Imbauan OJK Kala Tren BNPL di Industri Multifinance Terus Positif
OJK mengimbau pelaku usaha untuk memperhatikan aspek governance, manajemen risiko, keamanan data, serta kualitas proses credit scoring.
(Bisnis.Com) 18/10/25 13:51 8034
Bisnis.com, JAKARTA — Seiring meluasnya tren Buy NowPay Later (BNPL) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau para pelaku industri untuk memperhatikan aspek governance, manajemen risiko, keamanan data, serta kualitas proses penilaian kredit (credit scoring).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan BNPLberperan penting dalam memperluas akses keuangan masyarakat.
“Khususnya di era ekonomi digital. Digitalisasi merupakan peluang besar untuk mendorong efisiensi, inklusi, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya dalam lembar jawaban RDK September 2025, Senin (13/10/2025).
OJK, lanjut Agusman, mendorong agar transformasi digital di sektor pembiayaan tumbuh secara sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pelindungan konsumen.
Diberitakan sebelumnya, pembelian dengan metode BNPL di perusahaan multifinance diperkirakan masih akan menyentuh pertumbuhan dua digit hingga akhir 2025 seiring masih lebarnya credit gap di Indonesia.
Artinya, masih ada kesenjangan antara kebutuhan kredit masyarakat dengan kemampuan lembaga keuangan formal untuk menyalurkannya.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan masih banyak masyarakat yang belum bisa mengakses keuangan formal karena sistem yang rumit dan proses yang lama. Oleh sebab itulah akhirnya tercipta pembiayaan melalui BNPL.
“Jadi, pasarnya masih cukup tinggi. Pertumbuhan masih akan dua digit melihat permintaan dan pasarnya yang masih sangat luas,” katanya kepada Bisnis, Rabu (20/8/2025).
Sebagai informasi, berdasarkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan pada Agustus 2025 meningkat sebesar 79,91% secara (year on year/YoY) menjadi Rp9,97 triliun dengan NPF gross sebesar 2,92%.
#bnpl #ojk #buy-now-pay-later #industri-multifinance #keamanan-data #credit-scoring #akses-keuangan #ekonomi-digital #transformasi-digital #sektor-pembiayaan #pertumbuhan-ekonomi #pelindungan-konsumen #n-a