#30 tag 24jam
Menuju Usia Ke-75, Sido Muncul Gandeng Nicholas Saputra untuk Iklan Terbaru Tolak Angin
Sido Muncul menggandeng Nicholas Saputra dalam iklan terbaru Tolak Angin bertema “Dari Indonesia untuk Dunia” [974] url asal
#nicholas-saputra #sido-muncul #irwan-hidayat #tolak-angin #jamu-herbal
(Kompas.com - Money) 21/05/26 17:29
v/227946/
Jakarta, KOMPAS.com – Menjelang usia ke-75 tahun pada November mendatang, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk meluncurkan iklan televisi terbaru produk Tolak Angin bertajuk “Dari Indonesia untuk Dunia”.
Iklan berdurasi 1 menit 15 detik tersebut menandai hadirnya Nicholas Saputra sebagai brand ambassador terbaru Tolak Angin.
Lewat kampanye terbaru ini, perusahaan kembali membawa pesan yang tidak sekadar berbicara soal produk, tetapi juga edukasi kepada masyarakat.
Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan bahwa iklan terbaru Tolak Angin lahir di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
“Kami berharap, iklan ini memberi pesan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh berita-berita yang beredar,” ujar Irwan kepada Kompas.com di Kantor Sido Muncul, Jakarta, Rabu (18/5/2026).
Melalui kampanye tersebut, Sido Muncul juga ingin menyampaikan pentingnya kemandirian di bidang pengobatan herbal, sekaligus mendekatkan pesan itu kepada generasi muda melalui figur Nicholas Saputra.
“Kami mengajak Nicholas Saputra karena dianggap bisa mewakili generasi sekarang agar memahami isi pesan dari iklan ini,” katanya.
Irwan menegaskan, Sido Muncul saat ini tengah memperkuat orientasi perusahaan pada riset dan pembuktian ilmiah produk herbal.
Perusahaan, kata dia, telah memiliki fasilitas laboratorium farmakologi untuk mendukung penelitian berbagai produk herbal.
“Kami ingin membuat produk-produk yang berbasis penelitian, bukan hanya berbasis pengalaman,” ujar Irwan.
Riset tersebut, lanjut Irwan, dilakukan untuk membuktikan khasiat produk herbal secara ilmiah, mulai dari pengembangan produk metabolik hingga suplemen kesehatan.
Irwan juga menyebut tahun ini Sido Muncul akan lebih intensif melakukan penelitian terhadap berbagai produk herbal agar memiliki dasar ilmiah yang semakin kuat.
“Maka itu, nanti tahun ini kami akan berkonsentrasi pada riset-riset untuk membuktikan ada khasiatnya atau tidak ada khasiatnya, kalau tidak ada akan kami perbaiki,” ucapnya.
KOMPAS.com/Muhammad Rizqan Alfarisi Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat saat memaparkan konsep dari iklan terbaru yang mengusung Nicholas Saputra sebagai brand ambassador terbaruAngkat perjalanan Nicholas mengenal Tolak Angin
Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat menjelaskan bahwa iklan terbaru tersebut menceritakan perjalanan Nicholas Saputra dalam mengenal produk Tolak Angin lebih dekat.
Dalam iklan itu, Nicholas diperlihatkan mengunjungi pabrik Sido Muncul di Semarang untuk melihat langsung proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, penelitian, hingga pengolahan produk herbal.
Maria menyebut, karakter cerita dalam iklan tidak jauh berbeda dengan sosok Nicholas di kehidupan sehari-hari.
“Saat kami mengajak Nicholas menjadi brand ambassador, ternyata dia sangat kritis terhadap brand yang akan dibawa,” ujar Maria.
Nicholas, lanjut dia, banyak menanyakan proses penelitian, keamanan produk, hingga pengolahan bahan baku Tolak Angin.
“Biasanya brand ambassador tidak bertanya sedetail itu, tetapi Nicholas sangat antusias melihat prosesnya,” kata Maria.
Maria menyebut Tolak Angin memang sudah lama menjadi bagian dari keseharian Nicholas, terutama saat bepergian ke luar negeri ataupun menjalani aktivitas padat sehari-hari.
Selain itu, kampanye terbaru Tolak Angin tetap membawa pesan sosial seperti iklan-iklan Sido Muncul sebelumnya.
Jika sebelumnya Sido Muncul mengangkat tema pariwisata dan pesan kemanusiaan, kali ini pesan yang dibawa adalah ajakan kepada generasi muda agar lebih bijak menyaring informasi.
“Pesannya jangan mudah dibawa angin. Sekarang informasi datang sangat cepat, tetapi belum tentu semuanya benar,” ujar Maria.
KOMPAS.com/Muhammad Rizqan Alfarisi Maria Reviani Hidayat bersama Nicholas Saputra saat diwawancarai oleh awak media yang hadir pada perilisan iklan terbaru Sido MunculNicholas Saputra soroti riset dan kualitas produk
Sementara itu, Nicholas Saputra mengaku tidak asing dengan Tolak Angin karena produk tersebut sudah menjadi bagian dari kesehariannya sejak lama.
“Saya mengenal Tolak Angin sejak lama dan sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, terutama saat bepergian,” ujar Nicholas.
Salah satu hal yang membuatnya tertarik untuk bergabung dalam kampanye ini adalah komitmen perusahaan terhadap riset dan kualitas produk herbal.
Nicholas mengaku mendapat banyak pengalaman ketika mengunjungi fasilitas produksi Sido Muncul.
Ia melihat langsung proses penelitian, kultur jaringan tanaman herbal, hingga pengembangan bahan baku bersama para petani.
“(Hal) yang paling menarik buat saya adalah bagaimana Tolak Angin berusaha mendekatkan produk kepada masyarakat dengan cara yang lebih saintifik,” katanya.
Di tengah derasnya arus informasi era digital, Nicholas juga menilai generasi muda perlu lebih kritis dalam memilah informasi yang mereka terima.
“Sekarang kita punya akses informasi yang sangat besar, tapi kita juga harus belajar bijak menyikapi semuanya,” ujarnya.
Tak hanya itu, suasana kerja di pabrik Sido Muncul juga meninggalkan kesan positif bagi Nicholas.
“Saya melihat orang-orang yang bekerja di sana terlihat senang. Itu juga menjadi kesan yang saya dapatkan,” katanya.
KOMPAS.com/Muhammad Rizqan Alfarisi Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat memberikan sambutan pada acara perilisan iklan dan brand ambassador terbaru Tolak AnginKomitmen dorong herbal berbasis riset
Sementara itu, Komisaris Independen Sido Muncul, Dr dr Mohammad Adib Khumaidi, SpOT, menilai langkah Sido Muncul memperkuat riset merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk herbal Indonesia.
Menurut Adib, berbagai proses penelitian yang dilakukan menjadi upaya untuk memastikan seluruh produk herbal diproduksi berdasarkan pendekatan ilmiah.
Ia menjelaskan bahwa Sido Muncul juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas dokter, peneliti, hingga institusi pendidikan kedokteran untuk mengembangkan riset herbal di Indonesia.
“Ruang riset ini mari kita dorong bersama,” ujar Adib.
Selain mendukung pengembangan produk, riset herbal juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan bahan baku alami Indonesia.
Adib mengatakan pengembangan tanaman herbal tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat memperkuat ekonomi nasional melalui pemanfaatan kekayaan alam dalam negeri.
Sementara itu, jurnalis senior sekaligus Brand Ambassador Tolak Angin, Andy F Noya, menilai kekuatan utama Sido Muncul selama ini terletak pada konsistensi riset dan kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Generasi muda saat ini, lanjut Andy, tidak cukup diyakinkan hanya dengan cerita turun-temurun, tetapi juga membutuhkan bukti ilmiah.
“Yang diyakini oleh nenek moyang kita sekarang harus bisa diuji secara sains supaya masyarakat percaya,” ujar Andy.
Ia juga menilai kehadiran Nicholas Saputra menjadi representasi figur yang selektif dan menjaga integritas, sehingga dinilai selaras dengan pesan yang dibawa Tolak Angin.
Lewat kampanye “Dari Indonesia untuk Dunia”, Sido Muncul berharap Tolak Angin bisa semakin dikenal di pasar global sekaligus membawa kekayaan herbal Indonesia ke panggung internasional yang lebih luas.
Meski Kinerja Sido Muncul Turun 19 Persen, Tolak Angin Tetap Kuasai 72 Persen Pasar
Meski pendapatan turun 19 persen karena penyesuaian stok, Tolak Angin Sido Muncul tetap perkasa kuasai 72 persen pangsa pasar obat herbal nasional. [904] url asal
#obat-herbal #sido-muncul #irwan-hidayat #tolak-angin #kuku-bima
(Kompas.com - Money) 13/05/26 13:37
v/220151/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 19 persen pada triwulan I 2026 jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada triwulan I 2026, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 640,5 miliar, sedangkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 789,1 miliar.
Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan, penurunan pendapatan tersebut tidak disebabkan oleh penurunan permintaan konsumen akhir.
Penurunan pendapatan merupakan dampak dari kebijakan penyesuaian persediaan atau inventory adjustment di tingkat distributor. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi penumpukan stok yang terlalu tinggi di jaringan distribusi.
Manajemen memperkirakan, normalisasi penuh akan tercapai seiring stok distributor kembali ke tingkat ideal.
"Penurunan bukan karena permintaan turun, melainkan kami melakukan inventory adjustment. Permintaan pasar di tingkat ritel tetap stabil, bahkan meningkat di sejumlah wilayah," ujar Irwan saat konferensi pers di Jakarta, Senin (12/5/2026).
Akumulasi stok di distributor dipengaruhi oleh pola penjualan berjenjang dan pembelian distributor dengan harga lama pada akhir 2025. Dalam sistem penjualan berjenjang, distributor mendapat insentif berupa harga lebih murah atau hadiah jika membeli dalam jumlah tertentu.
Kondisi ini menyebabkan penumpukan persediaan barang yang terlalu tinggi di tingkat distributor. Penumpukan tersebut berpotensi menimbulkan inefisiensi operasional dan merusak harga produk di pasar.
"Mereka beli dengan harga lama, kemudian dijual murah di pasar. Padahal, harga resmi sudah naik, tapi mereka masih jual di bawah harga. Ini merusak pasar," jelasnya.
Permintaan ritel tetap stabil dan meningkat
Meski pendapatan perusahaan menurun, permintaan pasar di tingkat ritel tetap berada dalam kondisi stabil. Bahkan, di Pulau Jawa dan Sumatera, permintaan menunjukkan peningkatan.
Irwan menegaskan, data penjualan dari distributor ke toko tidak menunjukkan penurunan signifikan. Hal ini membuktikan bahwa fundamental bisnis Sido Muncul tetap kuat dan permintaan konsumen akhir tidak terpengaruh.
"Laporan keuangan turun karena kami batasi penjualan ke distributor. Namun, permintaan konsumen tidak turun, bahkan di beberapa wilayah naik," katanya.
Produk unggulan Sido Muncul, lanjutnya, tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di berbagai kategori. Tolak Angin menguasai 72 persen pangsa pasar obat herbal masuk angin berdasarkan data Nielsen.
Selain Tolak Angin, produk lain juga mendominasi pasar di kategori masing-masing. Kuku Bima menguasai 51 persen pasar minuman energi. Kemudian, produk seperti Esemag, Tolak Linu, suplemen herbal, dan jamu serbuk lain juga mempertahankan posisi sebagai market leader.
Posisi dominan di berbagai kategori produk menjadi fondasi kuat bagi optimisme manajemen dalam menghadapi tantangan pada 2026.
Irwan menyatakan, dengan permintaan pasar yang tetap kuat dan strategi yang tepat, perusahaan yakin dapat mempertahankan kinerja profitabilitas.
Dorong pertumbuhan di usia Ke-75
Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Sido Muncul pada November 2026, perusahaan menyiapkan enam langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Pertama, meluncurkan portal SidoHerbalPedia sebagai platform edukasi masyarakat mengenai pengobatan berbasis herbal.
Portal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan penjualan produk food supplement herbal sekaligus meningkatkan awareness masyarakat terhadap manfaat herbal Indonesia. SidoHerbalPedia akan memuat informasi terkait jamu yang telah diuji klinis dan berbasis riset.
Kedua, melakukan riset pada tingkat hulu guna meningkatkan kualitas tanaman rempah sebagai bahan baku utama. Langkah ini penting untuk memastikan kualitas produk jamu sejak dari sumber bahan bakunya.
Ketiga, mengembangkan riset tanaman obat untuk berbagai macam penyakit seperti kanker, diabetes melitus, dan peningkatan imunitas. Riset ini bertujuan memperluas portofolio produk herbal berbasis ilmiah.
Keempat, melakukan uji praklinis pada produk-produk Sido Muncul yang sudah ada. Langkah ini bertujuan memperkuat validasi ilmiah terhadap khasiat produk dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Kelima, memperluas pasar ekspor dengan memasuki pasar mainstream di luar negeri. Tahun ini, Sido Muncul merencanakan ekspansi ke Arab Saudi dan China dengan mendaftarkan produk untuk dapat dijual di pasar mainstream.
Saat ini, produk Sido Muncul di luar negeri masih banyak beredar di pasar sekunder atau toko-toko Indonesia. Dengan masuk ke pasar mainstream Arab Saudi dan China, perusahaan menargetkan peningkatan penjualan ekspor secara signifikan.
"Kami akan mendaftarkan produk di Arab Saudi untuk masuk pasar mainstream. Kalau bisa, kami juga akan masuk ke China," ujar Irwan.
Keenam, menjaga kualitas produk secara konsisten di seluruh lini bisnis. Perusahaan juga akan mengoptimalkan efisiensi biaya melalui optimalisasi produksi, kemasan, pengelolaan pemasok, iklan promosi, serta rantai pasok.
Dampak kenaikan harga kemasan terbatas
Selain enam strategi di atas strategi Irwan menyatakan, perusahaan juga tetap mewaspadai sejumlah tantangan eksternal, salah satunya dinamika geopolitik global yang mendorong kenaikan harga bahan baku kemasan.
Akan tetapi, perusahaan masih bisa mengelola kenaikan harga tersebut. Pasalnya, sekitar 90 persen bahan baku Sido Muncul berasal dari dalam negeri. Dengan struktur biaya yang didominasi bahan baku lokal, dampak fluktuasi nilai tukar dollar AS terhadap rupiah relatif terbatas.
"Kami bukan pabrik farmasi yang 100 persen impor. Bahan baku kami 90 persen lokal, jadi dampak kurs tidak terlalu besar," katanya.
Bahan baku impor, lanjutnya, hanya mencapai 5-6 persen dari total kebutuhan dengan sebagian besar berupa bahan pembantu produksi. Sementara, packaging plastik yang terdampak kenaikan harga akibat fluktuasi kurs hanya berkontribusi 5-7 persen dari total biaya produksi.
Irwan pun optimistis terhadap prospek industri herbal dan kinerja Sido Muncul pada 2026. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan menjadi katalis utama pertumbuhan industri.
Selain itu, perubahan cuaca, mobilitas masyarakat, serta budaya konsumsi herbal di Indonesia turut mendorong pertumbuhan pasar. Faktor-faktor ini diharapkan dapat menopang kinerja perusahaan sepanjang tahun 2026.
Di sisi lain, tantangan berupa daya beli masyarakat yang lebih selektif, kenaikan biaya kemasan, energi, logistik, serta volatilitas global tetap menjadi perhatian perusahaan. Namun, manajemen optimistis dapat mengelola tantangan tersebut dengan strategi yang tepat.
“Optimisme ini ditopang oleh permintaan pasar yang tetap kuat, posisi merek yang dominan, serta penguatan inovasi dan ekspansi pasar,” tuturnya.
Rayakan 75 Tahun, Sido Muncul Hadirkan Portal Herbal Berbasis Literatur Ilmiah
Rayakan HUT ke-75, Sido Muncul luncurkan Sido HerbalPedia dan SiHerbie sebagai portal literasi kesehatan herbal berbasis riset ilmiah. [1,508] url asal
#sido-muncul #irwan-hidayat #tanaman-herbal #literasi-kesehatan #riset-ilmiah #literatur-ilmiah #warisan-nusantara
(Kompas.com - Money) 25/04/26 10:59
v/202522/
KOMPAS.com – Sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75, Sido Muncul meluncurkan portal digital Sido HerbalPedia dan SiHerbie – Your Smart Herbal Assistant di Gedung House of Jamu, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).
Peluncuran kedua inovasi tersebut sekaligus menjadi bukti kontribusi nyata perusahaan jamu terbesar di Indonesia itu untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
"Platform ini dapat menjadi rujukan utama bagi siapa saja yang ingin mendapatkan akses informasi kesehatan secara ilmiah dan mudah dipahami," ujar Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat dalam sambutannya.
Ia menambahkan, dengan memahami latar belakang ilmiah di balik setiap tanaman herbal, masyarakat diharapkan dapat mengintegrasikan dan memanfaatkan potensi obat herbal ke dalam gaya hidup modern secara aman dan efektif.
Terinspirasi dari pengalaman pribadi
Irwan mengaku, pembuatan Sido HerbalPedia terinspirasi dari kisah pribadi saat menghadapi berbagai keluhan kesehatan. Salah satunya, ketika ia terkena demam berdarah untuk kedua kalinya.
Kala itu, Irwan memilih tidak dirawat di rumah sakit. Ia justru mengatur pola makan dan minum secukupnya, serta mengonsumsi rebusan daun pepaya. Hasilnya, pada hari keempat ia sembuh. Meski tidak yakin apakah kesembuhan itu murni karena daun pepaya, yang pasti ia bisa tidur dan makan kembali.
Situasi serupa terjadi saat pembuluh darah matanya kerap pecah akibat mengonsumsi pengencer darah. Dokter pribadi yang merawatnya saat itu hanya bisa memberikan obat steroid selama tujuh hari. Sayangnya, keluhan kembali muncul ketika obat habis.
Dari situ, dia mempelajari pendekatan holistik. Irwan mengonsumsi temulawak, menambah asupan serat, dan beralih dari daging ke makanan berserat.
"Dokter terbaik adalah diri kita sendiri, dan obat terbaik datangnya dari alam," kata Irwan, mengutip filosofi yang ia pegang selama bertahun-tahun.
Selain pengalaman pribadi, Irwan juga terinspirasi dari sejarah perkembangan obat modern. Pada 1897, salisilat dari pohon dedalu (willow) diisolasi dan disintesis menjadi obat antinyeri, antipanas, dan penurun demam bernama aspirin.
Sejak saat itu, dunia fokus mengisolasi tanaman dan membuat sintesisnya menjadi obat farmasi. Ramuan dari pohon dedalu, temulawak, kina, dan lainnya justru ditinggalkan.
"Saya berpikir, bagaimana caranya supaya tanaman ini bisa dimanfaatkan kembali? Lalu, saya punya ide, saya kumpulkan riset yang sudah ada," kata Irwan.
Didorong pengalaman pribadi dan keprihatinan terhadap terlupakannya ramuan herbal, Irwan menciptakan Sido HerbalPedia. Portal ini lahir dari keresahan terhadap minimnya literasi tentang herbal berbasis riset ilmiah.
"Saya berharap, masyarakat jadi mengerti dan bisa menentukan sendiri. Karena ini (herbal) kan cuma food supplement, obat bebas yang dijual di mana-mana," ujarnya.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat berfoto bersama tim multidisiplin dan peneliti yang terlibat dalam penyusunan kompendium Sido HerbalPedia guna memastikan seluruh informasi kesehatan yang disajikan memiliki kredibilitas ilmiahPortal digital berbasis riset ilmiah
Sido HerbalPedia disusun melalui riset berbasis literature review selama hampir satu tahun. Tim multidisiplin dipimpin langsung oleh Irwan sebagai penggagas kompendium dan portal digital.
Tim penyusun yang hadir dalam peluncuran antara lain Head of Research and Development Sido Muncul Apt Wahyu Widayani, SSi, yang telah bekerja 32 tahun di perusahaan, serta peneliti Sido Muncul Dr dr Neni Susilaningsih, MSi, yang terlibat sejak 2002 dalam pengembangan produk seperti Tolak Angin.
Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat menjelaskan, Sido HerbalPedia memiliki tiga fitur utama. Fitur pertama adalah Literatur Herbal, yang menyajikan informasi lengkap tentang tanaman obat mulai dari profil tanaman, manfaat kesehatan, hingga kajian ilmiah yang mendukung khasiatnya.
"Informasi yang ditampilkan di Sido HerbalPedia berbeda dari portal-portal lain. Informasinya bersifat ilmiah karena memang kami meringkas ini semua dari hasil uji klinis yang berbasis literatur ilmiah," ucap Maria.
Komisaris Independen Sido Muncul Dr dr Mohammad Adib Khumaidi, SpOT, turut menegaskan bahwa pendekatan berbasis literature review memperkuat kredibilitas jamu sebagai produk kesehatan yang tidak hanya empiris, tetapi juga ilmiah.
"Yang paling penting, jamu dari bahan baku alam itu ada dasar ilmiahnya, bukan hanya empiris. Ada literature review yang mendukung," katanya.
Validasi ilmiah sendiri dilakukan oleh Guru Besar Universitas Negeri Semarang sekaligus salah satu tim penyusun Sido HerbalPedia Prof Dr Fathur Rokhman, MHum, untuk memastikan seluruh literature review berbasis pada standar ilmiah berintegritas internasional.
"Jurnal-jurnal yang jadi rujukan di portal Sido HerbalPedia, kami cek satu per satu, apakah valid atau tidak. Ternyata, semua yang tercantum di daftar pustaka valid," ujar Fathur.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Jajaran direksi dan manajemen Sido Muncul meresmikan peluncuran portal digital Sido HerbalPedia dan SiHerbie sebagai bukti kontribusi nyata perusahaan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat berbasis riset literature review.Literatur herbal dengan 66 tanaman dan kajian lengkap
Saat ini, Sido HerbalPedia telah memuat 66 tanaman herbal dengan kajian lengkap. Sebanyak 24 tanaman lainnya masih dalam tahap penyusunan oleh tim.
Tanaman-tanaman herbal tersebut dikategorikan berdasarkan enam problem kesehatan. Kategori tersebut meliputi Imunitas dan Kesehatan Tubuh, Kesehatan Kulit dan Mata, Kesehatan Pencernaan, Kesehatan Pria dan Wanita, Kesehatan Tulang dan Sendi, serta Kesehatan Umum.
Setiap tanaman disajikan secara komprehensif dengan struktur informasi yang sistematis. Pertama, profil tanaman yang mencakup morfologi, habitat, dan bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
Kedua, kandungan fitokimia yang menjelaskan senyawa bioaktif dalam tanaman seperti alkaloid, flavonoid, kumarin, dan minyak esensial. Informasi ini penting untuk memahami mekanisme kerja herbal di tingkat molekuler.
Ketiga, farmakologi yang menjelaskan cara kerja senyawa bioaktif dalam tubuh. Bagian ini menyajikan informasi berbasis penelitian tentang bagaimana herbal bekerja untuk memberikan manfaat kesehatan.
Keempat, uji klinis yang menyajikan data penelitian lengkap dengan subyek, dosis, durasi, dan hasil terukur. Ini yang membedakan Sido HerbalPedia dari portal herbal atau kesehatan lainnya yang hanya mengandalkan pengetahuan empiris.
Kelima, keamanan yang memuat studi toksisitas akut dan subkronis untuk memastikan herbal aman dikonsumsi pada dosis terapi yang sesuai.
Keenam, daftar pustaka ilmiah yang mencantumkan seluruh rujukan penelitian yang digunakan sehingga masyarakat dapat melakukan verifikasi lebih lanjut.
Sebagai contoh, halaman daun kemuning. Halaman ini memuat penelitian pada 17 perempuan obesitas berusia 25 hingga 50 tahun dengan indeks massa tubuh di atas 25 kilogram per meter persegi.
Penelitian tersebut menggunakan dosis 15 gram bubuk daun kemuning per hari, setara dengan dua kali 250 mililiter ekstrak air daun per hari. Durasi penelitian dilakukan selama 15 hari.
Hasilnya menunjukkan penurunan indeks massa tubuh yang signifikan, dari 30,33 menjadi 29,67 kilogram per meter persegi. Meski demikian, lingkar pinggang dan lingkar panggul tidak menunjukkan perubahan yang signifikan selama periode penelitian.
Selain khasiat pelangsing tubuh, daun kemuning juga memiliki efek hepatoprotektif. Penelitian pada 15 laki-laki obesitas menunjukkan penurunan signifikan pada enzim hati, yaitu parameter SGOT dari 35,87 menjadi 25,47 unit per liter dan parameter SGPT dari 41,20 menjadi 31,67 unit per liter. Hasil ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi sel hati pada pasien obesitas.
Dari sisi keamanan, pemberian ekstrak etanol daun kemuning oral hingga 2.000 miligram per kilogram pada hewan uji tikus tidak menyebabkan kematian atau perubahan signifikan pada sistem saraf.
Pada studi toksisitas subkronis selama 28 hari, pemberian ekstrak etanol daun kemuning 100 hingga 400 miligram per kilogram tidak menunjukkan perubahan parameter hematologi ataupun fungsi organ hewan uji tikus.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Portal Sido HerbalPedia menyediakan fitur Literatur Herbal yang menyajikan informasi lengkap mulai dari profil tanaman, kandungan fitokimia, hingga hasil uji klinis yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh masyarakat Indonesia.Holistic Healthcare untuk kesehatan menyeluruh
Fitur kedua adalah Holistic Healthcare, yang menyediakan konsultasi dengan tim ahli kesehatan holistik. Tim ini terdiri dari dokter medis, dokter herbal, psikolog, dan ahli gizi yang dapat menjawab pertanyaan seputar kesehatan masyarakat.
Maria menjelaskan, perbedaan utama Holistic Healthcare terletak pada pendekatan yang menyeluruh. Berbeda dari pendekatan simptomatis yang hanya memberikan obat untuk keluhan tertentu, Holistic Healthcare memberikan rekomendasi mencakup berbagai aspek kehidupan seperti pola makan, olahraga, manajemen stres, hingga herbal yang cocok.
"Perbedaan antara Sido HerbalPedia dengan portal kesehatan yang sudah ada sebelumnya, jawaban yang akan diberikan sifatnya lebih holistik, bukan jawaban yang simptomatis. Misalnya, kita mengalami sakit tertentu, lalu muncul rekomendasi herbalnya apa," terang Maria.
Untuk menggunakan fitur Holistic Healthcare, masyarakat perlu mengisi pertanyaan kesehatan yang mencakup data diri, keluhan yang dialami, riwayat penyakit, dan kebiasaan sehari-hari. Setelah itu, tim kesehatan akan memberikan rekomendasi melalui email.
Saat demo peluncuran, Maria mencoba fitur tersebut dengan pertanyaan tentang cara menurunkan berat badan secara alami. Tim kesehatan memberikan panduan mengelola makan seimbang, hidrasi, aktivitas fisik, kualitas tidur, plus rekomendasi herbal, seperti asam gelugur dan daun jati belanda.
SiHerbie, asisten pintar berbasis kecerdasan buatan
Fitur ketiga adalah SiHerbie. Fitur dengan tagline “Your Smart Herbal Assistant” dan berbasis kecerdasan buatan ini dirancang untuk memberikan jawaban instan tanpa harus menunggu jawaban dari tim Holistic Healthcare.
Salah satu peserta yang hadir dalam peluncuran Sido HerbalPedia, Nidia, mencoba kemampuan SiHerbie. Warga Tangerang ini bertanya soal cara meredakan gastroesophageal reflux disease (GERD).
Hasilnya, SiHerbie langsung memberikan penjelasan tentang penyakit tersebut, kemudian merekomendasikan herbal seperti kunyit dengan dosis yang tepat, cara mengonsumsi, hingga mekanisme kerja herbal tersebut dalam tubuh.
"Kalau tidak sabar menunggu rekomendasi dari tim Holistic Healthcare, bisa tanya sama SiHerbie. Fitur ini dapat memberikan jawaban secara instan," ucap Maria.
Sido HerbalPedia dapat diakses gratis oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan mengklik tautan https://sidoherbalpedia.com/id/.
Irwan berharap, kehadiran portal itu dapat memperkuat posisi obat herbal sebagai warisan Nusantara, tidak hanya bernilai tradisional, tetapi juga unggul dan diakui secara ilmiah.
"Selain itu, Sido HerbalPedia juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan sehingga kehidupan yang lebih sehat dan bahagia dapat terwujud bagi lebih banyak orang," pungkasnya.
Cerita Irwan Hidayat Merawat Sido Muncul Sebelum Tongkat Estafet Berpindah
Irwan Hidayat ungkap rahasia Sido Muncul bertahan lintas generasi. Dari penguatan riset hingga transformasi aturan keluarga bagi para penerus. [711] url asal
#sido-muncul #irwan-hidayat #tolak-angin #industri-jamu-dan-farmasi #regenerasi-sido-muncul
(Kompas.com - Money) 02/04/26 08:41
v/179672/
JAKARTA, KOMPAS.com – Mempertahankan bisnis keluarga hingga melampaui generasi ketiga sering kali dianggap sebagai "kutukan" dalam dunia korporasi.
Ada pameo populer yang menyebut bahwa generasi pertama mendirikan, generasi kedua membesarkan, dan generasi ketiga menghancurkan.
Namun, PT Industri Jamu dan FarmasiSido Muncul Tbk (SIDO) mematahkan mitos tersebut. Memasuki usia ke-75 tahun, raksasa jamu nasional ini tengah memasuki fase krusial transisi kepemimpinan ke tangan generasi keempat.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, menjaga keberlanjutan bisnis keluarga memerlukan lebih dari sekadar laporan keuangan yang biru.
"Hal paling penting bukan soal siapa yang memimpin, melainkan bagaimana menjaga nilai-cara kerja tetap konsisten di tengah perbedaan pandangan antar-sepupu yang kini semakin banyak," ujar Irwan kepada Kompas.com di Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026).
Dari “hukum adat" ke sistem formal
Salah satu tantangan terbesar dalam regenerasi ke generasi keempat adalah struktur keluarga yang semakin melebar.
Jika pada generasi ketiga pengelolaan dilakukan oleh saudara kandung (kakak-beradik), kata dia, pada generasi keempat, tongkat estafet akan dipegang oleh jajaran sepupu dengan latar belakang pendidikan dan pola pikir yang jauh lebih beragam.
Irwan mengakui, selama puluhan tahun Sido Muncul banyak berjalan menggunakan "hukum adat" keluarga, konsensus tidak tertulis berbasis kepercayaan dan kebiasaan. Namun, cara ini tidak lagi memadai untuk masa depan.
"Aturan harus jelas dan dilembagakan supaya tidak menimbulkan kecurigaan. Semua harus berjalan transparan," tegas Irwan.
Langkah formalisasi itu mencakup penyusunan batasan kewenangan yang tegas, termasuk peran Chief Executive Officer (CEO) dalam konteks profesionalisme keluarga.
Hal ini krusial untuk mencegah potensi konflik internal yang sering kali menjadi penyebab runtuhnya bisnis keluarga di banyak negara.
Rencana besar suksesi ini akan mulai dikukuhkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2026).
Dalam agenda tersebut, Irwan Hidayat diproyeksikan untuk kembali menjabat sebagai Direktur Utama atau CEO. Namun, ia menegaskan bahwa periode ini adalah babak penutup bagi generasinya.
"Sebagai yang paling senior di generasi ketiga, saya akan menjadi CEO terakhir dari generasi ini. Tugas saya adalah mempersiapkan dan menyerahkan Sido Muncul kepada generasi penerus dalam kondisi yang benar-benar kuat," jelas pria yang juga dikenal sebagai peracik bumbu andal di lini bisnis kulinernya, Bima Ayam Goreng.
Irwan menargetkan, masa transisi satu tahun ke depan sebagai periode bebenah.
Ia ingin memastikan bahwa sistem perusahaan sudah matang sehingga generasi keempat tidak perlu lagi meraba-raba arah kebijakan fundamental perusahaan.
KOMPAS.com/ANINGTIAS JATMIKA El Rumi dan Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani di sela-sela syuting iklan terbaru Esemag di Studio Putih, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (29/1/2026).Nilai yang tak boleh luntur
Meski tantangan eksternal seperti disrupsi teknologi dan perubahan pasar kian berat, Irwan cukup optimistis.
Menurutnya, para penerus dari generasi keempat bukan anak kemarin sore yang tiba-tiba duduk di kursi empuk.
Mereka telah dibekali dengan pendidikan formal yang mumpuni serta pengalaman kerja di industri selama setidaknya 25 tahun.
Salah satunya adalah Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat yang telah berkiprah lebih dari dua dekade turut membangun Sido Muncul.
Selain itu, Marco Jonathan Hidayat, putra bungsu Irwan, yang kini sudah dipercaya mengelola unit bisnis keluarga di sektor kuliner bersama kakak iparnya.
Bagi Irwan, bekal pengalaman saja tidak cukup. Tantangan paling berat bagi generasi keempat adalah menjaga kepercayaan publik yang telah dipupuk selama lebih dari 50 tahun melalui slogan ikonik seperti "Orang Pintar Minum Tolak Angin".
"Kami boleh berubah dalam cara atau teknologi, tapi tidak dalam prinsip. Kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk jamu berbasis riset adalah harga mati," tambahnya.
KOMPAS.com/YAKOB ARFIN T SASONGKO Deretan penghargaan Sido Muncul, termasuk Indonesia SDGs Action Awards 2025, dipajang di area kantor Sido Muncul di Cipete, Jakarta Selatan.Menjaga warisan, bukan sekadar aset
Bagi Sido Muncul, regenerasi ini bukan sekadar soal perpindahan kekuasaan atau pembagian dividen. Ini adalah upaya pembuktian bahwa jamu tradisional Indonesia bisa tetap relevan secara global di tangan anak muda.
Keputusan Irwan untuk menduduki kembali posisi puncak adalah langkah strategis untuk memastikan proses transfer pengetahuan (knowledge transfer) berjalan mulus tanpa guncangan.
Ia ingin memastikan bahwa ruh Sido Muncul sebagai perusahaan yang mengedepankan pembuktian ilmiah tetap terjaga.
"Yang kami wariskan bukan hanya perusahaan sebagai aset fisik, tapi cara menjaganya agar tetap hidup 100 tahun lagi," kata Irwan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Sido Muncul Latih Karyawan dan Mahasiswa Nabung Saham untuk Perkuat Literasi Keuangan
Meski menyarankan untuk menabung saham, Irwan mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilih saham perusahaan. [1,002] url asal
#sido-muncul #irwan-hidayat #nabung-saham
(Kompas.com - Money) 31/03/26 19:25
v/177954/
SEMARANG, KOMPAS.com – Sebagai upaya memperkuat pasar modal di Indonesia, PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) turut melakukan edukasi tabungan saham bagi para pegawai serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang, Senin (30/3/2026).
Edukasi itu diinisiasi oleh Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang terjun ke pasar modal dan meningkatkan partisipasi investor domestik.
“Saya ingin orang Indonesia menjadi partisipan investor domestik. Saya sudah buktikan pakai nama Hotel Tentrem, Ayam Goreng Bima, enggak tergantung sama merek orang lain,” ujar Irwan di sela pelatihan di Agrowisata Pabrik Sido Muncul.
Upaya diversifikasi instrumen keuangan dinilai Irwan, menjadi bekal menuju kemandirian ekonomi, mengingat belum banyak masyarakat yang menabung saham di pasar modal. Dengan demikian, aset yang dimiliki dapat tetap produktif karena ditempatkan pada instrumen yang tepat dan menghasilkan.
“Saya sempat berdiskusi dengan asisten rumah tangga saya yang menanyakan alternatif investasi. Dari situ saya melihat bahwa edukasi keuangan masih sangat dibutuhkan di berbagai kalangan.”
Menurut Irwan, menabung saham dapat dilakukan hampir semua orang dengan menyesuaikan kemampuan keuangan masing-masing.
"Semua orang kan bisa menabung. Dalam sebulan, asumsikan kita menabung Rp 100.000, ada yang Rp 200.000 ada yang Rp 2 juta, sesuai penghasilannya kan. Kalau uangnya cuma disimpan atau dibawa pulang, setahun bisa habis tanpa terasa. Kenapa tidak ditabung dalam bentuk saham?" ujarnya.
Meski menyarankan untuk menabung saham, Irwan mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilih saham perusahaan. Utamanya, dalam melihat rekam jejak keuangan dari perusahaan yang akan dipilih sebagai tujuan investasi.
KOMPAS.com/TITIS ANIS FAUZIYAH Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat saat mengedukasi masyarakat mengenai tabungan saham. Ia ingin semakin banyak masyarakat Indonesia yang terjun ke pasar modal.“Masyarakat bisa pilih perusahaan yang sudah terbukti, memiliki track record bagus, membagi dividen dengan baik, dan perusahaannya berkembang. Dicek pula perusahaan yang selalu untung selama berpuluh tahun," lanjutnya.
Sebagai informasi, pelatihan tersebut diselenggarakan sekaligus menjadi praktik langsung agar ribuan karyawan di pabrik yang dinaunginya itu benar-benar teredukasi dalam pengelolaan keuangan. Dia memberi contoh dengan mendorong karyawan Sido Muncul untuk menabung saham.
"Kalau cuma diajari, orang sering lupa. Hal yang paling penting itu praktik. Maka, saya mengimplementasikan hari ini ke karyawan saya. Di Sido Muncul itu, ada 4.000 orang karyawan, tapi yang punya saham itu 30 orang. Maka, saya kampayekan, saya ingin mengajari mereka," tegas dia.
Irwan bahkan mengundang Direktur PT Ina Sekuritas Indonesia, Budiman Satrio Sudono untuk memberikan edukasi tentang saham kepada ratusan karyawan Sido Muncul.
Perlu diketahui, selain karyawan Sido Muncul, acara tersebut juga diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang, seperti Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dan Universitas Katolik Soegijapranata (Unika).
Budiman Satrio Sudono menyampaikan, setiap instrumen investasi, termasuk saham, memiliki risiko. Namun, dia meminta masyarakat tak perlu takut rugi.
"Sama saja misal bapak pelihara kambing ada resikonya. Kambing bisa mati, lalu bisa saja harga jual kambing tidak bisa meng-cover biaya pakan atau jasa pelihara. Jadi, instrumen tabungan apa pun tetap ada risiko," kata Budiman.
Meski demikian, dia menuturkan, risiko kerugian dapat diminimalisasi dengan memilih perusahan yang tepat. Salah satunya, dia menyebut Sido Muncul sebagai satu-satunya perusahaan jamu yang melantai di bursa dengan catatan keuangan yang relatif positif.
"(Sido Muncul) salah satu saham yang terbaik. Saya enggak muji-muji ya, kalau Pak Irwan di sini enggak ada pun juga saya akan ngomong begitu. Kami berapa kali ada program The Best CEO ya, dan kebetulan waktu itu CEO Sido Muncul adalah Pak David Hidayat. Ia terpilih jadi The Best CEO. Anugerah seperti ini tidak sembarang kami kasih karena ada parameternya. Apalagi, perusahaan yang melantai di bursa bisa sampai 700," bebernya.
Salah satu karyawan Sido Muncul, Bambang (58), mengaku senang mendapat wawasan baru tentang saham melalui kegiatan tersebut. Dia menilai dengan membeli saham milik Sido Muncul, maka rasa kepemilikan dan loyalitas pada perusahaannya semakin besar.
"Pak Irwan memberikan kesempatan bagi kami untuk mulai berinvestasi saham. Dengan memiliki saham perusahaan, saya merasa lebih memiliki keterlibatan terhadap perusahaan,” Pak Irwan memberikan kesempatan untuk kami ikut memiliki saham Sido Muncul dengan menabung. Ini luar biasa, sangat Istimewa. Karena kalau punya sahamnya, berarti berarti kami seperti bekerja untuk diri kami sendiri," kata Bambang yang sudah bekerja di Sido Muncul selama 28 tahun.
Sementara itu, salah satu mahasiswa Unnes, Edwin Irjabar Silalahi, mengaku dapat memperdalam literasi keuangan dan pasar modal melalui kesempatan tersebut. Dia bersama teman-temannya merasa lebih memahami risiko ataupun keuntungan menabung saham langsung dari pakarnya.
“Dari acara ini, saya memperoleh banyak sekali ilmu. Salah-satu nya itu diversifikasi saham. Tadi dari materinya juga mengajarkan kami untuk mengubah mindset menabung saham dan bukan dengan istilah ‘main’ saham,” ujar Mahasiswa Jurusan Manajemen Unnes itu.
Sarankan bijak bermedia sosial
Dalam kesempatan sama, Irwan turut menyikapi sejumlah ujaran kebencian pada brand Tolak Angin yang viral di X beberapa waktu lalu. Irwan cerita, ia sempat langsung menghubungi pemilik akun untuk menanyakan motif di balik posting-an tersebut.
Dia mempertanyakan apakah thread tersebut merupakan bagian dari kampanye buzzer, kompetitor, atau sekadar aksi individu.
“Setelah ditelusuri, ternyata banyak yang hanya ikut-ikutan repost tanpa memahami dampaknya,” ujar Irwan.
Dalam penelusurannya, Irwan juga mendapati sebagian besar penyebar ujaran kebencian hanyalah warganet yang ingin mencari perhatian atau popularitas di media sosial. Padahal mereka juga konsumen Tolak Angin.
Ia mengasumsikan hal tersebut sebagai rendahnya kesadaran dan literasi digital masyarakat Tanah Air.
“Mereka tidak tahu dan tidak berpikir panjang soal efek postingan-nya,” katanya.
Kendati merugikan perusahaan, Irwan enggan membawa perkara itu ke jalur hukum. Ia memilih berkomunikasi langsung dengan pihak yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi dan mengedukasi mereka.
Menurut Irwan upaya ini dinilai lebih efektif dan humanis, mengingat banyak pelaku tidak memiliki niat jahat.
“Saya malah kasihan, karena yang dicari hanya ketenaran. Kalau dibawa ke hukum, malah tambah susah dia harus menghabiskan uang dan waktu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Irwan mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama saat membagikan informasi terkait produk atau perusahaan. Ia menekankan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya ke publik.
“Kalau tidak tahu, sebaiknya tidak usah posting. Kalau sudah terlanjur, lebih baik dihapus,” tegasnya.
Jelang RUPS Sido Muncul, Irwan Hidayat Disiapkan Jadi CEO Lagi dan Kawal Regenerasi
Sido Muncul akan gelar RUPS untuk bahas perubahan direksi, strategi bisnis, dan transisi ke generasi keempat. [761] url asal
#rups #sido-muncul #pt-sido-muncul #irwan-hidayat #rups-sido-muncul #regenerasi-sido-muncul
(Kompas.com - Money) 26/03/26 20:56
v/173869/
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Salah satu agenda utama dalam RUPS tersebut adalah rencana penunjukan kembali Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat sebagai Direktur Utama atau Chief Executive Officer (CEO). Jika disetujui, ini akan menjadi kali kedua Irwan memimpin perusahaan sebagai CEO.
Untuk diketahui, Irwan sebelumnya menjabat sebagai CEO pada 18 Desember 2013 hingga 17 Mei 2016. Setelah itu, posisi tersebut dilanjutkan oleh Jonatha Sofjan Hidajat (2016–2018), dan kemudian oleh David Hidayat sejak 17 Mei 2018 hingga 2026.
Dalam rencana yang akan diajukan, Irwan akan menduduki posisi Direktur Utama. Sementara itu, David Hidayat akan menjabat sebagai Direktur bersama Maria Reviani Hidayat, Darmadji Sidik, dan Budiyanto.
Adapun jajaran komisaris akan diisi oleh Jonatha Sofjan Hidajat sebagai Komisaris Utama, serta Johan Hidayat, Sigit Hartojo Hadi Santoso, Venancia Sri Indrijati W, Dr dr Mohammad Adib Khumaidi, dan Prof Lindawati Gani sebagai Komisaris.
“Sebagai yang paling senior di generasi ketiga, saya akan menjadi CEO terakhir dari generasi ini untuk mempersiapkan dan menyerahkan Sido Muncul kepada generasi penerus. Kami akan membenahi perusahaan ini agar benar-benar siap dan kuat,” ujar Irwan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026).
Transisi ke generasi keempat
Kembalinya Irwan sebagai CEO menjadi bagian penting dari fase transisi kepemimpinan menuju generasi keempat keluarga Hidayat.
Irwan menegaskan, masa kepemimpinannya kali ini difokuskan untuk memastikan proses estafet berjalan mulus. Ia bersama anggota keluarga lainnya akan menyiapkan fondasi perusahaan sebelum diserahkan kepada generasi penerus.
Sebagai generasi ketiga yang telah membangun perusahaan selama puluhan tahun, Irwan menekankan bahwa transisi ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan upaya menjaga kesinambungan nilai dan budaya perusahaan.
Untuk itu, Irwan menargetkan dalam satu tahun ke depan, Sido Muncul dapat memiliki sistem tata kelola yang lebih matang, bahkan setara dengan perusahaan di negara maju seperti Singapura.
KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menegaskan, masa kepemimpinannya kali ini difokuskan untuk memastikan proses estafet berjalan mulus. Ia bersama anggota keluarga lainnya akan menyiapkan fondasi perusahaan selama satu tahun ke depan sebelum diserahkan kepada generasi penerus.Lima langkah strategis perseroan
Sejalan dengan fase transisi tersebut, manajemen Sido Muncul menyiapkan lima langkah strategis untuk memperkuat kinerja perusahaan ke depan.
Pertama, mempersiapkan perseroan yang lebih baik dan transparan melalui penyusunan aturan keluarga yang lebih terstruktur dan dilembagakan secara formal.
Kedua, meningkatkan efisiensi pengadaan barang, pembelian, dan pengelolaan inventori melalui sistem digital internal bernama Sido Monitoring Real Time(SMART). Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi kebocoran.
Selain itu, perseroan juga akan meluncurkan aplikasi Sido Herbal Pedia pada 23 April 2026 sebagai bagian dari transformasi digital yang menyasar konsumen secara langsung.
Ketiga, memperluas pasar ekspor dengan menyesuaikan produk terhadap regulasi di negara tujuan. Keempat, meningkatkan penjualan produk, khususnya di segmen suplemen kesehatan yang menjadi andalan perusahaan.
Kelima, mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kepemilikan saham melalui kampanye “Nabung Saham”.
Irwan menjelaskan, kampanye tersebut bertujuan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap saham, dari yang selama ini dianggap berisiko menjadi bentuk tabungan jangka panjang.
“Kami ingin masyarakat melihat saham sebagai tabungan. Kalau logikanya benar, hasilnya akan mengikuti,” ujar Irwan.
Direktur PT Ina Sekuritas Indonesia Budiman Satrio Sudono menyambut positif gagasan tersebut dan mengajak berbagai pihak untuk turut mendukung gerakan “Nabung Saham”.
Menurut dia, ide tersebut penting untuk mendorong masyarakat mulai berinvestasi secara konsisten sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional.
Adapun pendekatan “nabung saham” dinilai dapat mendorong masyarakat lebih sabar dalam berinvestasi dan tidak mudah terpengaruh fluktuasi pasar.
“Gagasan ini sangat baik dan perlu kita dukung bersama. Dengan kebiasaan menabung saham, pasar modal kita bisa menjadi lebih sehat dan kuat ke depan,” kata Budiman.
Fokus efisiensi di tengah tekanan global
Irwan melanjutkan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, Sido Muncul juga fokus pada efisiensi operasional, salah satunya melalui penyesuaian tingkat persediaan (inventory adjustment).
Jika sebelumnya stok berada di kisaran 2–3 bulan, kini ditargetkan menjadi 21 hari. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi penggunaan modal dan menjaga kesehatan arus kas perusahaan.
“Efisiensi ini juga dilakukan untuk memastikan distribusi produk tetap sehat dan tidak terjadi penumpukan stok di pasar,” kata Irwan.
Selain itu, perusahaan juga senantiasa menjaga daya saing melalui pendekatan berbasis ilmiah dan penguatan riset, sehingga kepercayaan konsumen tetap terjaga.
Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat menambahkan, seluruh langkah perusahaan merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai perusahaan.
“Dari penjelasan yang disampaikan Pak Irwan, kami ingin publik mengetahui bagaimana kinerja, cara kerja, serta nilai-nilai yang kami pegang sejak awal berdiri hingga ke depan. Ini menjadi dasar bagi kami untuk terus melanjutkan dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Ria.
Irwan Hidayat Turun Gunung Kawal Transisi Sido Muncul (SIDO) Generasi ke-4
Irwan Hidayat kembali jadi CEO Sido Muncul, siapkan suksesi generasi keempat dengan fokus transparansi, efisiensi, dan ekspansi pasar global. [430] url asal
#irwan-hidayat #sido-muncul #generasi-keempat #suksesi-kepemimpinan #rups-sido #ceo-sido-muncul #keluarga-hidayat #sistem-smart #efisiensi-operasional #pasar-ekspor-sido #sido-herbalpedia #platform-dig
(Bisnis.Com - Market) 26/03/26 18:25
v/173742/
Bisnis.com,JAKARTA — Emiten jamu dan farmasi legendaris, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) akan melakukan perombakan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 9 April 2026.
Dalam agenda tersebut, Irwan Hidayat dipastikan bakal kembali menduduki kursi Direktur Utama untuk periode kedua. Irwan ditunjuk untuk menggantikan David Hidayat yang telah menakhodai Sido Muncul sejak 2018.
Irwan mengungkapkan bahwa penunjukan dirinya untuk kedua kalinya sebagai CEO merupakan amanat dari keluarga Hidayat. Sebagai anggota paling senior, Irwan mengemban misi khusus untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan dari generasi ketiga kepada generasi penerus.
“Jika disetujui RUPS, saya akan menjadi CEO SIDO untuk kedua kalinya. Saya adalah CEO terakhir dari generasi ketiga yang akan mewakili seluruh keluarga untuk menyerahkan SIDO kepada generasi keempat,” ujar Irwan dalam pertemuan di House of Jamu, Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Irwan menjelaskan tantangan terbesar dalam suksesi kali ini adalah jumlah anggota keluarga yang semakin banyak. Jika generasi ketiga dikelola oleh lima bersaudara dengan kesepakatan kekeluargaan yang tidak tertulis, generasi keempat kini melibatkan 13 orang yang merupakan saudara sepupu.
Oleh karena itu, selama satu tahun masa jabatannya, Irwan bersama direksi lain akan merumuskan sejumlah aturan keluarga yang dilembagakan secara formal untuk menjadi aturan korporasi yang transparan dan adil. Hal ini pun bertujuan mempersiapkan SIDO agar memiliki standar transparansi yang lebih solid.
“Di generasi keempat nanti ada 13 orang, sehingga aturannya harus jelas, adil, dan transparan agar tidak ada yang berselisih," ujar Irwan.
Di sisi operasional, Irwan membawa misi efisiensi besar-besaran melalui implementasi sistem Smart Activity Real Time Monitoring (SMART) untuk mengawasi pengadaan barang secara real-time. Sistem ini bertujuan menutup celah kebocoran biaya (fraud) melalui mekanisme tender yang akuntabel.
Selain itu, perseroan bakal melakukan inventory adjustment dengan menertibkan stok di level distributor dari durasi tiga bulan menjadi maksimal satu bulan guna mengoptimalkan profitabilitas dan arus kas.
Strategi pertumbuhan SIDO juga akan difokuskan pada perluasan pasar ekspor dengan melakukan reklasifikasi produk menjadi suplemen makanan agar sesuai dengan regulasi global di negara seperti Australia dan Arab Saudi.
Di pasar domestik, SIDO akan meluncurkan platform digital Sido Herbalpedia pada 23 April mendatang untuk memacu penjualan melalui edukasi langsung kepada konsumen berbasis riset ilmiah.
Perkiraan susunan pengurus SIDO pada RUPS 9 April 2026:
- Direktur utama : Irwan Hidayat
- Direktur : David Hidayat
- Direktur: Maria Reviani Hidayat
- Direktur: Darmadji Sidik
- Direktur: Budiyanto
- Komisaris utama: Jonatha Sofjan Hidajat
- Komisaris: Johan Hidayat
- Komisaris: Sigit Hartojo Hadi Santoso
- Komisaris: Venancia Sri Indrijati W
- Komisaris : Dr. dr Mohammad Adib Khumaidi Spb
- Komisaris: Prof Lindawati Gani
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Johan & Irwan Hidayat Borong Saham Sido Muncul (SIDO) hingga 3 Juta Lembar
Bos Sido Muncul tambah kepemilikan 3 juta saham, saham SIDO turun 0,98%. Irwan Hidayat sarankan investasi jangka panjang dan pilih saham perusahaan mapan. [356] url asal
#sido-muncul #saham-sido #transaksi-saham #kepemilikan-saham #komisaris-sido #direksi-sido #saham-irwan-hidayat #saham-johan-hidayat #harga-saham-sido #investasi-saham #dividen-saham #saham-undervalue
(Bisnis.Com - Market) 16/03/26 19:59
v/166483/
Bisnis.com, JAKARTA – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) melaporkan perubahan kepemilikan saham perseroan oleh jajaran komisaris dan direksi perseroan. Terdapat transaksi pembelihan saham oleh petinggi perseroan dengan total hingga 3 juta saham.
Melansir keterbukaan informasi, Senin (16/3/2026), Dewan Komisaris SIDO Johan Hidayat dilaporkan telah menambah kepemilikan 1 juta saham SIDO dari 1,85 juta saham menjadi 2,85 juta saham. Hal tersebut juga menambah hak suara yang bersangkutan dari 0,006% menjadi 0,01%.
Berikutnya, Direksi SIDO Irwan Hidayat yang dilaporkan menambah jumlah kepemilikan sebanyak 2 juta saham, dari 1,27 juta saham menjadi 3,27 juta saham. Hak usara Irwan Hidayat juga bertambah dari 0,004% menjadi 0,011%.
Pada penutupan pasar Senin (16/3/2026), saham SIDO ditutup turun 0,98% ke Rp505. Level harga tersebut mencerminkan koreksi 6,48% secara year to date (YtD).
Dalam kesempatan terpisah, Direksi SIDO Irwan Hidayat membagikan tips berinvestasi saham yang layak dan menguntungkan dibeli. Menurutnya, penting untuk berorientasi pada investasi jangka panjang dibandingkan melakukan trading saham.
"Berinvestasi di saham, mendapat dividen dan juga tambahan nilai usaha jika perusahaan berkembang. Ini berbeda dengan deposito yang hanya mendapat bunga," tulisnya dikutip Senin (16/3/2026).
Irwan mengingatkan bahwa investasi di saham tetap ada risiko rugi kalau harga saham turun. Namun, dalam jangka panjang ada potensi mendapatkan untung. Dia mencontohkan di saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang pada 2000 awalnya hanya Rp500 sekarang ada di sekitar Rp6.875.
"Oleh karena itu pilih perusahaan yang sudah lama, mapan dan menjadi perusahaan Tbk cukup lama. Kemudian profit dan pembagian dividennya banyak dan keuangannya kuat," jelasnya.
Selain itu, Irwan merekomendasikan saham emiten yang memiliki postur kecil utang di bank. Dari sisi pendanaan, menurutnya instrumen obligasi masih lebih baik namun tetap harus memperhatikan aspek rasio utang.
Terakhir, Irwan menyarankan investor untuk membeli saham pada saat harga undervalue atau saat pembagian dividen. Selain itu, investor bisa menunggu laporan triwulan pertama di akhir Maret 2026.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Sido Muncul Santuni 1.000 Duafa di Kabupaten Semarang
Sido Muncul kembali menyalurkan santunan kepada 1.000 duafa di Kabupaten Semarang, melanjutkan program rutin yang kini memasuki tahun ke-11 [636] url asal
#csr #sido-muncul #santunan #duafa #irwan-hidayat #kabupaten-semarang #idul-fitri
(Kompas.com - Money) 14/03/26 13:50
v/164975/
SEMARANG, KOMPAS.com – Menjelang Idul Fitri 2026, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menyalurkan santunan kepada 1.000 masyarakat di sekitar pabriknya di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Adapun bantuan yang diberikan berupa uang tunai, paket sembako, dan produk herbal. Sebelumnya, Sido Muncul juga telah menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim di Jakarta.
Santunan senilai Rp 200 juta tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada perwakilan penerima manfaat. Penyerahan simbolis ini turut disaksikan oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha di Agrowisata Sido Muncul, Kabupaten Semarang, Kamis (12/3/2026). Ratusan perwakilan penerima manfaat turut hadir dalam kegiatan itu.
Santunan rutin
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, kegiatan santunan kepada masyarakat sekitar telah dilakukan secara rutin dan tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11.
“Saya mewakili Sido Muncul, menurut saya ini keberuntungan yang luar biasa. Di usia saya yang ke-79 tahun, saya masih bisa memberi santunan,” ujar Irwan dalam sambutannya.
Irwan menilai, kehadiran perusahaan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan usaha. Menurut dia, santunan itu menjadi bentuk kepedulian perusahaan untuk terus berbagi kebahagiaan, terutama pada bulan penuh berkah.
“Kami memberi kepada masyarakat di sekitar perusahaan karena menurut saya setiap perusahaan sebaiknya memberi manfaat kepada lingkungan terdekatnya. (Pihak) yang paling beruntung justru kami karena diberi kesempatan untuk berbuat sesuatu,” kata Irwan.
KOMPAS.com/Titis Anis Fauziyah Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat memberikan keterangan kepada awak media usai acara santunan bagi 1.000 duafa di Agrowisata Sido Muncul, Kabupaten Semarang, Kamis (12/3/2026)Ia menambahkan, melalui berbagai program corporate social responsibility (CSR), Sido Muncul ingin terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Irwan berharap, santunan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan warga kurang mampu sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat di sekitar lingkungan usaha.
“Terpenting, bukan berapa banyak yang diberikan, melainkan berapa banyak yang bisa ditinggalkan untuk kebaikan. Semua orang sebenarnya bisa berbuat sesuatu sesuai kemampuannya,” imbuh dia.
Apresiasi pemerintah setempat
Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi konsistensi Sido Muncul dalam menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Semarang mengucapkan terima kasih kepada Bapak Irwan Hidayat selaku Direktur Sido Muncul yang hari ini memberikan santunan kepada 1.000 kaum duafa. Sebelumnya, (Siddo Muncul) juga telah memberikan santunan kepada sekitar 1.000 anak yatim piatu (di Jakarta),” ujar Ngesti.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut akan dibagikan kepada warga duafa di enam desa dan kelurahan sekitar pabrik, yakni Desa Bergas Kidul, Desa Diwak, Kelurahan Ngempon, Kelurahan Karangjati, Kelurahan Muktiharjo Lor, dan Desa Klepu.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi 1.000 paket sembako dan produk kesehatan Sido Muncul, seperti gula pasir, mi instan, wafer, minyak goreng, beras, Kuku Bima Energi C1000, RTD Red Berry, Balsam Tolak Angin, dan Susu Jahe.
Menurut Ngesti, kepedulian Sido Muncul selama ini juga diwujudkan melalui dukungan terhadap program kesehatan masyarakat, termasuk upaya pencegahan tengkes atau stunting di Kabupaten Semarang.
“Kami berharap, kerja sama yang baik ini terus berlanjut. Semoga Sido Muncul semakin maju dan terus memberikan kontribusi bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Semarang,” katanya.
Warga mengaku terbantu
KOMPAS.com/Titis Anis Fauziyah Warga penerima santunan berfoto bersama usai kegiatan penyaluran bantuan bagi 1.000 duafa di Agrowisata Sido Muncul, Kabupaten Semarang, Kamis (12/3/2026)“Saya ini tinggal sama cucu, suami saya sudah meninggal. Alhamdulillah dikasih bantuan Sido Muncul, saya doakan lancar rezekinya,” ujar warga Klepu tersebut.
Pernyataan serupa disampaikan Heru Sunarto (67), perwakilan Ketua RT di Bergas Kidul. Ia mengatakan, bantuan rutin dari Sido Muncul sangat membantu warga duafa di wilayahnya.
“Setiap tahun, (kaum) duafa yang menerima bantuan berbeda supaya bergantian. Kami masyarakat Desa Bergas Kidul menghaturkan terima kasih atas bantuannya. Semoga Sido Muncul semakin berjaya dalam mengembangkan produk herbal,” kata Heru.
Sido Muncul Berbagi Berkah Ramadhan kepada 1.000 Anak Yatim
Sido Muncul menyalurkan santunan Rp 200 juta kepada 1.000 anak yatim di Jakarta sebagai rangkaian program Ramadhan 1447 Hijriah [813] url asal
#ramadhan #anak-yatim #sido-muncul #santunan #irwan-hidayat #1447-h
(Kompas.com - Money) 07/03/26 15:14
v/157924/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menyerahkan santunan senilai Rp 200 juta kepada 1.000 anak yatim dari wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam rangka Ramadhan 1447 Hijriah.
Kegiatan bertajuk “Santunan untuk 1.000 Anak Yatim” itu digelar di Gedung House of Jamu, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
Santunan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat kepada perwakilan anak yatim dari 15 lembaga dan yayasan. Prosesi penyerahan turut disaksikan Lurah Cipete Selatan Supriono.
Rp 200 juta untuk 1.000 anak yatim
Setiap anak yatim yang terdaftar sebagai penerima manfaat mendapatkan uang tunai sebesar Rp 200.000. Irwan menyebut, selain untuk berbagi, kegiatan santunan tersebut merupakan wujud syukur perusahaan yang akan memasuki usia ke-75 tahun pada November 2026.
“Kami sangat bersyukur bisa berbagi kepada anak-anak yatim di wilayah Cipete dan sekitarnya. Bantuan yang kami berikan ini berupa uang tunai senilai Rp 200 juta. Nantinya, setiap anak akan mendapatkan Rp 200.000,” ujar Irwan.
Adapun para penerima manfaat berasal dari 15 lembaga dan yayasan, yakni Al-Ikhlas Cipete, Mizan Amanah Cilandak, Pengajian H. Saidi, Panti Asuhan Mizan Cipete Utara, Yayasan Al-Andalusia, dan Majelis Ta’lim At Taufik.
Selain itu, ada pula dari Majelis Ta’lim Al Muawwanah, Al Ittihadiyah, Panti Yasni (Yayasan Sejahtera Insani), Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia, Panti Asuhan Yos Sudarso, Mizan Pasar Minggu, Mizan Karang Tengah, Panti Asuhan Anak Yatim Piatu Muslim Nusantara Foundation, dan Kelurahan Cipete Selatan.
KOMPAS.com/Hotria Mariana Sejumlah anak yatim dan tamu undangan mengikuti kegiatan santunan Ramadhan yang digelar PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk di House of Jamu, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026)Rutin sejak 11 tahun lalu, kini meluas ke Jakarta
Kegiatan santunan Sido Muncul bukan program sekali jalan. Jauh sebelum hadir di Jakarta, perusahaan telah lebih dulu menjalankan tradisi berbagi serupa di Semarang, Jawa Tengah.
“Kegiatan ini rutin telah kami lakukan sejak 11 tahun lalu di Semarang. Sementara, di Jakarta merupakan tahun kelima. Kami sangat bersyukur dan berharap santunan ini bisa bermanfaat dan membantu sebagian kecil kebutuhan mereka, terutama dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” tutur Irwan.
Tidak hanya di Jakarta, Sido Muncul juga akan menyalurkan bantuan kepada 1.000 kaum duafa di Semarang pada pekan berikutnya. Adapun total penerima manfaat dari rangkaian program Ramadhan tahun ini mencapai 2.000 orang.
“Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Jadi, bagi kami, kegiatan santunan ini merupakan kesempatan untuk berbuat baik dan berbagi kebahagiaan, khususnya kepada anak-anak yatim. Pasalnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan pasti akan bermanfaat bagi penerimanya,” tambah Irwan.
KOMPAS.com/Hotria Mariana Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menyampaikan sambutan dalam kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim di House of Jamu, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026)Lulusan SMA yang percaya pada akal budi
Di balik angka Rp 200 juta dan 1.000 penerima manfaat, ada satu hal yang mendorong Irwan melakukan semua ini, yakni prinsip yang ia sebut “akal budi”.
Irwan bukan sarjana. Ia mengaku hanya lulusan SMA dan jarang belajar. Namun, keterbatasan itu tidak menghalanginya membangun Sido Muncul hingga menjadi salah satu perusahaan jamu terbesar di Indonesia.
Kuncinya, menurut dia, bukan gelar atau konsultan mahal, melainkan satu hukum universal yang ia sebut akal budi. Prinsip inilah yang kemudian ia titipkan kepada para anak yatim yang hadir siang itu.
“Berterima kasih lah atas inteligensi yang diberikan oleh Tuhan. Hal kedua, gunakan akal budimu. Kalau kita ingin dicintai, ya kita mesti mencintai. Kalau kita ingin dihormati, ya kita mesti menghormati orang lain,” pesan Irwan kepada para penerima santunan.
Apresiasi pemerintah dan penerima manfaat
Aksi Sido Muncul menuai apresiasi dari pemerintah setempat. Lurah Cipete Selatan Supriono menyambut baik langkah Sido Muncul ini dan berharap sinergi antara pengusaha dan pemerintah kelurahan dapat terus tumbuh demi kesejahteraan warga.
“Acara santunan pada hari ini bukan sekadar memberikan santunan, tapi juga bentuk kepedulian dari Bapak Irwan kepada khususnya warga yang ada di Kelurahan Cipete Selatan,” kata Supriono.
Rasa syukur juga diungkapkan para penerima manfaat. Perwakilan Yayasan Al-Andalusia Nuril Anwar mengaku bersyukur yayasannya kembali mendapat kepercayaan dari Sido Muncul.
Baginya, program santunan Ramadhan itu bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga contoh nyata kepedulian dunia usaha yang patut ditiru perusahaan lain.
“Kami sampaikan kepada Sido Muncul terima kasih banyak atas program yang sangat luar biasa yang diselenggarakan setiap bulan Ramadhan. Program ini harus dipertahankan sampai kapan pun dan bisa dijadikan contoh kepada perusahaan-perusahaan besar lain agar memiliki program yang sama di bulan suci Ramadan,” ujar Nuril.
Nuril menambahkan, dana santunan yang diterima akan dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan operasional yayasan selama Ramadhan, mulai dari kebutuhan makan sehari-hari hingga persiapan menyambut Lebaran bagi anak-anak asuhnya.
Hal serupa disampaikan Perwakilan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia Siti Zubaedah. Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan Sido Muncul dan meyakini santunan tersebut akan memberi manfaat nyata bagi anak-anak yatim dalam menjalani ibadah puasa dan menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sido Muncul Raih Penghargaan “Penjaga Marwah Jamu Aman Nasional” dari BPOM
BPOM memberi penghargaan kepada Sido Muncul atas konsistensinya dalam menjaga keamanan produk jamu berbasis uji ilmiah. [744] url asal
#bpom #sido-muncul #irwan-hidayat #produk-jamu #badan-pengawas-obat-dan-makanan #pt-sido-joyo
(Kompas.com - Money) 03/02/26 11:34
v/123767/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) meraih penghargaan “Pelopor Herbal Indonesia - Penjaga Marwah Jamu Aman Nasional” dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam Malam Inagurasi Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-25 BPOM di Auditorium Gedung Merah Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).
Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi Sido Muncul dalam menerapkan standar keamanan produk jamu yang berbasis uji ilmiah di Tanah Air.
Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan.
Komitmen itu, lanjut dia, diwujudkan dengan memastikan produk jamu yang beredar di masyarakat dapat dipertanggungjawabkan keamanannya secara ilmiah.
“Produk jamu yang kami hasilkan tidak hanya diperkenalkan ke masyarakat, tetapi juga harus bisa dipertanggungjawabkan keamanannya secara ilmiah,” ujar Irwan kepada Kompas.com, Sabtu.
Menurut Irwan, tidak semua produk bisa begitu saja diklaim aman. Setiap produk memiliki potensi risiko jika tidak melalui proses pengujian yang ketat.
Oleh karena itu, lanjut Irwan, produsen wajib memastikan seluruh produk aman untuk dikonsumsi dan memenuhi standar ilmiah yang dapat diuji.
Ia menuturkan, seluruh produk Sido Muncul diuji melalui berbagai tahapan pengujian, mulai dari uji toksisitas hingga uji khasiat.
Penilaian tersebut menjadi bagian dari dasar BPOM memberikan penghargaan kepada Sido Muncul sebagai pelopor herbal Indonesia yang konsisten menjaga keamanan jamu.
KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Penerima BPOM Achievement Award berfoto bersama dalam Malam Inagurasi HUT Ke-25 BPOM di Auditorium Gedung Merah Putih BPOM, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).“Keamanan ini bukan sekadar klaim. Semua dibuktikan lewat pengujian yang ketat,” kata Irwan.
Selain pengujian internal, pengawasan dari BPOM juga dilakukan secara berkala. Irwan menyebut, untuk perusahaan dengan skala produksi dan penjualan besar, inspeksi BPOM dapat dilakukan beberapa kali dalam setahun sesuai periode audit yang ditetapkan.
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, Irwan mengakui kepercayaan publik menjadi aset yang sangat rapuh.
Menurut dia, sedikit saja muncul keraguan, kepercayaan masyarakat bisa langsung menurun. Namun, pihaknya memilih tidak berdebat di ruang publik digital.
Ia menambahkan, seluruh proses produksi Sido Muncul telah memenuhi syarat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).
Setiap hasil produksi diuji ulang untuk memastikan bebas dari pestisida, aflatoksin, logam berat, DNA babi, serta kontaminan lainnya. Seluruh proses tersebut terdokumentasi dalam sertifikat analisis pada setiap batch produksi.
“Kalau ada yang meragukan keamanan produk, kami menjawabnya dengan data ilmiah dan bukti proses produksi yang memenuhi standar,” ujarnya.
Audit produk dan pabrik
Pada kesempatan sama, Research and Quality Operation Head Sido Muncul, Apt Wahyu Widayani, SSi, menuturkan bahwa audit yang dijalani perusahaan mencakup audit produk dan audit pabrik.
Produk diperiksa melalui pengambilan sampel setiap batch sebelum dipasarkan. Sementara, pabrik diawasi untuk memastikan proses produksi sesuai standar.
“Semua hasil uji harus memenuhi standar keamanan sebelum produk beredar,” tutur Wahyu.
Wahyu menjelaskan, audit dari BPOM dilakukan secara insidental minimal setahun sekali.
Pemeriksaan tersebut biasanya dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya dan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan dokumen hingga proses produksi di lapangan.
Menurut Wahyu, Sido Muncul menerapkan tiga lapis pengamanan dalam menjaga kualitas produknya.
“Pertama, keamanan produk melalui uji ilmiah. Kedua, pengawasan ketat terhadap fasilitas produksi yang harus memenuhi standar. Ketiga, setiap batch produksi wajib lolos uji sebelum dipasarkan ke konsumen,” terang Wahyu.
KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat menunjukkan trofi BPOM Achievement Award usai menerima penghargaan ?Pelopor Herbal Indonesia ? Penjaga Marwah Jamu Aman Nasional? di Auditorium Gedung Merah Putih BPOM, Jakarta Pusat.Pengawasan berbasis sains
Kepala BPOM Prof dr Taruna Ikrar, MBiomed, MD, PhD, menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan, termasuk jamu, memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat luas.
Menurut dia, produk-produk yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari menyentuh seluruh siklus kehidupan manusia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
“Apa yang kami awasi dan jamin keamanannya berdampak langsung pada setiap insan di negeri ini, mulai dari bayi sampai orang tua, dari masyarakat biasa hingga pimpinan negara,” ujar Taruna.
Taruna menjelaskan, seluruh kebijakan dan keputusan BPOM dalam pengawasan obat dan makanan didasarkan pada dua landasan utama, yakni sains dan regulasi.
Pendekatan ilmiah menjadi rujukan utama dalam menilai keamanan, mutu, dan khasiat produk. Sementara, regulasi berfungsi sebagai pagar untuk melindungi masyarakat dari risiko produk yang tidak memenuhi standar.
Menurut Taruna, pengawasan bukan hanya dilakukan secara simbolik, melainkan melalui proses profesional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
BPOM juga melakukan audit serta pemeriksaan, baik secara berkala maupun insidental, terhadap pelaku usaha untuk memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai ketentuan.
“Landasan kerja kami jelas, yaitu ilmu pengetahuan dan aturan. Setiap keputusan yang diambil harus bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Taruna.
75 Tahun Eksis, Sido Muncul Konsisten Hadirkan Produk Herbal Berbasis Ilmiah
Sido Muncul tegaskan komitmen riset ilmiah pada produk Tolak Angin guna menjamin keamanan konsumen dan mendukung kemandirian industri farmasi nasional [2,137] url asal
#industri-farmasi #sido-muncul #irwan-hidayat #tolak-angin #obat-herbal-terstandar #riset-ilmiah #uji-toksisitas
(Kompas.com - Money) 22/01/26 14:02
v/110639/
JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang hari jadi ke-75 tahun pada November 2026, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menggelar konferensi pers untuk mengingatkan kembali komitmen perusahaan terhadap riset ilmiah.
Acara yang digelar di House of Jamu Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026) tersebut menghadirkan para peneliti produk independen, komisaris independen perusahaan, serta tokoh publik.
Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menyampaikan bahwa perusahaan yang didirikan sejak 1951 tersebut konsisten berbasis pada penelitian ilmiah dalam pengembangan produk-produknya.
Salah satu produk andalan yang dimaksud adalah Tolak Angin. Produk ini, kata Irwan, telah melalui serangkaian uji toksisitas dan khasiat yang dilakukan sejak 2002 bersama lembaga riset independen.
"Saya perlu mengadakan acara ini untuk mengulang kembali bagaimana sejarahnya (Tolak Angin) dan bagaimana uji toksisitas (yang dilakukan untuk produk Tolak Angin). (Hasilnya), terbukti secara ilmiah tidak toksik, tidak merusak ginjal, lever, pankreas, serta tidak mengganggu hormon pria ataupun wanita," ujar Irwan kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa sebagai perusahaan publik, Sido Muncul tidak menggantungkan kredibilitas produknya pada opini semata. Justru, perusahaan berpatokan kepada hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Direktur Sido Muncul (HC) Irwan Hidayat menegaskan bahwa seluruh produk Sido Muncul dikembangkan berbasis penelitian ilmiah untuk menjamin keamanan konsumen. Komitmen ini dilakukan agar kredibilitas perusahaan tetap terjaga melalui data yang dapat dipertanggungjawabkan secara saintifik.Uji toksisitas subkronis selama 90 hari
Dalam konferensi pers tersebut, hadir peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Dr apt Ipang Djunarko, SSi, MSc. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan hasil uji toksisitas subkronis Tolak Angin Cair yang dilakukan pada 2002.
“Pengujian tersebut dilakukan lantaran menjadi tuntutan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menentukan keamanan produk,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ipang menerangkan, uji toksisitas subkronis dilakukan selama 90 hari pada tikus jenis Sprague Dawley. Hewan uji tersebut dibagi lima kelompok secara acak dan lengkap, dengan masing-masing kelompok terdiri dari lima ekor tikus jantan dan lima ekor tikus betina.
Pengujian sendiri menggunakan empat peringkat dosis, mulai dari 0,45 ml; 1,35 ml; 4,05 ml; hingga dosis tertinggi 12,15 ml per kilogram berat badan atau setara 9 saset.
“Hasilnya, (setelah diuji dan diamati), tidak ditemukan kematian dan gejala klinis selama 90 hari dari pemberian Tolak Angin Cair, baik pada tikus jantan maupun betina,” kata Ipang.
Adapun pengamatan yang dilakukan mencakup gejala klinis, uji darah rutin, dan uji kimia klinis untuk mengetahui efek toksik pada fungsi organ, serta histologi organ untuk mengetahui perubahan struktural.
Hasil penelitian juga menunjukkan tidak ditemukan perubahan pada berat badan, sistem hematologi, ataupun perubahan struktural pada organ paru, lien atau limpa, jantung, usus, lambung, uterus, dan testis.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Tim peneliti dari Universitas Sanata Dharma dan Universitas Diponegoro memaparkan hasil uji toksisitas serta uji khasiat Tolak Angin Cair di hadapan media. Hasil pengujian membuktikan bahwa produk tersebut aman bagi fungsi organ vital serta efektif dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.Hal senada turut disampaikan Peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Apt Phebe Hendra, PhD. Ia menegaskan, tidak ditemukan adanya kematian ataupun perubahan gejala klinis pada hewan uji.
Phebe bahkan mengonversi durasi pengujian 90 hari yang dilakukan pada tikus setara dengan 101 bulan atau sekitar 8 tahun pada manusia.
"Secara prinsip boleh dikatakan bahwa penggunaan Tolak Angin cair dalam jangka waktu yang cukup panjang itu masih relatif aman selama penggunaan di dosis yang dianjurkan," tegas Phebe.
Sebagai informasi, hasil uji toksisitas tersebut kemudian menjadi salah satu persyaratan yang memungkinkan Tolak Angin naik level dari berlabel "jamu" menjadi "Obat Herbal Terstandar" oleh BPOM. Level obat herbal terstandar merupakan kategori di atas jamu yang mensyaratkan produk telah melewati uji toksisitas dan uji khasiat.
Meningkatkan sistem imun, aman untuk ginjal dan hati
Selain uji keamanan, Sido Muncul juga melakukan uji khasiat bersama Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada tahun yang sama.
Peneliti dari Fakultas Kedokteran Undip Dr dr Neni Susilaningsih, MSi, menjelaskan bahwa penelitian dilakukan bersama almarhum Prof dr Edi Dharmana, MSc, SpParK, PhD; dan almarhum dr Noor Wijayahadi, MKes, PhD.
Penelitian diawali dengan uji pada hewan coba (in vivo) yang menunjukkan adanya perbaikan pada parameter sistem imun atau sistem daya tahan tubuh. Kemudian, pengujian dilanjutkan pada 109 subyek manusia sehat yang terbagi menjadi kelompok perlakuan (99 orang) dan kelompok kontrol (10 orang).
Hasilnya, pemberian Tolak Angin Cair selama satu minggu menunjukkan adanya peningkatan jumlah limfosit T pada darah tepi jika dibandingkan dengan kontrol sebelumnya.
Selain itu, terdapat pula peningkatan pada sitokin, interferon, ataupun Interleukin-2 (IL-2). Rasio interferon dan IL-2 yang meningkat menandakan komponen respons imun dalam tubuh meningkat.
Di samping menilai khasiat pada respons imun, tim peneliti juga menilai kadar kreatinin dan ureum untuk memantau fungsi ginjal dari pemberian Tolak Angin cair.
Penelitian itu juga memeriksa kadar serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) dan serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) untuk menilai fungsi hati, serta kadar hemoglobin (Hb) dan jumlah leukosit.
Semua pemeriksaan itu menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok yang diberi Tolak Angin dan yang tidak diberi. Artinya, Tolak Angin Cair yang diberikan selama satu minggu tidak berpengaruh negatif terhadap fungsi ginjal, fungsi hati, maupun kadar Hb dan leukosit.
"Pada penelitian tersebut, pemberian Tolak Angin cair selama satu minggu menunjukkan ada peningkatan jumlah limfosit T-helper darah tepi jika dibandingkan dengan kontrol sebelumnya," kata Neni.
Neni menambahkan, penelitian juga menunjukkan peningkatan pada sitokin interferon gamma dan interleukin-4, yang mana rasio keduanya juga mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pada komponen respon imun.
Hal tak kalah penting, penelitian juga menilai parameter keamanan produk terhadap fungsi organ vital. Neni menjelaskan bahwa tim menilai kadar kreatinin dan ureum yang menilai fungsi ginjal, kadar SGOT dan SGPT yang menilai fungsi hati, serta kadar hemoglobin (Hb) dan jumlah leukosit.
“Semuanya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok yang diberi Tolak Angin dan yang tidak diberi. Artinya, Tolak Angin cair yang diberikan selama satu minggu tidak berpengaruh negatif terhadap fungsi ginjal, fungsi hati, ataupun kadar Hb dan leukosit,” ucap Neni.
Ia menambahkan, hasil penelitian uji toksisitas dan uji khasiat itulah yang menjadi persyaratan dari BPOM untuk menaikkan level Tolak Angin dari “Jamu” menjadi “Obat Herbal Terstandar”.
Sebagai informasi, BPOM menetapkan status pada produk herbal, mulai dari jamu, obat herbal terstandar, hingga fitofarmaka yang merupakan kategori tertinggi.
Komitmen edukasi dan kolaborasi dengan dunia akademis
Komisaris Independen Sido Muncul Dr dr Mohammad Adib Khumaidi, SpOT, menekankan bahwa penelitian yang dilakukan oleh Universitas Sanata Dharma dan Undip merupakan bentuk pertanggungjawaban publik. Semua proses produksi Tolak Angin dilakukan dalam sebuah proses akademis profesional yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
"Penelitian yang sudah dilakukan oleh Pak Ipang, Ibu Phebe, dan dr Neni tersebut adalah satu bagian sebuah pertanggungjawaban publik yang harus kami lakukan bahwa produk Sido Muncul itu dibuat dalam sebuah proses yang memang itu secara ilmiah," kata Adip.
Ia menambahkan, Sido Muncul memiliki konsep untuk bekerja sama dengan beberapa institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan untuk membuat penelitian terkait herbal. Selain itu, pertemuan dengan komunitas profesi kesehatan dan dokter terkait jamu dan herbal pun dilakukan oleh perusahaan.
Sido Muncul bahkan tengah menyiapkan kompendium yang berisi informasi tentang bahan-bahan alam, lengkap dengan jurnal-jurnal penelitian yang telah dilakukan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Tujuannya, agar masyarakat terinformasi dan teredukasi tentang produk bahan alam yang berguna untuk kesehatan.
Berdasarkan data dari Sido Muncul, perusahaan telah menggelar 53 kali seminar herbal mengenai Tolak Angin bekerja sama dengan berbagai fakultas kedokteran dari berbagai universitas di Indonesia. Kegiatan edukasi ini ditujukan kepada akademisi, kalangan kedokteran, tenaga kesehatan, dan mahasiswa kedokteran.
"Sido Muncul tidak hanya memproduksi yang kaitannya dengan bisnis saja, tapi kami ingin mengedukasi. Siapa yang kita edukasi? Masyarakat dan juga tentunya pemerintah," ujar Adip.
Mendukung kemandirian industri farmasi nasional
Adip juga menyinggung Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang salah satu pasalnya berkaitan dengan obat bahan alam. Menurutnya, pasal dalam kebijakan tersebut merupakan dorongan dari negara yang harus didukung oleh industri seperti Sido Muncul.
"Sido Muncul sudah siap dan tentunya ini menjadi satu bagian dukungan Sido Muncul kepada pemerintah, terutama berkaitan dengan masalah pengembangan obat bahan alam karena itu bagian dalam satu proses kemandirian industri farmasi," kata Adip.
Ia menegaskan, Indonesia memiliki bahan alam luar biasa yang sebenarnya membuka ruang untuk membuktikan manfaat herbal secara ilmiah. Kolaborasi antara industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mengembangkan potensi tersebut.
Ketika profesor dan jurnalis bicara data
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Guru Besar FEB UI Rhenald Kasali berbagi pengalamannya menggunakan Tolak Angin yang selalu menjadi andalan saat menempuh studi di luar negeri. Menurutnya, riset ilmiah yang dilakukan Sido Muncul sangat penting untuk mematahkan mitos negatif yang sering beredar di masyarakat.Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, salah satu Brand Ambassador Tolak Angin sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Prof Rhenald Kasali. Ia menceritakan pengalamannya menggunakan produk tersebut sejak studi di Amerika Serikat selama 6 tahun.
Rhenald mengaku, Tolak Angin selalu menemaninya selama di luar negeri. Menurutnya, pengalaman serupa juga dialami banyak diaspora Indonesia.
"Saya merasakan sendiri begitu sebagai student di luar negeri. Makanya, ketika saya lihat diaspora dan ditanya, hampir semuanya (menjawab bawa Tolak Angin) di tasnya," kata Rhenald.
Rhenald menyoroti bahwa di tengah perkembangan produk herbal Indonesia, selalu ada mitos yang beredar di masyarakat. Menurutnya, inilah yang ingin dibuktikan Sido Muncul melalui riset ilmiah.
"Memang selalu ada mitos. Nah itulah yang mau di-proof. Bener apa nggak? Jangan sampai masyarakat tertipu oleh mitos-mitos itu," tegasnya.
Lebih lanjut, Rhenald menyoroti bahwa kontribusi produk herbal Indonesia di pasar dunia baru mencapai 0,8 persen. Padahal, Indonesia memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman yang sangat luar biasa.
"Indonesia harus come up dengan produk yang benar-benar berbasiskan sains dan nilai tambahannya tinggi. Dunia sedang menuju ke situ berbasiskan research," ujarnya.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Jurnalis senior Andy F Noya menekankan bahwa keputusannya menjadi duta merek didasari pada keyakinan terhadap data dan hasil kajian ilmiah produk. Ia meyakini bahwa transparansi riset Sido Muncul memberikan rasa aman dan kepercayaan yang kuat bagi masyarakat.Sementara itu, jurnalis senior Andy F Noya yang juga Brand Ambassador Tolak Angin menceritakan pertimbangannya sebelum menerima tawaran kerja sama tersebut. Sebagai jurnalis yang terikat kode etik, ia memastikan produk yang diiklankan tidak merugikan masyarakat.
"Saya ketika menyetujui ajakan kerja sama itu menggunakan ukuran-ukuran sebagai jurnalis, yaitu soal data, dan keyakinan kita bahwa ini adalah produk yang baik," tutur Andy.
Andy juga menceritakan pengalamannya mengunjungi pabrik Sido Muncul dan melihat langsung investasi teknologi yang digunakan untuk memproduksi jamu dengan riset yang kuat.
"Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana investasi yang luar biasa besarnya itu diberikan untuk semua teknologi. Ini membuktikan bahwa basis riset adalah kebutuhan konsumen untuk semakin percaya bahwa apa yang diwariskan nenek moyang kita dulu, itu terbukti hari ini benar ada (melalui kajian ilmiah)," jelasnya.
Ia menegaskan, para pakar yang menjelaskan hasil penelitian ditambah komisaris independen yang merupakan dokter menunjukkan bahwa semua produk Sido Muncul, khususnya Tolak Angin, berbasis data dan kajian ilmiah.
"Kalau ada yang meragukan, dia harus juga mampu meng-counter dengan kajian ilmiah yang lain. Bukan ‘katanya’, ‘pokoknya’, atau pandangan-pandangan pribadi," ujarnya.
Sepakat dengan Andy, Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani turut menekankan bahwa konsumen perlu lebih kritis dalam memilah informasi di era informasi digital. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang mengandalkan media konvensional seperti koran dan televisi, kini masyarakat dibombardir informasi dari berbagai sumber.
"Seperti tadi Pak Andi bilang, sekarang semua orang bisa jadi jurnalis tanpa terikat kode etik. Beritanya hitungannya sudah detik-detik, tidak mendalam seperti dulu," ujar Maria.
Ia meyakini bahwa konsumen Indonesia cukup cerdas untuk memilah informasi yang benar dari yang salah. Dengan data dan hasil penelitian yang dipaparkan, konsumen dapat membuat keputusan yang tepat.
"Saya yakin konsumen kami orang pintar semua. Jadi yang pintar tentu saja bisa memilah informasi mana yang benar dan tidak, lalu memilih produk yang baik," tegasnya.
Dari jamu rumahan hingga perusahaan publik
Sido Muncul berawal dari usaha jamu rumahan yang dibuat Rahkmat Sulistio di Yogyakarta pada 1930. Satu dekade kemudian atau pada 1940, produk jamu yang awalnya berupa racikan dikembangkan menjadi jamu godokan.
Waktu berlalu, Sido Muncul pun berdiri secara resmi pada 1951 dan berkembang menjadi produsen jamu dan obat herbal. Pada 1992, perusahaan melakukan inovasi dengan memproduksi Tolak Angin dalam bentuk cair siap minum yang dikemas dalam saset agar lebih praktis, higienis, dan mudah dibawa.
Saat ini, Tolak Angin memiliki beberapa sediaan, yakni cair, serbuk, tablet, kapsul lunak. Selain itu, ada pula Tolak Angin Sugar Free, Tolak Angin Flu, Tolak Angin Anak, dan Tolak Angin Batuk. Perusahaan pun memproduksi berbagai produk herbal lainnya, seperti Kunyit Asam dan Temulawak.
Irwan menyampaikan hasil penelitian merupakan fondasi penting dalam pengembangan produk perusahaan. Sido Muncul tidak hanya mengandalkan warisan resep tradisional, tetapi juga memastikan setiap produk terjaga kualitasnya.
"Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami kepada konsumen agar produk yang diminum benar-benar aman, berkualitas, dan bermanfaat," ujar Irwan.
Di usia yang akan mencapai 75 tahun pada November 2026, Sido Muncul berkomitmen terus melakukan inovasi agar produk-produknya semakin diterima konsumen. Perusahaan juga akan terus berkolaborasi dengan institusi pendidikan dan riset untuk mengembangkan produk herbal berbasis ilmiah.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56