Pameran di Museum Bank Indonesia menampilkan uang seri wayang De Javasche Bank 1933-1939, mengungkap sejarah, budaya, dan strategi kolonial di balik desainnya. [770] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Sepintas, lembaran uang kuno itu tampak seperti koleksi numismatik biasa. Gambarnya didominasi dua figur wayang orang yang saling berhadapan. Di sisi kiri tampak sosok laki-laki mengenakan mahkota, sementara di sisi kanan terdapat figur perempuan dengan hiasan kepala dan perhiasan tradisional Jawa.
Uang kertas 10 gulden De Javasche Bank terbitan 31 Agustus 1939 itu menjadi salah satu koleksi dalam pameran temporer In Lakon: Wayang Orang Dadi Saksi di Museum Bank Indonesia. Pada pandangan pertama, uang tersebut hanya memperlihatkan keindahan seni pertunjukan Jawa yang dituangkan ke dalam desain mata uang.
Namun di balik gambar wayang tersebut tersimpan cerita yang jauh lebih kompleks. Ada kisah tentang ketertarikan pejabat kolonial terhadap budaya Nusantara, gejolak ekonomi pada dekade 1930-an, hingga penggunaan simbol budaya sebagai alat untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
Cerita itulah yang diangkat Museum Bank Indonesia dalam pameran yang berlangsung pada 3 Juni hingga 30 Agustus 2026. Melalui rangkaian koleksi uang seri wayang, pengunjung diajak melihat bahwa uang bukan hanya alat pembayaran, melainkan juga medium yang merekam sejarah, budaya, dan politik pada zamannya.
Berbeda dengan pameran permanen yang menampilkan sejarah kelembagaan Bank Indonesia, arsitektur bangunan, dan koleksi numismatik secara umum, pameran ini berfokus pada satu tema khusus. Sorotan utamanya adalah seri uang wayang yang diterbitkan oleh De Javasche Bank (DJB) pada 1933–1939.
Di ruang pameran, pengunjung dapat melihat delapan nominal lengkap uang seri wayang, mulai dari 5 hingga 1.000 gulden. Sejumlah replika turut ditampilkan untuk memperkenalkan salah satu koleksi penting dalam sejarah mata uang Indonesia.
Selain uang seri wayang, museum turut memamerkan mata uang Hindia Belanda yang beredar sebelum periode tersebut. Ada pula uang pendudukan Jepang yang memperlihatkan bagaimana simbol budaya digunakan dalam desain mata uang pada masa yang berbeda.
Pemilihan tema wayang tidak dilakukan secara kebetulan. Bagi Museum Bank Indonesia, figur wayang yang menghiasi uang seri De Javasche Bank menjadi pintu untuk mengangkat kembali salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO.
Untuk menghadirkan tema tersebut, Museum Bank Indonesia tidak hanya mengumpulkan koleksi uang seri wayang. Tim kurator juga menelusuri latar sejarah, sosial, dan budaya yang melingkupi penerbitannya pada era kolonial.
“Pameran ini tujuannya melestarikan, mengedukasi, dan membangun sinergi lintas budaya,” ujar Kepala Museum Bank Indonesia Rio Wardhanu.
Penelusuran yang melibatkan berbagai lembaga budaya serta perjalanan ke Yogyakarta dan Solo itu membantu mengungkap latar sejarah di balik kemunculan wayang pada mata uang De Javasche Bank.
Salah satu temuan dari penelitian itu adalah peran Presiden DJB saat itu, L.C.J. Burting Houwink, dalam kemunculan figur wayang pada uang yang diterbitkan bank tersebut.
Menurut kurator pameran, Ide Nada Imandiharja, ketertarikan Burting Houwink terhadap budaya Nusantara dan pertunjukan wayang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penggunaan figur wayang pada uang DJB.
“Burting Houwink memang memiliki minat terhadap kebudayaan Nusantara dan pertunjukan wayang,” ujar Ide Nada Imandiharja.
Burting Houwink juga disebut memiliki hubungan dekat dengan Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, yang membuatnya cukup akrab dengan lingkungan budaya Jawa. Kedekatan itu diyakini turut memengaruhi keputusan untuk menampilkan figur wayang pada mata uang yang diterbitkan DJB.
Strategi Kolonial
Namun kisah di balik uang wayang ternyata tidak berhenti pada minat seorang pejabat kolonial terhadap kesenian tradisional. Pada masa itu, pemerintah kolonial juga tengah menghadapi tekanan akibat krisis ekonomi dunia dan meningkatnya gejolak sosial di masyarakat.
Dalam situasi tersebut, pemerintah kolonial membutuhkan simbol yang mudah diterima publik. Wayang dipilih karena memiliki kedekatan budaya yang kuat dengan masyarakat. Kehadirannya pada uang diharapkan dapat membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat penerimaan terhadap mata uang yang beredar.
“Wayang sangat dekat dengan masyarakat pada masa itu. Karena itu, kemunculannya di uang dapat menjadi daya tarik agar masyarakat mau menggunakan uang tersebut,” kata Ide.
Strategi serupa kemudian muncul pada masa pendudukan Jepang. Pada awal kedatangannya, Jepang menggunakan gambar pemandangan umum Asia Tenggara pada mata uang yang diedarkan di wilayah jajahannya.
Namun setelah memahami kondisi masyarakat setempat, mereka mulai menampilkan simbol-simbol budaya Nusantara seperti Gatotkaca, rumah adat, dan figur masyarakat daerah sebagai upaya mendekatkan diri dengan penduduk lokal.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa mata uang bukan sekadar instrumen ekonomi. Di tangan penguasa, uang juga dapat menjadi media komunikasi yang memuat pesan politik dan upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.
Bagi Museum Bank Indonesia, pesan itulah yang ingin disampaikan melalui pameran ini. Di balik setiap lembar uang yang tersimpan di etalase, terdapat cerita tentang masa lalu yang seringkali luput dari perhatian. “Yang ingin kami sampaikan adalah bahwa setiap uang punya cerita,” ujar Ide.
Melalui In Lakon: Wayang Orang Dadi Saksi, cerita itu kembali dihadirkan ke hadapan publik. Lembaran 10 gulden yang tersimpan di etalase museum itu pun tak lagi sekadar uang lama bergambar wayang, melainkan saksi bagaimana budaya pernah digunakan untuk membangun kepercayaan, membentuk identitas, dan menjadi bagian dari strategi kekuasaan pada zamannya.
Pagelaran Sabang Merauke ke-7 digelar 21-23 Agustus 2026 di Jakarta, mengusung tema "Hikayat Srikandi Nusantara" dengan Raisa sebagai Srikandi [561] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya akan kembali digelar pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Memasuki penyelenggaraan ke-7, pagelaran yang diselenggarakan iForte bersama BCA ini mengusung tema baru"Hikayat Srikandi Nusantara" dengan menempatkan figur perempuan sebagai pusat narasi pertunjukan.
Tema dan konsep pagelaran tahun ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Main Atrium, Grand Indonesia East Mall, Jakarta, padaSelasa (20/5/2026). Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dan dibuka dengan penampilan Batavia Madrigal Singers dibawah arahan konduktor Avip Priatna.
Tahun ini, penyanyi Raisa Andriana bergabung untuk pertama kalinya dan akan memerankan tokoh Srikandi. Ia akan tampil bersama deretantalenta yang sudah beberapa kali berpartisipasi, di antaranya Yura Yunita,Padi Reborn, Indra Bekti, dan sejumlah nama lainnya. Galabby Thahira turut bergabung sebagai pendatang baru, memerankan tokoh Limbuk.
“Sudah dari tahun-tahun sebelumnya aku penasaran sekali dengan Pagelaran Sabang Merauke. Aku bisa berkesempatan memerankanlangsung tokoh Srikandi dalam tema yang sangat spesial tahun ini,” kata Raisa.
Dalam alur cerita, Srikandi menjadi pusat perjalanan yang mempertemukan berbagai karakter perempuan dari hikayat Nusantara. Tokoh-tokoh yang hadir antara lain Mahadewi sebagai penjaga harmoni alam, Dayang Sumbi yang membawa nilai kasih sayang dan kehormatan, Mande Rubayah yang dihadirkan dari sudut pandang cinta seorang ibu,
serta Calonarang yang menggambarkan sisi pengorbanan. Melalui ragam karakter tersebut, pagelaran ini membangun narasi tentang peran perempuan dalam seni budaya dan kehidupan masyarakat Nusantara.
Dari sisi produksi, edisi 2026 melibatkan lebih dari 1.700 pelaku seni dan tim produksi. Mereka terdiri dari 15 penyanyi, satu grup band nasional,387 penari budaya dari berbagai daerah, 50 musisi tradisional, 119 anggota paduan suara gabungan dari Batavia Madrigal Singers, TheResonanz Children's Choir, dan Armonia Choir, serta 60 anggota Jakarta
Concert Orchestra. Koreografer utama Sandhidea Cahyo menyebut ada sekitar 103 nomor koreografi yang disiapkan untuk edisi ini. Sesiworkshop koreografi dijadwalkan dimulai pada 21 Mei 2026, sebelum dilanjutkan dengan latihan intensif selama tiga bulan di Yogyakarta mulai 2 Juni 2026.
Dari sisi visual, perancang busana utama Priyo Oktaviano akanberkolaborasi dengan desainer anggota IPMI, desainer muda Indonesia,Batik Keris, serta UBS Gold untuk merancang kostum yang mencerminkan karakter Srikandi sebagai sosok perempuan yang kuat dan elegan.
Pengembangan teknis panggung juga dilakukan, termasuk perluasan area LED live camera, sistem panggung dengan leveling yang lebih kompleks, serta aksi teatrikal udara melalui kolaborasi dengan Piranha Stunt menggunakan empat sling.
Selain pertunjukan utama, pagelaran tahun ini memperluas pengalaman pengunjung melalui berbagai elemen pendukung, mulai dari instalasi seni, costume showcase dari Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi, animatronik dari Magelang Ethno Carnival, hingga festival
UMKM dan Cultural Fair yang menghadirkan karya dari Museum of Toys, JICAF, RUS Animation, ARTJOG, dan Art Jakarta. Area Desa Wisata by Bakti BCA juga turut dihadirkan sebagai ruang interaksi budaya dan kearifan lokal dari berbagai daerah.
President Director dan CEO iForte Aming Santoso mengatakan pihaknya berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung keberlangsungan pagelaran ini. Sementara Direktur BCA Antonius Widodo Mulyonomenyebut Pagelaran Sabang Merauke sebagai pertunjukan yang tidak biasa karena melibatkan banyak cabang seni sekaligus.
Tahun ini menjadi fase penting bagi Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya 2026, yang telah memasuki tahun ke-5 perjalanannya dan digelar untuk ke-7 kalinya. Pengembangan dari sisi cerita, konsep, dan eksekusi dilakukan sebagai bagian dari langkahberkelanjutan menuju 2027, saat pagelaran ini akan hadir di berbagai kota di Indonesia untuk menyebarkan semangat pelestarian seni dan budaya ke seluruh Nusantara.
PHM HOTELS rayakan Hari Kartini dengan media gathering #KartiniKini, angkat peran perempuan dalam budaya dan wellness. Kolaborasi dengan JNE dukung UMKM. [485] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PHM HOTELS menghadirkan sebuah media gathering bertajuk “#KartiniKini: Racik Cerita Perempuan, Budaya & Jamu”, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan Indonesia dalam merawat budaya sekaligus menghadirkan relevansinya dalam gaya hidup modern.
Mengangkat tema perempuan, budaya, dan wellness, kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan PHM HOTELS dengan 30 rekan media nasional dalam suasana yang intimate dan meaningful. Jamu dihadirkan bukan hanya sebagai minuman tradisional, tetapi sebagai simbol warisan budaya Nusantara yang lahir dari pengetahuan turun-temurun perempuan Indonesia, serta kini kembali relevan dalam tren wellness modern.
Acara ini menghadirkan sesi interactive talkshow bersama founder dari Suwe Ora Jamu, Ibu Nova Dewi Setiabudi, Ibu Annisa Rengganis, S.IP., M.A selaku Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, serta Ibu Dr. Rd. Rita Ritasari, S.T. Par., M.M selaku Kabag Humas & Kerjasama PFM - Politeknik Sahid, yang membahas peran perempuan dalam menjaga budaya, sekaligus mengangkat jamu sebagai bagian dari gastronomy diplomacy Indonesia.
“Melalui #KartiniKini, kami ingin menghadirkan ruang yang lebih dekat dan hangat untuk merayakan perempuan Indonesia bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai penggerak budaya yang terus hidup dan berkembang. Jamu menjadi salah satu representasi nyata bagaimana warisan perempuan dapat tetap relevan dan menjadi bagian dari gaya hidup modern,” ujar Marcia Tirtawisata, VP Brand & Development PHM HOTELS.
Sejalan dengan hal tersebut, Greta Indri, Corporate Brand & Marcom Manager PHM HOTELS menambahkan, “Kami melihat bahwa hospitality hari ini bukan hanya tentang tempat menginap, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat menghadirkan pengalaman yang memiliki makna. Melalui pendekatan culture-led experience dan storytelling, kami ingin membawa budaya Indonesia termasuk jamu ke dalam ruang yang lebih relevan dan engaging, terutama bagi generasi saat ini.” Sebagai bagian dari penguatan ekosistem kolaborasi, dalam kesempatan ini THE 1O1 Hotels & Resorts, juga secara resmi meluncurkan kerja sama strategis dengan JNE dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Kolaborasi ini akan menghadirkan berbagai program khusus yang dapat diakses oleh mitra maupun member JNE, sekaligus membuka peluang sinergi antara sektor hospitality dan logistik dalam mendorong ekonomi kreatif.
“JNE menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari semangat ‘Connecting Happiness’. Di usia JNE yang ke-35 tahun, kami terus bertransformasi untuk memberikan pelayanan yang melampaui ekspektasi pelanggan. Sinergi bersama THE 1O1 Hotels & Resort merupakan cara kami mengapresiasi dukungan masyarakat dengan menghadirkan nilai tambah yang melengkapi kebutuhan gaya hidup mereka, baik di sektor rekreasi, budaya, maupun edukasi.
Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara industri logistik, hospitality dan UMKM. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelanggan, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelaku usaha lokal untuk terus tumbuh dalam ekosistem ekonomi kreatif,” jelas Eri Palgunadi, selaku SVP Marketing Group Head JNE
Ke depan, kerja sama ini juga akan diaktivasi melalui berbagai inisiatif menarik, termasuk program kolaboratif seperti giveaway dan campaign digital yang dapat diakses melalui kanal media sosial THE 1O1 Hotels & Resorts dan JNE, sebagai upaya memperluas jangkauan dan engagement kepada masyarakat.
Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Jakarta angkat tema 'Hikayat Srikandi Nusantara', menyoroti peran perempuan dalam budaya Indonesia. Acara berlangsung 21-23 Agustus. [922] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - iForte dan Protelindo Group kembali menggelar ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ 2026. Pertunjukan seni budaya kolosal tersebut dilaksanakan pada 21-23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Selatan.
Tahun ini, ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ mengangkat tema ‘Hikayat Srikandi Nusantara’ yang menyoroti kisah perempuan dalam berbagai cerita rakyat Indonesia.
Presiden Direktur & CEO iForte & Protelindo Group F. Aming Santoso mengatakan pagelaran ini terlaksana seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap budaya Indonesia. Dia pun menilai ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya.
“Kita harus menyediakan wadah bagi mereka untuk menyatukan aspirasi mereka, dan kita harus membuat masyarakat Indonesia dan generasi muda jatuh cinta dengan kebudayaannya sendiri,” kata Aming dalam konferensi pers 'Road to Pagelaran Sabang-Merauke 2026' di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Lebih lanjut, tema ‘Hikayat Srikandi Nusantara’ akan menghadirkan kisah perempuan Nusantara yang sarat nilai keteladanan serta inspirasi kehidupan. Nilai yang diangkat meliputi keberanian, keteguhan, dan kontribusi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat melalui pendekatan artistik.
Pertunjukan yang digelar satu tahun sekali tersebut memadukan semua unsur seni, termasuk tari, musik, desain, busana, hingga teater dalam satu kesatuan pementasan budaya yang utuh. ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ menjadi ruang refleksi peran perempuan dalam membentuk narasi kebudayaan Nusantara yang inspiratif.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ menjadi salah satu pertunjukan berbasis budaya yang konsisten menghadirkan kekayaan tradisi Indonesia di panggung modern.
“Pagelaran Sabang-Merauke hanya ada di Indonesia. Kita melihat banyak panggung festival saat ini. Namun, saya yakin acara yang berbasis budaya hanyalah Pagelaran Sabang Merauke. Ini merupakan bentuk regenerasi untuk memastikan budaya Indonesia tetap ada dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Sutradara 'Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya', Rusmedie Agus, mengatakan tema tahun ini 'Srikandi Nusantara' didedikasikan kepada sosok perempuan.
‘Pagelaran Sabang Merauke Hanya Indonesia yang Punya’ juga dipersembahkan kepada perempuan-perempuan Nusantara yang terus menghadirkan keindahan bagi Indonesia. Peran perempuan Nusantara itu dinilai menjadi bagian penting yang membuat Indonesia tetap terlihat begitu indah hingga sekarang.
“Srikandi itu adalah Ibu kita semua, jadi Pagelaran Sabang Merauke tahun ini kita dedikasikan kepada perempuan Nusantara. Yang melesatkan panahnya dan panah itu adalah kita yang duduk berdiri sampai saat ini,” katanya.
Sementara itu, Executive Producer Pagelaran Sabang Merauke, Silvi Liswanda, menilai sosok Srikandi menginspirasi semua untuk terus memberikan yang terbaik dari kemampuan yang dimiliki. Dia juga mendorong setiap orang untuk terus berjuang dan menjadi sosok yang dibutuhkan dalam berbagai peran kehidupan.
“Menurut saya, Srikandi ini menginspirasi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik dari apa yang kita bisa. Terus berjuang, terus menjadi sosok yang saat itu memang dibutuhkan,” ujarnya.
Penyanyi Yura Yunita memandang Srikandi sebagai kemampuan setiap individu untuk menemukan sosok ‘Srikandi’ dalam diri masing-masing. Banyak pelajaran yang ia petik, terutama terkait menemukan kekuatan di tengah kelebihan dan kekurangan diri.
Yura, yang selalu mengenakan kebaya dan baju khas Indonesia saat di panggung, mengatakan bahwa Srikandi mampu menemukan cahaya dalam dirinya yang tidak hanya menerangi diri sendiri, tetapi juga dibagikan kepada Srikandi lainnya.
“Srikandi itu bisa menemukan cahaya dalam dirinya yang bisa menerangi dirinya, memberi cahaya pada dirinya, bukannya pada dirinya. Justru Srikandi yang sesungguhnya juga bisa berbagi terang untuk para Srikandi yang ada di luar sana dan mendapatkan kekuatan dari para Srikandi yang ada di lingkungannya,” ucap Yura.
Pada tahun ini, penyanyi Rais Andriana menjadi salah satu juri The Audition, yang merupakan rangkaian acara Road to Pagelaran Sabang-Merauke 2026. The Audition merupakan ajang untuk menjaring penari berbakat dari seluruh Indonesia dengan latar belakang budaya dan genre yang beragam.
Raisa mengaku bangga terpilih menjadi salah satu juri, meski dirinya berasal dari dunia vokal. Meski demikian, dia sangat familier dengan Pagelaran Sabang Merauke pada tahun-tahun sebelumnya.
"Pada akhirnya, menurutku, semua bentuk seni, baik tari, suara, musik, dan lain-lain, kita bisa melihat dan merasakan dari soul-nya,” tutur Raisa.
Penyanyi Yura Yunita tampil memeriahkan acara Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Jakarta, Jumat (24/4/2026). JIBI/Feni Freycinetia
The Audition hingga National Dance Competition
Seperti perhelatan pada tahun lalu, iForte menyelenggarakan tiga acara penting sebagai bagian dari Road to Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya. Ketiga acara ini dirancang untuk membuka kesempatan partisipasi publik secara lebih luas, yaitu:
1. iForte National Dance Competition Inspirasi Diri
2. The Audition - Pagelaran Sabang Merauke
3. Parade Inspirasi Diri
iForte National Dance Competition Inspirasi Diri merupakan ajang kompetisi tari antarsekolah dan universitas yang ditujukan bagi pelajar SMA/SMK dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Sebanyak 30 tim terbaik dari 13 regional akan tampil pada Grand Final yang akan diselenggarakan pada Sabtu (25/4/2026) di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Jakarta mulai pukul 10.30 WIB. Pemenang Grand Final berkesempatan untuk tampil di panggung Cultural Fair ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ 2026.
Untuk acara The Audition, sebanyak 50 finalis terpilih yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia akan mengikuti tahap Grand Final pada Minggu (26/4/2026) di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Jakarta mulai pukul 10.30 WIB hingga 19.00 WIB.
Pada tahap ini, sebanyak 27 penari terbaik akan dipilih untuk mengikuti pelatihan intensif bersama para koreografer selama 3 bulan di Yogyakarta yang kemudian tampil dalam pertunjukan utama ‘Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya’ 2026.
Terakhir, Parade Inspirasi Diri, yang menampilkan 143 penari dari 30 grup finalis National Dance Competition serta 50 finalis The Audition, akan mengikuti pawai pada Minggu pagi (26/4/2026) di area publik Car Free Day pada pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepemimpinan perempuan semakin menguat di sektor industri seiring dorongan pembangunan yang menekankan inklusivitas dan pelestarian budaya. Peran ini dinilai tidak hanya memperluas representasi, tetapi juga mendorong pendekatan bisnis yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam ajangWomen, Art and Society 2026yang digelar di Solo pada 16–19 April 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga mendorong inklusi ekonomi melalui literasi keuangan bagi 500 pelaku usaha ultra mikro serta penguatan ekosistem seni dan budaya.
Direktur Transformasi, SDM & Umum PT Surveyor Indonesia (Persero), Evi Afiatin, mengatakan, arah kepemimpinan saat ini tidak lagi semata mengejar pertumbuhan bisnis. “Kepemimpinan hari ini tidak lagi cukup hanya berfokus pada capaian finansial. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun sistem yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (18/4/2026).
Direktur Niaga & Operasi Surveyor Euis Emalia Noor menambahkan pertumbuhan industri perlu ditopang fondasi operasional yang kuat dan responsif. “Pertumbuhan yang kuat harus dibangun di atas fondasi operasional yang solid dan responsif terhadap kebutuhan pasar,” katanya.
Pendekatan tersebut dinilai berdampak pada penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan kepercayaan terhadap kualitas produk dan jasa, serta mendorong ekosistem ekonomi yang lebih inklusif. Upaya ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029.
Dalam ajang Women, Art and Society 2026, Evi Afiatin dan Euis Emalia Noor menerima penghargaan “The Most Outstanding Women 2026”. Penghargaan ini mencerminkan peran kepemimpinan perempuan dalam mendorong transformasi industri sekaligus memberi dampak sosial yang lebih luas.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56