sebagai produk herbal yang telah dipercaya masyarakat selama puluhan tahun, Tolak Angin terus beradaptasi dengan gaya hidup yang semakin dinamis.
Lewat Coco Angin, Tolak Angin hadir dengan sentuhan lebih fun, segar, dan relevan bagi milenial serta Gen Z yang mengedepankan semangat dan produktivitas.
"Melalui Coco Angin, kami ingin menunjukkan bahwa herbal bisa dinikmati dengan cara yang menyenangkan, praktis, dan tetap memberikan kebaikan. Perpaduan rasa ini menjadi simbol bagaimana Tolak Angin tetap relevan lintas generasi," ujarnya.
Dari sisi Chatime, kolaborasi ini juga dianggap sebagai bentuk sinergi kreatif antara tradisi dan tren kekinian. Sarah Merci selaku Marketing General Manager F&B ID menilai, menjelang akhir tahun, banyak orang membutuhkan energi tambahan di tengah kesibukan.
Dengan demikian, melalui kolaborasi ini, kehadiran Coco Angin siap memberi dorongan energi dan semangat baru. Tolak Angin sudah dipercaya turun-temurun sebagai warisan herbal Indonesia.
"Kami memadukan kebaikan Tolak Angin dengan kreasi kekinian ala Chatime, menyajikan kejutan rasa yang menyegarkan dan menyenangkan. Kami berharap, Coco Angin bisa menemani semua pemberani dari berbagai lapisan masyarakat dalam menyongsong akhir tahun," kata Sarah.
Dengan karakter rasa yang tak terduga, Coco Angin menjadi minuman wajib untuk tetap semangat dalam menghadapi kesibukan akhir tahun.
Untuk menikmati Coco Angin, pelanggan dapat memilih madu sebagai opsi pemanis natural. Sementara itu, bagi pelanggan yang memilih gula, tingkat kemanisan juga dapat disesuaikan sesuai preferensi.
Melalui pilihan ini, Chatime menghadirkan kreasi minuman yang dapat dinikmati dengan cara yang lebih personal sesuai gaya hidup masa pelanggan.
Untuk merayakan kolaborasi ini, Chatime dan Tolak Angin menghadirkan Kolaborasi Pintar Giveaway sebagai bentuk apresiasi bagi pelanggan.
Pelanggan diajak untuk berbagi momen menikmati Coco Angin di Instagram dengan mention akun @chatimeindo dan @tolak_angin serta menggunakan tagar #KolaborasiPintarChallenge.
Coco Angin bisa dipesan mulai 14 November 2025 di seluruh gerai Chatime se-Indonesia. Selain dapat dipesan langsung di toko, pelanggan juga bisa memesannya melalui di F&B ID App yang bisa diunduh di Google Play dan App Store, serta di layanan online delivery.
Sido Muncul (SIDO) Serap Capex 24%, Sisanya Mengalir ke Dividen
Sido Muncul (SIDO) serap 24% capex 2025, sisanya untuk dividen. Tanpa pabrik baru, capex Rp37 miliar untuk modernisasi. Dividen interim Rp660 miliar dibagikan. [464] url asal
#sido-muncul #sido-muncul-capex #sido-muncul-dividen #sido-muncul-saham #sido-muncul-laba #sido-muncul-pendapatan #sido-muncul-2025 #sido-muncul-dpr #sido-muncul-tolak-angin #sido-muncul-pabrik #sido-m
(Bisnis.Com - Market) 11/11/25 12:54
v/35004/
Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen Tolak Angin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncull Tbk. (SIDO) baru menyerapcapital expenditure(capex) atau modal kerja sebanyak 24,66% dari total yang dianggarkan pada awal tahun. Manajemen menerangkan, sisa dari serapancapextersebut akan dialokasikan sebagai dividen bagi para pemegang saham nantinya.
Adapun pada awal tahun, Sido Muncul mengalokasikan Rp150–Rp175 miliar sebagai capex perseroan untuk 2025. Sepanjang sembilan bulan 2025, SIDO baru menyerapcapexsenilai Rp37 miliar.
Direktur Sido Muncul Budiyanto, menerangkan bahwa minimnya serapancapexperseroan terjadi lantaran tidak ada pembangunan pabrik baru sepanjang 2025. Hal itu terjadi karena SIDO telah mengoperasikan pabrik untuk Tolak Angin pada 2018. Pabrik tersebut telah mampu melayani kebutuhan domestik dan ekspor perseroan.
“Jadi betulcapexyang terserap Rp37 miliar, itumostlyuntuk perbaikan ataupun modernisasi alat-alat kami. Tapi tidak adacapexyang signifikan, yang kami kucurkan untuk pembangunan pabrik baru. Jadi masih cukup, kita tidak melihat adanyacapexyang besar sekali dalam jangka waktu dekat,” katanya dalam acara Investalk BRI Danareksa Sekuritas, Selasa (11/11/2025).
Adapun untuk diketahui, realisasicapexSIDO mengalami tren penurunan selama tiga tahun terakhir. Pada 2022 misalnya, SIDO menyerapcapexsenilai Rp118 miliar dan setahun berselang,capexyang diserap SIDO hanya sebesar Rp50 miliar. Begitu juga pada 2024, SIDO hanya menyerapcapexsenilai Rp46 miliar.
Sejalan dengan sisacapex2025 yang masih tersisa ratusan miliar, SIDO berencana mengalokasikancapextersebut sebagai dividen bagi para pemegang sahamnya. SIDO berupaya mempertahankandividend payout ratio(DPR) yang cukup besar.
“Sehingga kelebihan dananya ini masih bisa dialokasikan untuk dividen buatshareholders,” tegas Budiyanto.
Adapun untuk tahun buku 2025, SIDO bakal membagikan dividen interim senilai Rp660 miliar kepada para pemegang sahamnya. Dengan besaran Rp22 per lembar saham, SIDO bakal membagikannya kepada pemegang 30 miliar lembar saham perseroan.
Hal itu seiring dengan kinerja positif SIDO sepanjang sembilan bulan 2025. SIDO mampu membukukan pendapatan senilai Rp2,72 triliun, naik 3,89% YoY dibandingkan Rp2,62 triliun pada periode yang sama 2024.
Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, SIDO akhirnya mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp818,54 miliar pada periode Januari–September 2025. Torehan laba bersih SIDO naik 5,19% YoY dari Rp778,11 miliar pada periode yang sama 2024.
Secara historis, SIDO memang berupaya untuk membagikan dividen sebesar lebih dari 90% dari total laba bersih yang mampu dibukukan perseroan. Pada 2020, DPR SIDO mencapai 100%, 2021 sebesar 90%, 2022 sebesar 99%, 2023 sebesar 97%, dan pada 2024 kembali 100% dari total laba bersih.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Laba Moncer, Sido Muncul (SIDO) Bakal Tebar Dividen Interim Rp660 Miliar
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) akan membagikan dividen interim Rp660 miliar pada 20 November 2025, berkat laba bersih yang meningkat. [474] url asal
#sido-muncul #dividen-interim #laba-bersih #tolak-angin #saham-sido #pendapatan-sido #pertumbuhan-laba #dividen-tunai #laba-per-saham #total-aset-sido #liabilitas-sido #ekuitas-sido #jadwal-dividen #pe
(Bisnis.Com - Market) 31/10/25 12:28
v/22701/
Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen Tolak Angin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) bakal membagikan dividen interim kepada para pemegang sahamnya atas kinerja 9 bulan 2025. Pembagian dividen interim itu dilakukan SIDO setelah mampu membukukan laba bersih yang bertumbuh sepanjang periode ini.
Melansir keterbukaan informasi, SIDO bakal membagikan dividen senilai Rp22 per saham kepada para pemegang sahamnya. Dengan modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 30 miliar saham, artinya SIDO bakal menggelontorkan dana senilai sekitar Rp660 miliar untuk pembagian dividen kali ini.
“Perseroan akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai sebesar Rp22 per saham untuk tahun buku 2025 periode 1 Januari–30 September 2025,” jelas manajemen SIDO dalam keterbukaan informasi, Jumat (31/10/2025).
Dibandingkan dengan dividen interim pada Oktober 2024 silam, besaran dividen yang akan dibagikan SIDO bertumbuh dari posisi Rp18 per lembar pada tahun lalu. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan laba per saham yang mampu dibukukan oleh SIDO pada periode Januari–September 2025.
Nantinya, dividen tunai hanya akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya telah tercatat pada maksimal tanggal 12 November 2025 pukul 16.00 WIB. Dividen akan dibagikan oleh SIDO pada 20 November 2025.
Adapun sepanjang 9 bulan 2025, SIDO membukukan pendapatan senilai Rp2,72 triliun, tumbuh 3,89% YoY dibandingkan Rp2,62 triliun pada periode yang sama 2024.
Bertumbuhnya pendapatan SIDO sejalan dengan turut bertumbuhnya sejumlah segmen penjualan perseroan. Pada segmen jamu herbal dan suplemen misalnya, SIDO membukukan pendapatan senilai Rp1,60 triliun, naik 3,92% YoY dari posisi Rp1,54 triliun pada periode Januari–September 2024.
Begitu juga pada segmen makanan dan minuman, yang membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,39% YoY menjadi Rp1,02 triliun per September 2025. Hanya segmen farmasi yang membukukan penyusutan pendapatan sebesar 1,84% YoY menjadi hanya Rp93,53 miliar pada periode yang berakhir September 2025.
Alhasil, setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, SIDO mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp818,54 miliar pada periode Januari–September 2025. Torehan laba bersih SIDO naik 5,19% YoY dari Rp778,11 miliar pada periode yang sama 2024.
Naiknya laba bersih SIDO turut mengerek laba per saham dasar yang meningkat ke posisi Rp27,52 per lembar saham. Sebelumnya, pada periode Januari–September 2024, SIDO membukukan laba per saham senilai Rp25,94 per lembar.
Posisi kas SIDO mencapai Rp771 miliar per September 2025, meskipun Perusahaan telah membagikan dividen sebesar Rp630 miliar dan melakukan
pembelian kembali saham senilai Rp253 miliar. Hal ini didukung oleh posisi keuangan tanpa utang dan likuiditas yang kuat.
Adapun, program buyback saham mencerminkan keyakinan manajemen terhadap nilai intrinsik jangka panjang SIDO.
Berikut jadwal pembagian dividen interim SIDO:
- Cum dividen di pasar reguler: 10 November 2025
- Cum dividen di pasar tunai: 12 November 2025
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 11 November 2025
- Ex dividen di pasar tunai: 13 November 2025
- Recording date: 12 November 2025
- Pembayaran dividen: 20 November 2025
Sido Muncul (SIDO) Targetkan Pendapatan dan Laba Tumbuh 5% pada 2025
Sido Muncul (SIDO) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba 5% pada 2025, meski daya beli melemah. Fokus ekspansi ke negara baru dan produk baru. [396] url asal
#sido-muncul #tolak-angin #pendapatan-sido-muncul #laba-bersih-sido #target-pertumbuhan-sido #produk-baru-sido #pasar-internasional-sido #kinerja-semester-sido #penjualan-jamu-herbal #daya-beli-masyara
(Bisnis.Com - Market) 17/10/25 17:10
v/7237/
Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah tantangan lemahnya daya beli masyarakat, emiten produsen Tolak Angin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) berambisi menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sepanjang tahun 2025.
Direktur Sido Muncul Budiyanto menegaskan, pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 5% sepanjang 2025. Target tersebut merupakan hasil revisi perseroan dari target sebelumnya 10%.
“Targetnya 5% untuk pertumbuhan pendapatan dan laba bersih SIDO,” katanya singkat saat ditemui Bisnis di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Sebelumnya, SIDO merevisi turun target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perseroan lantaran ketegangan geopolitik pertengahan tahun lalu. Ke depannya, Budiyanto menerangkan bahwa SIDO bakal menargetkan pertumbuhan penjualan di sejumlah negara baru. Adapun hingga saat ini, produk-produk SIDO baru menjangkau 30 negara.
Sejauh ini, Budiyanto menerangkan bahwa produk Tolak Angin masih menjadi produk yang mendorong laju pendapatan SIDO. Namun, SIDO tidak menutup kemungkinan untuk menerbitkan sejumlah produk baru ke depannya.
“Kami lihat lagi penerimaan masyarakat ke depan, mudah-mudahan bisabooming,” katanya.
Berdasarkan kinerja semester I/2025, pendapatan SIDO susut 3,70% year on year (YoY) menjadi Rp1,82 triliun dari Rp1,89 triliun pada periode yang sama 2024. Susutnya pendapatan SIDO disebabkan oleh tiga segmen penjualan yang kompak melemah selama periode tersebut.
Pada segmen jamu herbal dan suplemen, misalnya, SIDO membukukan penjualan yang turun tipis dari Rp1,11 triliun menjadi Rp1,07 triliun pada periode yang berakhir Juni 2025. Begitu juga pada segmen makanan dan minuman yang hanya mampu mencatatkan penjualan senilai Rp686,48 miliar dan segmen farmasi senilai Rp62,85 miliar.
Alhasil, sejalan dengan penurunan tersebut, laba bersih perseroan turut terkoreksi 1,31% YoY dari Rp608,49 miliar pada periode semester I/2024 menjadi Rp600,46 miliar pada periode Januari–Juni 2025.
Budiyanto menerangkan lemahnya kinerja SIDO sepanjang paruh pertama 2025 terutama disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat yang menghantui kinerja perekonomian nasional. Beruntung, musim hujan yang cukup panjang pada kuartal II/2025 mampu memberikan peningkatan penjualan terhadap segmen jamu herbal SIDO.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56